Didatangkan dari Ragunan, Kapibara Lahirkan Anak di Semarang Zoo

Inti berita

Lingkar.co - Seekor Kapibara yang didatangkan dari Taman Satwa Ragunan melahirkan dua anak di Taman Satwa Semarang atau Semarang Zoo. Lahirnya anakan hewan…

Didatangkan dari Ragunan, Kapibara Lahirkan Anak di Semarang Zoo
Induk Kapibara dan dua anaknya di Semarang Zoo. Foto: Rifqi/Lingkar.co
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Seekor Kapibara yang didatangkan dari Taman Satwa Ragunan melahirkan dua anak di Taman Satwa Semarang atau Semarang Zoo. Lahirnya anakan hewan pengerat itu menambah keberhasilan kebun binatang ini sebagai lembaga konservasi setelah sebelumnya seekor Sitatunga melahirkan satu anak.

 

Sepasang Sitatunga, 4 kapibara satu jantan dan tiga betina merupakan salah satu koleksi satwa terbaru hasil tukar-menukar satwa yang tidak dilindungi. Kedua jenis satwa herbivora itu didatangkan dari Taman Satwa Ragunan jelang pertengahan tahun 2025 lalu.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

 

Dokter Hewan di Semarang Zoo, drh. Nurul Fauziah mengungkapkan, saat ini anakan Kapibara berusia hampir 1 bulan. Saat ini mereka dalam kondisi sehat dan diasuh langsung oleh induknya. Namun demikian, kedua anakan tersebut belum bisa diidentifikasi jenis kelaminnya.

 

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Kondisinya, alhamdulilah sehat, dan masih terpantau diasuh oleh induknya. Tapi belum bisa diketahui jenis kelaminnya kalau hanya dengan melihat saja," kata Nurul saat dikonfirmasi media Lingkar.co, Jumat (5/6/2026)

 

Ia bilang, setiap kematian dan kelahiran satwa dilaporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Jika ada yang mati, juga dijelaskan dalam laporan hasil autopsi. Hal itu berlaku untuk semua satwa yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi undang-undang.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

 

"Saat ini administrasi pelaporan tambahan satwa masih kita proses. Jadi belum kita laporkan ke BKSDA," ungkapnya.

 

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Terkait kesehatan satwa secara umum, ia menjelaskan pemeriksaan kesehatan dilakukan secara rutin. Kesehatan satwa dipantau melalui laporan yang diterima dari kiper (penjaga satwa) dan mengecek fisik secara langsung.

 

"Kita melihat keterangan dari para kiper-kipernya, kemudian kita cek sendiri satwanya. Nadi, nafas dan cek fisik. Biasanya kalau ada yang sakit pasti melawan kalau kita pegang," jelasnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

 

Selain itu, lanjutnya, pemberian vitamin dan variasi pakan satwa juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan satwa.

 

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Pengunjung dilarang memberikan makanan apapun kepada satwa, kecuali yang sudah disediakan oleh petugas," pesannya.

 

Sementara Kiper yang merawat Kapibara, Rizky mengatakan tidak ada masalah selama merawat satwa karena Kapibara merupakan termasuk dalam kategori herbivora jenis hewan pengerat. 

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

 

"Gampangnya karena hewan pengerat kan, kayak hewan pengerat lain, dia condongnya ke sayur-sayuran, makanan kesukaannya jagung. Jadi, ikan ada nila dan lele di kolam tidak dimakan. Itu kita gunakan untuk membersihkan kolam biar tidak ada jentik nyamuk," ujarnya.

 

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Menurut dia, selama masa kehamilan memang tidak nampak pada Kapibara. Namun tetap diketahui karena sudah sering berinteraksi dan akrab dengan satwa, sehingga perubahan bentuk tubuh tetap bisa dicermati.

 

"Kita tahu dia bunting tapi secara visual memang tidak kelihatan. Kalau anaknya tidak sehat, ya ditinggal, tidak dimakan induknya seperti pengerat yang lain, full herbivora. Sejauh ini tidak ada kasus begitu, beda dengan tikus atau hamster," paparnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

 

Terkait cuaca, ia mengatakan suhu udara menjadi faktor utama dalam merawat satwa di musim yang tidak menentu ini. "Makanya kita sediain air buat dia berendam untuk menjaga suhu tubuhnya. Dia kan semi akuatik. Jadi kita jaga sirkulasi airnya," jelasnya. (*)

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu