Iklan

Simpang Lima Semarang Ditata, PKL Shelter Kuliner Direlokasi

Inti berita

Lingkar.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai menyiapkan penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan shelter kuliner Simpang Lima sebagai bagian dari…

Simpang Lima Semarang Ditata, PKL Shelter Kuliner Direlokasi
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto. (dok Alan Henry)

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai menyiapkan penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan shelter kuliner Simpang Lima sebagai bagian dari program revitalisasi kawasan pusat kota tersebut.

Penataan dilakukan secara bertahap, meliputi perbaikan sistem drainase, pembangunan taman, penataan shelter PKL, hingga rencana pemasangan pompa untuk mengurangi potensi genangan pada 2027 mendatang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, mengatakan saat ini proses penataan difokuskan di kawasan huruf L, mulai dari Pos Polisi Simpang Lima ke arah utara.

"Kita saat ini melakukan penataan di leter L Pos Polisi ke Utara, nanti juga akan dilakukan pergantian lantai dan dibuat taman," ujarnya, Senin (6/7/2026).

Menurut Suwarto, pembangunan taman akan menjadi tanggung jawab Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang dengan konsep ruang terbuka agar kawasan terlihat lebih nyaman dan tidak terkesan tertutup seperti sebelumnya.

"Kemarin kan kesannya tertutup, nanti akan dibuat taman lagi yang lebih rendah oleh Disperkim, jadi kesannya terbuka," katanya.

Sementara itu, penataan pedagang kaki lima akan dilakukan oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang. Selama proses penataan berlangsung, area bekas taman yang kini sedang diplester akan dimanfaatkan sebagai lokasi relokasi sementara bagi para pedagang.

"Itu lantai yang disemenkan sementara untuk tempat relokasi," jelas Suwarto.

Selain shelter kuliner di kawasan Simpang Lima, penataan juga direncanakan menyasar area depan bekas Matahari Department Store. Menurut Suwarto, sejumlah shelter di lokasi tersebut sudah tidak lagi dimanfaatkan secara optimal sehingga akan ditata kembali oleh Dinas Perdagangan.

"Nanti Disdag yang akan melakukan penataannya seperti apa, karena kewenangannya ada di mereka," tambahnya.

Di sisi lain, DPU Kota Semarang juga terus mempercepat normalisasi saluran drainase di kawasan Simpang Lima melalui pengangkatan sedimentasi serta pemasangan grill besi untuk mencegah sampah masuk ke saluran air.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemkot Semarang juga merencanakan pemasangan pompa air pada 2027 guna mengurangi risiko genangan yang kerap terjadi di kawasan Simpang Lima saat hujan deras.

"Drainase ini sedang ditata, kita berencana juga akan memasang pompa, untuk mengantisipasi agar tidak lagi tergenang," pungkas Suwarto. ***

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu