Cegah Penyakit Ginjal Sejak Dini, Poltekkes Ajak Santri Terapkan Pola Hidup Sehat

Inti berita

Lingkar.co - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Poltekkes Kemenkes Semarang mengajak santri untuk menerapkan pola hidup sehat, utamanya untuk…

Cegah Penyakit Ginjal Sejak Dini, Poltekkes Ajak Santri Terapkan Pola Hidup Sehat
Para santri Pesantren Al-Badriyah 2, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak saat mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan yang digelar oleh tim pengabdian masyarakat dari Poltekkes Kemenkes Semarang. Foto: dokumentasi
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) Poltekkes Kemenkes Semarang mengajak santri untuk menerapkan pola hidup sehat, utamanya untuk mencegah penyakit ginjal. Masa remaja seperti santri yang masih belajar pada jenjang pendidikan menengah pertama merupakan periode penting untuk membentuk kebiasaan hidup sehat, seperti mencukupi kebutuhan air putih, mengurangi konsumsi minuman manis, membatasi makanan tinggi garam, serta rutin beraktivitas fisik.

Ketua Tim Pengabmas Poltekkes Semarang, Nanang Qosim mengatakan, pencegahan penyakit ginjal kronis pada remaja terus diperkuat melalui pendekatan edukatif yang menyasar kelompok usia sekolah seperti kegiatan pemeriksaan kesehatan dan edukasi Santri Peduli Ginjal (SPG) yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Badriyah 2, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak 

“Melalui Gerakan SPG atau Santri Peduli Ginjal, kami ingin menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini agar santri memahami pentingnya menjaga kesehatan ginjal melalui langkah-langkah sederhana,” ujarnya, Minggu (21/6/2026).

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

BACA JUGA: Peningkatan Kesadaran Pola Hidup Sehat Berdampak Pada Industri

Ia menyebut meningkatnya kasus penyakit ginjal kronis di Indonesia dipengaruhi perubahan pola hidup dan minimnya deteksi dini. Oleh karena itu edukasi kesehatan menjadi langkah strategis untuk menanamkan kesadaran sejak usia muda. 

"Penyakit ginjal kronis kerap berkembang tanpa gejala pada tahap awal sehingga banyak penderita baru mengetahui kondisinya ketika fungsi ginjal telah menurun," paparnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Nanang juga menyinggung ajaran Islam terkait menjaga kesehatan sebagai bentuk tanggung jawab manusia dalam menjaga amanah yang diberikan Allah SWT. Menurutnya, upaya menjaga kesehatan, termasuk mencegah penyakit ginjal, sejalan dengan kaidah fikih yang menjelaskan tentang kemudaratan harus dihilangkan.

BACA JUGA: Peran Pesantren KH Sholeh Darat

“Menjaga kesehatan ginjal berarti menjaga kehidupan, menjaga kemampuan beribadah, menjaga masa depan, dan menjaga amanah yang telah Allah titipkan kepada kita,” katanya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Sementara, anggota tim Pengabmas Poltekkes, Salikun, M.Kes menjelaskan bahwa ginjal merupakan organ vital yang berfungsi menyaring darah, membuang zat sisa metabolisme melalui urine, menjaga keseimbangan cairan tubuh, mengatur tekanan darah, serta membantu menjaga kesehatan tulang.

Ia bilang, penyakit ginjal kronis berkembang secara perlahan dan sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Maka dari itu ia mengingatkan para santri untuk mewaspadai gejala seperti mudah lelah, bengkak pada kaki atau wajah, mual, sakit kepala, adanya darah dalam urine, serta perubahan frekuensi buang air kecil.

BACA JUGA: Sampah Menggunung Ganggu Kesehatan

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Ia juga menyoroti berbagai kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal, seperti kurang minum air putih, terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi garam dan minuman manis, kurang berolahraga, begadang, serta menahan buang air kecil.

Sebagai langkah pencegahan, Salikun mengenalkan gerakan CERDIK, yaitu Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat yang cukup, serta Kelola stres.

“Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Kami berharap para santri dapat menjadi agen perubahan dan menyebarluaskan pesan hidup sehat kepada keluarga maupun masyarakat sekitar,” pesannya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

BACA JUGA: Ikhtiar Kementerian Kesehatan Kurangi Perokok Pemula

Sebagai informasi, kegiatan pemeriksaan kesehatan dan edukasi SPG meliputi mengecek tekanan darah, berat badan, tinggi badan, lingkar badan, serta pemeriksaan gula darah. Peserta juga mengikuti pretest untuk mengukur tingkat pengetahuan awal terkait pencegahan penyakit ginjal. Sebagai media edukasi berkelanjutan, para santri menerima leaflet pencegahan penyakit ginjal. 

Sebagai bentuk komitmen, para santri mendeklarasikan Gerakan SPG dengan mengucapkan ikrar untuk menjaga kesehatan ginjal melalui konsumsi air putih yang cukup, mengurangi minuman manis, menerapkan pola hidup sehat, serta mengajak teman-teman untuk peduli terhadap kesehatan ginjal.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Pengasuh Pesantren Al-Badriyah 2 Rayungkusuman, Kiai Ahmad Dliya'uddin Zabidi Al-Hafizh mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi kesehatan sangat penting untuk menerapkan gaya hidup sehat di lingkungan pesantren. (*)

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu