Arsip Tag: Pemkab tegal

Apel Bersama ASN, Bupati Tegal Junjung Visi Tegal Luwih Apik di Tahun 2026

Lingkar.co – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman dan Wakil Bupati Ahmad Kholid memimpin Apel Bersama ASN di Lapangan Kantor Pemda pada Senin (12/01/2026).

Kegiatan ini menandai dimulainya kinerja tahun 2026 sekaligus menjadi momentum penguatan komitmen seluruh jajaran pemerintah daerah untuk mewujudkan visi “Tegal Luwih Apik.”

Bupati Ischak menegaskan dalam amanatnya bahwa apel ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi internal dan menyamakan persepsi di lingkungan pemerintahan. Beliau juga menekankan pentingnya komitmen seluruh ASN dalam mengawal agenda pembangunan daerah serta meningkatkan standar pelayanan publik bagi masyarakat.

‎“Apel bersama ini menjadi pondasi dan tolak ukur bahwa tahun 2026 adalah tahun penguatan kerja kita. Di samping juga menjadi apel bersama ASN pertama yang saya pimpin setelah hampir satu tahun menjabat,” ujar Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman.

Bupati Tegal Ischak juga menekankan bahwa tahun 2026 menjadi fase penting bagi pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Pada tahap ini, pemerintah daerah akan memprioritaskan percepatan pembangunan dan penguatan efektivitas kerja di setiap instansi.

Dalam arahannya, Bupati Ischak juga mengulas kembali pelantikan serta pengukuhan pejabat struktural, mulai dari tingkat Pengawas hingga Pimpinan Tinggi Pratama. Beliau menegaskan bahwa rotasi ini adalah langkah penyegaran organisasi demi menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih adaptif, profesional, dan responsif dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah.

Dengan menjadikan visi “Tegal Luwih Apik” sebagai pedoman utama dalam bekerja. Beliau menekankan bahwa misi penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih, cepat, dan efektif harus dicapai melalui reformasi birokrasi yang berkelanjutan. Selain itu, ditegaskan pula bahwa setiap jabatan adalah amanah yang menuntut integritas dan dedikasi tinggi agar setiap pejabat mampu menjadi teladan serta penggerak perubahan di instansi masing-masing.

Beliau juga menginstruksikan kepada seluruh ASN untuk memberikan pelayanan publik yang sigap dan humanis. Beliau menekankan pentingnya penerapan budaya 3S (Senyum, Sapa, Salam) sebagai standar interaksi utama saat melayani masyarakat.

“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama dan kolaborasi lintas sektor. Ke depan, kita harus tetap solid dan kompak agar kinerja tahun 2026 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Sebagai penutup, Bupati Ischak memotivasi seluruh ASN di lingkungan Pemkab Tegal untuk menyongsong tahun 2026 dengan penuh optimisme dan kesiapan mental dalam menghadapi tantangan. Beliau menekankan bahwa konsistensi dalam meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan adalah kunci utama untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Tegal yang lebih maju serta sejahtera.

Penulis : Alfina Lutfi

Banjir Terjang Kawasan Guci, Jeni Soroti Alih Fungsi Lahan Lereng Gunung Slamet

Lingkar.co – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tegal, M Khuzaeni atau yang akrab disapa Jeni menyoroti alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian di wilayah Guci lereng Gunung Slamet sebelah utara.

Ia bilang, para pemerhati lingkungan menyebut hal itu yang menyebabkan debit air di Sungai Gung wilayah Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal Jawa Tengah tak terbendung. Imbasnya, Wahana Pancuran 13 dan Pancuran 5 di kawasan wisata Guci, rusak parah setelah diterjang banjir jelang akhir tahun 2025 kemarin.

Untuk itu, Jeni mendorong gerakan penanaman pohon yang masif di hutan lereng kawasan Gunung Slamet untuk mengantisipasi banjir susulan di musim penghujan berikutnya.

“Alih fungsi lahan di wilayah hulu menjadi salah satu faktor utama terjadinya banjir,” kata Jeni.

Makanya, anggota DPRD Kabupaten Tegal dari Fraksi Golkar ini menekankan pentingnya mengembalikan fungsi hutan dengan reboisasi sejak awal tahun. Hal itu agar dampaknya bisa dirasakan saat musim hujan di akhir tahun 2026.

“Jika di biarkan tanpa adanya upaya masif, maka bisa terjadi banjir susulan. Mungkin akan lebih besar di bandingkan tahun ini,” ujar Jeni.

Menurutnya, upaya penanaman pohon tidak bisa dilakukan secara parsial. Melainkan harus melibatkan seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, hingga pelaku usaha di kawasan wisata Guci.

Selain itu, Jeni juga menyoroti maraknya aktivitas alih fungsi lahan di kawasan atas Guci yang mencapai sekitar 49 hektare.

“Kami meminta Pemkab Tegal untuk bersikap tegas sekaligus melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Pihaknya juga mendorong Bupati Tegal, H Ischak Maulana Rohman, untuk memberikan sosialisasi secara masif kepada warga. Agar tidak melakukan tidak menebang pohon untuk alih fungsi lahan pertanian.

“Ini demi keselamatan bersama dan keberlanjutan lingkungan,” tegas politisi yang di kenal dekat dengan masyarakat tersebut.

Jeni menambahkan, alih fungsi hutan tidak hanya berdampak pada bencana banjir. Tetapi juga mengancam sektor pariwisata Guci yang selama ini menjadi salah satu andalan Kabupaten Tegal.

“Kalau lingkungannya rusak, wisatawan juga akan enggan datang. Jadi menjaga hutan berarti menjaga ekonomi masyarakat Guci itu sendiri,” pungkasnya. (*)

Bupati Tegal Nyatakan Siap Sambut Kerja Sama Pemprov Lampung -Jateng

Lingkar.co – Pemerintah Provinsi Lampung telah menandatangani 11 kesepakatan kerja sama strategis dengan Pemprov Jawa Tengah. Kesepakatan dengan total nilai transaksi mencapai Rp833 miliar dimaksimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan memperkuat persatuan sosial-budaya kedua daerah.

Kesepakatan kerja sama tersebut ditandatangani dalam acara Malam Ramah Tamah Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Mahan Agung, Bandar Lampung, Selasa (6/1/2026). Acara ini dihadiri jajaran pimpinan daerah, BUMD, serta pelaku usaha dari kedua provinsi.

Secara geografis dan ekonomi, Lampung dinilai memiliki keunggulan sebagai gerbang Pulau Sumatra dengan potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan penyediaan bahan baku. Sementara Jawa Tengah dipandang sebagai role model nasional dalam pengembangan kawasan industri dan manufaktur yang ramah investasi.

Pada saat itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya kolaborasi lintas provinsi dan keterlibatan sektor swasta melalui skema Business to Business (B2B) untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Luthfi juga menekankan peran kepala daerah sebagai ‘manajer pemasaran’ daerah dalam menarik investasi serta pentingnya keselarasan kebijakan daerah dengan pemerintah pusat.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman berkesempatan memaparkan Potensi yang ada di daerah yang ia pimpin. Mulai dari potensi Industri, UMKM, wisata, kuliner hingga pertanian.

“Dari industri kami punya sentra produsen Teh, pariwisata kami memiliki Guci dengan air panas alamnya, hingga tahu aci dan martabak di kulinernya”, ujar Ischak.

Dengan adanya pemaparan tersebut, kabupaten Tegal siap menjadi bagian dari kolaborasi 11 butir kesepakatan kerjasama antara Provinsi Jawa Tengah dan Lampung.

Kemudian, sebagai penguatan ikatan historis dan sosial, sehari setelah penandatanganan kerja sama, Gubernur Ahmad Luthfi mengunjungi Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Rabu (7/1/2026).

Desa tersebut merupakan salah satu lokasi awal transmigrasi warga Jawa Tengah ke Lampung sejak tahun 1905.

Kunjungan tersebut disambut hangat oleh warga setempat yang mayoritas masih mempertahankan adat, bahasa, dan nilai budaya Jawa. Warga menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan berharap kerja sama antardaerah dapat membawa manfaat nyata, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan.

Gubernur Jawa Tengah mengungkapkan rasa bangga melihat kondisi masyarakat transmigran yang telah hidup makmur dan berpesan agar warga terus menjaga harmoni dengan masyarakat setempat, sejalan dengan falsafah di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

Melalui penguatan kerja sama strategis dan peneguhan ikatan sejarah transmigrasi, sinergi antara Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa Tengah diharapkan mampu mempercepat pembangunan, memperkuat ketahanan ekonomi nasional, serta menjaga persatuan dalam keberagaman. (*)

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Pemkab Lakukan Grand Launching Tegal Great Sale

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten Tegal secara resmi melaksanakan Grand Launching Tegal Great Sale untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan aktifitas perdagangan dan konsumsi masyarakat, sekaligus mempererat sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga sosial kemasyarakatan. Kegiatan dirangkai dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) Yayasan Kawit An Nur.

Acara yang digelar di halaman Komplek Yayasan Kawit An Nur, Desa Kalisapu Kecamatan Slawi, pada Minggu (4/1/2026) tersebut dihadiri oleh Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Tengah M. Yusuf yang mewakili Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

Selain itu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tegal, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Tegal, serta jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Tegal.

Pada kesempatan itu, Bupati Tegal menyampaikan, Tegal Great Sale diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat, sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan produk-produk khas daerah Kabupaten Tegal agar semakin dikenal luas.

“Melalui Tegal Great Sale, kami berharap daya beli masyarakat dapat meningkat, produk-produk unggulan Kabupaten Tegal semakin dikenal, mampu menarik potensi wisata, serta para pelaku UMKM benar-benar merasakan manfaat dari kehadiran program Tegal Great Sale ini,” ujar Bupati.

Ischak juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada KADIN atas inisiatif dan perannya dalam menciptakan dan menginisiasi program Tegal Great Sale sebagai bentuk nyata dukungan terhadap penguatan ekonomi daerah dan pemberdayaan UMKM.

Sementara itu, Kepala Biro Kesra Provinsi Jawa Tengah saat membacakan sambutan Wakil Gubernur Jawa Tengah menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan Tegal Great Sale sebagai langkah strategis dalam menggerakkan perekonomian daerah berbasis potensi lokal.

Dalam sambutan tersebut juga disampaikan, program seperti Tegal Great Sale diharapkan dapat mendorong peningkatan aktifitas ekonomi masyarakat, memperkuat peran UMKM, serta menjadi wadah promosi produk unggulan daerah yang mampu meningkatkan daya saing dan menarik minat wisatawan ke daerah.

Pada kesempatan yang sama, Ketua KADIN Kabupaten Tegal, Mokhamad Amin, menyatakan, pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Tegal serta seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk menggerakkan perekonomian daerah.

“Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program Tegal Great Sale, program ini menghubungkan konsumen, merchant, dan sponsor melalui promo, point dan undian berhadiah, dan program ini terbuka untuk seluruh masyarakat Kabupaten Tegal, baik pelaku usaha (pedagang) maupun konsumen” tegasnya.

Lebih lanjut, Amin menjelaskan tata cara bagi masyarakat yang ingin mengikuti program Tegal Great Sale. Masyarakat dapat mengunjungi laman resmi https://www.tegalgreatsale.com/ untuk memperoleh informasi secara lengkap.

Rangkaian kegiatan grand launching berlangsung meriah dan mendapat antusiasme masyarakat, sejalan dengan semangat peringatan Harlah Yayasan Kawit An Nur yang selama ini berperan aktif dalam bidang sosial dan pendidikan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tegal berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna mewujudkan perekonomian daerah yang inklusif, berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tegal. (*)

Viral Kawasan Guci Diterjang Banjir, Bupati Tegal Pastikan Aman

Lingkar.co – Video banjir di kawasan wisata air panas Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah viral di media sosial Facebook. Banjir terjadi pada Sabtu (20/12/2025) sore, setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah hulu sejak siang hari.

Banjir datang secara tiba-tiba dan membawa material lumpur, batu, kayu, serta berbagai benda lain yang menghantam fasilitas wisata di sepanjang aliran sungai, termasuk juga pipa-pipa paralon pengairan air panas.

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman yang menerima kabar viralnya banjir segera meninjau langsung ke Objek Wisata Guci pada Sabtu malam, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Kepala BPBD Kabupaten Tegal, serta Komandan Kodim 0712 Tegal.

Bupati menjelaskan, berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, banjir memang terjadi di wilayah hulu Sungai Gung. Aliran banjir membawa material, termasuk pipa-pipa yang berfungsi menyalurkan air panas ke villa dan penginapan di kawasan wisata Guci.

“Memang benar terjadi banjir di hulu Sungai Gung akibat curah hujan yang tinggi. Material banjir sempat merusak pipa-pipa penyalur air panas ke beberapa villa dan penginapan,” ujar Bupati Tegal seusai meninjau lokasi.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan pihak pengelola wisata untuk melakukan percepatan perbaikan infrastruktur yang terdampak.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pengelola, dan mulai besok perbaikan akan dilakukan. Kami pastikan fasilitas wisata air panas di Guci segera kembali normal sehingga bisa dinikmati masyarakat dan wisatawan,” ujarnya.

Ischak juga memastikan bahwa secara umum kawasan wisata Guci dalam kondisi aman untuk dikunjungi. Pihaknya terus melakukan pemantauan dan langkah antisipatif guna menjamin keselamatan pengunjung, khususnya menjelang musim liburan akhir tahun 2025.

“Guci aman untuk dikunjungi dan siap menyambut wisatawan pada libur akhir tahun. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah,” tuturnya.

Siap Sambut Wisatawan

Ia juga meluruskan informasi yang berkembang di media sosial bahwa banjir memang terjadi, namun hanya di bantaran Sungai Gung, bukan di seluruh kawasan wisata.

“Perlu kami tegaskan bahwa destinasi wisata di Guci tidak hanya Pancuran 13 dan Pancuran 5. Masih banyak pilihan lain yang tetap beroperasi dan aman, seperti GuciKu, Gulala, Guci Forest, Joglo Ageng, Asafana, dan destinasi lainnya,” ujar Bupati.

Saat ini, kata Bupati, perbaiki sedang dilakukan dan pipa-pipa akan segera tersambung kembali, sehingga dapat kembali dinikmati oleh wisatawan. Sementara itu, perbaikan bangunan Pancuran 13 dan Pancuran 5 ditargetkan selesai dalam waktu tujuh hari.

“Kami akan terus melakukan monitoring, terutama terhadap debit air Sungai Gung, mengingat kondisi cuaca yang berubah-ubah. Intinya, kami siap memberikan pelayanan dan pengamanan maksimal bagi masyarakat yang berlibur ke Guci,” tegas Bupati.

Disinggung mengenai kerusakan lingkungan di lereng Gunung Slamet, Bupati menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam. Bersama Polres Tegal dan Kodim 0712/Tegal, pihaknya akan meninjau langsung ke kawasan lereng gunung serta berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan pemerintah pusat.

“Pada tahun 2026, kami juga telah menganggarkan program penanaman kembali hutan di lereng Gunung Slamet sebagai upaya preventif agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ungkapnya.

Dengan kesiapan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tegal berharap sektor pariwisata Guci tetap menjadi destinasi unggulan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung. (*/

Komitmen Berikan Sarana Olahraga Berkualitas, Pemkab Tegal Rogoh APBD Rp10 Miliar

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal berkomitmen memberikan sarana olahraga yang berkualitas. Untuk merealisasikan fasilitas itu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp10 Miliar lebih habis untuk pembuatan lintasan joging dan running track.

Kepala Dinas Sosial, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tegal, Akhmad Uwes Qoroni mengungkapkan bahwa fasilitas olahraga yang berkualitas dan representatif ini merupakan hasil kolaborasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tegal.

“Kolaborasi ini menghabiskan dana sebesar kurang lebih Rp10 M yang seluruh pembiayaannya bersumber dari APBD Kabupaten Tegal dan dikelola secara akuntabel agar memberikan manfaat yang optimal dan berkelanjutan bagi masyarakat,” Ujar Uwes dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/12/2025).

Laporan tersebut ia sampaikan dalam pembukaan dan peresmian Jogging dan Running Track di lingkungan GOR Trisanja Slawi baru-baru ini.

Ia menjelaskan, dari total biaya tersebut terbagi menjadi dua kebutuhan, yakni pembangunan running track Rp7.077.096.000,00, sedangkan untuk pembangunan jogging track dialokasikan anggaran sebesar Rp 3.229.384.000,00.

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras, berkolaborasi, berkomitmen dan berdedikasi dalam mendukung pembangunan sarana olahraga di Kabupaten Tegal.

“Hasil kerja kita bersama ini, nantinya bukan hanya diperuntukkan bagi aktivitas untuk mendukung pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga saja. Tetapi harapannya, GOR Trisanja ini bisa menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat Kabupaten Tegal,” tutur Ischak.

Sebagai informasi, untuk sementara pemanfaatan fasilitas ini akan diperkuat melalui penyelenggaraan Kejuaraan Atletik Pelajar Tingkat Kabupaten Tegal Tahun 2025. Kejuaraan tersebut akan diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK sederajat.

Tak hanya berhenti dari pembenahan Jogging dan Running Track di GOR Trisanja. Bupati Ischak juga menyampaikan, pihaknya akan merevitalisasi fasilitas kolam renang yang ada di GOR Trisanja pada tahun 2026.

Kepada seluruh masyarakat Kabupaten, ia berpesan untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas ini agar dapat dimanfaatkan secara tertib dan bertanggung jawab.

“GOR TriSanja wis Luwih Apik, yuh bareng-bareng menjaga sarana yang sudah dibangun ini. Karena ini bukan hanya tugas pemerintah saja, tetapi tugas semua masyarakat Kabupaten Tegal” Pungkasnya. (*)

Warga Desa Jejeg Wadul ke Ganjar, Pemkab Tegal: Belum Ada Kejelasan Pembagian BLT DD dari Kades

Kab. Tegal, Lingkar.co – Warga Desa Jejeg, Bumijawa, Kabupaten Tegal wadul ke Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melalui aplikasi LaporGub!. Warga sudah jengan dengan tindakan Kades Jejeg yang tak kunjung membagikan BLT DD tahap III.

Dari pantauan Lingkar.co, laporan Warga Jejeg tersebut langsung admin LaporGub dan mendisposisikan laporan ke Pemerintah Kabupaten Tegal.

“Laporan didisposisikan ke sektor Kabupaten Tegal,” tulis Admin Gubernuran, Selasa (22/11/2022) pagi.

Selanjutnya, admin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal merespon dengan belum adanya kejelasan kapan pembagian BLT DD Tahap III di Desa Jejeg.

Meskipun, Pemkab Tegal tak memungkiri bahwa dana BLT DD tersebut telah digubakan oleh Kades Jejeg.

“Maturnuwun telah menggunakan LaporGub sebagai platform kanal aduan. Kami akan koordinasikan langsung ke Pemkab Tegal melalui Kecamatan Bumijawa dan Inspektorat,” tulis admin Pemkab Tegal.

Dari hasil koordinasi kami dengan Inspektorat, lanjut Pemkab Tegal, Kades Jejeg belum dapat memastikan waktu pembagian BLT DD tahap III.

“Inspektorat belum dapat melangkah ke pemeriksaan untuk menghindari tumpang tindih dengan Kejaksaan dan Polres. Karena dalam waktu bersamaan kejaksaan dan Polres sedang dalam pemeriksaan Kades Jejeg dengan kasus yang berbeda,” jelas Pemkab Tegal.

Inspektorat Kunjungi Kantor Desa Jejeg, Kades Tidak di Tempat

Sebelumnya, pada Senin (21/11/2022) siang, Inspektoat Kabupaten Tegal mengunjungi Kantor Desa jejeg. Menurut keterangan dari perangkat desa, Kades dan Sekertaris desa tidak berada di tempat.

Warga Desa Jejeg saat mendatangi Kantor Desa, Jumat (18/11/2022).

“Iya, kemarin Inspektorat kesini, tapi Kades tidak ada. Sekertaris desa juga lagi ke Polres, ada panggilan,” ungkap seorang perangkat desa yang nggak menyebutkan namanya.

Kemudian, Lingkar.co mencoba untuk mengkonfirmasi ke jajaran Inspektorat yang mengunjungi Kantor Desa Jejeg pada Selasa (22/11/2022) sore. Namun, saat Lingkar.co konfirmasi melalui pesan singkat, yang bersangkutan enggan menjawab saat ini.

“Besok saja gih bapa ini saya lagi di rumah,” jawabnya singkat.

Penulis: Muhammad Nurseha
Editor: Muhammad Nurseha

Polda Jateng Kirim Tim Labfor, Selidiki Kebakaran 13 Kapal di Kota Tegal

SEMARANG, Lingkar.co – Polda Jawa Tengah menerjunkan tim laboratorium forensik (labfor) untuk menyelidiki penyebab kebakaran 13 kapal di kawasan pelabuhan Kota Tegal. Itu terkonfirmasi oleh Kapolda Jateng melalui Kabidhumas Kombes Pol M Iqbal Alqudusy, Kamis (18/11/2301) siang.

“Ini di lakukan dalam rangka investigasi ilmiah untuk mengungkap penyebab kebakaran,” kata Kabidhumas.

Lebih lanjut Kabidhumas juga menghimbau masyarakat Tegal dan sekitarnya untuk tidak mengunjungi lokasi kebakaran kapal.

Hal ini karena lokasi tersebut sudah terpasang police line dan masih ada kepulan asap serta sisa api meskipun relatif kecil.

Baca Juga :
Satlantas Polrestabes Semarang Vaksinasi Covid-19 Bagi Pemohon SIM

Di harapkan masyarakat membantu kelancaran penyelidikan polisi. Dengan upaya olah TKP dan penyelidikan yang cermat, di harap penyebab kebakaran segera di ketahui dan kasus segera ungkap.

“Di khawatirkan nanti sisa api yang ada bisa menimbulkan resiko ledakan. Jadi lokasi belum betul-betul aman dan saat ini polisi masih mengamankan lokasi untuk kepentingan olah TKP,” tambah Kombes Iqbal.

Berdasar fakta di lapangan, Kabidhumas memastikan jumlah kapal yang terbakar ada tiga belas. Sementara saksi yang di periksa dalam kasus tersebut sejauh ini, ada empat orang.

Kombes Iqbal menjelaskan belum ada taksiran resmi terkait nominal kerugian materi akibat kebakaran tersebut.

“Harga masing-masing kapal berkisar 2-4 M. Namun jumlah resmi taksiran kerugian belum ada,” tambah Kombes M Iqbal.

Kapal Milik PT Tegal Shipyard Utama dan CV Sumber Pangan Tegal

Sebelumnya, pihak kepolisian Polres Kota Tegal Jawa Tengah menyelidiki kasus terbakarnya belasan kapal di dua galangan di Kelurahan Mintaragen, Kota Tegal, Rabu (17/11/2021).

Kepala bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iqbal Alqudusy dalam siaran pers di Semarang mengatakan, terdapat 13 kapal yang terbakar di galangan kapal milik PT Tegal Shipyard Utama dan CV Sumber Pangan Tegal tersebut.

13 kapal itu, lanjut dia, merupakan milik dari 9 orang yang berbeda.

“Petugas masih melakukan olah tempat kejadian. Beberapa saksi sudah di mintai keterangan,” katanya.

Ia menyebutkan, petugas juga sudah mengamankan area di sekitar lokasi kebakaran agar masyarakat tidak mendekat.

Petugas pemadam kebakaran sempat mengalami kesulitan karena jarak antarkapal yang cukup dekat.

Selain itu, mobil pemadam kebakaran sulit menjangkau lokasi kebakaran. Delapan mobil pemadam kebakaran dari wilayah Tegal dan Brebes harus berkali-kali mengambil air untuk memadamkan kebakaran.

Penulis : Rezanda Akbar D.

Editor : Rezanda Akbar D.