Arsip Tag: Muhammad Shidqon Prabowo

PW GP Ansor Jateng Kolaborasi dengan PT Pertamina Enduro Dirikan Posko Mudik Lebaran di Kota Pekalongan

Lingkar.co – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan PT Pertamina Enduro mendirikan posko siaga mudik lebaran di kota Pekalongan.

Hadirnya PT Pertamina Enduro dalam posko siaga mudik lebaran pada tahun 2026 ini melengkapi pelayanan bagi pemudik yang mampir beristirahat.

Tidak hanya tempat istirahat yang nyaman, masjid yang luas, dan toilet yang bersih. Dengan bergabungnya PT Pertamina Enduro pada tahun ini posko siaga mudik lebaran GP Ansor Jateng bisa menyediakan fasilitas untuk para pemudik bersepeda motor yang akan menggati oli mesin.

Meski demikian, variasi layanan tersebut tidak menghilangkan layanan yang sudah ada pada tahun-tahun sebelumnya, seperti; makanan takjil buka puasa dan sahur, pelayanan pijat elektrik, pijat refleksi (massage) sampai potong rambut.

Ketua PW GP Ansor Jateng, Muhammad Shidqon Prabowo pada Selasa (17/3/2026) mengunjungi posko mudik kerja sama dengan PT Pertamina Enduro yang berlokasi di halaman masjid Al Fairus Kota Pekalongan.

Gus Shidqon, sapaan akrab Muhammad Shidqon Prabowo berpesan kepada seluruh kader Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk melayani pemudik yang mampir dengan sebaik-baiknya karena Ansor sebagai generasi muda Nahdlatul Ulama harus bisa melayani, menjadi khadimul ummah (pelayan masyarakat).

“Khidmah di Ansor itu harus ikhlas, bisa melayani umat, memberikan yang terbaik bagi masyarakat karena Ansor sebagai khadimul ummah, Ansor adalah masa depan NU,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada para kader Ansor dan Banser untuk tertib sesuai dengan jadwal, dan tidak memaksakan diri dalam bertugas.

“Untuk semua kader, kami minta bertugas sesuai dengan jadwal, semua bergiliran, jangan ada yang ngepam terus, ini penting untuk menjaga kesehatan di musim hujan,” pesannya.

Ia juga mengapresiasi semua pihak yang mendukung posko siaga mudik lebaran GP Ansor Jateng, terutama PT Pertamina Enduro yang ikut bergabung dalam gerakan kemanusiaan bersama Ansor dan Banser.

“Terima kasih kepada PT Pertamina Enduro atas kerjasamanya. Semoga kerja sama ini berjalan dengan baik dan bisa berlanjut dengan kerja sama di lain program,” tuturnya. (*)

Dirikan 267 Posko Mudik di Jateng, Wujud Nyata Ansor Sebagai Pelayanan Masyarakat

Lingkar.co – Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Jawa Tengah kembali memberikan bukti nyata sebagai khadimul ummah atau pelayanan umat dengan mendirikan posko siaga mudik lebaran 2026.

Melalui koordinasi Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, sebanyak 267 posko mudik didirikan dan tersebar di berbagai jalur strategis di 35 kabupaten dan kota.

Posko-posko tersebut dijaga oleh kader Ansor bersama pasukan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang siap melayani para pemudik selama 24 jam penuh.

Kehadiran posko ini bukan sekadar fasilitas singgah, tetapi juga menjadi pusat pelayanan terpadu bagi masyarakat yang menempuh perjalanan jauh menuju kampung halaman.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, M Shidqon Prabowo, menegaskan bahwa program posko mudik merupakan bagian dari esensi gerakan Ansor sebagai Khodimul Ummah, yakni pelayan umat.

Menurutnya, para kader Ansor dan Banser yang bertugas di lapangan harus menjadikan posko mudik sebagai ruang pengabdian kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang siapa pun.

“Keberadaan posko ini adalah bagian dari khidmah kita kepada umat. Layani masyarakat dengan sebaik-baiknya, jangan membeda-bedakan,” tegas Gus Shidqon, Senin (16/3/2026).

Program posko mudik telah menjadi tradisi tahunan bagi kader Ansor di berbagai daerah. Setiap menjelang Hari Raya Idulfitri, ribuan relawan dikerahkan untuk berjaga di berbagai titik jalur mudik.

Langkah ini merupakan bentuk kepedulian sosial organisasi kepemudaan yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama tersebut terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang melakukan perjalanan panjang.

Jawa Tengah sendiri merupakan salah satu wilayah dengan arus mudik terbesar di Indonesia. Jalur pantura, jalur selatan, hingga berbagai jalur alternatif selalu dipadati kendaraan pemudik dari berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, hingga wilayah Sumatera.

Karena itu, keberadaan posko mudik Ansor menjadi sangat penting sebagai titik singgah sekaligus pusat bantuan bagi pemudik yang membutuhkan istirahat maupun pertolongan selama perjalanan.

Fasilitas Lengkap

Tidak sekadar berdiri sebagai tempat berkumpul relawan, posko mudik Ansor di Jawa Tengah dilengkapi dengan berbagai fasilitas pelayanan yang dirancang untuk membantu pemudik agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan sehat.

Salah satu fasilitas utama yang disediakan adalah tempat istirahat bagi pemudik. Di setiap posko tersedia ruang duduk, tikar, hingga tempat rebahan sederhana agar para pengendara dapat memulihkan stamina sebelum melanjutkan perjalanan.

Selain itu, banyak posko juga menyediakan minuman hangat, air mineral, serta makanan ringan bagi para pemudik.

Fasilitas ini sangat membantu mereka yang menempuh perjalanan panjang dan membutuhkan energi tambahan di tengah perjalanan.

Di beberapa titik posko bahkan tersedia layanan relaksasi dan pijat ringan yang dikelola oleh relawan.

Layanan ini menjadi salah satu yang paling diminati pemudik, terutama pengendara sepeda motor yang menempuh perjalanan jauh dan mengalami kelelahan.

Tidak hanya berfokus pada kenyamanan tubuh, posko mudik Ansor juga memberikan bantuan teknis bagi kendaraan pemudik.

Kader Ansor dan Banser menyediakan layanan servis ringan seperti pengisian angin ban, pengecekan kendaraan, hingga bantuan darurat ketika kendaraan mengalami kendala teknis di jalan.

PW GP Ansor Jateng Dirikan 267 Posko Mudik untuk Layani Pemudik, Begini Reaksi Wali Kota Semarang

Lingkar.co – Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah mendirikan 267 Posko Mudik di berbagai wilayah Jawa Tengah untuk melayani masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 2026,

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti pada Senin (16/3/2026) malam saat menghadiri pembukaan posko di Kecamatan Tugu, Kota Semarang mengaku takjub.

Menurut Agustina, kehadiran ratusan posko mudik tersebut menunjukkan kuatnya tradisi pelayanan yang selama ini menjadi ciri khas para aktivis Nahdlatul Ulama (NU) dan GP Ansor. Semangat untuk melayani dan memanusiakan manusia, kata dia, tercermin dari kesungguhan para kader Ansor dan Banser dalam menyediakan fasilitas bagi para pemudik.

Ia mengapresiasi dedikasi para relawan yang bersedia mengabdi selama masa mudik Lebaran. Posko mudik yang didirikan mulai beroperasi pada 16 hingga 21 Maret 2026 dengan berbagai layanan bagi para pengguna jalan yang melintas di Jawa Tengah.

Agustina juga berharap keberadaan posko mudik tersebut dapat melibatkan berbagai unsur kepemudaan, termasuk Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), agar dapat bergotong royong dalam memberikan pelayanan kepada para pemudik. Menurutnya, pembagian tugas harian kepada para relawan akan membantu kelancaran operasional posko selama masa mudik.

Ia menegaskan bahwa posko mudik memiliki peran penting, tidak hanya sebagai tempat beristirahat bagi para pemudik, tetapi juga sebagai pusat pelayanan dan pengamanan yang membantu mengantisipasi berbagai potensi kerawanan selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

“Posko mudik menjadi salah satu fasilitas yang banyak dicari pemudik, baik mereka yang sedang menuju kampung halaman maupun yang kembali ke kota tempat mereka bekerja. Fungsinya sangat penting dalam menjaga keamanan dan kenyamanan perjalanan,” ujar Agustina.

Meski demikian, ia juga mengingatkan para relawan agar tetap memperhatikan keluarga masing-masing selama menjalankan tugas di posko mudik. Menurutnya, sebagai bagian dari organisasi, tanggung jawab terhadap keluarga tetap harus dijaga di tengah kesibukan melayani masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, posko mudik tersebut menyediakan berbagai fasilitas sederhana namun bermanfaat bagi pemudik, seperti tempat transit, tenda istirahat, serta area parkir. Fasilitas yang tersedia juga dapat memanfaatkan sarana di lingkungan sekitar, termasuk kantor kelurahan atau kecamatan, guna membantu para pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat.

Sementara itu, pemerintah memprediksi arus mudik tahun ini kembali mengalami peningkatan. Berdasarkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian dan operator jalan tol, jumlah pemudik yang melintasi wilayah Jawa Tengah diperkirakan meningkat sekitar satu persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di ruas tol Kalikangkung, misalnya, diperkirakan sekitar 17 juta pemudik akan melintas dalam kurun waktu tujuh hari masa mudik. Kondisi tersebut dipastikan akan membuat Kota Semarang menjadi salah satu titik pergerakan utama pemudik.

Agustina menilai kondisi tersebut juga memberi peluang bagi para pemudik yang singgah untuk mengenal lebih jauh Kota Semarang, baik dengan beristirahat, berjalan-jalan, maupun mencari berbagai kebutuhan perjalanan.

Untuk mendukung kelancaran arus informasi bagi pemudik, Pemerintah Kota Semarang juga meluncurkan laman khusus bernama “Info Mudik Lebaran dan Menjelang Idul Fitri di Kota Semarang”. Melalui laman tersebut, pemudik dapat mengakses berbagai informasi penting, mulai dari layanan kepolisian, lokasi stasiun pengisian bahan bakar, restoran, tempat oleh-oleh, hingga bengkel yang tetap buka selama Lebaran.

“Semua informasi itu terhubung dengan peta digital sehingga memudahkan pemudik menemukan layanan yang mereka butuhkan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pemerintah pusat bersama jajaran kepolisian, TNI, dan berbagai instansi terkait telah menyiapkan berbagai skema pengamanan dan manajemen lalu lintas untuk menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran tahun ini, termasuk rekayasa lalu lintas seperti sistem buka tutup jalan dan one way di sejumlah jalur utama.

Menurut Agustina, seluruh unsur pemerintah dan aparat keamanan telah berkomitmen untuk tetap siaga selama masa mudik hingga arus balik selesai, demi memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar. (*)

Penulis: Husni Muso

Resmikan Kantor LBH, Ansor Jawa Tengah Siap Bela Rakyat Kecil

Lingkar.co – Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah diresmikan oleh Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Mochammad Shidqon Prabowo, Kamis (26/02/2026).

Acara peresmian Kantor LBH Ansor Jawa Tengah yang beralamat di Gedung KWU UNNES Lantai 1, Jalan Taman Siswa, Sekaran, Gunung Pati, Kota Semarang ini dihadiri pula oleh Sekretaris PW Ansor Jateng Husein Ahmadi, Kasatkorwil Banser Komandan M Azil Maskur, serta Ketua LBH PW GP Ansor Jawa Tengah Muhtar Hadi Wibowo beserta jajaran pengurus.

Ketua LBH PW GP Ansor Jawa Tengah, Muhtar Hadi Wibowo menegaskan bahwa kehadiran LBH bukan sekadar simbol organisasi, melainkan komitmen nyata untuk membela masyarakat kecil.

“LBH PW Ansor Jawa Tengah lahir sebagai wujud nyata bahwa kita ingin berdiri di garda terdepan dalam memperjuangkan keadilan. Kita sadar, tidak semua masyarakat memahami hukum. Tidak semua memiliki akses untuk membela hak-haknya. Di sinilah LBH hadir menjadi jembatan harapan, menjadi tempat mengadu, menjadi sandaran ketika ketidakadilan terasa menyesakkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa LBH PW GP Ansor Jawa Tengah akan mengedepankan profesionalitas, integritas, serta semangat pengabdian dalam setiap pendampingan hukum yang diberikan kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah Mochammad Shidqon Prabowo mengapresiasi berdirinya kantor LBH tersebut. Ia berharap fasilitas yang telah diresmikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan masyarakat luas, khususnya mereka yang membutuhkan akses bantuan hukum.

“Kantor ini harus dipergunakan sebaik mungkin agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya yang membutuhkan bantuan hukum. LBH Ansor harus hadir sebagai khadimul ummah sebagai solusi dan menjadi bagian dari upaya menegakkan hukum yang adil,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa bantuan Hukum melalui LBH PW GP Ansor Jawa Tengah tidak dibebankan biaya sepeser pun kepada organisasi, sebagai bentuk kemandirian dan komitmen profesional pengurusnya sebagai bantuan hukum masyarakat.

“Semoga keberadaan LBH ini mampu membantu menegakkan hukum yang berkeadilan serta membawa nama baik PW GP Ansor Jawa Tengah,” pungkasnya. (*)

Presiden Beri Penghargaan GP Ansor, Gus Shidqon: Jawa Tengah Siap Jaga Kedaulatan Pangan Nasional

Lingkar.co – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum GP Ansor H. Addin Jauharudin beserta jajaran atas penghargaan yang diberikan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kepada GP Ansor, Rabu (7/1/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang digelar di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Momentum ini menjadi penanda penting atas kontribusi berbagai elemen bangsa, termasuk organisasi kepemudaan, dalam memperkuat sektor pangan nasional.

Ketua Umum GP Ansor H. Addin Jauharudin menerima penghargaan tersebut didampingi jajaran pengurus pusat serta personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang selama ini terlibat aktif dalam program-program ketahanan pangan di berbagai daerah.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, M. Shidqon Prabowo, menilai penghargaan dari Presiden merupakan bentuk pengakuan negara atas kerja nyata GP Ansor di sektor pangan.

Menurutnya, berbagai program berbasis kerakyatan yang dijalankan Ansor di daerah telah memberi dampak positif, termasuk program Patriot Ketahanan Pangan di Provinsi Jawa Tengah.

“Sebagai pengurus wilayah dan kader GP Ansor, kami tentu bangga dan menyambut baik penghargaan ini. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih keras dan lebih optimal dalam mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Shidqon.

Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi pemacu semangat bagi seluruh jajaran GP Ansor di daerah untuk terus mengembangkan sektor pertanian dan pemberdayaan pangan berbasis masyarakat, khususnya di Jawa Tengah yang memiliki potensi pertanian besar.

“Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan serta memperkuat kedaulatan pangan nasional,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Shidqon menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan program strategis pemerintah sekaligus amanah organisasi yang harus dijalankan secara berkelanjutan.

“Penghargaan ini adalah pengingat bahwa kerja-kerja pengabdian harus terus ditingkatkan demi kemaslahatan umat dan bangsa,” pungkasnya. (*)

Penulis: Husni Muso

Jangan Ikut-ikutan Konflik Internal PBNU, GP Ansor Jateng Instruksikan Pengurus Fokus Program Kerja

Lingkar.co – Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah DR H M Muhammad Shidqon Prabowo SH MH menginstruksikan pada jajaran pengurus di semua tingkatan dan kader di Jawa Tengah untuk tetap menjaga marwah para Kiai di tengah dinamika yang terjadi di internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Nahdlatul Ulama adalah rumah besar bagi kader GP Ansor, oleh karena itu semua kader harus tetap setia menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah dan nama baik lembaga,” tegasnya, Selasa (2/12/2025).

Gus Shidqon mengatakan, juga menginstruksikan bahwa seluruh kader GP Ansor dan Banser untuk tidak melibatkan diri dan hanyut dalam dinamika yang terjadi di PBNU serta selalu berhusnudlon terhadap seluruh masyayikh, sesepuh, dan Kiai di lingkungan Nahdlatul Ulama.

“Kami instruksikan seluruh pengurus di PW, Pimpinan Cabang, PAC hingga Ranting untuk fokus melaksanakan dan menyukseskan program kerja masing-masing yang telah dirancang dan tetap istiqomah dalam visi besar sebagai khodimul ummah,” tandasnya.

Selain itu, dalam instruksinya, Gus Sidqon juga menegaskan, seluruh kader tidak boleh bergerak sendiri-sendiri tanpa koordinasi dengan PW GP Ansor Jawa Tengah. Termasuk harus tetap satu garis komando arahan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor H Addin Jauharudin serta arahan Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin.

“Kami juga instruksikan untuk selalu memanjatkan doa, semoga dinamika yang terjadi akan segera selesai dan membawa hikmah bagi Jamiyyah Nahdlatul Ulama,” ungkap Gus Shidqon yang juga Dekan Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim Semarang tersebut.

Sekretaris PW GP Ansor Jawa Tengah, H Husein Ahmadi menegaskan, pihaknya segera mendistribusikan instruksi tersebut ke seluruh jajaran PC maupun PAC di Jawa Tengah.

“Jadi, instruksi ini tidak hanya pada pengurus saja tapi juga seluruh kader GP Ansor dan Banser di Jawa Tengah. Intinya, tidak boleh bergerak sendiri-sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebelumnya, PW telah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Ketua PC GP Ansor dan Kasatkorcab Banser Kabupaten/Kota se Jawa Tengah di Ponpes Al Falah Kota Salatiga pada Minggu (30/11/2025).

Dalam Rakor tersebut juga telah disampaikan dan disepakati beberapa hal mengenai penyikapan terhadap situasi terkini baik isu nasional maupun daerah.

“Kami akan tetap fokus pada kaderisasi dan program kerja masing-masing sesuai arahan Ketua PWNU Jawa Tengah. Jangan sampai isu di atas memengaruhi roda organisasi di level badan otonom terutama di daerah,” tegas Husein.(*)

Gus Shidqon: Kontribusi LKA Tegaskan Ansor Sebagai Pelayan Umat

Lingkar.co – Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah, Dr. Muhammad Shidqon Prabowo mengatakan kontribusi Lembaga Kesehatan Ansor (LKA) Jawa Tengah dalam pengobatan gratis selama tiga hari ini menegaskan bahwa Ansor sebagai pelayan Umat (Khadimul Ummah).

Percepat Penyusutan Banjir Kaligawe, Pemprov Jateng Tambah 38 Pompa“Alhamdulillah baru dilantik Minggu kemarin sudah bisa berkontribusi pada masyarakat ini menegaskan bahwa Ansor sebagai pelayan umat,” kata Gus Shidqon, sapaan akrab Shidqon Prabowo saat meninjau pelaksanaan pengobatan gratis ini halaman kantor Kelurahan Kaligawe Kecamatan Gayamsari Kota Semarang, Kamis?-/11/2025).

Menurut dia, kegiatan Ansor tidak hanya sebatas untuk internal kader, dan juga tidak sebgas pelayanan kesehatan karena Ansor memang harus memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat.

“Tidak hanya kesehatan saja, tapi ada beberapa program yang memberikan dampak langsung atau nilai bahwa kami selalu berusaha hadir di tengah-tengah masyarakat,” tuturrnya

Dia berharap masyarakat mendoakan agar Ansor yang ada di Jawa Tengah bisa memberikan dampak yang positif bagi masyarakat, “Jadi kami tiap Minggu muter di 35 kabupaten dan kota untuk memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan itu pengejawantahan Ansor sebagai pelayan umat. Jadi mohon doanya semoga semua berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Sementara, Ketua LKA Jateng, dr. Muhammad Hayyi Wildani mengatakan, semua harus bangkit setelah melewati musibah banjir yang sudah mengering. Maka Ansor Jateng juga tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan tapi juga memberikan pelatihan petugas kesehatan.

“Tidak hanya muter untuk mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan, tapi juga kita akan mengadakan pelatihan relawan kesehatan atau mempersiapkan masyarakat agar memiliki keterampilan medis dasar,” katanya.

Plt Lurah Kaligawe Sukiswo mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh GP Ansor Jateng dalam melayani masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut bisa berlanjut
Terima kasih kepada Ansor yang telah membantu kami merawat masyarakat terdampak banjir di kelurahan Kaligawe ini. Saya harap tidak hanya ini, tapi ada kegiatan lain lagi. Semoga Ansor bermanfaat,dan berkah untuk semua,” tuturnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Resmi Dilantik, GP Ansor Jateng Pamerkan Semangat Baru di Hadapan Gibran

Lingkar.co — Langit Semarang siang itu tampak cerah, namun hawa di dalam gedung pelantikan terasa lebih hangat dari biasanya. Ratusan kader Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah berdiri tegap, berseragam hijau khas kebanggaan mereka.

Tepuk tangan menggema saat nama Muhammad Shidqon Prabowo disebut sebagai Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah masa khidmat 2025–2029.

Pria yang akrab disapa Gus Shidqon itu melangkah ke depan dengan wajah penuh keyakinan. Detik itu, bukan hanya secarik surat keputusan yang diterimanya, melainkan juga amanah besar menakhodai organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama terbesar di tanah Jawa.

Yang membuat suasana semakin istimewa, Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, turut hadir menyaksikan momen bersejarah tersebut. Sorotan kamera menyorot wajah Gibran yang sesekali tersenyum menyiratkan dukungan negara terhadap semangat kaum muda Ansor.

“Matur nuwun, Mas Wapres, atas kehadirannya. Semoga ini menjadi semangat bagi kader Ansor Jawa Tengah,” ujar Gus Prabowo dengan suara lantang yang disambut riuh tepuk tangan.

Lalu, di tengah sorak semangat, ia memimpin seruan yang mengguncang ruangan:
“Ansor Jawa Tengah!”
Serempak, para kader menjawab dengan penuh kebanggaan, “Istimewa!”

Seruan itu menggema seperti gema tekad: Ansor tidak hanya hadir sebagai penjaga nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga sebagai penggerak kemajuan di tengah tantangan zaman.

Api Semangat dari Pesan Para Ulama

Dari barisan tamu kehormatan, tampak Ketua PWNU Jawa Tengah, KH. Rozin, tersenyum. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan tonggak penting regenerasi kepemimpinan muda Nahdlatul Ulama.

“Sejak awal kami mengikuti proses keterpilihan pengurus PW GP Ansor Jateng yang baru. Hari ini kita menyaksikan semangat luar biasa yang akan membawa masa depan pemuda lebih baik,” ujar Gus Rozin.

Ia melanjutkan, GP Ansor selama ini bukan hanya organisasi pemuda, melainkan juga bagian penting dalam denyut pembangunan bangsa.

“GP Ansor senantiasa hadir dalam pembangunan, budaya, keagamaan, dan kenegaraan. Bersama-sama GP Ansor, kita membangun Jawa Tengah dan Indonesia,” tuturnya.

Pesannya ditutup dengan ajakan yang menembus relung hati.

“Kita perlu khidmah yang konkret — dalam pembangunan masyarakat, ekonomi, dan penanggulangan bencana yang kini makin sering terjadi,” ungkapnya.

Khidmah dan Harapan Baru

Bagi banyak kader muda, momen pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian pengurus. Ia adalah simbol perjalanan panjang semangat kebangsaan, dari pesantren hingga ruang publik, dari tradisi ke masa depan digital.

Gus Prabowo, dengan gaya kepemimpinannya yang tegas namun santun, diyakini mampu membawa GP Ansor Jawa Tengah lebih adaptif, kreatif, dan solutif.

Di akhir acara, lantunan doa mengalun lembut. Para kader menunduk khusyuk, sebagian menitikkan air mata. Di dada mereka, ada bara semangat baru: semangat untuk terus berkhidmah kepada umat, bangsa, dan tanah air.

Karena bagi mereka, menjadi Ansor bukan sekadar panggilan organisasi — melainkan pengabdian seumur hidup untuk Indonesia yang lebih baik. (*)

Hadir di Pelantikan PW GP Ansor Jateng, Gibran Beri Pantun

Lingkar.co – Suasana pelantikan Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Jawa Tengah, Ahad (2/11/2025), mendadak cair dan hangat saat Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, membuka sambutannya dengan pantun motivasi.

“Pondok pesantren berdaya, Indonesia jaya,”
ucap Gibran lantang, disambut tepuk tangan ribuan kader Ansor dan Banser yang memenuhi arena acara.

Pantun sederhana itu menjadi pembuka pesan penting yang ia sampaikan tentang peran besar santri dan pesantren dalam membangun bangsa.

Dalam nada bersahabat, Gibran mengajak seluruh kader Ansor untuk terus berdaya dan menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat.

Gibran: “Saya Datang Khusus untuk Ansor”

Dalam sambutannya, Gibran mengungkapkan bahwa kehadirannya di Jawa Tengah kali ini adalah khusus untuk menghadiri pelantikan PW GP Ansor Jateng.

Ia menegaskan kedekatannya dengan organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama itu sudah terjalin sejak lama.

“Saya sendiri sudah menjadi kader Ansor sebelum menjadi Wali Kota Solo,” ujarnya.

“Setelah saya menjabat wali kota, Solo menjadi salah satu kota paling toleran di Indonesia, dan itu berkat kontribusi kader-kader Ansor.”

Ucapan itu disambut riuh tepuk tangan dan seruan takbir dari para hadirin.

Soroti Isu Banjir dan Infrastruktur Semarang

Tak hanya bicara soal Ansor dan santri, Gibran juga menyinggung persoalan banjir di Kaligawe, Semarang. Ia mengaku sempat melihat langsung kondisi banjir di kawasan itu sebelum tiba di lokasi acara.

“Saya lihat kondisi Kaligawe masih banjir. Mudah-mudahan segera diselesaikan pembangunan kolam retensi untuk mengurangi banjir di Kota Semarang. Setelah itu, semoga bisa segera dibangun Giant Sea Wall,” kata Gibran.

Pernyataan itu menunjukkan perhatian Wapres terhadap pembangunan dan kesejahteraan warga Jawa Tengah, terutama wilayah pesisir yang rawan banjir.

Santri Harus Kuasai Teknologi

Dalam bagian lain sambutannya, Gibran menyampaikan kabar gembira: Presiden telah menyetujui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama.

Langkah ini disebutnya sebagai “kado istimewa untuk Hari Santri” yang menandai perhatian pemerintah terhadap pengembangan pesantren, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, maupun kesehatan.

Namun, Gibran juga menantang santri untuk melangkah lebih jauh.

“Kami ingin mencetak santri-santri yang ahli blockchain, AI, robotik, dan lainnya,” tegasnya.

“Santri sekarang harus siap bersaing di era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai pesantren.”

Titip Amanah untuk Ansor

Di akhir pidatonya, Gibran menitipkan pesan penting kepada para kader Ansor agar menjadi garda terdepan dalam memastikan program-program pemerintah berjalan tepat sasaran.

“Saya titip agar Ansor ikut menjaga program MBG, Sekolah Rakyat, dan Bansos supaya benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Bagi Gibran, Ansor bukan hanya organisasi kepemudaan, tetapi juga mitra strategis pemerintah yang punya kekuatan akar rumput untuk menggerakkan masyarakat menuju kesejahteraan.

“Pemerintah butuh mitra yang kuat dan mengakar di masyarakat, supaya bisa langsung terjun merealisasikan program kesejahteraan,” tambahnya.

Pelantikan PW GP Ansor Jawa Tengah kali ini bukan sekadar seremoni organisasi.

Kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dengan pantun dan pesan-pesan inspiratifnya, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan gerakan pemuda dalam membangun negeri.

Dan seperti pantun yang ia ucapkan di awal, semangatnya sederhana namun bermakna, Pondok pesantren berdaya, Indonesia jaya!

Resmi Dilantik, Ini Susunan Pengurus PW GP Ansor Jateng 2025–2029

Lingkar.co – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor secara resmi mengesahkan kepengurusan Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Provinsi Jawa Tengah masa khidmah 2025–2029. Pengesahan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Nomor 3483/PP/SK-01/III/2025 tertanggal 11 Agustus 2025 dan dibacakan dalam pelantikan yang dilaksanakan hari ini, Ahad (2/11/2025) di Ponpes Ash Shodiqiyah, Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Kepengurusan ini merupakan hasil Konferensi Wilayah GP Ansor Jawa Tengah yang telah dilaksanakan sesuai amanat organisasi pasca-Kongres XVI GP Ansor tahun 2024. Sebelum ditetapkan, susunan kepengurusan juga telah memperoleh rekomendasi resmi dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah.

Dalam SK tersebut, Muchammad Shidqon Prabowo ditetapkan sebagai Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah periode 2025–2029. Sementara jajaran kepengurusan terdiri atas unsur pengurus harian, dewan penasehat, serta para wakil sekretaris di berbagai bidang.

Pimpinan Pusat GP Ansor memberikan amanat kepada seluruh jajaran pengurus untuk menjalankan tugas organisasi sesuai pedoman dan ketentuan yang berlaku, serta memperkuat peran organisasi dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah masa khidmah 2025–2029 diberikan wewenang dan tanggung jawab untuk mengelola organisasi dalam rangka mencapai tujuan GP Ansor,” demikian bunyi ketentuan dalam SK.

Susunan Pengurus PW GP Ansor Jateng 2025–2029

Ketua: Muchammad Shidqon Prabowo

Wakil Ketua:
Tsalis Syaifuddin
Marzuki
Muhammad Azil Maskur
Ahmad Thoha
Waryudi
Abduliah Syafiq Muadz
Andry Widyanto
Faiz Kurniawan
Muhtar Hadi Wibowo
Misbahul Munir
Ali Wafa
Mukhammad Nur Huda
Kholid Abdillah
Muhammad Sholahuddin
Muhammad Luqman
Ishack Maulana Rohman
Arif Wahyudi
Dasa Susila
Muhammad Hayyi Wildani
Abdul Azis
Mashudi
RM Teguh Imam DJ
Ahmad Munsip
Zen Fathoni
Syaiful Bahri
Sukron Wahid
Akhmad Zeenudin Masdar
Muammar Abdul Basith
Birawan Sulistiyono
Asnawi.

Sekretaris: Husein Ahmadi

Wakil Sekretaris:
Ahmad Mualif
M Sa’dun Dairn
Waryudi
Muzaki Mubarok
Ali Fauzan
Endro Supriyadi
Arya Setya Novanto
Naufar Yazid Muftiawan
Abdul Muis
Setiawan Widiyoko
Wijayanto
Heru Saputra
Mohammad Masruri
Arif Sarifudin
Muhammad Khafizin
Fauzan Arif Munandar
Syaifudin Zuhri
Sarwo Edi
Darwanto
Aminul Fikar
Rosidi
Fahrustiqlal
Santoso
Isnan Fathoni
Riyadi
Mislam
Ahadun
Eri Listiawan
Bagus Suryokusumo
Muh. Rizqi Iskandar Muda
Muhammad Santoso

Bendahara: Abdur Rahman

Wakil Bendahara:
Nur Khozin
Moh. Alamul Huda
Muhammad Fatwa
Abdul Azis
Fahmi Arifan
Rayhan Dhany Rahardian
Luthfil Khakim

Dewan Penasehat:
Ketua: KH Abdul Ghaffar Rozin
Sekretaris: H. Sholahuddin Aly, S.H., CRP
Anggota:
H. Nusron Wahid
H. Sudaryono, Eng., M.M., MBA
H. Taj Yasin Maimoen
H. Arif Rohman, S.Sos., M.Si
H. Iswar Aminudi, M.T
H. Ikhwanudin, M.Si
H. Mufid Rahmat
H. Jabir Al Faruqi
H. Niam Syukri
H. Haryanto.