Tokoh agama asal Kota Magelang KH. Abdurrosyid Ahmad Syarif berhasil meraih gelar Doktor setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam Sidang Senat Terbuka Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang.
Abdurrosyid resmi menyelesaikan ujian promosi doktor pada Sabtu (25/7/2026) di Kampus 1 Unwahas, Jalan Menoreh Tengah VII/22, Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.
Dalam disertasinya, ia mengambil kepakaran di bidang pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan fokus pada penguatan moderasi beragama.
Usai menjalani promosi doktor, Dr. KH. Abdurrosyid Ahmad Syarif, S.Ag, S.Pd.I, M.Hum menyampaikan komitmennya untuk terus mengembangkan kurikulum PAI yang dapat menjadi instrumen dalam memperkuat moderasi beragama.
Menurutnya, implementasi nilai-nilai moderasi beragama membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari guru PAI, pengawas PAI, hingga para pegiat moderasi beragama.
"Ke depan kami siap berkolaborasi dengan guru PAI, pengawas PAI, serta para pegiat moderasi beragama untuk memperkuat moderasi beragama, baik di lingkungan sekolah formal maupun di tengah masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut juga dapat diperluas melalui jejaring organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB), serta Kampung Moderasi Beragama.
Penelitian yang dilakukannya di Kota Magelang menghasilkan sebuah modul ajar berbasis teori konstruksivisme yang dinilai memiliki potensi untuk direplikasi di berbagai daerah. Meski demikian, penerapan modul tersebut perlu disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.
"Modul ajar hasil penelitian ini dapat diterapkan di berbagai daerah, bahkan pada tingkat nasional. Namun, implementasinya tetap harus memperhatikan kearifan lokal, budaya setempat, serta isu-isu yang menjadi perhatian di masing-masing daerah," jelasnya.
Selain mengembangkan keilmuan di bidang kurikulum Pendidikan Agama Islam, Dr. Abdurrosyid juga mengungkapkan keinginannya untuk melanjutkan karier di perguruan tinggi. Menurutnya, dunia akademik memberikan ruang yang lebih luas untuk menjalankan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
"Akademisi harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu saya berharap dapat terus mengembangkan keilmuan sekaligus berkontribusi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," tuturnya.

Melalui pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam yang adaptif terhadap kondisi sosial dan budaya lokal, Dr. Abdurrosyid berharap upaya penguatan moderasi beragama dapat semakin efektif diterapkan di berbagai daerah sehingga mampu memperkokoh kehidupan masyarakat yang rukun, toleran, dan harmonis.
Sekilas tentang Abdurrosyid
Abdurrosyid Ahmad Syarif saat ini merupakan Katib Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Magelang.
Selain menjadi tokoh NU dan pengasuh pesantren, ia merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Agama (Kemenag) Kota Magelang dengan jabatan Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat Islam.
Abdurrosyid juga pernah mengemban tugas sebagai Kasubbag Tata Usaha.
Seusai menimba ilmu di Pesantren Al Itqoon Bugen Tlogosari Wetan, Pedurungan, Kota Semarang, ia memutuskan untuk melanjutkan studi strata satu (S1) Aqidah dan Filsafat di Institut Agama Islam Negeri atau IAIN (UIN, sekarang) Walisongo, Semarang.
Karena keinginan terus belajar yang kuat, ia kembali mengambil S1 pada jurusan Pendidikan Agama Islam di STAINU, Purworejo, dan S2 di bidang Agama dan Ilmu Budaya (Humaniora) Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. (*)