Arsip Tag: Harlah

Gubernur Ajak PMII Berkolaborasi Jadi Penggerak Pembangunan di Jawa Tengah

Lingkar.co – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengajak Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk ikut berperan sebagai penggerak perubahan di Jawa Tengah.

Luthfi mengingatkan, tantangan pembangunan daerah semakin kompleks dan tidak bisa diselesaikan secara parsial. Butuh seluruh elemen, termasuk mahasiswa, untuk terlibat dalam pola collaborative government

Di hadapan ratusan kader dan alumni PMII, Ahmad Luthfi menekankan bahwa pergerakan mahasiswa harus hadir langsung di tengah masyarakat, bukan sekadar mengikuti dinamika dari kejauhan.

“Jangan hanya menonton suatu perubahan, tetapi kita harus mengubah yang ada di Provinsi Jawa Tengah di pundak kita sekalian,” ujarnya saat menghadiri halal bihalal dan tasyakuran Hari Lahir ke-66 PMII di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (17/4/2026).

Ahmad Luthfi yang juga alumni PMII itu menilai, tantangan pembangunan daerah semakin kompleks dan tidak bisa diselesaikan secara parsial. Ia mendorong seluruh elemen, termasuk mahasiswa, untuk terlibat dalam pola collaborative government.

“Kita harus membentuk super team. Pemerintah, akademisi, mahasiswa, hingga masyarakat harus bergerak bersama,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi memaparkan capaian penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah dari 9,58 persen menjadi 9,39 persen. Ia menegaskan, capaian itu merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor.

“Ini tidak bisa dilakukan satu institusi. Harus kita keroyok bersama-sama,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mendorong kader PMII terjun langsung dalam isu-isu konkret, termasuk penanganan bencana yang kerap terjadi di wilayah Jawa Tengah. Menurutnya, kehadiran nyata di lapangan menjadi tolok ukur keberhasilan sebuah pergerakan.

“Kalau tidak terlibat, Anda hanya menonton perubahan. Pergerakan itu harus hadir di tengah masyarakat,” tegasnya.

Bahkan, ia secara terbuka mengajak kader PMII untuk ikut ambil bagian dalam aksi-aksi sosial di lapangan.

“Semakin kotor Anda bersama kami di lapangan, semakin berhasil pergerakan itu,” ujarnya disambut riuh peserta.

Menutup sambutannya, Luthfi menegaskan komitmennya membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat dan organisasi kepemudaan.

“Rumah Gubernur adalah rumah rakyat. Siapa pun boleh datang kapan saja,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB IKA-PMII, Fathan Subchi, menilai usia PMII yang telah mencapai 66 tahun menuntut kontribusi nyata dari kader dan alumni dalam pembangunan bangsa.

“PMII sudah cukup dewasa. Maka kita harus bicara tentang kontribusi, peran, dan partisipasi,” ujarnya.

Senada, Ketua PW IKA-PMII Jawa Tengah, Prof. Dr. Musahadi, menyebut momentum halal bihalal ini sebagai ajang konsolidasi untuk memperkuat sinergi antara alumni, kader, dan pemerintah.

“Ini adalah konsolidasi kekuatan, guyub, sinergi, dan kolaborasi. Potensi alumni kita besar dan harus dimaksimalkan untuk kemanfaatan masyarakat,” ungkapnya. (*)

Harlah 66 Tahun PMII Semakin Dewasa, Saatnya Bicara Kontribusi Bagi Pembangunan

Lingkar.co – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Alumni (Ika) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Fathan Subchi menegaskan, sudah saatnya bicara kontribusi bagi pembangunan di usia 66 tahun PMII.

“Hari ini kita Harlah yang ke-66, kalau kita bicara usia PMII sudah cukup dewasa, sudah cukup kuat. Saat ini kita harus bicara tentang kontribusi kita, peran kita, partisipasi kita dalam pembangunan,” tegasnya.

Senior PMII yang kini menjadi anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) ini menegaskan hal itu saat Halal Bihalal dan Resepsi Hari Lahir (Harlah) ke-66 PMII di Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (17/4/2026).

Ia menilai, kegiatan yang berlangsung pada sore ini merupakan forum untuk menyatukan potensi baik kader maupun alumni.

“Tentu ini adalah forum konsolidasi berbagai kekuatan, guyup, sinergi, kolaborasi,” ujarnya.

Untuk itu ia meminta kepada seluruh kader PMII untuk mendengarkan arahan Gubernur Jateng untuk menegaskan tekat membantu pemerintah dalam menekan dan mengentaskan kemiskinan di Jateng.

Menurut Fathan, PMII telah memiliki kekuatan di birokrasi maupun di dunia akademis bisa dimaksimalkan untuk mempertegas peran PMII dalam pembangunan, dalam mengentaskan kemiskinan.

Mantan anggota DPR RI ini lantas memaparkan terbentuknya Ika PMII hingga di Papua, hampir merata di seluruh Indonesia.

“Bagaimana Ika PMII ini menjadi medan pengabdian yang luar biasa,” tuturnya.

Ia bilang, para alumni sudah banyak yang duduk di lembaga eksekutif, dan legislatif,

“Bupati yang kita tulis itu ada sekitar 40 sampai 60 orang,” sebutnya.

Dalam kondisi keterbatasan fiskal, lanjutnya, butuh inovasi-inovasi generasi muda Nahdlatul Ulama, PMII sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.

Sebelumnya, Ketua PW Ika PMII Jawa Tengah, Prof. Dr. Musahadi menekankan pentingnya bersinergi dengan pemerintah, terlebih Gubernur Jateng saat ini juga alumni PMII.

“Sehingga kita patut mendukung agar program-program pembangunan di Jawa Tengah ini bisa berjalan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Terpenting, kata dia, adanya PMII dan Ika PMII di setiap kabupaten dan kota di Jawa Tengah bisa memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

“Semua pengurus cabang di kabupaten/kota saya harap bisa mengonsolidasi diri dengan sebaik-baiknya,” pesannya. (*)

Sambut Harlah ke-64, LESBUMI PWNU Jateng Sinergikan Tradisi, Kreativitas, dan Dakwah Moderat

Lingkar.co — Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) genap berusia 64 tahun pada 28 Maret 2026. Momentum ini tidak sekadar penanda usia, tetapi juga refleksi atas perjalanan panjang organisasi dalam merawat, mengembangkan, sekaligus meneguhkan identitas budaya Islam Nusantara yang spiritual, humanis, dan religius.

Ketua Lesbumi Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Abdul Gani, menegaskan bahwa sejak awal berdirinya, Lesbumi memiliki peran strategis dalam dinamika kebudayaan nasional. Pada masa awal kelahirannya, LESBUMI hadir sebagai respons terhadap situasi sosial-politik, khususnya dalam menangkal pengaruh budaya dan paham komunisme, dengan mengedepankan nilai-nilai budaya Nusantara yang berakar pada ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

“Perjalanan 64 tahun ini adalah proses panjang yang penuh dinamika dan dialektika sejarah. Ini menjadi momentum bagi LESBUMI untuk terus memperkuat peran dalam menjaga identitas budaya kita,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Dalam beberapa tahun terakhir, lanjutnya, LESBUMI Jawa Tengah menunjukkan capaian signifikan, terutama dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di bidang seni dan budaya Islam. Berbagai tradisi yang sempat meredup kini kembali dihidupkan, seperti seni terbang Jawa, kaligrafi, pedalangan, hingga pelatihan aksara Jawa di lingkungan pesantren.

Upaya tersebut tidak hanya bertujuan melestarikan budaya, tetapi juga menjadikan seni sebagai media dakwah Islam Aswaja yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin. Selain itu, LESBUMI juga mengembangkan berbagai program yang menyasar kalangan pelajar, santri, dan mahasiswa, seperti pelatihan sinematografi, lomba film pendek, hingga festival kaligrafi dan seni Islam.

“Program-program ini kami rancang untuk memperkuat potensi seni budaya generasi muda sekaligus menjadikan mereka bagian dari gerakan kebudayaan,” jelas pemilik Galery Kaligrafi Alif Tingkir Salatiga ini.

Dalam konteks yang lebih luas, LESBUMI berperan aktif menjaga dan mengembangkan tradisi Islam Nusantara melalui berbagai forum intelektual dan kultural. Diskusi, sarasehan, dan halaqah kebudayaan rutin digelar sebagai ruang merumuskan strategi gerakan kebudayaan. Di sisi lain, pagelaran dan festival seni budaya juga terus dilakukan sebagai sarana dakwah yang menyampaikan pesan Islam yang moderat dan toleran.

Lesbumi juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah, swasta, maupun komunitas seni, guna memperkuat upaya pelestarian warisan budaya Nusantara.

Meski demikian, Abdul Gani mengakui bahwa tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah bagaimana merangkul generasi muda yang cenderung lebih dekat dengan budaya digital dan tren kekinian. Oleh karena itu, LESBUMI terus beradaptasi dengan menghadirkan berbagai program yang relevan dengan minat generasi muda.

Beberapa di antaranya adalah pelatihan konten kreator, pengembangan sinematografi, festival musik band pelajar, hingga kegiatan kreatif seperti cosplay busana Nusantara. Melalui pendekatan ini, LESBUMI berharap mampu menjembatani tradisi dengan inovasi.

“Perkembangan seni digital dan budaya populer kami sikapi secara positif. Ini adalah peluang besar untuk mempromosikan budaya Islam Nusantara sekaligus menjangkau audiens yang lebih luas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Lesbumi juga mendorong kolaborasi antara seniman tradisional dan kreator muda melalui berbagai program lintas sektor. Kolaborasi ini melibatkan internal NU, pemerintah, swasta, hingga komunitas kreatif, termasuk pelatihan sinematografi dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) bagi kalangan santri.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam melahirkan karya-karya seni yang inovatif, relevan dengan perkembangan zaman, namun tetap berakar pada nilai-nilai budaya dan keislaman.

Pada momentum Harlah ke-64 ini, Abdul Gani juga menyampaikan pesan khusus kepada para seniman muda Nahdlatul Ulama agar terus berkarya dan tidak melupakan jati diri budaya serta nilai-nilai Islam.

“Teruslah berkarya dan jadilah generasi yang membawa perubahan positif. Seni dan budaya harus menjadi media dakwah Islam yang ramah, moderat, dan rahmatan lil alamin,” pesannya.

Ia menambahkan, sebagai bagian dari LESBUMI, para seniman dan aktivis budaya NU harus senantiasa mengingat visi besar organisasi, yakni menjadikan seni dan budaya sebagai sarana membentuk manusia yang utuh—berdimensi spiritual, berperadaban, dan berakhlakul karimah.

Dengan semangat tersebut, LESBUMI diharapkan mampu terus menghidupkan tradisi bangsa sekaligus menggerakkan peradaban umat menuju Indonesia yang bermartabat, makmur, dan mulia. (*)

Atraksi Grup Marching Band, Pendekar Silat dan Relawan Bencana Bakal Meriahkan Apel Kemanusiaan 100 Tahun NU

Lingkar.co – Grup Marching Band SMK Nusantara dan Ansor Batang dan Fatayat NU Kabupaten Kendal akan memeriahkan kegiatan Apel Kemanusiaan peringatan 100 tahun atau 1 abad NU di alun-alun Kabupaten Batang, Ahad (1/2/2026) besok.

Koordinator agenda kegiatan Pra Apel Kemanusiaan PWNU Jateng Muhammad Puji Wibowo mengatakan, rangkaian kegiatan pra apel berupa beberapa atraksi, diantaranya penampilan tiga grup marching band dari Batang dan Kendal.

“Tiga grup marching band itu adalah Ansor Glagar Wisanggeni (PC GP Ansor Batang), Gita Jala Nusantara (SMK Nusantara Batang) dan Garfa Nada Kendal (PC Fatayat NU Kendal),” kata Puji Wibowo usai rapat persiapan peringatan Harlah Se-abad NU yang diselenggarakan PWNU Jateng di Semarang, Jum’at (30/1/2026)

Menurutnya, agenda pra apel dijadwalkan akan dimulai pukul 12.00 sampai dengan pukul 14.30. Selain marching band juga akan digelar atraksi kemampuan bela diri pencak silat oleh para pendekar pencak silat NU cabang Batang.

Dia menambahkan, selain itu para relawan NU Peduli Kabupaten Batang bersama Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kabupaten Batang akan mendemonstrasikan praktek atau simulasi evakuasi pertolongan korban bencana.

Setelah itu, ujarnya, dilanjutkan agenda utama harlah seabad NU yakni apel kemanusiaan dan istighotsah kubro yang dilaksanakan di ruas jalan veteran yang menghubungkan alun-alun dan pendopo kabupaten Batang.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Jam’iyyatul Qurra wal Huffadz (JQH) NU Jateng Prof KH Ali Imron, Al Hafidz yang mengkoordinir kegiatan istighotsah mengatakan rangkaian istighotsah akan diawali dengan khotmil Qur’an.

“Setelah itu, wakil ketua PW JQHNU Jateng, KH Ahmad Baduhun Badawi akan memimpin istighotsah, naskah bacaan doa istighotsah dibagikan kepada jama’ah ketika memasuki arena istighotsah,” kata Prof Ali Imron.

Sekretaris Panitia Peringatan Harlah Se-abad NU PWNU Jateng, Wahidin Said mengatakan persiapan pelaksanaan kegiatan apel kemanusiaan dan istighotsah kubro dengan rangkaian kegiatan pendukungnya berjalan lancar.

“Dalam kegiatan istighotsah kubro Ahad malam besok , bupati Batang M. Faiz Kurniawan akan meluncurkan Program Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan Jaminan Hari Tua untuk guru-guru madrasah diniyah dan Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) Kabupaten Batang,” kata Wahidin. (*/

Didaulat PBNU, Kota Malang Siap Gelar 1 Abad Nahdlatul Ulama

Lingkar.co – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menghadiri Kick Off Hari Lahir (Harlah) 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur di Auditorium Prof. Dr. KH M. Tolchah Hasan Universitas Islam Malang (Unisma), Rabu (7/1/2026). Kota Malang, Jawa Timur.

Kota Malang resmi didaulat menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan nasional NU yang bertema ‘Memperkokoh Jam’iyah Tradisi, Kontribusi, dan Meningkatkan Peradaban’

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, dalam sambutan mengapresiasi peran strategis NU sejak sebelum kemerdekaan Indonesia hingga turut serta dalam pembangunan karakter bangsa pasca proklamasi kemerdekaan.

“NU adalah bagian sejarah yang mengakar. Kami di Pemprov Jatim bersyukur atas sinergi yang baik ini, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi,” kata Emil.

Pada kesempatan itu, Emil juga menyampaikan apresiasi atas solidaritas warga NU se-Jawa Timur yang berhasil menghimpun donasi sebesar Rp3,89 miliar untuk daerah yang terdampak bencana di Sumatra dan Aceh.

Sementara, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat yang ditunjuk sebagai Ketua Panitia Lokal menyatakan kesiapannya mengawal proses hingga terselenggaranya acara. Ia memperkirakan sebanyak 40.000 hingga 50.000 jemaah akan memadati pusat kegiatan di Stadion Gajayana pada 8 Februari 2026 mendatang.

“Kami terus berkoordinasi dengan pimpinan daerah di Malang Raya. Teknis parkir, titik drop-off, hingga jadwal kedatangan jemaah dari berbagai kota sudah kita petakan agar tidak terjadi penumpukan,” jelas Wahyu.

Dijelaskan, untuk meminimalisir kemacetan, rangkaian acara akan dimulai sejak pukul 03.00 WIB dan ditargetkan rampung pada pukul 08.00 WIB. Terkait potensi kehadiran Presiden RI, Wahyu menyebut pihaknya terus menjalin komunikasi dengan PWNU untuk penyesuaian protokol pengamanan.

“Intinya Kota Malang siap menyambut tamu dan jemaah. Kita ingin momentum satu abad ini berjalan khidmat dan membawa manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Momen Harlah 102, Lazisnu Kota Palangka Raya Luncurkan Program Koin NU

Lingkar.co – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kota Palangka Raya secara resmi meluncurkan program Koin NU di Halaman Masjid Agung Kubah Kecubung. Sabtu (8/2/2025).

Peluncuran program itu dilakukan dalam rangkaian peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-102 Nahdlatul Ulama (NU) yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Palangka Raya.

Ketua Lazisnu Kota Palangka Raya, Abdul Sani mengatakan, peluncuran program ini bertujuan untuk menguatkan kemandirian ekonomi dan meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Selain itu, kata dia, Koin NU merupakan salah satu strategi gerakan ekonomi berbasis gotong royong yang diinisiasi oleh NU.

“Program Koin NU ini merupakan ikhtiar kita dalam membangun kemandirian ekonomi umat dengan menggalang dana dari warga Nahdliyin secara sukarela. Hasilnya akan digunakan untuk kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, dan penguatan organisasi,” ujar Abdul Sani.

Menurut Abdul Sani, sistem pengelolaan Koin NU akan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Dana yang terkumpul akan didistribusikan secara tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan warga NU dan masyarakat luas.

“Kami berkomitmen untuk mengelola dana ini dengan penuh amanah dan profesionalisme, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh umat,” tambahnya.

Dirinya pun mengajak seluruh warga NU (Nahdliyin) untuk berperan aktif dalam menyukseskan program tersebut untuk memperkuat gerakan kemandirian organisasi NU.

“Kami mengajak seluruh warga NU dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung program ini dengan penuh keikhlasan. Sedikit dari kita, jika dikumpulkan, akan menjadi kekuatan besar bagi kepentingan umat,” ajaknya.

Dikatakan, dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, Lazisnu Kota Palangka Raya optimis bahwa Koin NU akan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan kesejahteraan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat, khususnya di Kota Palangka Raya.

Peluncuran Koin NU dalam peringatan Harlah ke-102 NU ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta dan jajaran pengurus PCNU Kota Palangka Raya. Mereka menyambut baik program ini sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Selain peluncuran Koin NU, peringatan Harlah ke-102 NU di Kota Palangka Raya juga diisi dengan berbagai kegiatan, seperti istighosah, pelantikan pengurus MWC NU se-Kota Palangka Raya, dan Pengukuhan pengurus Lajnah PCNU Kota Palangka Raya.

PCNU Kota Palangka Raya berharap agar program Koin NU ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi solusi konkret dalam meningkatkan kesejahteraan umat.

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Harlah Pertama PPP Tak Lolos Senayan, Gus Rommy Ajak Taubatan Nasuha

Lingkar.co – Ketua Majelis Pertimbangan DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy (Gus Rommy) mengajak jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat untuk tobat yang sungguh-sungguh atau taubatan nasuha.

Ia mengatakan, PPP untuk pertama memperingati hari lahir (Harlah) dalam kondisi terpuruk karena tidak memiliki anggota DPR di Senayan hasil pemilu 14 Februari 2024 lali.

“Tentu ini harus menjadi bahan evaluasi total seluruh pengurus dewan pimpinan pusat,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (8/1/2025).

“Untuk itu saya selalu menyerukan untuk melakukan taubatan nasuha sehubungan dengan harlah kali ini,” sambungnya.

Sebab menurutnya, peringatan harlah menjadi momen untuk mensyukuri bahwa partai politik yang didirikan oleh para kiai (ulama) masih bertahan 52 tahun. Namun di lain sisi juga menyedihkan lantaran gagal menjaga eksistensi di parlemen RI.

“Ini juga menyedihkan karena apa yang ditinggalkan para pendahulu kita tidak mampu mempertahankan,” ungkapnya.

Untuk itu, kata Gus Rommy melanjutkan, hal pertama yang harus dilakukan seluruh kader adalah melakukan penyesalan atas tidak lolosnya PPP untuk pertama kalinya.

“Kedua melakukan introspeksi bagaimana bisa sebuah partai politik yang usianya paling senior dan merupakan partai legend itu bisa tidak masuk ke Senayan dengan hanya terpaut 180.000 berarti hanya terpaut satu kursi, kurang lebih,” kata dia mulai mengurai.

Ketiga, menurut Gus Rommy, para pengurus DPP harus sadar diri agar tidak mengulangi kegagalan pada pemilihan legislatif kemarin.

Bahkan dirinya juga menilai DPP PPP dibawah pimpinan Muhammad Mardiono dan Arwani Thomafi, termasuk dirinya sebagai ketua majelis pertimbangan dan KH Musthofa Aqil Siradj sebagai ketua majelis syariah, serta Prof Mulyono sebagai ketua majelis pakar tidak memiliki landasan moral lagi untuk bisa menjabat kembali sebagai ketua pada muktamar nanti

“Karena semua kepengurusan ini telah terbukti tidak mampu mengantarkan partai ini untuk lolos,” ucapnya.

“Jadi tiga untuk taubat ini yang harus jadi penekanan untuk kader terutama unsur tidak mengulangi kembali dan ini sejalan dengan unsur yang termuat nggaran rumah tangga kita,” tegasnya. (arh)

Tepat Momen Harlah ke-3, Prima Kota Semarang Dukung Iswar Aminuddin di Pilwalkot

Lingkar.co – Dewan Pimpinan Kota (DPK) Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) Kota Semarang mendeklarasikan dukungan politiknya untuk Pilwalkot 2024 saat momen perayaan Hari Lahir Prima ke-3 yang jatuh pada 1 Juni di kantornya, Gedongsongo, Manyaran Semarang Barat, Kota Semarang, Sabtu (1/6/2024).

Partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) tersebut secara bulat mendukung sosok Iswar Aminuddin yang saat ini masih aktif menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang untuk maju dalam kontestasi pilwalkot.

Ketua DPK Prima Kota Semarang, Tomy YS menyatakan alasan Prima Kota Semarang mendukung sosok Iswar dengan melihat potensi dan rekam jejak yang dimiliki Iswar. Menurutnya, potensi dan rekam jejak Iswar tersebut sangat sejalan dengan program prioritas pembangunan kota dalam perspektif Prima Kota Semarang. Ketiganya adalah pembangunan kota berbasis kebudayaan dan wawasan lingkungan hidup, pembangunan yang memberi ruang perlindungan dan pemberdayaan perempuan, anak, dan remaja, serta pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi.

Menurut Tomy, ketiga program prioritas tersebut sejatinya terangkum dalam konsep besar kebudayaan. Ia menandaskan sebagaimana kekuatan pokok bangsa Indonesia adalah kebudayaan yang nilai-nilainya terkandung dalam Pancasila.

“Perayaan harlah Prima bersamaan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila. Di mana Pancasila adalah ruh bangsa kita yang harus dimenangkan dalam meletakkan dasar-dasar pembangunan bangsa dan negara,” ungkapnya.

Tomy menekankan, sebagaimana pemahaman pembangunan berbasis kebudayaan tersebut, sosok Iswar dianggap mempunyai kemampuan dalam memikul tanggung jawab tersebut.

“Selain Bapak Iswar Aminuddin ini memang memiliki keunggulan dalam hal pengetahuan akademik tentang tata kota, beliau juga sosok yang terbuka dalam konsep-konsep kebudayaan untuk dijadikan dasar alasan kota ini dibangun,” tambahnya.

Selanjutnya Prima Kota Semarang akan melakukan komunikasi lebih lanjut kepada Iswar untuk mendorong agar pihaknya berkomunikasi dengan partai-partai KIM. Begitu pula sebaliknya, Prima Kota Semarang berharap partai-partai KIM dapat melihat sosok Iswar sebagai bakal calon yang tepat untuk didukung.

Disinggung tentang posisi Iswar yang masih berprofesi ebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Tomy menyatakan bahwa dukungannya kepada Iswar tersebut tidak bertentangan dengan aturan tentang ASN. Menurutnya, Iswar sendiri belum terlibat dalam politik praktis secara langsung karena belum tergabung dalam partai politik maupun melakukan pendaftaran di KPU.

Sebelumnya Prima Kota Semarang sendiri telah melakukan penilaian secara internal kepada beberapa bakal calon yang mengambil dan atau sudah mengembalikan formulir pendaftaran calon walikota/wakil walikota di partai-partai politik. Dari beberapa nama yang muncul, sosok Iswar-lah yang ditetapkan Prima Kota Semarang sebagai sosok yang didukung, terlepas nantinya akan berpasangan dengan siapa dan diusung partai politik apa. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Dukung Jalan Sehat Harlah Fatayat NU ke-74, Wali Kota Semarang Beri Doorprize Umroh

Lingkar.co – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mendukung kegiatan Jalan Sehat dalam rangka Hari Ulang Tahun (Harlah) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) ke-74 Kota Semarang dengan memberikan hadiah umroh untuk 1 orang sebagai doorprize peserta jalan sehat yang beruntung.

Selain Wali Kota, ada juga sedang motor matic Honda Beat dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Iswar Aminudin, 1 buah kulkas 2 pintu dari Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah, Hj. Tazkiyatul Muthmainnah, dan 1 buah mesin cuci dari Sekretaris Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kota Semarang, H. Dipa Yustia Pasha.

“Kami ucapkan terima kasih kepada ibu Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu, Bu wali Kota yang telah memberikan hadiah umroh untuk 1 orang dalam kegiatan ini,” kata Ketua Panitia Harlah Fatayat NU, Aniqotunnafi’ah, SPd, MAk disela kegiatan yang digelar di Lapangan Garnisun, Semarang Selatan, Kota Semarang, Kamis (23/5/2024) pagi.

“Kemudian juga ada Honda Beat dari Pak Sekda, Pak Iswar dan kulkas dari Mbak Iin, Ketua Fatayat NU Jateng, juga 1 mesin cuci dari Mas Dipa, serta dari para donatur yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu, matur nuwun semuanya,” sambungnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan ada sekitar dua ribu kader Fatayat dari seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) 16 Kecamatan di Kota Semarang yang mengikuti senam bersama dan jalan sehat.

Dijelaskan, rute jalan sehat menempuh jarak sekitar 1 kilometer, dimulai dari Lapangan Garnisun, melalui Jalan Dr Soetomo, Museum Mandala Bakti Tugu Muda, Pasar Bulu, dan kembali lagi ke Lapangan Garnisun.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kota Semarang, Hj. Istighfaroh Mamnuhin, M.Pd, menyebutkan bahwa kegiatan jalan sehat dan senam bersama ini adalah puncak perayaan Harlah Fatayat NU ke-74, diikuti oleh kader dari 16 Pimpinan Anak Cabang (PAC) di Kota Semarang.

“Selain jalan sehat dan bazar murah, ada juga pameran UMKM dari Fatayat di kecamatan se-Kota Semarang,” tandasnya.

Bu nyai pengasuh PP Al Asror Gunungpati ini lanjut menjelaskan bahwa Harlah Fatayat NU sebenarnya diperingati pada 24 April setiap tahun, namun karena bertepatan dengan Idul Fitri, sehingga perayaan diundur hingga 23 Mei.

“Kegiatan diadakan Mei karena April bertepatan dengan Idul Fitri, dan banyak pengurus yang merupakan tokoh masyarakat, sehingga kegiatan diundur,” jelasnya.

Istighfaroh melanjutkan, dirinya mengapresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang atas dukungan yang diberikan selama ini. “Dukungan Pemkot Semarang terhadap Fatayat NU ini bagus, dan semakin bagus dalam bersinergi. Alhamdulillah tadi Pemkot bersedia memfasilitasi pendirian Pimpinan Ranting di Semarang Selatan,” ungkapnya.

Disinggung mengenai arah dukungan kader Fatayat untuk calon Wali Kota Semarang dalam Pilkada serentak November mendatang, Istighfaroh menegaskan bahwa Fatayat bersikap netral. Namun demikian, pihaknya berharap Wali Kota yang nantinya memimpin kota Semarang adalah sosok yang berpihak kepada perempuan.

“Secara organisasi, kami netral. Kami menginginkan Wali Kota yang terbaik, yang peduli pada perempuan, memperluas wawasan, dan memberantas kekerasan serta KDRT,” tandasnya.

Komitmen Mbak Ita

Ketua PW dan PC Fatimah NU Kota Semarang saat melepas peserta Jalan Sehat di lapangan Garnisun, Kalisari, Semarang Selatan. Foto: Rifqi/Lingkar.co

Sementara, wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyatakan komitmen dalam mendukung gerakan perempuan di kota Semarang agar lebih baik dan terbebas dari kekerasan dan sebagainya.

Sekitar dua ribu kader Fatayat NU Kota Semarang mengikuti kegiatan jalan sehat dan senam bersama untuk memperingati hari ulang tahun (Harlah) Fatayat NU ke-74. Acara tersebut berlangsung di Lapangan Garnisun, Jalan Dr Soetomo, Kota Semarang, pada Kamis pagi (23/5/2024).

Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Semarang Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu, Ketua PW Fatayat NU Jateng yang juga anggota DPRD Jateng Hj. Tazkiyyatul Muthmainnah, M.Kes serta perwakilan dari Forkopimda Kota Semarang.

“Hadiah doorprize utama berupa Umroh dari Wali Kota Semarang, sepeda motor dari Bapak Sekda, kulkas dari Ketua PW Fatayat Jawa Tengah, serta berbagai hadiah lainnya seperti mesin cuci dari para donatur,” terangnya.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, yang akrab disapa Mbak Ita, menyampaikan bahwa kader Fatayat Kota Semarang adalah perempuan-perempuan hebat yang diharapkan dapat mendorong keluarga menjadi sakinah, mawadah, warahmah.

“Saya mengucapkan selamat Harlah Fatayat NU Kota Semarang yang ke-74. Perempuan Fatayat ini diharapkan menjadi contoh bagi perempuan di Kota Semarang. Kami akan terus berkolaborasi, apalagi saya sebagai wali kota perempuan memahami kebutuhan perempuan,” ujarnya.

Mbak Ita juga menyoroti kontribusi Fatayat NU dalam kemajuan Kota Semarang, seperti adanya balai latihan kerja untuk meningkatkan keterampilan para kader.

“Fatayat bisa bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja untuk mendukung kegiatan balai latihan kerja, membuat pertanian perkotaan, menangani stunting, dan mengatasi kemiskinan. Jika perempuan sejahtera, keluarga juga akan sejahtera,” tuturnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Harlah ke-70, Pelajar NU Pati Harapkan IPNU Terus Mencetak Generasi Unggul

Lingkar.co – Tepat pada tanggal 24 Februari 2024, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNU) berusia ke-70 tahun. Usia yang tidak muda lagi bagi sebuah organisasi.

Oleh karena itu, Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kabupaten Pati berharap momentum Harlah ke-70 tahun ini dapat membuat organisasi semakin matang, sehingga dapat terus mencetak generasi yang unggul.

“Ini adalah momentum kita bersama untuk terus mencetak generasi yang unggul serta menjadi pelopor bagi para pelajar di Indonesia, termasuk di Kabupaten Pati,” kata Ketua PC IPNU Pati M. Emir Syahrizal saat dihubungi, Sabtu (24/2/2024).

Emir menjelaskan bahwa PC IPNU Kabupaten Pati saat ini fokus pada pengembangan literasi. Hal ini mengingat budaya literasi di kalangan pelajar semakin tergerus.

“Budaya IPNU adalah belajar, sehingga kami di Pati mengangkat spirit literasi. Ini juga menjadi dasar dan pondasi kami agar ke depan pelajar NU mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan pada peringatan 70 tahun IPNU ini, pihaknya fokus pada penataan internal dengan mengadakan kegiatan turun ke bawah (Turba). Hingga puncaknya nanti pada bulan Maret yang bersamaan dengan peringatan Harlah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (IPPNU) ke-69.

“Nanti puncaknya pada saat bulan Maret bertepatan juga dengan Harlah IPPNU itu kita adakan kegiatan untuk seremonial peringatan IPNU ke 70 tahun dan IPPNU ke 69,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Muntamah berharap menginjak usia 70 tahun IPNU semakin matang. Harapannya para aktivis IPNU dapat menjadi cendekiawan di bidangnya masing-masing.

“Teruslah berproses dan belajar, sehingga ke depan dapat mengamalkan ilmunya di masyarakat dan ummat,” ucap aktivis Muslimat NU ini.

“Selamat ulang tahun IPNU yang ke-70. Semoga tetap eksis dan lebih maju,” ucapnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam