Arsip Tag: ulang

Imbas Adanya Kotak Kosong, Bawaslu Siapkan Perbawaslu Pilkada Ulang

Lingkar.co – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI telah menyiapkan rancangan Peraturan Bawaslu (Perbawaslu) mengenai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ulang karena terdapat sejumlah daerah yang melawan kotak kosong.

“Sudah (buat rancangan Perbawaslu, Red). Begitu KPU sudah buat, kami buat karena kami akan mengikuti polanya KPU mau tidak mau,” kata Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, dikutip dari Antara pada Rabu (18/9/2024).

Di sisi lain, dia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memengaruhi masyarakat untuk memilih kotak kosong pada Pilkada 2024.

“Nah itu yang kemudian kami sampaikan, kami penyelenggara tidak pada tempatnya untuk kemudian (mengajak, Red) memilih atau tidak memilih kotak kosong. Ini terserah kepada masyarakat,” ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa sesuai dengan kesepakatan rapat dengar pendapat Komisi II DPR RI pada Selasa (10/9/2024), maka penganggaran pilkada ulang akan diambil alih pemerintah pusat kalau anggaran di daerah tidak mencukupi.

Sebelumnya, RDP Komisi II DPR RI dengan Kementerian Dalam Negeri, Komisi Pemilihan Umum RI, Bawaslu RI dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu RI pada Selasa (10/9/2024), menyepakati bahwa pilkada ulang diselenggarakan pada 2025 bila kotak kosong menang melawan calon tunggal.

Selanjutnya, RDP memutuskan Komisi II DPR RI akan membahas lebih lanjut bersama Kemendagri, KPU RI, Bawaslu RI, dan DKPP RI mengenai Peraturan KPU (PKPU) yang mengatur tentang penyelenggaraan pilkada dengan satu pasangan calon pada rapat kerja dan RDP yang akan datang.

“Nanti kita lanjutkan tanggal 27 September untuk draf PKPU-nya,” kata Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung sebelum menutup RDP Komisi II tersebut. (*)

Rencana Bangun Ulang Pasar Ngawen Telan Biaya 25 M, Bupati Arief Datangi Kementerian Perdagangan RI

Lingkar.co – Bupati Blora, H. Arief Rohman mendatangi Kementerian Perdagangan RI, Jumat (12/1/24). Orang nomor satu di Blora ini terkai rencana membangun ulang Pasar Ngawen yang ditaksir bakal menelan biaya Rp 25 miliar.

Bupati datang didampingi Kepala Dindagkop UKM Blora, Kiswoyo. Keduanya diterima oleh Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Drs. Isy Karim MSi dan Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik, Sri Sugyatmono, SE, MM.

Kepada kedua pejabat itu, Bupati Arief melaporkan kejadian kebakaran Pasar Ngawen, yang dulunya merupakan hasil bantuan dari Kementerian Perdagangan tahun 2017. Ia pun berharap ada skema bantuan untuk kembali membangun pasar tersebut.

”Besar harapan kami, Kementerian Perdagangan bisa membantu skema pembangunan ulang Pasar Ngawen yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 25 Miliar,” ungkap Bupati Arief.

Sebagai informasi, Pasar Ngawen, Blora terbakar Selasa (9/1/24) siang sekitar pukul 14.00 WIB. Kerugian yang ditimbulkan cukup besar, yakni mencapai Rp 30 Miliar lebih. Menurut penjelasan Kepala Dindagkop UKM Blora, Kiswoyo, taksiran kerugian mencapai sekitar Rp 30,69 miliar.

Rincian kerugian itu, nilai bangunan Rp 15,5 Miliar, kerugian 60 pedagang kios sebesar Rp 608 juta, kerugian 800 pedagang los Rp 14,29 Miliar, kerugian 150 pedagang dasaran Rp 300 juta.

Rabu (10/1/23), Bupati Arief Rohman tinjau langsung ke lokasi dan membeberkan sejumlah langkah yang akan diambil Pemkab Blora, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Menyadari bahwa untuk membangun kembali Pasar Ngawen butuh dana besar, bisa mencapai puluhan miliar rupiah, Bupati Arief Rohman mengambil langkah langit untuk mencari solusi.

Untuk solusi jangka panjang, Bupati minta Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM segera membuat surat pengajuan bantuan pembangunan pasar yang ditujukan kepada Kementerian Perdagangan.

Bahkan di lokasi kebakaran, Direktur Kementerian Perdagangan yang kebetulan orang Blora langsung di video call dan dilapori musibah kebakaran itu. Pertimbangannnya, dulu bangunannya bantuan dari Kementerian Perdagangan.

Tidak hanya komunikasi melalui HP, Bupati Arief Jumat (12/1/24) akan langsung mendatangi Kementerian Perdagangan RI untuk audiensi.

“Karena kebutuhan pembangunan pasar ini nilainya besar. Berdasarkan saran melalui sambungan video call, permohonan anggaran pembangunan pasar akan diajukan bersama ke Kementerian Perdagangan dan Kementerian PUPR. Mohon do’anya nggih, semoga upaya kami diberikan kelancaran,” ungkap Bupati.

Rencana Bangun Ulang Pasar Ngawen Telan Biaya 25 M, Bupati Arief Datangi Kementerian Perdagangan RI. Foto: dokumentasi

Lanjut ke Kementerian PUPR

Masih dalam rangka mencari dekengan pusat, usai dari Kementerian Perdagangan, Bupati Blora yang akrab dipanggil Mas Arief itu melanjutkan kunjungannnya ke Ditjen dan Setjen SDA Kementerian PUPR.

Di kementerian PUPR, Bupati bertemu dengan sahabat lama Ir Lucky H Korah Msi, yang pernah menjadi Sesmen Kementerian PDT dan kini menjadi tenaga ahli Menteri PUPR bidang SDA. Juga ada Airlangga Mardjono ST MT yang merupakan diaspora Blora, juga Muhammad Adil Rizaldi ST M Tech yang direktur Bina Operasi dan pemeliharaan SDASDA yang pernah menjadi Kepala BBWS
Pemali Juana.

Sementara itu, saat di Setjen Kementerian PUPR Bupati bertemu dengan Kepala Pusat Fasilitasi Infrastruktur Daerah, Krisno Yuono, ST MT.

Di Kementerian PUPR, Bupati Arief lebih banyak membahas rencana pembangunan SDA di Kabupaten Blora. Salah satunya mendorong pengembangan Embung Karangjati (Blora Kota), yang ternyata masuk Perpres 79 tahun 2019. Serta mengajukan sejumlah usulan pembangunan infrastruktur daerah agar mendapat bantuan dari pusat. ”Semoga upaya kami untuk Blora mendapatkan hasil terbaik.”

Sebelum di Kementerian PUPR Mas Arief juga sempatkan silaturahmi dengan Bayu Khrisnamurthi, yang kini menjabat Dirut Perum Bulog. Bayu Khrisnamurthi mempunyai darah Blora. Ibunya asli Ngawen. Pernah menjadi Wamendag, Wakil Menteri Pertanian, Komisaris utama RNI dan masih aktif sebagai guru besar IPB Bogor.

Dengan pengalaman dan jaringan yang dipunyai, Bupati Arief berharap Bayu Khrisnamurthi, bisa membantu dalam upaya pembangunan Pasar Ngawen. Dulu pembangunan Pasar Ngawen bisa dibangun salah satunya juga didukung oleh Dirut Perum Bulog. (Adv)

Proses Revitalisasi Curug Sewu Bermasalah, Minta Tender Ulang

Lingkar.co – Program revitalisasi Curug Sewu sudah selesai pada babak lelang. Bahkan sudah ditentukan pemenang. Akan tetapi ada temuan masalah dalam prosesnya. Salah satu peserta lelang proyek mengajukan tender ulang.

Temuan permasalahan dalam proses lelang revitalisasi Curug Sewu berupa kesalahan dokumen pemilihan yang dilakukan Kelompok Kerja (Pokja) 12. Jika tidak diselesaikan, kesalahan itu bisa berakibat fatal pada proses revitalisasi nanti.

Oleh karenanya, salah satu peserta lelang yakni CV Sosrobahu Indo Perkasa melayangkan surat sanggahan terhadap temuan itu kepada Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kendal.

“Ada tiga temuan kesalahan dalam dokumen pemilihan itu. Kalau tidak diklarifikasi, peserta tender lainnya bakal rugi dan tereliminasi tidak fair,” kata Direktur CV Sosrobahu Indo Perkasa, Koko Raharjo kepada awak media lingkar, Rabu (16/8/2023).

Menurut Koko, dalam dokumen sanggah banding itu tertuju pada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang seharusnya ditujukan kepada Pengguna Anggaran. Lalu tercantum Pokja 10 sebagai yang menangani tender. Padahal proses tender ditangani oleh Pokja 12.

“Lalu terkait masa pelaksanaan selama 200 hari. Artinya proyeknya selesai 2024. Padahal revitalisasi Curug Sewu harus selesai tahun ini, tidak mungkinkan tahuna anggaran 2023 diselesaikan tahun 2024” ungkapnya.

Atas temuan itu, Koko pun meminta tender ulang untuk program revitalisasi Curug Sewu. Dia menyebut dalam proses ini pihaknya menawarkan nilai tender Rp 8,5 miliar.

“Yang menang itu penawarannya Rp 9,9 miliar. Kami harap ada tender ulang akibat temuan itu. Karena kesalahannya bisa masuk ke ranah hukum juga,kami juga curiga apakah pemenag tender memenuhi semua persyaratan atau tidak, kalua menurut saya kalua memang ini banyak kesalahan pokja batalkan saja kemudian ulang tender baru,” harapnya.

Sementara, Kepala Disporapar Kendal, Achmad Ircham Chalid saat dikonfirmasi mengaku sudah menerima surat sanggah banding yang diajukan CV Sosrobahu Indo Perkasa. Dia mengatakan, program revitalisasi Curug Sewu menjadi salah satu porgram strategis Pemkab Kendal. Yakni dengan nilai anggaran Rp 10 miliar bersumber dari APBD Kendal.

“Ya kami telah menerima surat Sanggah Banding dengan Nomor 009/SIP/VIII/2023 perihal Sanggah Banding Hasil Tender Pekerjaan Penataan dan Pembangunan Daya Tarik wisata (DTW) Curugsewu. Kami akan pelajari dan tindaklanjuti,” ujarnya singkat. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat