Arsip Tag: Berita Salatiga hari ini

Dorong Peran Perempuan Lanjutkan Perjuangan Kartini, Berani dan Kerja Nyata

Lingkar.co – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, menegaskan, Presiden Prabowo Subianto menempatkan perempuan sebagai bagian penting pembangunan Indonesia.

“Dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, perempuan ditempatkan sebagai bagian penting dalam pembangunan,” kata Retno dalam upacara peringatan Hari Kartini pada Selasa (21/04/2026) yang dilakukan di halaman Kantor Wali Kota Salatiga Jawa Tengah.

Ia juga menyerukan agar pemikiran dan semangat Raden Ajeng Kartini terus dilanjutkan. Perempuan Indonesia harus memahami dan mewujudkan gagasan besar Kartini dalam kehidupan sehari-hari.

“Oleh karena itu, upaya pemberdayaan perempuan perlu dilakukan secara sinergis oleh seluruh elemen bangsa. Perempuan memiliki peran penting dalam melanjutkan perjuangan Kartini serta mengambil bagian dalam pembangunan bangsa,” sambungnya.

Konkritnya, ia mengajak seluruh peserta upacara untuk terus berdaya dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Habis gelap terbitlah terang. Terang itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus kita hadirkan melalui keberpihakan, keberanian, dan kerja nyata yang kita lakukan bersama. Jadilah terang di mana pun berada,” tambahnya.

Peringatan Hari Kartini ini diharapkan menjadi momentum untuk terus menumbuhkan semangat kesetaraan dan pemberdayaan perempuan di Kota Salatiga. (*)

Dorong Perempuan Cegah Perkawinan Anak dan Judi Online

Lingkar.co – Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, mengajak seluruh kader PKK untuk berperan aktif sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa PKK adalah kader perempuan penggerak perubahan ke arah yang lebih baik. Salah satunya dengan mencegah perkawinan anak dan judi online.

“PKK tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penggerak perubahan guna mewujudkan keluarga yang kuat, mandiri, dan harmonis,” katanya.

Robby menyampaikan hal tersebut saat menghadiri sosialisasi pencegahan perkawinan anak dan stunting yang digelar TP PKK Kota Salatiga pada Selasa (21/04/2026) di Ruang Kaloka Lantai IV Gedung Setda Kota Salatiga, Jawa Tengah.

Hadir pula dalam kesempatan itu, keluarga Wage Rudolf (WR) Soepratman dan diikuti oleh perwakilan siswa SMA/SMK/madrasah se-Kota Salatiga, Forum Anak, serta Duta Genre Kota Salatiga.

Sementara, Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya remaja, mengenai pentingnya pencegahan perkawinan anak sebagai bagian dari upaya penanggulangan stunting.

Ia lantas menjelaskan program PKK, yakni; KISAH (Keluarga Indonesia Sejahtera Harmonis) yang merupakan salah satu program unggulan Pokja I.

Program itu, kata dia, diimplementasikan melalui berbagai kegiatan, antara lain CEPAK (Cegah Perkawinan Anak), CATIN (Kursus Calon Pengantin), pemberdayaan lansia, serta JUPITER (Judi Online dan Pinjaman Online Teratasi).

“Melalui program tersebut, diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan perkawinan anak dan stunting demi mewujudkan keluarga yang harmonis,” tuturnya.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber, yaitu Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Salatiga, Ony Suciati, M.K.M., yang menyampaikan materi tentang dampak psikologis pernikahan dini terhadap risiko stunting pada anak.

Selain itu, Psikolog Klinis Anak, Remaja, dan Anak Berkebutuhan Khusus, Budhy Lestari, S.Psi., Psikolog, turut memberikan materi Antara Cinta dan Realita: Mengupas Beban Psikologis Nikah Muda.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, TP PKK Kota Salatiga juga menyelenggarakan donor darah serta bazar UMKM.

Acara semakin semarak dengan penampilan Antea Putri Turk, cicit buyut kakak kandung Wage Rudolf (WR) Soepratman, yang membawakan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya tiga stanza, lagu nasional Ibu Kita Kartini, serta lagu Indonesia Tjantik yang merupakan karya pertama W.R. Soepratman.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Yayasan W.R. Soepratman turut menyerahkan surat permohonan kepada Wali Kota Salatiga terkait usulan penamaan jalan atas nama W.R. Soepratman di Kota Salatiga.

Wali Kota Salatiga menyambut baik usulan tersebut dan menyampaikan bahwa Pemerintah Kota akan segera melakukan kajian sebagai tindak lanjut atas rencana penamaan jalan WR. Soepratman. (*)

Penemuan Kerangka Manusia di Rumah Kontrakan Gegerkan Warga

Lingkar.co – Warga Perumahan Idaman, Kelurahan Kutowinangun Lor, Tingkir, Kota Salatiga Jawa Tengah digegerkan dengan penemuan jasad yang telah menjadi kerangka manusia di dalam sebuah rumah kontrakan, Selasa pagi (21/04/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di rumah kontrakan yang beralamat di Perumahan Idaman Karangduwet, Tingkir, Kota Salatiga,

Penemuan bermula dari kecurigaan warga karena penghuni rumah sudah tidak terlihat beraktivitas selama kurang lebih tujuh bulan.

Kapolsek Tingkir Kompol Daryono, S.E. menjelaskan bahwa sebelumnya warga telah melakukan musyawarah dan sepakat untuk membuka rumah tersebut secara paksa, dengan didampingi pemilik rumah dan Bhabinkamtibmas setempat.

“Setelah rumah berhasil dibuka oleh tukang kunci, warga mendapati pintu kamar dalam keadaan terbuka dan menemukan kerangka manusia di atas tempat tidur,” jelas Kompol Daryono, S.E.

Korban diketahui bernama Giessendra Gratama Mersingga Pakpahan (36), warga Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan oleh Tim gabungan Polres Salatiga bersama Polsek Tingkir, Koramil, serta tenaga medis dari Puskesmas Sidorejo Kidul, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Berdasarkan pemeriksaan medis, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga bulan sebelum ditemukan,” tambah Kapolsek Tingkir

Penanganan selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Salatiga atas permintaan pihak keluarga untuk penanganan lebih lanjut.

Polisi juga telah mengamankan lokasi serta meminta keterangan dari sejumlah saksi guna memastikan tidak adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Kadang tetangga bukan sekadar orang di sebelah rumah, tapi juga “alarm sosial” yang bisa mencegah kejadian serupa terlambat terungkap. (*)

Sambut Harlah ke-64, LESBUMI PWNU Jateng Sinergikan Tradisi, Kreativitas, dan Dakwah Moderat

Lingkar.co — Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) genap berusia 64 tahun pada 28 Maret 2026. Momentum ini tidak sekadar penanda usia, tetapi juga refleksi atas perjalanan panjang organisasi dalam merawat, mengembangkan, sekaligus meneguhkan identitas budaya Islam Nusantara yang spiritual, humanis, dan religius.

Ketua Lesbumi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Abdul Gani, menegaskan bahwa sejak awal berdirinya, Lesbumi memiliki peran strategis dalam dinamika kebudayaan nasional. Pada masa awal kelahirannya, LESBUMI hadir sebagai respons terhadap situasi sosial-politik, khususnya dalam menangkal pengaruh budaya dan paham komunisme, dengan mengedepankan nilai-nilai budaya Nusantara yang berakar pada ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

“Perjalanan 64 tahun ini adalah proses panjang yang penuh dinamika dan dialektika sejarah. Ini menjadi momentum bagi LESBUMI untuk terus memperkuat peran dalam menjaga identitas budaya kita,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Dalam beberapa tahun terakhir, lanjutnya, LESBUMI Jawa Tengah menunjukkan capaian signifikan, terutama dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di bidang seni dan budaya Islam. Berbagai tradisi yang sempat meredup kini kembali dihidupkan, seperti seni terbang Jawa, kaligrafi, pedalangan, hingga pelatihan aksara Jawa di lingkungan pesantren.

Upaya tersebut tidak hanya bertujuan melestarikan budaya, tetapi juga menjadikan seni sebagai media dakwah Islam Aswaja yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin. Selain itu, LESBUMI juga mengembangkan berbagai program yang menyasar kalangan pelajar, santri, dan mahasiswa, seperti pelatihan sinematografi, lomba film pendek, hingga festival kaligrafi dan seni Islam.

“Program-program ini kami rancang untuk memperkuat potensi seni budaya generasi muda sekaligus menjadikan mereka bagian dari gerakan kebudayaan,” jelas pemilik Galery Kaligrafi Alif Tingkir Salatiga ini.

Dalam konteks yang lebih luas, LESBUMI berperan aktif menjaga dan mengembangkan tradisi Islam Nusantara melalui berbagai forum intelektual dan kultural. Diskusi, sarasehan, dan halaqah kebudayaan rutin digelar sebagai ruang merumuskan strategi gerakan kebudayaan. Di sisi lain, pagelaran dan festival seni budaya juga terus dilakukan sebagai sarana dakwah yang menyampaikan pesan Islam yang moderat dan toleran.

Lesbumi juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun komunitas seni, guna memperkuat upaya pelestarian warisan budaya Nusantara.

Meski demikian, Abdul Gani mengakui bahwa tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah bagaimana merangkul generasi muda yang cenderung lebih dekat dengan budaya digital dan tren kekinian. Oleh karena itu, LESBUMI terus beradaptasi dengan menghadirkan berbagai program yang relevan dengan minat generasi muda.

Beberapa di antaranya adalah pelatihan konten kreator, pengembangan sinematografi, festival musik band pelajar, hingga kegiatan kreatif seperti cosplay busana Nusantara. Melalui pendekatan ini, LESBUMI berharap mampu menjembatani tradisi dengan inovasi.

“Perkembangan seni digital dan budaya populer kami sikapi secara positif. Ini adalah peluang besar untuk mempromosikan budaya Islam Nusantara sekaligus menjangkau audiens yang lebih luas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Lesbumi juga mendorong kolaborasi antara seniman tradisional dan kreator muda melalui berbagai program lintas sektor. Kolaborasi ini melibatkan internal NU, pemerintah, swasta, hingga komunitas kreatif, termasuk pelatihan sinematografi dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) bagi kalangan santri.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam melahirkan karya-karya seni yang inovatif, relevan dengan perkembangan zaman, namun tetap berakar pada nilai-nilai budaya dan keislaman.

Pada momentum Harlah ke-64 ini, Abdul Gani juga menyampaikan pesan khusus kepada para seniman muda Nahdlatul Ulama agar terus berkarya dan tidak melupakan jati diri budaya serta nilai-nilai Islam.

“Teruslah berkarya dan jadilah generasi yang membawa perubahan positif. Seni dan budaya harus menjadi media dakwah Islam yang ramah, moderat, dan rahmatan lil alamin,” pesannya.

Ia menambahkan, sebagai bagian dari LESBUMI, para seniman dan aktivis budaya NU harus senantiasa mengingat visi besar organisasi, yakni menjadikan seni dan budaya sebagai sarana membentuk manusia yang utuh—berdimensi spiritual, berperadaban, dan berakhlakul karimah.

Dengan semangat tersebut, LESBUMI diharapkan mampu terus menghidupkan tradisi bangsa sekaligus menggerakkan peradaban umat menuju Indonesia yang bermartabat, makmur, dan mulia. (*)

Gandeng Pemerintah, Lembaga Perekonomian NU Jawa Tengah Gelar Bimtek Pemberdayaan Koperasi Pesantren

Lingkar.co — Lembaga Perekonomian Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LP PWNU) Jawa Tengah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (Dinkop UKM) menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemberdayaan Koperasi Pondok Pesantren sebagai Pendidikan Sosial dan Ekonomi Santri.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Selasa–Rabu (10–11/2026), bertempat di PPTI Al Falah, Jl Bima, Grogol, Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerjasama antara LP PWNU Jateng dengan Pemprov Jateng tentang peningkatan pembangunan keumatan bidang perekonomian.

Bimtek diikuti oleh 18 koperasi pondok pesantren (kopontren) dari wilayah Salatiga dan sekitarnya, dengan tujuan memperkuat kapasitas SDM pesantren dalam pengelolaan usaha produktif berbasis potensi lokal.

Program ini dirancang dengan sistem zonasi dan akan dilaksanakan secara bertahap di berbagai wilayah lain di Jawa Tengah hingga pada akhirnya menjangkau seluruh kabupaten/kota se-Jateng.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pengantar serta pembukaan resmi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan materi dari anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah oleh Yusuf Hidayat, dengan tema Kebijakan Pemerintah Provinsi dalam Mendukung Pemberdayaan Koperasi Pondok Pesantren di Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Judi Budiman, mewakili Ketua LP PWNU Jawa Tengah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terjalinnya kolaborasi yang baik antara LPNU dan Dinkop UKM Provinsi Jawa Tengah.

Ia menegaskan bahwa kemandirian ekonomi pondok pesantren perlu terus diperkuat melalui program-program yang sistematis, terukur, serta memiliki kejelasan input dan output.

“Hal ini sejalan dengan salah satu program strategis LPNU PWNU Jawa Tengah dalam pemberdayaan ekonomi umat,” ujarnya.

Pada hari pertama, Selasa (10/2), peserta mendapatkan materi tentang Peningkatan Kapasitas Kompetensi SDM Kopontren dalam Budidaya Ikan Lele yang Produktif, Efisien, dan Berkelanjutan yang disampaikan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP).

Selanjutnya, PT Matahari Sakti memaparkan materi lanjutan meliputi manajemen pakan, pengelolaan kesehatan ikan, inovasi dan teknologi budidaya, serta strategi pemasaran hasil budidaya.

Sementara itu, pada hari kedua, Rabu (11/2), materi disampaikan oleh LDP Gema Nusantara yang meliputi pengenalan budidaya ikan lele, persiapan sarana dan prasarana, pemilihan dan penanganan benih, manajemen usaha budidaya, teknik pembesaran lele, hingga panen dan pascapanen.

Melalui kegiatan ini, LP PWNU Jawa Tengah berharap koperasi pondok pesantren mampu meningkatkan kapasitas pengelolaan usaha secara profesional dan berkelanjutan, sehingga dapat menjadi pilar kemandirian ekonomi pesantren sekaligus sarana pendidikan sosial dan ekonomi bagi para santri di seluruh Jawa Tengah. (*)

Wali Kota Salatiga Ingatkan Musrenbang Harus Akurat dan Berpihak pada Masyarakat

Lingkar.co – Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG, menekankan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) harus memperhatikan pentingnya akurasi dan keberpihakan pada masyarakat.

Oleh karena itu, Robby mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) hingga Ketua RT dan RW, untuk melihat Musrenbang sebagai jembatan aspirasi yang menentukan wajah Salatiga di masa depan.

“Saya sangat mengapresiasi semangat Bapak dan Ibu yang hadir. Ini bukan sekadar pertemuan formal, melainkan bukti kepedulian kita untuk memastikan bahwa setiap sen anggaran yang kita miliki benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat,” kata Robby saat menyampaikan sambutan Musrenbang Tingkat Kecamatan Tingkir Tahun 2027 di Aula Kecamatan Tingkir, Selasa (20/01/2026).

Menatap tahun 2027, Robby memaparkan arah kebijakan yang lebih tajam. Fokus utama pemerintah akan diarahkan pada penguatan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata yang ditopang oleh sumber daya manusia berkualitas. Selain itu, pemerataan infrastruktur tetap menjadi prioritas untuk menjamin pelayanan publik yang lebih cepat dan efisien.

Pada kesempatan itu Robby juga mengingatkan agar semua usulan pembangunan tetap berpijak pada aturan yang berlaku.

“Setiap usulan harus masuk dalam Kamus Usulan Aspirasi. Kita punya dua jalur utama, yaitu melalui Perangkat Daerah dan Dana Kelurahan. Kuncinya adalah integrasi dan efisiensi agar program yang lahir tidak sekadar ada, tapi bermanfaat nyata,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota juga memberikan apresiasi khusus kepada Camat Tingkir, Nyoto Dwi Sabdo yang di sepanjang tahun 2025 terbukti mampu menorehkan prestasi gemilang di tingkat Kota Salatiga, seperti Juara 1 Lomba Video PKK oleh Kelurahan Tingkir Tengah, Juara 2 Lomba Senam CTPS oleh Kelurahan Sidorejo Kidul, serta prestasi lainnya yang diraih Kelurahan Kalibening.

Selain prestasi fisik, Robby menyoroti lahirnya inovasi digital di Kecamatan Tingkir yakni SI PANDU (Digitalisasi usulan perencanaan pembangunan terpadu) dan Warung Inspirasi Kutowinangun Lor. Keduanya dinilai sebagai langkah inovatif dalam peningkatan efektivitas birokrasi dan pelayanan publik.

“Prestasi dan inovasi seperti ini harus terus dipupuk. Semangat berinovasi inilah yang akan membuat pelayanan kepada warga menjadi lebih mudah, murah, dan transparan,” pungkas Robby.

Sementara, Camat Tingkir, Nyoto Dwi Sabdo, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras kolektif dan komitmen untuk terus membawa perubahan positif di wilayahnya.

“Kami melaporkan kepada Bapak Wali Kota bahwa Kecamatan Tingkir terus bergerak maju. Selain keberhasilan program fisik seperti TMMD Sengkuyung di Sidorejo Kidul, kami juga fokus pada penguatan pelayanan melalui inovasi digital. Harapan kami, setiap usulan yang kami kawal melalui Musrenbang ini dapat mendukung percepatan kesejahteraan warga Tingkir secara nyata,” papar Nyoto.

Acara ditutup dengan komitmen bersama antara pemerintah dan elemen masyarakat untuk terus mengawal hasil Musrenbang agar dapat menjawab tantangan pembangunan di masa depan dengan penuh tanggung jawab. (*)

Pesantren Sunan Giri Salatiga

Lingkar.co – Pondok Pesantren Sunan Giri, Desa Krasak Ledok, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga Jawa Tengah menggelar pawai ta’aruf di setiap menjelang akhir tahun pembelajaran atau alhirus Sanah. Pawai tahun ini, pawai mengangkat tentang budaya Nusantara.

Nampak rombongan demi rombongan santri mengenakan beragam kostum. Yang berbeda. Ada satu rombongan berkostum pasukan pengibar bendera pusaka dengan iringan para santri yang membawa bendera merah putih tampil di depan.

Ada juga rombongan santri yang mengenakan busana tradisional Jawa dengan gunungan seolah sedang melakukan upacara adat saat panen. Ada juga yang berkostum barongan, dan sejumlah kostum unik lainnya.

Panasnya matahari pagi pada hari Ahad (18/1/2026) menjadi penambah semangat para santri dan antusias warga yang menyambut pawai setelah beberapa hari belakangan ini Intensitas hujan yang cukup tinggi.

Setiap rombongan menggunakan alat musik tradisional yang berbeda. Sehingga suasana menjadi lebih khas dan tak beda jauh dengan upacara adat.

Ketua Panitia, Muhammad Khoirul Umam, menuturkan bahwa tema Merawat Keberagaman Budaya di Kota Toleransi sengaja diangkat sebagai respons atas derasnya arus globalisasi.

Ia menilai, generasi muda, khususnya Gen Z atau Zilenial yang lebih suka menjauh dari budaya bangsanya sendiri. Mereka malah lebih akrab dengan budaya luar yang populer dan hadir lewat layar gawai dan musik modern.

“Santri punya tanggung jawab moral untuk memperkenalkan dan menjaga kebudayaan bangsa ini,” ujarnya.

Bagi Umam, pesantren memegang peran strategis sebagai penyaring budaya luar sekaligus menjaga nilai-nilai adiluhung warisan leluhur. Ia bilang, budaya tidak boleh ditolak mentah-mentah, tetapi disaring, dirawat, dan dihidupkan kembali agar tetap relevan dengan zaman.

Selain itu, ia memperhatikan Salatiga dikenal sebagai Kota Toleransi, miniatur Indonesia yang penuh dengan keragaman. Kota kecil dengan luas 54,98 kilometer persegi ini menjadi ruang perjumpaan berbagai agama, suku, dan budaya.

Kampanye Ramah Lingkungan

Pesantren yang didirikan dan diasuh oleh KH. Maslihuddin Yazid, salah satu tokoh Jam’iyyah Ahlut Thariqah Mu’tabarah an Nahdliyyah (Jatman) ini pada mulanya hanya menyelenggarakan pendidikan khas pesantren, yakni madrasah diniyah. Namun seiring perkembangannya kini telah memiliki jenjang pendidikan formal.

Sebagai pesantren yang menjadi tempat belajar dan bermukim ribuan santri ini juga memperhatikan kelestarian lingkungan. Hal itu salah satunya dengan menampilkan drumblek sebagai bentuk kampanye kepedulian terhadap lingkungan.

Drumblek, sebuah kreasi seni musik sengaja ditampilkan Para santri dan cukup memikat hati masyarakat yang melihat.

Para penabuh musik drumblek ikut dalam iringan sebagai edukasi bahwa sampah tidak harus dibuang. Namun bisa dikelola menjadi sesuatu yang berharga, seperti memanfaatkan barang bekas menjadi alat musik yang familiar di telinga.

Melalui drumblek, mereka menegaskan bahwa kreatifitas bermain musik tidak bisa lemah oleh terbatasnya alat musik, dan kreatifitas santri tidak terbatas karena waktu yang lebih banyak digunakan untuk belajar ilmu agama.

Selain itu, pawai ta’aruf kali ini seolah menjadi syiar bahwa santri tak hanya berkutat pada ilmu gramatika bahasa arab dan belajar ilmu agama. Lebih dari itu juga menegaskan bahwa pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia tetap adaptif terhadap perkembangan zaman.

Umam menegaskan, Pesantren Sunan Giri, seni dan agama bisa berjalan beriringan. Para santri diajarkan bahwa kesenian adalah bagian dari dakwah, media menyampaikan pesan kebaikan dengan cara yang lembut dan membumi.

Nilai budaya dan spiritualitas dipadukan agar ajaran agama terasa indah dan membawa kemaslahatan bagi siapa saja.

“Pawai ta’aruf akhirus sanah kali ini mengajak masyarakat untuk peduli terhadap budaya Indonesia, budaya Nusantara dan peduli terhadap lingkungan yang berkelanjutan,” pungkas Umam. (*)

Penulis: Husni Muso

Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Buka Rumah Dinas, Wali Kota Robby Komitmen Bawa Potensi Seni Salatiga Hingga Kancah Internasional

Lingkar.co – Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, menegaskan dirinya berkomitmen membawa potensi seni dan budaya Kota Salatiga hingga ke kancah internasional. Ia yakin perkembangan sanggar seni merupakan potensi bagi Salatiga untuk mendunia.

“Saya yakin dengan kekayaan sanggar seni dan banyaknya sesepuh budayawan di Salatiga. Jika kita bersinergi, Salatiga bisa maju bahkan mendunia lewat budaya. Kita harus menciptakan inovasi agar seni budaya menjadi daya tarik wisata baik lokal, nasional, maupun internasional,” ujar Robby dalam acara Rembug Budaya yang digelar di Ruang Kaloka Lantai 4 Gedung Setda Kota Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (13/1/2026).

Didampingi Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, Wali Kota berdialog langsung dengan para sesepuh, budayawan, pemilik sanggar, serta komunitas seni se-Kota Salatiga untuk merumuskan arah pengembangan budaya ke depan.

Pada kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, juga menekankan pentingnya filosofi ‘Seni Gotong Royong’. Menurutnya, seni adalah aset berharga yang tidak boleh dibiarkan ‘tidur’.

“Melalui 10 Program Pokok PKK yang di dalamnya mencakup aspek seni, kami ingin berkolaborasi agar semua pihak berdaya dan berdampak. Kami berencana menggandeng UMKM dan pegiat seni untuk menghidupkan halaman Rumah Dinas Wali Kota setiap Sabtu malam,” ujar Retno.

Dalam sesi dialog, salah satu pegiat seni, Yanto, mengusulkan pemanfaatan ruang publik seperti kanopi Pasar Raya 2 sebagai panggung seni yang terintegrasi dengan UMKM.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota menyampaikan wacana pembangunan Gedung Seni. Namun sebagai langkah cepat, ia menegaskan akan membuka pintu Rumah Dinas Wali Kota selebar-lebarnya bagi para seniman.

“Saya ingin Rumah Dinas bukan sekadar rumah jabatan, tetapi benar-benar milik rakyat. Ke depan, kita kemas acaranya santai gelar kloso agar interaksi antara warga, seniman, dan pemerintah lebih dekat. Masyarakat jangan sungkan datang ke Rumah Dinas,” pungkasnya. (*)

Rapat Paripurna DPRD Kota Salatiga, Alat Kelengkapan Dewan Teken Pakta Integritas

Lingkar.co – Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan memaparkan Rencana Pelaksanaan Kegiatan Perangkat Daerah Tahun 2026.dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Salatiga Pembukaan Masa Sidang II Tahun 2026 di Ruang Bhinneka Tunggal Ika Lt.2 Gedung DPRD Kota Salatiga, Jumat (9/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut dilaksanakan pula Penandatanganan Pakta Integritas oleh Ketua Alat Kelengkapan DPRD yang terdiri dari Komisi A, Komisi B, Komisi C, Badan Kehormatan, dan Badan Pembentukan Peraturan Daerah.

“Ada beberapa lintasan kegiatan dari 31 perangkat daerah, 52 unit perangkat daerah dengan 241 program, 469 kegiatan, dan 505 sub kegiatan. Tahun 2026 juga terdapat 358 rekening pendapatan, 19.473 rekening belanja, dan 9 rekening pembiayaan. Terdapat beberapa strategi untuk melakukan optimalisasi pendapatan salah satunya elektronifikasi pendapatan. Perencanaan elektronifikasi retribusi tahun 2026 ada di beberapa dinas yaitu Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan dan Puskesmas dengan sistem pembayaran BLUD, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Budaya dan Pariwisata,” urainya.

Ketua DPRD Kota Salatiga sekaligus Pimpinan Sidang, Dance Ishak Palit, M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum dalam memperkuat komitmen serta menegaskan tekad untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian masyarakat.

“Dalam pelaksanaan fungsi pengawasan, DPRD Kota Salatiga secara konsisten menjalankan perannya untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan daerah berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, prinsip akuntabilitas, serta kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagai perbandingan pada tahun 2024 DPRD Kota Salatiga berhasil menetapkan 16 peraturan daerah, sementara di tahun 2025 berhasil menetapkan 14 dari 20 perencanaan peraturan daerah.

“Ini menunjukkan meningkatnya efektivitas dan fokus dalam pelaksanaan fungsi legislasi daerah,” jelasnya,

Memasuki agenda Pembukaan Masa Sidang II Tahun Kedua Masa Keanggotaan DPRD Kota Salatiga Tahun 2024-2029 DPRD Kota Salatiga bersama Pemerintah Kota Salatiga telah menetapkan program pembentukan peraturan daerah tahun 2026 dengan membuat 14 rancangan peraturan daerah terdiri dari 5 Raperda Inisiatif DPRD, 3 Raperda Inisiatif Wali Kota, dan 6 Raperda Luncuran, serta 3 Raperda Inisiatif Terbuka terkait pengelolaan keuangan daerah. (*)

Kolaborasi dan Saling Mendukung di Tahun 2025, Pemkot Salatiga Berhasil Turunkan Kemiskinan 4,20 Persen

Lingkar.co – Angka kemiskinan di kota Salatiga turun signifikan hingga 4,20 persen, Wakil Wali Kota, Nina Agustin, menyatakan hal itu tidak lepas dari kolaborasi dan saling mendukung dalam menyukseskan program di tahun 2025.

“Salah satu kunci untuk kita bisa berkolaborasi dan bekerja sama yang baik adalah dengan komunikasi yang baik. Saya ingin semua OPD ini bisa menyampaikan program dan strategi yang akan dilakukan, sehingga antardinas ini bisa saling men-support dan juga saling menutupi celah satu sama lain,” kata Nina saat menerima audiensi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan terkait Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RKPD) Kota Salatiga Tahun 2025-2029 di ruang kerjanya, Selasa (06/01/2026) pagi.

Maka dari itu Nina mengapresiasi kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah memperoleh pencapaian yang baik khususnya dalam penurunan angka kemiskinan.

Sejalan dengan hal itu, Nina meminta penguatan sinergi dan kolaborasi lintas OPD harus terus dilaksanakan untuk memaksimalkan program-program pembangunan daerah.

Ia mengingatkan, program-program pemerintah tak hanya bersifat monoton dan cenderung tumpang tindih, namun seharusnya dapat berkolaborasi dan saling melengkapi kekosongan celah pembangunan yang ada.

Nina berharap agar program-program yang telah dilakukan sebelumnya dapat dilanjutkan dengan penambahan inovasi sehingga penurunan angka kemiskinan bisa lebih maksimal.

“Untuk evaluasi tolong bisa laporkan ke saya keberhasilan program itu per tiga bulan, sehingga sebelum evaluasi enam bulan ini kita bisa tau apa yang harus kita persiapkan, kendala pelaksanaan di lapangan, sehingga di evaluasi enam bulan kita sudah ada solusi yang harus kita jalankan, sehingga di semester akhir itu kita bisa maksimal,” sambungnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kota Salatiga, Siswo Hartanto melaporkan, penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) telah didahului dengan analisis kondisi wilayah untuk menentukan lokasi prioritas penanggulangan kemiskinan.

“Terdapat sembilan dimensi yang diharapkan dan direncanakan untuk kita perbaiki untuk penanganan kemiskinan yakni konsumsi, ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, ketahanan pangan, sosial, ekonomi, dan kewilayahan,” ujarnya.

Siswo mengungkapkan, persentase kemiskinan di kota Salatiga turun secara signifikan, yakni 4,20 persen. Angka tersebut sebenarnya merupakan target pada tahun 2026.

“Kita juga menargetkan kemiskinan kita turun sampai di angka 2,54% di 2030. Kami melaporkan di 2025 kita sudah bisa mencapai penurunan yang sangat baik yaitu di, 4,20% yang sebenarnya itu adalah target untuk 2026, dan untuk 2026 nanti kita harapkan bisa turun lagi berada di tiga koma sekian persen,” urainya. (*)