Iklan

BMKG Peringatkan Gempa Megathrust Kemungkinan Akan Terjadi

Inti berita

BMKG beri peringatan akan terjadinya gempa berkekuatan besar hingga berpotensi Tsunami di Selat Sunda juga berpotensi Gempa di darat.

Foto: Potensi gempa

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan waspada terkait potensi gempa bumi megathrust Selat Sunda yang diprediksi dapat mencapai magnitudo 8,9. 

Selain guncangan tanah yang kuat, gempa bumi di dasar laut ini berpotensi memicu gelombang tsunami yang mengancam wilayah pesisir Jawa Barat, Banten, Jakarta, hingga Lampung.

Berdasarkan pemodelan data dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), gelombang tsunami yang menjalar dari Selat Sunda membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam untuk mencapai pesisir utara Jakarta dengan estimasi ketinggian gelombang 1,5 meter.

Potensi Gempa Megathrust yang dapat membahayakan di darat maupun laut dengan potensi Tsunami

Sementara, ancaman gelombang tsunami di kawasan pesisir Banten dan Jawa Barat diproyeksikan jauh lebih tinggi dibanding wilayah utara Jakarta atau lebih dari 1,5 meter dikarenakan jarak yang lebih dekat.

Kewaspadaan ini kian menjadi sorotan lantaran sepanjang tahun 2026 telah terjadi 10 kali gempa megathrust di berbagai belahan dunia, di mana dua kejadian di antaranya melanda Indonesia, yaitu gempa NTT (M 7,7) dan gempa Bitung (M 7,2).

Ancaman Guncangan Bangunan dan Sesar Aktif di Darat 

Selain ancaman gelombang tinggi (Tsunami) di pesisir pantai, guncangan gempa megathrust Selat Sunda berisiko hingga ke darat merusak struktur gedung dan permukiman warga. 

Khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang berdiri di atas lapisan tanah aluvial lunak, getaran gempa akan terasa jauh lebih kuat. Di saat yang sama, wilayah daratan Jawa Barat dan Jakarta juga menghadapi potensi risiko dari sesar aktif darat seperti Sesar Cimandiri. 

Hingga saat ini belum ada teknologi di dunia yang mampu memprediksi waktu dan lokasi pasti terjadinya gempa megathrust. 

Oleh sebab itu, masyarakat di kawasan pesisir diimbau untuk terus memantau Early Warning System (EWS) BMKG dan segera melakukan evakuasi mandiri jika merasakan guncangan gempa kuat berdurasi lama atau bertekanan di atas magnitudo 7,0.

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu