Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mulai melakukan pematangan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kecamatan Cepu. Tahap awal proyek tersebut dibiayai melalui APBD Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2026 dengan anggaran mencapai Rp12,63 miliar.
Lahan yang disiapkan memiliki luas sekitar 7 hektare dan berada di area persawahan eks bengkok Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu. Saat ini, proses penimbunan dan pematangan lahan dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi, mengatakan penyiapan lahan menjadi tahapan penting agar lokasi pembangunan Sekolah Rakyat memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah pusat.
"Memang kabupaten diminta clear and clean untuk Sekolah Rakyat. Sehingga kita kasih dulu penimbunan," kata Luluk, Sabtu (8/8/2026).
Menurutnya, pekerjaan tidak hanya berupa pengurukan lahan, tetapi juga mencakup persiapan akses masuk menuju lokasi. Seluruh pekerjaan disesuaikan dengan desain yang telah disiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen.
Pemkab Blora, lanjut Luluk, juga telah menyelesaikan proses terkait status lahan, termasuk pengurusan Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Hal itu dilakukan untuk memastikan lahan yang disiapkan dapat digunakan sebagai lokasi pembangunan.
"Untuk persiapan lahan ini dari APBD di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum. Kita selalu melaporkan ke Kementerian Sosial maupun Kementerian Pekerjaan Umum," ujarnya.
Pekerjaan pematangan lahan tersebut ditargetkan berlangsung selama 90 hari kalender. Setelah pekerjaan selesai, pemerintah pusat akan melakukan survei untuk melihat kesiapan lokasi sebelum pembangunan gedung dimulai.
Hingga kini, Pemkab Blora masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat mengenai tahapan pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen. Blora berharap dapat masuk dalam pembangunan batch 2 atau batch 3.
"Kita berharap Kabupaten Blora segera mendapat bangunan permanen. Seperti di Kabupaten Rembang. Yang baru ini masuk Kabupaten Jepara. Semoga kita di batch 2 ini atau di batch 3 ini kita dapat masuk," kata Luluk.
Ia mengatakan investasi daerah melalui penyediaan dan pematangan lahan tersebut diharapkan dapat mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Blora.
"Kita berharap pembangunan Sekolah Rakyat permanen terbangun di Kabupaten Blora," ujarnya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) proyek, Anex Fachrian, mengatakan pekerjaan pengurukan telah dimulai sejak akhir Juli 2026.
"Saat ini sudah dimulai, waktu pelaksanaan sesuai kontrak 90 hari," katanya.
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan tersebut bernama Penimbunan untuk Sekolah Rakyat Kecamatan Cepu. Nilai kontraknya mencapai Rp12,63 miliar dan bersumber dari APBD Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2026.
Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Sejahtera Tehnik dengan konsultan pengawas CV Mbolo Konsultan. Kontrak ditandatangani pada 28 Juli 2026 dan pekerjaan dimulai 30 Juli 2026 dengan jangka waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender.