Arsip Tag: pemilu

Sebut Semarang Utara Basis Merah, Supriyadi Optimistis Pilwalkot Semarang Menang Total

Lingkar.co – Politisi PDI Perjuangan Kota Semarang, Supriyadi selaku Sekretaris Tim Pemenangan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti dan Iswar Aminuddin (Agustina-Iswar) menyebut Semarang Utara dikenal sebagai basis merah.

Oleh karena itu ia mengaku optimistis Jagoanku Agustina-Iswar (Jagur) dalam Pilwalkot Semarang akan menang total. “Ya harapan saya selaku tim pemenangan, target menang 70 sampai 80 persen suara bisa tercapai untuk kemenangan Jaguar,” tuturnya.

Ia mengatakan itu saat memberikan sambutan deklarasi di Metro Park View Hotel Kota Lama Semarang pada Sabtu (5/10/2024 malam. Ada sekitar 3000 orang perwakilan masyarakat Semarang hadir mengikuti deklarasi dukungan tersebut.

“3000 orang dari Semarang Utara melakukan deklarasi dukungan kepada Agustina Wilujeng dan Iswar Aminuddin untuk menjadi wali kota dan wakil wali kota Semarang 2025-2030,” ujar Supriyadi.

Supriyadi mengklaim deklarasi pemenangan yang dilakukan ribuan orang seperti ini sudah berkali-kali dilakukan. Dan itu di dalamnya terdapat tokoh-tokoh masyarakat dari tokoh agama, tokoh RT dan RW serta tokoh pemuda.

“Khusus Semarang Utara, terdapat kurang lebih 3000 orang perwakilan tokoh yang hadir di sini (Metro Park View Hotel),” ujarnya.

Supriyadi menegaskan jumlah tersebut adalah angka yang signifikan. Tentu jumlah tersebut membuat dirinya optimis kita bisa menang total.

Dirinya yakin dengan hasil di atas kertas dari survei apapun, katanya, tentu harus ditingkatkan dengan menggerakkan roda partai, roda relawan, dan juga struktural badan atau lembaga taktis yang ada di Kota Semarang.

Khusus untuk Semarang Utara, Supriyadi menjelaskan selama ini terkenal sebagai basis merah. Hal itu menurut Supriyadi, mebuat lawan tidak akan mudah untuk merubah basis itu.

“Karena selama ini angka kemenangan dalam kontestasi baik pemilu maupun Pilkada tidak tergoyahkan,” tutupnya. (*)

Penulis: Bojes
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Deklarasi Dukung Yoyok-Joss, Ratusan Kiai, Dai dan Santri Komitmen Menangkan Pilwalkot ,

Lingkar.co – Ratusan Kiai dan Santri yang tergabung dalam berbagai organisasi dan komunitas menyatakan dukung Yoyok Sukawi dan Joko Santoso (Yoyok-Joss). Organisasi tersebut diantaranya Jaga Bumi Aswaja, Jam’iyyatul Mubalighin (Jammu), Jaringan Santri Semarang (JSS), Forum Komunikasi Ulama Semarang (Fokus) dan sebagainya.

Komitmen mereka jelas satu, memenangkan Yoyok-Joss dalam Pilwalkot Semarang 2024. Hadir pula dalam kesempatan itu, Ketua DMI Kota Semarang, H. Ahmad Fuad.

Ketua Jammu Kota Semarang, KH. Abdurrokhim Al Muhsin memimpin deklarasi yang digelar di halaman kediaman KH. Said Al-Masyhad, pengasuh Ponpes Raudhatus Sya’idiyah, Kalialang, Gunungpati, Kota Semarang, Minggu (6/10/2024) pagi

“Kami berada di garda terdepan dan turut menentukan arah kora Semarang dengan mendukung Alamsyah Satyanegara Sukawijaya dan Joko Santoso,” katanya

Para kiai, da’i dan santri juga menyatakan mendukung arah kepemimpinan yang visioner dan berintegritas berintegritas di kota Semarang. Mereka tegaskan dukungan politik murni untuk kemaslahatan umum. “Kami mendukung lahirnya kepemimpinan yang mampu membawa kota Semarang yang gemah ripah loh jinawi

“Kami menyatakan mendukung dan berkomitmen memenangkan H Alamsyah Satyanegara Sukawijaya dan H. Joko Santoso sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang periode 2024-2029,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Kai Said selaku pengasuh sekaligus pimpinan Jaga Bumi Aswaja melantunkan lagu gambus yang berisikan dukungan terhadap Yoyok-Joss dan Luthfi-Yasin dalam Pilkada 2024.

Tetap Tak Boleh Jumawa, Yoyok Optimistis Menangkan Pilwakot Semarang 2024

Lingkar.co – Calon Wali Kota Semarang, Alamsyah Satyanegara (AS) Sukawijaya atau Yoyok Sukawi mengaku optimistis menang dalam kontestasi Pilwakot Semarang 2024. Kendati demikian, dirinya menegaskan tak boleh jumawa.

Yoyok enggan berasumsi terkait perkiraan suara dan lebih memilih data riel dari timnya yang bergerak di lapangan.

“Kita hari ke hari selalu gunakan survei dan kalkulasi berbasis data. Dari data yang kita peroleh tentu optimistis memenangkan pertarungan. Tapi tetap kami gak boleh merasa jumawa, harus tetap kerja keras,” tuturnya disela kegiatan Kampanye Luthfi-Yasin di Grand Mercure Solo Baru, Sukoharjo, Sabtu (5/10/2024)

Diketahui, Yoyok Sukawi dan Joko Santoso (Yoyok-Joss) diusung oleh hampir semua partai politik yang berada di parlemen kota Semarang, dan tiga partai non parlemen. Masing-masing partai juga mulai memanaskan mesin untuk memenangkan Pilwalkot Semarang 2024.

Menurut Yoyok, elemen partai pengusung bersama kader-kader militan sudah bergerak sampai ke tingkat RT.

“Persiapan kami semakin baik dan seminggu lalu semua sudah mulai turun. Semua kader partai pengusung turun gunung,” paparnya.

Calon Wali Kota Semarang, AS Sukawijaya atau Yoyok Sukawi saat bersama para pimpinan dan kader Partai Golkar di Grand Mercure Solo Baru. Foto: istimewa
Calon Wali Kota Semarang, AS Sukawijaya atau Yoyok Sukawi saat bersama para pimpinan dan kader Partai Golkar di Grand Mercure Solo Baru. Foto: istimewa

Politisi Partai Demokrat itu menambahkan, dirinya dan Joko Santoso sudah mendapat banyak masukan dari masyarakat selama ‘blusukan’.

Dia yakin dengan bekal tersebut, aspirasi-aspirasi yang diberikan bisa terealisasi ketika dirinya memimpin Kota Semarang.

“Aspirasi itu tentunya kami catat dan akan kami realisasikan saat memimpin Kota Semarang nantinya,” tegasnya.

Senada, Ketua DPD Golkar Kota Semarang, Erry Sadewo mengamini penuturan Yoyok. Erry bersama anggota tim pemenangan Anang Budi Utomo menegaskan, partainya sebagai salah satu partai pengusung Yoyok-Joss semakin masif turun ke lapangan untuk berkampanye.

Erry menilai, Yoyok Sukawi adalah putra terbaik Kota Semarang dan wajib dimenangkan. “Perhitungan kami (untuk perolehan suara-red), 70 persen paling tidak didapatkan ya,” katanya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Beda Hasil Survei di Pilwakot Semarang 2024, Ini Analisa Pengamat C-Polsis

Lingkar.co – Pengamat Politik dari C-Polsis, Nur Syamsudin memberikan tanggapan terkait perbedaan hasil survei untuk Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) Semarang 2024.

Menurutnya, perbedaan hasil survei antara Y-Publika dan Echo Location Survey & Strategis menunjukkan dinamika elektabilitas yang berbeda di antara dua pasangan calon Pilkada Semarang 2024.

“Y-Publica menunjukkan Agustina-Iswar unggul dengan 35,4% dibandingkan Yoyok-Joss yang memperoleh 29,7%, sementara swing voters cukup besar di 30,2%. Ini mengindikasikan bahwa pasangan Agustina-Iswar lebih kuat di kalangan pemilih loyal,” ujarnya saat dikonfirmasi Lingkar.co pada Sabtu (5/10/2024).

Dia menyebut Echo Location memperlihatkan hasil yang bertolak belakang, di mana Yoyok-Joss memimpin dengan 55,82% dan Agustina-Iswar hanya 28,54%. “Hasil ini mengindikasikan bahwa pasangan Yoyok-Joss berhasil menggalang dukungan lebih luas, terutama melalui kampanye populis dan inovatif,” urainya.

Menurut Nur Syam, sapaan akrabnya, perbedaan tersebut bisa disebabkan oleh metodologi survei, wilayah survei, atau waktu pengambilan data.

Ilustrasi analisa politik Nur Syamsudin pada Pilwalkot Semarang. Foto: lingkar.co

Selain itu, dosen UIN Walisongo ini juga menyoroti tingkat swing voters yang signifikan di kedua survei. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa hasil Pilkada masih bisa berubah, tergantung pada strategi akhir kampanye.

“Y-Publika mungkin lebih menyoroti basis pemilih PDIP yang setia kepada Agustina, sementara Echo Location mungkin menangkap momentum kampanye Yoyok-Joss yang sedang naik daun,” jelasnya.

Dalam konteks ini, lanjutnya, swing voters menjadi kunci penentu, karena sekitar 30-33% dari pemilih masih belum menentukan pilihan. “Kandidat yang berhasil mempengaruhi swing voters melalui strategi kampanye yang efektif di hari-hari terakhir dapat meraih kemenangan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Punya Kesamaan Visi-Misi, Relawan Rumah Kebangsaan Dukung Agustina-Iswar di Pilwalkot Semarang 2024

Lingkar.co – Relawan Rumah Kebangsaan sepakat mendukung pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti-Iswar Aminuddin (Agustina-Iswar) di Pilwakot Semarang 2024.

Ketua Relawan Rumah Kebangsaan Kota Semarang, Nunung Sriwiriyanto mengungkapkan, pihaknya mendukung pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan itu karena memiliki visi-misi yang sejalan dengan aspirasi para relawan Rumah Kebangsaan, terutama visi misi pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang dikampanyekan paslon nomor urut 01.

“Program pro rakyat itu sejalan dengan aspirasi kami karena menyentuh kalangan masyarakat bawah. Seperti pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang saat ini perlu dimaksimalkan, ‘ ujarnya seusai menggelar rapat bersama para pengurus, di sebuah kafe di Jalan Kedungmundu Raya, Kota Semarang, Kamis (4/10/2024).

Menurutnya hal ini penting karena pemberdayaan UMKM akan membawa perubahan perekonomian di masyarakat. Apalagi, banyak pelaku usaha yang tergabung di relawan rumah kebangsaan.

Nunung melanjutkan, program pro rakyat lainnya yakni pembangunan kota Semarang yang berkebudayaan. Pihaknya menilai program tersebut sejalan dengan pemikiran dan ide para seniman dan budayawan yang tergabung di relawan rumah kebangsaan.

“Untuk yang ini, kami percaya mbak Agustina Wilujeng berpengalaman merangkul kalangan seniman dan budayawan. Sementara itu pembangunan kota yang sifatnya fisik, kami percaya itu ahlinya Pak Iswar, karena pernah jadi Kepala Dinas Bina Marga, DPU dan Sekda Kota Semarang,” paparnya.

Selain itu, menurut Nunung yang lebih penting adalah program bantuan operasional RT sebesar Rp25 Juta per tahun, peningkatan bantuan operasional RW dan penambahan bantuan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK).

“Program tersebut sangat membantu kegiatan masyarakat hingga tingkat RT. Oleh karenanya akan kami gaungkan terus, akan kami kawal terus. Kami siapkan para relawan di tingkat RT, ” katanya.

Lebih lanjut Nunung Sriwiriyanto menambahkan, dalam rangka mensukseskan visi misi dan program kampanye paslon nomor urut 1, pihaknya telah menyiapkan 5 hingga 10 orang relawan di setiap RT.

“Mereka adalah support sistem penggerak di lapangan. Intinya, untuk memenangkan paslon Agustina-Iswar. Seperti apa bentuk dukungan kami? Tunggu saja dalam waktu dekat kami akan deklarasi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, selain pelaku usaha, seniman dan budayawan, dalam relawan rumah kebangsaan tergabung juga para politisi, pebisnis dan kelompok masyarakat lainnya yang peduli terhadap pembangunan kota Semarang. (*)

Penulis: Bojes
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Sejahterakan Guru TPQ dan Madin Kota Semarang, Yoyok-Joss Komitmen Perjuangkan Perda Pesantren

Lingkar.co – Pasangan calon (Paslon) wali kota dan wakil wali kota Semarang nomor urut 2, Yoyok Sukawi-Joko Santoso (Yoyok-Joss) berkomitmen memperjuangkan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Pesantren jika terpilih dalam kontestasi Pilwakot 2024.

Dalam siaran persnya pada Sabtu (5/10/2024), Alamsyah Satyanegara (AS) atau Yoyok Sukawi, pendidikan pesantren perlu mendapatkan dukungan penuh dengan adanya regulasi atau payung hukum.

Dengan demikian, pemerintah bisa memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan pendidikan pondok pesantren dan kesejahteraan guru madrasah.

Pihaknya ingin mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi warga Kota Semarang. Tidak hanya sekolah negeri maupun sekolah formal, tetapi juga pendidikan keagamaan seperti pesantren, Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ), dan Madrasah Diniyah (Madin)

Termasuk pula kesejahteraan bagi guru madrasah serta guru TPQ dan madin di Kota Semarang yang menjadi perhatian khusus bagi Yoyok-Joss. Oleh sebab itulah diperlukan kebijakan dan program yang mampu mengangkat kesejahteraan guru tersebut, termasuk juga pembentukan pyung hukum yang mengaturnya dalam wujud peratran daerah.

“Sehingga kami memandang Perda Pesantren adalah payung hukum yang bagus, di dalamnya mengatur kesejahteraan guru madrasah diniyah dan TPQ. Kami pastikan nanti begitu Yoyok-Joss dilantik, Perda Pesantren jadi pembahasan prioritas di pemerintahan,” ungkapnya.

Komitmen untuk mengembangkan kualitas pendidikan melalu institusi keagamaan ini sejalan dengan program pasangan calon gubernur-wakil gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen.

Sementara calon Wakil Wali Kota Semarang, Joko Santoso menambahkan, jika Yoyok-Joss terpilih pada kontestasi ini, pembentukan Perda Pesantren akan menjadi agenda prioritas bersama DPRD. Hal tersebut juga sudah disepakati bersama sembilan parpol pengusung Yoyok-Joss.

Diketahui sembilan parpol pengusung Yoyok-Joss pada Pilwakot Semarang 2024 yakni Partai Gerindra, Demokrat, PKB, PKS, Golkar, PSI, PAN, Nasdem, dan PPP. Sembilan partai ini jika ditotal memiliki perolehan sebanyak 36 kursi di DPRD Kota Semarang.

Warga Bulu Lor Bentuk Relawan, Siap Menangkan Yoyok-Joss di Pilwalkot Semarang

Lingkar.co – Warga Kelurahan Bulu Lor, Kecamatan Semarang Utara membentuk relawan untuk membantu pasangan calon (Paslon) Yoyok Sukawi dan Joko Santoso (Yoyok-Joss) menangkan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Semarang 2024.

Dukungan ini ditegaskan warga dengan menggelar Deklarasi Relawan Yok-Joss dukung Yoyok Sukawi dan Joko Santoso pada Jumat 4 Oktober 2024 malam.

Koordinator Relawan Yok-Joss Bulu Lor, Sugiono mengatakan, pihaknya siap berjuang memenangkan Yoyok-Joss di Kelurahan Bulu Lor Semarang Utara.

“Kami relawan memiliki target meraih suara 85 persen khusus untuk wilayah kelurahan Bulu Lor,” katanya.

Menurutnya, perhatian Yoyok-Joss bagi warga Bulu Lor sangat baik, terutama terkait masalah kesehatan dan pendidikan.

Sehingga warga Bulu Lor sepakat untuk membentuk relawan pemenangan Yok Joss.

“Deklarasi ini merupakan inisiatif dari warga. Total ada 98 warga yang berasal dari perwakilan 79 RT dan 11 RW yang ada di kelurahan Bulu Lor,” jelasnya.

Apalagi, lanjut Sugiono, tagline Bocahe Dewe yang digaungkan oleh pasangan Yoyok-Joss memiliki arti dalam, bahwa tidak ada sekat atau jarak seorang pemimpin dengan warganya.

“Mas Yoyok dan Mas Joko asli lahir dan besar di Kota Semarang, Bocahe Dewe. Sehingga kami warga Bulu Lor yakin pasangan Yoyok-Joss sudah paham betul persoalan yang ada di Kota Semarang,” Jelasnya.

“Sehingga kami yakin pasangan Yoyok-Joss bisa mengatasi dan membenahi persoalan yang ada di Kota Semarang,” tambahnya.

Sementara Calon Wakil Wali Kota Semarang, Joko Santoso yang menghadiri deklarasi Relawan Yok-Joss mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi atas dukungan yang diberikan.

“Terima kasih untuk seluruh warga Bulu Lor yang malam ini hadir untuk mendukung pasangan Yoyok-Joss,” katanya.

Ia berharap momentum ini menjadi perjuangan bersama menjadikan Kota Semarang lebih maju dan bermartabat. (*)

Penulis: Bojes
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Tak Bawa Nama PKB, Mas Wawan Gerakkan Relawan Semarang Gumuyu Menangkan Agustina-Iswar di Pilwakot Semarang

Lingkar.co – Ady Setyawan atau Mas Wawan menyatakan tidak membawa nama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam hal mendukung pasangan calon (Paslon) di Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) Semarang

Oleh karena itu, dirinya menggerakkan Relawan Semarang Gumuyu untuk memenangkan Paslon Agustina Wilujeng Pramestuti dan Iswar Aminuddin (Agustina-Iswar) dalam perhelatan politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Semarang 2024.

Dengan jargon ‘Pilih Seng Pakem Wae’, Wawan mengklaim penentuan dukungan terhadap Agustina-Iswar setelah mendapatkan masukan dari koordinator relawan di tingkat kecamatan (Korcam).

Terkait kebijakan PKB, Wawan meminta wartawan untuk melakukan konfirmasi langsung kepada pimpinan partai.

“Dalam mendukung Agustina dan Iswar, Saya tidak berbicara atas nama PKB sebagai partai saya. Jadi terkait kebijakan partai monggo konfirmasi ke PKB,” kata Wawan saat dikonfirmasi oleh Lingkar.co pada Sabtu (5/10/2024).

Meski mantap dengan pilihannya, dia mengaku sedih membaca berita akhir-akhir ini yang mengatakan bahwa dirinya telah dipecat dari PKB.

“Tapi memang membaca berita di berbagai media, saya cukup sedih karena saya dikabarkan sudah tidak dianggap lagi sebagai kader PKB,” ujarnya.

Karena bagi dirinya, PKB merupakan labuhan berpolitik sebagai kader Nahdlatul Ulama (NU). Ia mengaku dididik oleh PKB dalam hal berpolitik.

“Karena bagaimanapun juga saya warga NU yang aspirasi politik saya dan mental berpolitik saya dididik di PKB,” ujarnya.

Kendati dikabarkan telah dipecat, dirinya mengaku ingin terus berkarya dan berjuang melalui infrastruktur politik yang telah ia bangun bersama PKB.

“Saya adalah warga NU yang ingin berkarya, berkiprah, dan berjuang melalui infrastruktur politik yang dibangun oleh PKB,” jelasnya.

Diapun hanya bisa menunggu informasi resmi dari PKB mengenai pemecatannya ini. “Saya sendiri hanya bisa menunggu informasi resmi soal kabar pemecatan saya itu,” tutupnya.

Terima Kunjungan Yoyok-Joss, Guru PGRI Keluhkan Kesenjangan Penghasilan

Lingkar.co – Ketua Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Dr Nur Khoiri menyampaikan keluhan tentang kesenjangan penghasilan guru. Padahal, melaksanakan tugas yang sama, yakni mencerdaskan anak kota Semarang

“Kami tadi menitipkan beberapa aspirasi khususnya terkait perhatian dan kesejahteraan pada teman-teman guru, baik dari non-ASN maupun swasta, karena saat ini memang masih ada kesenjangan penghasilan. Padahal mereka sama-sama mencerdaskan anak-anak Kota Semarang,” ungkapnya.

Ia menyampaikan hal itu saat menerima kunjungan Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota-Wakil Wali Kota Semarang, AS Sukawijaya atau Yoyok Sukawi-Joko Santoso (Yoyok-Joss) pada Jumat (4/9/2024).

Pihaknya juga mengapresiasi Paslon Yoyok-Joss karena telah mendengarkan dan menerima aspirasi dari para guru. Ia yakin dengan perhatian ini, guru-guru di Kota Semarang akan lebih sejahtera.

Lebih lanjut, ia berharap ada pula fasilitas-fasilitas lain bagi penunjang karir para guru di Kota Semarang. Di tengah perubahan zaman ini, guru selalu dituntut untuk bisa mendidik pelajar sesuai eranya. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan-pendampingan pelatihan yang memadai.

“Saat ini sudah ada tapi belum menyeluruh. Jadi misal guru di Kota Semarang itu jumlah banyak, tapi porsi APBD yang digunakan untuk upgrade skill guru itu hanya kecil, sehingga itu belum menyentuh seluruh guru,” tandasnya.

Sementara, Yoyok Sukawi mengaku sengaja berkunjung ke YPLP PGRI karena memang ingin meminta masukan terkait kebutuhan guru.

“Jadi saya melakukan kunjungan ke PGRI Kota Semarang dan tadi banyak mendengar cerita menarik,” kata Yoyok Sukawi.

“Pertama kerinduan para guru di Kota Semarang ini terhadap kebijakan bapak Sukawi Sutarip. Jadi bapak Sukawi dulu punya program meningkatkan kesejahteraan guru swasta dan ini nampaknya dirindukan, jadi masuk prgoram kami dan insya-Allah mari kita kembalikan lagi program-programnya,” sambungnya.

Yoyok mengaku ketika menjabat sebagai Wali Kota Semarang nanti akan memprioritaskan sektor pendidikan. Selain program pendidikan gratis untuk siswa di Kota Semarang, ia juga bercita-cita ingin mensejahterakan guru.

Pilwakot Semarang Hindari Kampanye Negatif, Relawan Agustina-Iswar Adakan Bedah Visi-Misi

Lingkar.co – Relawan pendukung pasangan calon (Paslon) nomor urut 01 Agustina-Iswar melakukan bedah visi-misi untuk menghindari kampanye negatif dan politik yang dewasa menuju Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) Semarang 2024

Kegiatan yang menghadirkan Pakar Hukum Kedokteran dan Kesehatan Indonesia yang juga alumni Ponpes Tebu Ireng Jombang, dr. Hansen, S.Ked, SH, MH berlangsung secara terbatas bagi tokoh muda perwakilan dari 16 koordinator kecamatan di Noms Coffee, Sukarno-Hatta Semarang pada Jumat (4/10/2024) malam.

“Acara ini sengaja kita adakan terbatas dan tidak menghadirkan salah satu pasangan calon,” kata koordinator kegiatan, Abdurrahman.

Menurutnya, dengan hadirnya narasumber yang kompeten dan berpengalaman dalam dunia aktivis bisa memberikan warna tersendiri bagi para relawan.

“Narasumber kita ini memang latar belakang pendidikannya seorang dokter, tapi aktivis pemuda dan memiliki pengalaman yang luar biasa. Nah, harapan kami, diskusi bedah visi-misi ini bisa memberikan wawasan tersendiri,” katanya.

Sehingga, lanjutnya, para relawan tidak berlaku pragmatis dalam berpolitik. “Kita tidak ada transaksi politik dengan Paslon yang kita dukung. Yang jelas kita tunjukkan dulu kinerja kita dalam membantu kemenangan Agustina-Iswar di Pilwakot Semarang,” tandasnya.

Selain itu, dirinya berharap ada banyak kesamaan dengan visi-misi para relawan sebagai perwakilan warga kota Semarang. “Jadi agar kita bisa mendiskusikan kira-kira program para relawan yang lintas organisasi ini di masyarakat yang sejalan dengan visi-misi pasangan calon. Ini yang terpenting,” paparnya.

Sebab, kata Abdurrahman, warga Semarang sejauh ini lebih sering menerima program dari pemerintah. “Nah, harapannya kita bisa ikut terlibat merumuskan program yang nantinya dijalankan oleh pemerintah,” sambungnya.

Ia melanjutkan, kota Semarang sebagai ibu kota Jawa Tengah memiliki budaya toleransi yang tinggi. Sehingga, pesta politik harus berlangsung dengan damai dan dewasa, tanpa ujaran kebencian dan isu-isu yang negatif.

“Kami berharap politik hari ini, khususnya Pilwakot Semarang ini mendewasakan masyarakat dengan politik yang positif seperti adu visi-misi,” ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya bersama para koordinator kecamatan mengadakan bedah visi-misi agar terhindar dari kampanye negatif.

“Kita pelajari bersama kira-kira apa kekurangan dan kelebihan calon yang kita sukseskan. Biar bisa memberikan masukan nanti saat koordinasi dengan Bu Agustina dan Pak Iswar,” ujarnya.

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat