Anggaran Covid-19 dan PEN Membengkak Jadi Rp744,75 Triliun

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. FOTO: Ist\Lingkar.co
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. FOTO: IstLingkar.co
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

JAKARTA, Lingkar.co - Pemerintah melalui Menkeu Sri Mulyani memutuskan menambah alokasi anggaran penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) menjadi Rp744,75 triliun. Jumlah ini lebih besar dari pagu anggaran sebelumnya sebesar Rp699,43 triliun.

Penambahan anggaran tersebut, diungkapkan Menkeu Sri Mulyani Indrawati, dalam konferensi pers virtual, Sabtu (17/7/2021) malam.

"Untuk program penanganan Covid-19 dan PEN, sekarang dengan keputusan yang tadi sudah ada persetujuan oleh Bapak Presiden akan naik menjadi Rp744,75 triliun," kata Sri Mulyani.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Menkeu Sri Mulyani, menjabarkan anggaran untuk program perlindungan sosial meningkat menjadi Rp187,84 triliun, naik Rp33,9 triliun dari sebelumnya Rp153,86 triliun.

Alokasi anggaran terbesar, kata Sri Mulyani, masih untuk program kesehatan, yakni sebesar Rp214,95 triliun. Jumlah tersebut naik dari anggaran sebelumnya sebesar Rp193,93 triliun.

Menurut Sri Mulyani, penambahan anggaran kesehatan sudah termasuk perkiraan kenaikan klaim pasien Covid-19, penambahan rumah sakit darurat, hingga percepatan vaksinasi yang berkaitan dengan penebalan PPKM.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Alokasi kenaikan tersebut karena pemerintah berencana menambah sejumlah bantuan dan subsidi. Seperti bantuan sosial, subsidi beras, subsidi tagihan listrik dan abonemen listrik, hingga subsidi kuota belajar.

Baca Juga:
Penumpang KRL Yogya-Solo Anjlok 61 Persen akibat PPKM Darurat

Sedangkan, program lainnya dalam PC-PEN, kata Sri Mulyani, masih dalam alokasi anggaran yang tidak jauh berbeda setelah evaluasi program yang telah berjalan.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Untuk insentif usaha Rp62,83 triliun, UMKM sedikit turun karena lebih pada kredit untuk penjaminan modal kerja, tapi bukan pemberian bantuan tunai," ujar Sri Mulyani.

Kemudian, ujarnya, terdapat tambahan Rp900 miliar dalam anggaran program prioritas, sehingga jumlahnya menjadi Rp117,9 triliun. 

Sementara anggaran untuk dukungan usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM) serta korporasi turun Rp10,57 triliun menjadi Rp161,2 triliun.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Jadi, dana PEN dan penanganan Covid-19 naik dari Rp699,43 triliun menjadi Rp744,75 triliun," ujarnya.

Kenaikan Anggaran Rp55,2 Triliun

Dengan perubahan anggaran PC-PEN itu, maka akan terdapat kenaikan Rp55,2 triliun. Menkeu Sri Mulyani menyebut akan terus menyisir anggaran-anggaran di kementerian/lembaga yang bisa dialihkan untuk anggaran penanganan Covid-19 dan PEN.

"Secara total terdapat penambahan anggaran Rp45,32 triliun. Namun, berdasarkan kalkulasi Kementerian Keuangan, kebutuhan tambahan anggaran yang sebenarnya mencapai Rp55,21 triliun," jelasnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Ia pun menegaskan, akan melakukan refocusing lagi untuk terus meneliti dan menyisir anggaran, baik di kementerian/lembaga maupun daerah. Agar semua tujuan prioritasnya adalah membantu rakyat menangani Covid-19, dan untuk membantu agar dunia usaha bisa pulih kembali.

"Akan dilakukan reprioritisasi belanja negara. Kami akan refocusing, supaya semua ditujukan prioritasnya membantu rakyat menangani Covid-19 dan membantu dunia usaha agar bisa pulih kembali," ujar Sri Mulyani. *

Penulis : M. Rain Daling

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Editor : M. Rain Daling

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu