Iklan

Anggaran Perbaikan Jalan Provinsi Kunduran-Blora Dipangkas Jadi Rp2 Miliar

Inti berita

Rencana perbaikan ruas jalan provinsi Kunduran-Blora pada 2026 mengalami pemangkasan anggaran secara signifikan. Alokasi dana yang sebelumnya mencapai Rp14…

Jalan Kunduran-Blora Segera Diperbaiki, Pemprov Anggarkan Rp14,7 Miliar
Jalan Kunduran-Blora yang kondisinya rusak. Foto: Istimewa.

Rencana perbaikan ruas jalan provinsi Kunduran-Blora pada 2026 mengalami pemangkasan anggaran secara signifikan. Alokasi dana yang sebelumnya mencapai Rp14 miliar kini hanya tersisa Rp2 miliar setelah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merevisi pagu anggaran melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur.

Pemangkasan anggaran tersebut berdampak langsung pada rencana pekerjaan yang telah disusun. Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Purwodadi pun harus menyesuaikan kembali Detail Engineering Design (DED) agar sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

Pelaksana Tugas (Plt) Subkoordinator Wilayah II BPJ Purwodadi, Andila, mengatakan pengurangan anggaran dilakukan karena keterbatasan fiskal daerah, sementara kebutuhan perbaikan jalan provinsi juga meningkat di berbagai kabupaten.

"Dengan adanya perubahan alokasi anggaran sesuai SK Gubernur Jawa Tengah dari semula Rp14 miliar menjadi Rp2 miliar, maka DED pekerjaan juga harus disesuaikan," kata Andila, Selasa (28/7/2026).

Ia menjelaskan, penyesuaian anggaran hanya terjadi pada ruas Kunduran-Blora. Sementara dua ruas jalan provinsi lainnya di Kabupaten Blora, yakni Singget-Doplang-Cepu dan Todanan-Ngawen, tidak mengalami perubahan karena masih mengacu pada alokasi yang ditetapkan melalui Peraturan Kepala Daerah (Perkada) Jawa Tengah.

"Singget-Doplang-Cepu dan Todanan-Ngawen masih tetap sesuai Perkada. Yang berubah hanya ruas Kunduran-Blora karena anggarannya menjadi Rp2 miliar," ujarnya.

Meski anggaran menyusut drastis, BPJ Purwodadi tetap mengusulkan penanganan sejumlah titik yang dinilai paling mendesak. Sejumlah ruas yang mengalami kerusakan berat bahkan diusulkan mendapatkan penanganan permanen melalui betonisasi.

"Kami tetap mengusulkan berdasarkan kondisi lapangan. Bersama tim balai, kami akan memetakan titik-titik prioritas agar penanganannya dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melalui unggahan di akun Instagram resminya pada 30 Juni 2026 mengumumkan daftar proyek pembangunan jalan provinsi yang dibiayai melalui APBD Murni, APBD melalui Perkada, dan Program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).

Dalam daftar tersebut, ruas Kunduran-Ngawen-Blora semula memperoleh alokasi Rp14,4 miliar melalui skema Perkada. Selain itu, ruas Singget-Doplang-Cepu mendapat Rp28,6 miliar dan ruas Todanan-Ngawen Rp3 miliar.

Namun berdasarkan SK Gubernur terbaru, alokasi untuk ruas Kunduran-Blora direvisi menjadi hanya Rp2 miliar. Sementara ruas Singget-Doplang-Randublatung-Cepu serta Todanan-Ngawen masing-masing tetap memperoleh alokasi Rp5,2 miliar melalui APBD Murni 2026.

Revisi tersebut membuat proyek perbaikan ruas Kunduran-Blora harus diprioritaskan pada titik-titik yang paling membutuhkan penanganan, sembari menunggu dukungan anggaran pada tahap berikutnya.

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu