Arsip Tag: Konferensi Wilayah

Prof. Ali Imron Tegaskan Tak ingin JQHNU Jateng Vakum Gara-gara PBNU Batalkan Kongres

Lingkar.co – Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Jam’iyyatul Qurra’ wal-Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Jawa Tengah, Prof. Dr. Ali Imron, AH menyatakan, dirinya tidak ingin kepengurusan organisasi para penghafal dan pecinta Al-Qur’an NU vakum gara-gara pembatalan Kongres di Jombang secara sepihak oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

“Jangan sampai JQHNU ini vakum di Jateng hanya gara-gara PBNU,” kata Ali Imron saat pembukaan Konferensi Wilayah (Konferwil) JQHNU Jateng di aula Dinas Sosial Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2026).

Menurut dia, konferwil harus tetap berlangsung meskipun belum ada kejelasan kepemimpinan di tingkat Pimpinan Pusat.

Pada kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa satu-satunya organisasi Al-Qur’an yang resmi sebagai Badan Otonom (Banom) NU hanya ada satu, yaitu JQHNU.

“Ada banyak komunitas atau atau organisasi Al-Quran, tapi organisasi Al-Qur’an yang resmi milik NU adalah JQHNU,” tegasnya.

Sementara, mantan ketua PP JQHNU, KH Syaifullah Makshum, AH menegaskan dirinya tidak pernah membawa organisasi untuk kepentingan tertentu, murni untuk menjaga Al-Qur’an dan para hafizh-hafizhat.

Terkait, Surat Keputusan (SK) kepengurusan JQHNU Jateng pasca konferwil, Syaifullah menyebut sudah menjadi kewenangan PBNU.

“Karena kami sudah di-take over. Maka SK-nya (PW JQHNU) harus dari PBNU,” ujarnya dalam sesi pembinaan organisasi.

Ia menilai, JQHNU di kabupaten maupun kota sudah mulai terbentuk dan aktif di berbagai daerah. Pembentukan PW dan PC di berbagai daerah ini merupakan pencapaian yang luar biasa.

Sebegai informasi, konferwil diikuti oleh 35 perwakilan dari PC JQHNU se-Jawa Tengah. Hadir pula dalam kesempatan itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jawa Tengah sekalian Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen. (*)

PWNU Ingatkan Tugas JQHNU Berjejaring dan Saling Menguatkan

Lingkar.co – Wakil ketua PWNU Jawa Tengah KH Mandzhur Labib mengingatkan bahwa tugas Jam’iyyatul Qurra’ wal-Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) sebagai organisasi untuk berjejaring dan saling menguatkan.

“Tugas JQHNU itu merawat para huffazh agar berjejaring dalam hal apapun,” katanya.

Gus Labib, sapaan akrabnya, mengingatkan hal itu saat mewakili KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) yang berhalangan hadir dalam pembukaan Konferensi Wilayah (Konferwil) JQHNU Jateng di aula Dinas Sosial Jawa Tengah, Sabtu (18/4/2026).

“Dalam bidang ekonomi agar para hamalatul Qur’an ekonominya bagus agar tenang menjaga Al-Qur’an karena ekonomi mapan,” jelasnya.

Selanjutnya, kata dia, berjejaring dalam pendidikan agar lahir pesantren-pesantren penghafal Al-Qur’an

Ia juga menyoroti maraknya orang yang berminat untuk menghafal Al-Qur’an, ” Para penghafal Al-Qur’an semakin hari semakin meningkat,” ujarnya.

Sejalan dengan hal itu, dirinya juga mengapresiasi pemerintah dalam mendukung hal itu.”Tahfizh itu sudah mulai masuk dunia industri, masuk dalam program televisi Keberpihakan pemerintah juga bagus. Terbukti dengan adanya beasiswa pendidikan,” tuturnya.

Meski demikian, pengasuh Pesantren Sabilunnajah Penjalin Brangsong Kendal itu juga mengingatkan bahwa ahli Al-Qur’an adalah orang istimewa, orang yang dipilih oleh Allah SWT sebagai penjaga Al-Qur’an.

Hal itu, lanjutnya, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an bahwasanya Allah menjaga Al-Qur’an melalui para penghafal dan ahli Al-Qur’an.

“Namun hal yang harus diwaspadai adalah niat menghafal Al-Qur’an. Tidak hanya karena mengejar beasiswa, tidak semata-mata untuk juara, tapi karena ikhlas menjaga Al-Qur’an,” tandasnya.

Menutup sambutan, ia mengungkapkan selamat untuk pelaksanaan Konferwil JQHNU Jateng.

“Selamat bermusyawarah, semoga melahirkan pemimpin organisasi Al-Qur’an yang memimpin para hamalatul Qur’an dengan baik,” pungkasnya. (*)

Tim Karteker Gagal Jalankan Amanah Malah Ditunjuk Jadi Pengurus Definitif, Ansor Pekalongan Minta Pimpinan Pusat Berjiwa Besar

Lingkar.co – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pekalongan, Muhammad Sholahuddin meminta Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor berjiwa besar atas kekeliruan yang dilakukan dengan melakukan Caretaker (Karteler) terhadap Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah.

“Harus berjiwa besar ketika kita ditunjuk atau diberi amanat enggak mampu jangan di paksakan,” ujarnya pada Minggu (15/12/2024).

Menurut dia, keputusan karteker diambil PP GP Ansor terhadap PW GP Ansor Jateng dengan asumsi tidak bisa melaksanakan Konferensi Wilayah (Konferwil) merupakan hal yang mengada-ada. Sebab saat itu rangkaian proses Konferwil Ansor Jateng sedang berjalan.

“Dari awal PW Ansor Jateng dikarteker itupun alasannya saya kira kurang pas. Tapi kami PC, apapun keputusan PP harus kita taati dan laksanakan,” ungkapnya.

Sholahuddin mengaku dirinya menunggu kinerja tim karteker, namun malah tidak bisa menjalankan amanah hingga habis masa berlakunya Surat Keputusan (SK) karteker, yakni tanggal 6 Desember 2024.

Penting untuk diketahui bahwa target yang ditugaskan kepada tim karteker PW GP Ansor Jateng adalah menggelar Konferwil. Namun Konferwil tersebut gagal dilaksanakan.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Sholahuddin Aly saat memberikan sambutan kegiatan Pra-Konferwil. Foto: dokumentasi
Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Sholahuddin Aly saat menyampaikan sambutan kegiatan Pra-Konferwil. Foto: dokumentasi

“Setelah adaya karteker, kami tunggu kerjanya. Eh tapi kok kayaknya nggak sesuai harapan kami, yakni bisa melaksanakan Konferwil,” tukasnya.

Setelah masa tugas tim caretaker habis pada 6 Desember lalu, Sholahuddin berharap ada keputusan yang lebih baik dari Pimpinan Pusat. Namun PP GP Ansor justru mengeluarkan Surat Keputusan bernomor.1720/PP/SK-01/XII/2024 yang menetapkan personel tim karateker yang gagal menjalankan amanah tersebut sebagai pengurus PW GP Ansor Jateng.

SK tersebut diteken langsung oleh Ketum dan Sekjen PP GP Ansor, yakni Addin Jauharuddin dan Ahmad Rifqi Al-Mubarok alis Rifqi Elmoe.

Ansor Boyolali: Ambil Alih Ansor Jawa Tengah Secara Cacat Norma, Penetapan Tim Caretaker Juga Salahi Aturan

Lingkar.co – Ketua Pimpinan Cabang PC Gerakan Pemuda GP Ansor Kabupaten Boyolali, Ahmad Kurniawan dengan tegas mengatakan bahwa pengambil alihan kepemimpinan (Caretaker) Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jateng dengan cara cacat norma dan menyalahi aturan, terlebih menetapkan tim caretaker menjadi definitif selama 1 tahun.

“Banyak kader dan pengurus Ansor yang merasa janggal dan bertanya-tanya, apa dasar Pimpinan Pusat mengeluarkan SK Caretaker untuk PW Ansor Jawa Tengah,” kata dia saat dikonfirmasi Jum’at (13/12/2024).

Sebab, lanjutnya, PW GP Ansor Jawa Tengah telah menjalankan roda kepengurusan dengan sangat baik, juga banyak prestasi yang dicapai. Namun SK caretaker tersebut muncul disaat serangkaian kegiatan Konferwil sudah berjalan.

“Jika diasumsikan bahwa tidak bisa melaksanakan Konferwil, apa pra Konferwil tidak dianggap? Apalagi ketentuan hari pelaksanaan Konferwil yang menentukan pimpinan pusat,” tukasnya.

Oleh karena itu ia menilai beragam opini yang berkembang di kalangan kader Ansor sangat wajar. “Jadi jangan heran kalau banyak kader yang berasumsi macam-macam,” tegasnya.

Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Sholahuddin Aly saat memberikan sambutan kegiatan Pra-Konferwil. Foto: dokumentasi
Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Sholahuddin Aly saat menyampaikan sambutan kegiatan Pra-Konferwil. Foto: dokumentasi

Kurniawan lantas merujuk Peraturan Organisasi (PO) Gerakan Pemuda Ansor, pada Bab VIII dibahas tentang mekanisme pembentukan kepengurusan dalam rangka mengisi kekosongan kepengurusan.

“Mekanisme pembentukan Caretaker dibahas pada bagian pertama, yang secara eksplisit dijelaskan pada Pasal 30,” ungkapnya.

Menurutnya, berdasar ayat 1 poin (a) Pasal 30, Pembentukan Caretaker dapat dilaksanakan jika terjadi kekosongan kepengurusan, yaitu: ketika masa khidmat kepengurusan atau perpanjangan masa khidmat kepengurusan berakhir tanpa penyelenggaraan konferensi atau rapat anggota sesuai jadwal yang diamanatkan;.

SK Caretaker Ansor Jawa Tengah Habis, PC Se-Jateng Desak Segera Konferwil

Lingkar.co – Surat Keputusan (SK) Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang menyatakan caretaker (Pengambilan alihan kepemimpinan) Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah telah habis masa berlakunya pada Jumat (6/12/2024).

Menyikapi hal itu, Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor se-Jawa Tengah mendesak agar PP GP Ansor segera menggelar konferensi wilayah (Konferwil) Ansor Jateng. Hal itu ditegaskan dengan terbentuknya Forum Silaturahmi PC GP Ansor se-Jawa Tengah pada hari ini, Sabtu (7/12/2024).

Ketua Forum Silaturahmi PC GP Ansor se-Jawa Tengah, Abdur Rahman menuturkan bahwa terbentuknya Forum tersebut merupakan inisiatif para kader untuk mencarikan solusi agar Konferwil Ansor Jateng bisa segera terlaksana.

“Dari temen-temen membentuk forum silaturahmi ini ya dalam rangka menjembatani mencarikan solusi, atau bahkan menjadi mediator antara pimpinan pusat dengan temen-temen PAC,” ujarnya seusai kegiatan.

Ia mengingatkan, kader GP Ansor di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) memandang Konferwil Ansor Jateng sangat penting karena untuk keberlangsungan organisasi, terutama di tingkat kecamatan yang butuh legalisasi dari tingkat provinsi.

Unggahan GP Ansor Jawa Tengah di akun Instagram. Foto: Instagram

“Temen-temen berharap itu secepat mungkin karena SK PAC itu hampir mau habis semua. Sedangkan kalau tidak ada pimpinan wilayah tidak ada yang bisa membuat SK PAC karena kewenangan membuat SK PAC itu pimpinan wilayah,” jelasnya.

Bahkan, kata dia, dalam forum yang dihadiri oleh hampir semua ketua PC GP Ansor kabupaten/kota menyatakan khawatir Ansor Jateng menjadi fakum dan mengakibatkan adanya mosi tidak percaya terhadap PP GP Ansor.

“Kalau tidak segera melakukan Konferwil, temen-temen di bawah, saya khawatir takutnya ada mosi tidak percaya kepada pimpinan pusat,” urainya.

Diminta Klarifikasi Caretaker PW Jateng, PP GP Ansor: Sabar Yah

Lingkar.co – Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor mendadak mengambil alih paksa atau Caretaker (Karteker) kepengurusan PW GP Ansor Jawa Tengah (Jateng) yang telah bersiap melaksanakan Konferensi Wilayah (Konferwil).

Saat rangkaian Pra-Konferwil berlangsung, PP GP Ansor secara mendadak mengambilalih kepengurusan dengan menunjuk Tim Caretaker Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jateng yang diketuai oleh Moesafa.

Sontak hal itu menjadi kegaduhan di internal organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama tersebut. Ketua PC GP Ansor Kota Semarang, Abdur Rahman menyebut caretaker itu merupakan tindakan yang semena-mena.

Ia menilai keputusan tersebut tidak sesuai dengan fakta yang ada. Abdur Rahman menyebut alasan yang tertulis dalam SK dengan nomor: 1079/PP/SK-01/IX/2024 tidak masuk akal.

“Caretaker pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah tidak masuk akal karena sudah ada panitia, artinya proses Konferwil sudah berjalan,” kata ketua PC GP Ansor Kota Semarang, Abdur Rahman dalam siaran persnya, Sabtu (7/9/2024) malam.

Senada, ketua PW GP Ansor Jawa Tengah yang dilengserkan, H. Sholahuddin Aly pun membantah dasar pertama karteker adalah PW GP Ansor Jawa Tengah dianggap tidak mampu menyelenggarakan Konferensi Wilayah (Konferwil).

Sholahuddin mengatakan bahwa sedianya Konferwil GP Ansor Jateng digelar di Masjid Agung Jawa Tengah Kota Semarang pada 31 Agustus 2024 lalu. Namun atas arahan dari Pimpinan Pusat pula agar pelaksanaannya diundur.

“Faktanya, semua tahapan Konferwil sudah dijalankan dengan sangat baik. Mulai Musykerwil di Kudus, pembahasan materi konferensi yang melibatkan PAC dan PC se Jateng, Pra-Konferwil di Solo, hingga pendaftaran bakal calon juga sudah dilakukan,” ungkapnya.

Klarifikasi PP GP Ansor

Menyambut penilaian kontraproduktif tersebut, media Lingkar lantas berusaha menghubungi PP GP Ansor. Saat dimintai klarifikasi oleh Lingkar.co, Ketua Umum PP GP Ansor Addin Jauharudin meminta untuk menghubungi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP GP Ansor Rifki Mubarok.

Ansor Kendal Lempar Meme, Sindir Perebutan Kekuasaan Ansor Jawa Tengah

Lingkar.co – Pengambilan alihan kepengurusan Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah secara paksa dalam proses caretaker (Karteker) yang secara otomatis membatalkan seluruh rangkaian proses persiapan Konferensi Wilayah (Konferwil).

Oleh karena itu, tim media dalam akun Instagram resmi Ansor membuat meme ungkapan berkabung dengan gambar nisan bertuliskan RIP dengan logo Ansor dan tulisan PW Ansor Jawa Tengah.

Aksi serupa juga dilakukan oleh PC GP Ansor Kabupaten Kendal. “Pernyataan Ansor Kendal bikin meme,” jawab ketua PC GP Ansor Kabupaten Kendal, M. Misbakhul Munir saat dikonfirmasi melalui aplikasi perpesanan WhatsApp pada Senin (9/9/2024).

Hanya saja, Ansor Kendal melempar meme yang lebih keras menyindir dinamika perebutan kekuasaan.

Meme pertama bergambar Superman (manusia super)yang kalah adu panco dengan pemuda kecil. Pada gambar tersebut Superman bertanya siapa sebenarnya pemuda itu yang di dijawab pemuda itu Ansor Jawa Tengah.

Ansor Kendal menggambarkan pihak luar tidak tahu kekuatan sebenarnya yang dimiliki Ansor sehingga tidak mampu mengalahkan secara sportif.

Pada meme kedua, terdapat gambar dua punakawan bertuliskan ‘Orang lain yang berebut kekuasaan, kok kita yang di carateker, itu goblok atau tolol? Pada bagian bawah, Ansor Kendal menuliskan itu sebagai suara kader pinggiran.

Melalui meme kedua, Ansor Kendal menyatakan dinamika dalam Konferensi Wilayah merupakan kontestasi politik antar calon ketua, namun yang menjadi korban justru panitia pelaksana Konferwil.

Ambil Alih Paksa Kepengurusan Ansor Jawa Tengah, Ini Surat Terbuka Untuk Adin Jauharudin

Lingkar.co – Kepengurusan Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah diambil alih atau caretaker (Karteker) oleh Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor secara paksa. Kabar tersebut menjadi viral di media sosial. Tak lama berselang muncul surat terbuka dari Hasyim Asy’ari yang menjabat sebagai Kepala Kesatuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jateng pada 2014-2017. Hasyim yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua PW Ansor Jateng pada 2010-2014 itu mengingatkan Adin Jauharudin untuk melakukan klarifikasi sebelum mengambil keputusan karteker.

“Mohon tabayyun (klarifikasi):,” demikian isi pembukaan surat terbuka tersebut

Hasyim mengingatkan bahwa alasan yang dibuat oleh Adin dalam mengambil alih kepemimpinan merupakan alasan yang mengada-ada atau tidak sesuai dengan fakta yang ada.

“Apa alasan ambil alih PW Ansor Jateng? Alasan pada bagian “Menimbang” huruf a dan b itu “mengada-ada” alias dipaksakan, tidak sesuai fakta dan mengandung kebohongan alias manipulasi. Harap Ketum hati2 dan tidak bertindak di luar aturan organisasi,” kata Hasyim pada poin pertama.

“Apakah ada bukti PW Ansor Jateng melakukan sebagaimana “tuduhan” pada huruf a? Silahkan bandingkan dangan PW PW Ansor provinsi lainnya soal produktifitas, aktifitas dan kegiatan,” lanjutnya.

Pada poin selanjutnya, Hasyim Asy’ari bahkan tidak segan menyebut bahwa PP GP Ansor melakukan intervensi terhadap PW GP Ansor Jawa Tengah.

“Apakah ada bukti panitia konferwil mengundurkan diri sebagaimana “tuduhan” mempertimbangkan huruf b? Setahu saya malah PP Ansor yang intervensi terlalu jauh dan cara-cara yang merusak tatanan organisasi,” tukasnya.

Ia lantas mengungkapkan perjuangan Ansor Jawa Tengah dalam membangun kekuatan struktur hingga merata dan solid.

“PW Ansor Jateng merintis kaderisasi dan menata organisasi sampai dengan situasi yang seperti ini, bukan hal yang mudah dan penuh dengan perjuangan lahir batin,” ungkapnya.

“Mas Addin jadi Ketum masih baru dengan penuh harapan, tapi faktanya malah “terlibat” dalam “merusak” tatanan organisasi yang diperjuangkan perlahan, bertahap dan persahabatan oleh sahabat-sahabat Ansor di Jawa Tengah,” sambungnya.

Ia pun mempertanyakan motivasi sebenarnya Adin Jauharudin berani maju dan terpilih sebagai ketua umum PP GP Ansor. “Menjadi pertanyaan besar kami, apa sebenarnya yang sedang diperjuangan dan dilakukan Mas Addin sebagai Ketum Ansor yang baru,” ujarnya.

Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) GP Ansor Jawa Tengah di Laboratorium IAIN Kudus, Sabtu (29/6/2024). Foto: Dokumentasi.
Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) GP Ansor Jawa Tengah di Laboratorium IAIN Kudus, Sabtu (29/6/2024). Foto: Dokumentasi.

Hasyim lantas mengingatkan sebuah kegiatan aksi massa yang dilaksanakan oleh Satkornas Banser di wilayah Jawa Tengah tanpa adanya pemberitahuan atau koordinasi terlebih dahulu.

Kalau itu, Hasyim tidak segan untuk menegur keras dan mendatangi unjuk kekuatan Banser yang dinilai sebatas untuk menunjukkan kekuatan politik.

“Almarhum Mas Alfa Isnaeni sbg Kasat Kornas Banser pernah saya (bersama-sama dengan Kang Ikhwan (Ichwanudin KPU Jateng sebagai Ketua PW Ansor dan Ndan Muchtar Ma’mun Nagabonar Banser sebagai Wakasat Korwil Banser Jateng) tegur keras dan saya datangi dalam sebuah kegiatan Satkornas Banser di wilayah Jateng tanpa pemberitahuan kepada kami Satkorwil Banser Jateng, sebuah kegiatan liar dan tindakan yang tidak organisatoris dan kekanak-kanakan hanya untuk unjuk kekuasaan di hadapan kami para penggerak Ansor/Banser di Jateng,” ingatnya.

Pasca Dilengserkan, Gus Sholah Bantah Alasan Ansor Pusat Caretaker Ansor Jateng

Lingkar.co – Pasca dilengserkan dari posisi Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah, H Sholahuddin Aly atau Gus Sholah akhirnya buka suara. Ia membantah alasan Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor mengambil alih kepengurusan sebagaimana tertuang dalam surat keputusan caretaker.

“Iya betul, kami memang sudah menerima surat caretaker dari Pimpinan Pusat tertanggal 6 September 2024 kemarin,” ungkap Gus Sholah pada wartawan, Senin (9/9/2024).

Ia pun menjelaskan isi surat keputusan caretaker tersebut. Dirinya membantah yang menjadi dasar pertama caretaker (Karteker) adalah PW GP Ansor Jawa Tengah dianggap tidak mampu menyelenggarakan Konferensi Wilayah (Konferwil).

Sedianya, katanya, Konferwil GP Ansor Jateng digelar di Masjid Agung Jawa Tengah Kota Semarang pada 31 Agustus 2024 lalu. Namun atas arahan dari Pimpinan Pusat pula agar pelaksanaannya diundur.

“Faktanya, semua tahapan Konferwil sudah dijalankan dengan sangat baik. Mulai Musykerwil di Kudus, pembahasan materi konferensi yang melibatkan PAC dan PC se Jateng, Pra-Konferwil di Solo, hingga pendaftaran bakal calon juga sudah dilakukan,” ungkapnya.

Ia pun menyebut setelah adanya pengambilalihan kepengurusan tersebut, maka seluruh tahapan jelang Konferwil yang telah berjalan secara otomatis sudah tidak berlaku. “Setelah caretaker maka seluruh tahapan termasuk surat-surat rekomendasi dari PAC dan PC se Jawa Tengah sudah tidak berlaku lagi,” ungkapnya.

Mengenai sikap PW GP Ansor Jateng atas adanya caretaker, pihaknya mengembalikan sikap dan upaya berikutnya pada jajaran kader di tingkat PAC dan PC.

“Saya ini menjalankan amanat organisasi berdasarkan mandataris Konferwil di Pekalongan tahun 2017 yang dipilih secara aklamasi oleh PC dan PAC se Jawa Tengah. Karena saat ini sudah dicabut oleh Pimpinan Pusat, maka sekarang semuanya saya kembalikan lagi ke sahabat-sahabat di PC dan PAC,” ungkapnya.

Ketua GP Ansor Jawa Tengah, Sholahuddin Aly (kanan) bersama Menang RI, Yaqut Cholil Qaumas dalam sebuah kesempatan. Foto: istimewa

Adapun, sebagai langkah berikutnya, Gus Sholah bersama mantan jajaran kepengurusan PW GP Ansor Jateng 2017-2024 berencana menggelar kegiatan silaturahmi dengan PC dan PAC se Jawa Tengah secara bertahap.

“Kami ingin menyapa sahabat-sahabat tercinta di PC dan PAC se Jawa Tengah. Sedianya, kami ingin pamitan saat gelaran Konferwil 31 Agustus 2024 tapi karena dibatalkan maka kami ingin datang langsung ke bawah menemui sahabat-sahabat,” tegasnya.

Sebelumnya, beredar di media sosial kabar bahwa PP GP Ansor melakukan caretaker terhadap kepengurusan PW GP Ansor Jawa Tengah menjelang pelaksanaan Konferwil yang sedianya digelar 31 Agustus 2024 lalu di Kota Semarang.

Ansor Jawa Tengah Mendadak Di-Caretaker, Konferwil Ditunda

Lingkar.co – Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor mendadak mengambil alih kepengurusan PW GP Ansor Jawa Tengah. Dengan demikian, Konferensi Wilayah (Konferwil) Ansor Jateng yang seharusnya dilaksanakan akhir Agustus atau awal September resmi batal.

Pengambil alihan kepengurusan PW GP Ansor Jawa Tengah tertuang dalam surat caretaker kepengurusan dengan nomor: 1079/PP/SK-01/IX/2024 tentang pengesahan penunjukan tim caretaker Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah tahun 2024 yang ditandatangani oleh ketua umum PP GP Ansor, H. Adin Jauharudin, dan sekretaris jenderal H. A. Rifqi Al Mubarok tertanggal 6 September 2024.

Berikut ini isi SK PP GP Ansor nomor: 1079/PP/SK-01/IX/2024

Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor,

Menimbang :

a. Bahwa tidak dilaksanakannya kewajiban Kepengurusan Pimpinan Wilayah sesuai ketentuan Peraturan Dasar GP Ansor Bab XII tentang Hak dan Kewajiban Kepengurusan, Peraturan Rumah Tangga GP Ansor Bab VIII tentang Kewajiban Kepengurusan dan Peraturan Organisasi GP Ansor tentang Pembentukan Pengurus Pimpinan Organisasi.

b. Bahwa adanya pengunduran diri Ketua Panitia Pelaksana Konferensi Wilayah GP Ansor Provinsi Jawa Tengah sehingga pelaksanaan Konferensi Wilayah GP Ansor Provinsi Jawa Tengah tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.

c. Bahwa telah dilakukan pemanggilan Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Jawa Tengah oleh Pimpinan Pusat GP Ansor pada Selasa, 13 Agustus 2024.

d. Bahwa telah dilakukan koordinasi antara Pimpinan Pusat GP Ansor dengan Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Jawa Tengah tentang pelaksanaan Konferensi Wilayah GP Ansor Provinsi Jawa Tengah.

e. Bahwa telah dilakukan mediasi antara Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Jawa Tengah dengan Panitia Konferensi Wilayah GP Ansor Provinsi Jawa Tengah.

f. Bahwa dalam rangka pelaksanaan amanat Kongres XVI GP Ansor Tahun 2024 maka perlu adanya legalitas kepengurusan guna menjalankan Konferensi Wilayah untuk menghasilkan Program Kerja dan Susunan Pengurus masa khidmah berikutnya. Bahwa perlu adanya penunjukan Tim Caretaker Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024.

h. Bahwa nama-nama tersebut dalam lampiran Surat Keputusan ini dipandang mampu mengemban tugas-tugas sebagai Tim Caretaker.

i. Bahwa untuk kepentingan tersebut perlu diterbitkan Surat Keputusan Pimpinan Pusat GP Ansor Tentang Pengesahan Penunjukan Tim Caretaker Susunan Pengurus Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024.

Mengingat:

a. Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga GP Ansor.

b. Peraturan Organisasi GP Ansor Tentang Pembentukan Kepengurusan Pimpinan Organisasi.

Memperhatikan

a. Kesepakatan yang diputuskan dalam Rapat Harian Pengurus Pimpinan Pusat GP Ansor Tanggal 06 September 2024

Memutuskan :

  1. Mengesahkan Penunjukan Tim Caretaker Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024 sebagiamana terlampir.
  2. Memberi amanat yang berupa tugas, wewenang dan tanggung jawab kepada Tim caretaker dimaksud untuk menyelenggarakan Konferensi Wilayah.
  3. Surat Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai dengan terselenggaranya Konferensi Wilayah atau selambat-lambatnya sampai dengan tanggal 06 Desember 2024, dan apabila terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Adapun lampiran Pengesahan Penunjukan Tim Caretaker Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024 sebagai berikut: