Arsip Tag: Mudik Lebaran 2026

Lomba Dayung Tradisional Desa Klidang Lor Gaet Wisatawan Luar Kabupaten Batang

Lingkar.co – Lomba Dayung Tradisional Desa Klidang Lor kembali digelar di sungai eks Sungai Sambong, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (22/3/2026).

Kegiatan ini menjadi salah satu tradisi tahunan yang terus menarik perhatian wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.

Ketua panitia Egi Elan Viantono mengatakan, antusiasme peserta tahun ini cukup tinggi dengan total 236 peserta yang mengikuti 512 nomor tanding. Peserta datang dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Bekasi, hingga Cilacap.

“Untuk total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp90 juta. Dari sisi sarana, panitia menyediakan enam unit perahu atau total 12 perahu untuk menunjang perlombaan. Selain itu, tahun ini terdapat penambahan dua perahu baru dari Pemerintah Kabupaten Batang sebagai bentuk pembaruan fasilitas,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, bahwa perahu baru ini sangat membantu karena sebagian perahu lama kondisinya sudah tua.

Sementara itu, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyampaikan, bahwa bantuan dua perahu tersebut merupakan realisasi dari janji yang disampaikan pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, dua perahu yang kami janjikan sudah bisa dimanfaatkan pada lomba hari ini,” tuturnya.

Ia berharap, dukungan tersebut dapat semakin meningkatkan kualitas penyelenggaraan serta menarik minat masyarakat lebih luas.

Menurutnya, Lomba Dayung Tradisional Klidang Lor memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi event berskala nasional. Namun, masih diperlukan berbagai pembenahan, baik dari sisi infrastruktur maupun peningkatan publikasi.

“Kami punya komitmen untuk menjadikan event ini sebagai agenda nasional yang mampu menarik lebih banyak peserta dan pengunjung,” harapnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga berencana menambah armada pengerukan sungai guna menjaga kondisi Sungai Sambong, terutama saat musim hujan.

Faiz juga menegaskan, lomba dayung tradisional bukan sekadar ajang hiburan, tetapi merupakan bagian dari warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

“Ini adalah akar budaya masyarakat Klidang Lor yang harus tetap hidup dan bisa dinikmati hingga generasi mendatang,” pungkasnya. (*)

Pastikan Siap Layani Pemudik, Mamen ESDM Tinjau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum di Rest Area Batang

Lingkar.co – Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Yuliot Tanjung meninjau fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Hal itu dilakukannya guna memastikan kesiapan layanan bagi pemudik pengguna kendaraan listrik pada Lebaran 2026.

Dalam kunjungannya, Yuliot menilai fasilitas di rest area tersebut sudah memadai, khususnya keberadaan SPKLU yang dinilai mampu mendukung kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik di jalur tol Trans Jawa.

“Hari ini kami berkunjung ke Rest Area 379A Batang yang lokasinya cukup luas dan bagus. Layanan SPKLU bagi kendaraan listrik juga sudah cukup banyak tersedia di sini,” katanya saat ditemui di Rest Area KM 379A Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (18/3/2026).

Ia menyampaikan, jumlah layanan kendaraan listrik diproyeksikan meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 tercatat sekitar 13.000 pengguna, pada 2026 diperkirakan meningkat menjadi 23.000 pengguna atau naik sekitar 67 persen.

Menurutnya, peningkatan tersebut diiringi dengan penguatan infrastruktur pengisian daya, termasuk peningkatan teknologi dari fast charging menjadi ultra fast charging guna mempercepat waktu pengisian.

“Dengan peningkatan layanan ini, waktu tunggu masyarakat menjadi lebih singkat sehingga perjalanan menjadi lebih efisien,” tuturnya.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah dan DIY Bramantyo Anggun Pambudi mengatakan, PLN terus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan SPKLU di berbagai wilayah, termasuk jalur strategis mudik.

“Jumlah SPKLU secara nasional meningkat dari 1.000 unit menjadi 1.800 unit atau naik sekitar 1,7 kali lipat. Selain itu, optimalisasi layanan juga dilakukan dengan mengganti pengisian daya tipe medium dan slow charging menjadi fast dan ultra fast charging di sejumlah rest area,” jelasnya.

Untuk wilayah Jawa Tengah, saat ini terdapat 305 unit SPKLU yang tersebar di 192 lokasi, termasuk 79 titik di jalur Trans Jawa. PLN juga menghadirkan inovasi melalui aplikasi PLN Mobile untuk memudahkan pengguna kendaraan listrik dalam merencanakan perjalanan.

“Fitur Trip Planner memungkinkan pengguna mengetahui lokasi SPKLU di sepanjang rute perjalanan, sementara fitur antre EV membantu memantau kondisi antrean di lokasi pengisian daya. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kenyamanan pemudik pengguna kendaraan listrik selama perjalanan mudik dan balik Lebaran,” terangnya.

Salah satu pemudik asal Jakarta yang menuju Banyuwangi, Irawati mengaku merasakan kemudahan dalam menggunakan SPKLU di Rest Area KM 379A Batang. Ia menyebut kapasitas pengisian daya di lokasi tersebut cukup besar, yakni mencapai 120 kWh, sehingga waktu pengisian relatif singkat.

“Ketersediaan SPKLU sekarang jauh lebih baik. Di sepanjang tol saya melihat banyak titik pengisian dari berbagai penyedia. Penggunaan kendaraan listrik juga lebih ekonomis dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak, terutama untuk perjalanan jarak jauh,” ujar dia.

Dengan peningkatan infrastruktur dan layanan tersebut, pemerintah berharap pemudik pengguna kendaraan listrik dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman, efisien, dan aman saat momentum Lebaran 2026. (*)

Kemenag Bireuen Siapkan 17 Masjid Ramah Pemudik. Ini Lokasinya

Lingkar.co – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen menyiapkan 17 masjid ramah pemudik di sepanjang jalur nasional Banda Aceh–Medan dan jalur lintas Bireuen–Takengon selama arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H atau Lebaran 2026 M.

Masjid tersebut meliputi Masjid Al-Munawarah dan Masjid Baital Makmur Al-Amin di Kecamatan Samalanga; Masjid Nurul Ikhlas di Kecamatan Simpang Mamplam; Masjid Baitul Kiram di Kecamatan Pandrah; Masjid Al-Mukarramah dan Masjid Imum Syafi’i di Kecamatan Jeunib; Masjid Teungku Meuruhom Muda di Kecamatan Peudada; Masjid Ridha di Kecamatan Jeumpa; serta Masjid Sultan Jeumpa di jalur lintas Bireuen–Takengon.

Selain itu, Masjid Al-Ikhlas dan Masjid Al-Amin di Kecamatan Kota Juang; Masjid Baitul Huda dan Masjid Baitul Izzah di Kecamatan Peusangan; Masjid Al-Istiqamah dan Masjid Al-Ikhlas di Kecamatan Kutablang; serta Masjid Taqwa dan Masjid Al-Munawwarah di Kecamatan Gandapura.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Zulkifli, mengatakan penyediaan masjid tersebut menjadi bagian dari layanan bagi masyarakat, khususnya para pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Bireuen.

“Bireuen berada di jalur nasional Banda Aceh–Medan yang setiap tahunnya menjadi lintasan utama arus mudik di Aceh. Karena itu, kami menyiapkan sejumlah masjid yang dapat dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat, menunaikan shalat, serta memanfaatkan fasilitas yang tersedia selama perjalanan,” ujarnya, Minggu, (15/3/2026).

Zulkifli menjelaskan, keberadaan masjid ramah pemudik diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para musafir yang menempuh perjalanan jauh, sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pelayanan umat.

“Keberadaan masjid ramah pemudik ini diharapkan dapat membantu para musafir yang melintasi Bireuen agar dapat beristirahat dengan nyaman selama perjalanan mudik,” pungkasnya. (*)

Mudik Gratis Pemkab Bogor Capai 4.000 Pemudik dengan 77 Armada

Lingkar.co – Program Mudik Gratis yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Polres Bogor tahun 2026 mencatat jumlah peserta yang signifikan. Sekitar 4.000 pemudik diberangkatkan menuju berbagai kota di Pulau Jawa.

Jumlah tersebut menjadikan program Mudik Gratis Kabupaten Bogor sebagai salah satu yang terbesar di tingkat kabupaten/kota di Indonesia, baik dari sisi jumlah armada maupun peserta.

Sebanyak 77 armada bus disiapkan untuk melayani para pemudik, terdiri dari 40 bus dari Pemerintah Kabupaten Bogor, 20 bus dari Polres Bogor, serta 17 bus dari pihak swasta.

Para pemudik diberangkatkan menuju berbagai kota tujuan, seperti Solo, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, wilayah Pantura, Pansela, hingga Tasikmalaya.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan bahwa tingginya jumlah peserta merupakan hasil dari kolaborasi berbagai pihak serta tingginya antusiasme masyarakat.

“Kurang lebih 4.000 masyarakat diberangkatkan hari ini. Ini bukan kerja satu pihak, melainkan hasil kolaborasi dan gotong royong berbagai elemen, termasuk dukungan dari sektor swasta,” ujar Rudy.

Ia menambahkan bahwa capaian ini menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas dan cakupan layanan di masa mendatang.

“Kami berharap ke depan dapat menambah jumlah armada serta memperluas tujuan, termasuk ke wilayah Sumatera seperti Lampung, tentunya melalui evaluasi dan kesiapan yang lebih matang,” jelasnya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Forkopimda juga telah menyiapkan skema arus balik di beberapa titik guna mengakomodasi kepulangan para pemudik.

Dengan tingginya partisipasi masyarakat, program Mudik Gratis ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memberikan pelayanan publik yang inklusif, aman, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (*)

Pesan Ketua GP Ansor Kota Semarang: Layani Pemudik Seperti Keluarga Sendiri

Lingkar.co – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang, Arif Rahman, meminta para kader yang bertugas di posko siaga mudik lebaran melayani para pemudik yang mampir seperti keluarga sendiri.

“Saya pesan kepada seluruh kader Ansor dan Banser yang stand by di posko untuk melayani pemudik yang mampir seperti keluarga sendiri,” kata Arif, Rabu (18/3/2026).

Menurutnya, beragam fasilitas tidak ada artinya jika pelayanan tidak berkesan di hati pemudik.

“Jangan ada kesan yang kurang pas, jangan terlalu kaku atau format. Mereka yang mampir harus dilayani dengan perasaan sehingga saat melanjutkan perjalanan mereka merasa pelayanan kita ini menyenangkan,” ujarnya.

Sejalan dengan hal itu, Ia menegaskan, pendirian posko siaga mudik lebaran merupakan representasi dari nilai Ansor sebagai Khodimul Ummah (pelayan umat).

“Posko ini bukan hanya tempat istirahat, tapi ruang pelayanan kemanusiaan. Kami ingin setiap pemudik merasa aman dan diperhatikan selama perjalanan,” ujarnya.

Lebih lanjut Arif berkata, kader Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) harus memegang teguh nilai-nilai sosial yang diajarkan oleh agama.

“Islam tidak hanya mengajarkan ritual atau ibadah vertikal, namun juga ibadah horisontal yang diwujudkan dalam interaksi, Khairunnas anfau’hum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain,” terangnya

Oleh karena itu, ia menilai pelayanan pemudik bukan sekadar program rutin tahunan, bukan seremonial tetapi panggilan moral dan pengamalan ajaran agama untuk hadir di tengah masyarakat.

Dia lanjut menjelaskan, dirinya melakukan pengecekan secara berkala setiap hari, baik secara langsung ke lokasi maupun pantauan lewat seluler

Posko memberikan berbagai pelayanan yang mendukung pemudik melanjutkan perjalanan dengan nyaman. Tidak hanya sebatas untuk beristirahat, bertanya arah. Namun juga siap membantu pemudik merasa kembali bugar dengan keterampilan pijat (massage).

Layanan lain, pengisian angin ban dan pengecekan kondisi kendaraan menjadi tawaran solusi cepat bagi pemudik yang mengalami masalah di jalan.

“Jika tidak terburu-buru ya bisa istirahat, tidur, atau dipijat dulu, biar pemudik kembali bugar dan siap melanjutkan perjalanan,” urainya.

“Kami pikir layanan-layanan sederhana ini jika dilakukan dengan hati yang ikhlas dan menghargai pemudik seperti keluarga sendiri akan lebih berkesan,” tuturnya.

Sebagai informasi, Kota Semarang merupakan salah satu simpul penting dalam arus mudik nasional, terutama di jalur pantura yang menghubungkan berbagai kota besar. Ribuan kendaraan dari arah barat menuju timur, maupun sebaliknya, melintasi wilayah ini setiap hari.

Program posko mudik di kota Semarang merupakan bagian dari program PW GP Ansor Jawa Tengah yang mendirikan 267 posko di seluruh kabupaten dan kota. (*)

PW GP Ansor Jateng Kolaborasi dengan PT Pertamina Enduro Dirikan Posko Mudik Lebaran di Kota Pekalongan

Lingkar.co – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan PT Pertamina Enduro mendirikan posko siaga mudik lebaran di kota Pekalongan.

Hadirnya PT Pertamina Enduro dalam posko siaga mudik lebaran pada tahun 2026 ini melengkapi pelayanan bagi pemudik yang mampir beristirahat.

Tidak hanya tempat istirahat yang nyaman, masjid yang luas, dan toilet yang bersih. Dengan bergabungnya PT Pertamina Enduro pada tahun ini posko siaga mudik lebaran GP Ansor Jateng bisa menyediakan fasilitas untuk para pemudik bersepeda motor yang akan menggati oli mesin.

Meski demikian, variasi layanan tersebut tidak menghilangkan layanan yang sudah ada pada tahun-tahun sebelumnya, seperti; makanan takjil buka puasa dan sahur, pelayanan pijat elektrik, pijat refleksi (massage) sampai potong rambut.

Ketua PW GP Ansor Jateng, Muhammad Shidqon Prabowo pada Selasa (17/3/2026) mengunjungi posko mudik kerja sama dengan PT Pertamina Enduro yang berlokasi di halaman masjid Al Fairus Kota Pekalongan.

Gus Shidqon, sapaan akrab Muhammad Shidqon Prabowo berpesan kepada seluruh kader Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk melayani pemudik yang mampir dengan sebaik-baiknya karena Ansor sebagai generasi muda Nahdlatul Ulama harus bisa melayani, menjadi khadimul ummah (pelayan masyarakat).

“Khidmah di Ansor itu harus ikhlas, bisa melayani umat, memberikan yang terbaik bagi masyarakat karena Ansor sebagai khadimul ummah, Ansor adalah masa depan NU,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada para kader Ansor dan Banser untuk tertib sesuai dengan jadwal, dan tidak memaksakan diri dalam bertugas.

“Untuk semua kader, kami minta bertugas sesuai dengan jadwal, semua bergiliran, jangan ada yang ngepam terus, ini penting untuk menjaga kesehatan di musim hujan,” pesannya.

Ia juga mengapresiasi semua pihak yang mendukung posko siaga mudik lebaran GP Ansor Jateng, terutama PT Pertamina Enduro yang ikut bergabung dalam gerakan kemanusiaan bersama Ansor dan Banser.

“Terima kasih kepada PT Pertamina Enduro atas kerjasamanya. Semoga kerja sama ini berjalan dengan baik dan bisa berlanjut dengan kerja sama di lain program,” tuturnya. (*)

Basarnas Semarang Buka Posko Siaga SAR Idul Fitri 2026 di GT Kalikangkung

Lingkar.co — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang menggelar apel pembukaan Posko Siaga SAR Khusus Idul Fitri 2026/1447 H pada Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono mengatakan Siaga SAR Khusus Idul Fitri merupakan program rutin yang dilaksanakan secara nasional oleh Basarnas untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama periode mudik Lebaran.

Apel pembukaan posko siaga ini juga dilakukan secara serentak di seluruh unit pelaksana teknis Basarnas di Indonesia dan dibuka langsung oleh Kepala Basarnas Mohammad Syafii.

Menurut Budiono, posko utama Siaga SAR Khusus Idul Fitri di wilayah Semarang ditempatkan di Gerbang Tol Kalikangkung. Di lokasi tersebut disiagakan satu tim SAR yang bertugas selama 24 jam guna mempercepat respons apabila terjadi keadaan darurat, khususnya kecelakaan yang memerlukan penanganan khusus.

“Posko Siaga SAR Khusus Idul Fitri ini kami dirikan di area Gerbang Tol Kalikangkung beserta satu tim SAR yang bersiaga 24 jam sehingga dapat mempercepat waktu respons apabila terjadi insiden kecelakaan yang membutuhkan penanganan khusus,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tim SAR disiapkan untuk menangani berbagai kondisi darurat, termasuk kecelakaan lalu lintas yang memerlukan evakuasi khusus, seperti korban yang terjepit bodi kendaraan.

Selain di GT Kalikangkung, Basarnas Semarang juga mengaktifkan sejumlah posko lain yang berada di Pos SAR maupun Unit Siaga SAR di beberapa daerah, yakni Jepara, Wonosobo, Magelang, Pemalang, dan Rembang. Basarnas juga menyiagakan kapal evakuasi KN SAR Sadewa 231 untuk mendukung operasi penyelamatan.

Selama periode siaga, tim SAR juga akan melakukan patroli di jalur mudik serta pemantauan di sejumlah titik transportasi seperti pelabuhan, terminal, stasiun, dan bandara. Selain itu, patroli juga dilakukan di sejumlah objek wisata yang dinilai rawan terjadi kecelakaan, seperti kawasan pantai maupun waduk.

Posko Siaga SAR Khusus Idul Fitri tersebut akan berlangsung mulai 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Basarnas Semarang menyiapkan personel dengan berbagai kualifikasi khusus, di antaranya Vehicle Accident Rescue (VAR) dan Medical First Responder (MFR), lengkap dengan peralatan pendukung.

Budiono berharap kehadiran tim SAR selama masa siaga dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan maupun berwisata selama libur Lebaran.

“Tim kami bersiaga selama 24 jam penuh dan siap sewaktu-waktu jika dibutuhkan,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi Basarnas apabila terjadi kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan.

“Jika ada situasi darurat yang membutuhkan jasa SAR, masyarakat dapat menghubungi nomor (024) 115 atau (024) 7629192. Layanan SAR ini tidak dipungut biaya,” pungkasnya. ***