Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Pemerintah Kota Semarang berdampak pada operasional Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang. Sebanyak lima unit armada pemadam terpaksa tidak dioperasikan karena keterbatasan anggaran pemeliharaan.
Meski demikian, Damkar memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal di tengah meningkatnya jumlah kejadian kebakaran maupun penanganan nonkebakaran sepanjang 2026.
Anggaran Tersisa Rp6 Miliar untuk Operasional
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, mengatakan total pagu anggaran Damkar tahun ini mencapai sekitar Rp41 miliar. Namun sebagian besar anggaran tersebut digunakan untuk belanja rutin, seperti gaji dan tunjangan pegawai.
"Untuk pagu anggaran di Damkar mencapai Rp41 miliar. Ini termasuk biaya rutin, misalnya gaji pegawai dan tunjangan 330 pegawai," ujar Ade, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, setelah dialokasikan untuk kebutuhan rutin, anggaran yang tersisa untuk pemeliharaan armada dan kebutuhan operasional lainnya hanya sekitar Rp6 miliar.
Ade menjelaskan kebijakan efisiensi tidak hanya dialami Damkar, tetapi juga seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Semarang.
Kasus Kebakaran Justru Meningkat
Di tengah keterbatasan anggaran, Damkar terus mengoptimalkan upaya pencegahan melalui pemeriksaan gedung dan sosialisasi kepada masyarakat agar angka kebakaran dapat ditekan.
"Sejak tahun 2023 lalu, dengan anggaran yang sudah diplotting TAPD, kami memaksimalkan pencegahan, pemeriksaan gedung, kemudian sosialisasi kepada masyarakat," katanya.
Namun, upaya tersebut belum mampu menekan peningkatan kasus kebakaran. Ade mengungkapkan sepanjang Juni 2026 terjadi 44 kasus kebakaran. Sementara hingga 20 Juli 2026 jumlah kejadian sudah mendekati 50 kasus.
"Kami mencoba kendaraan ini tidak keluar, tapi ternyata dua bulan ini kejadian meningkat. Misal Juni kemarin tembus 44 dan di bulan Juli ini tanggalnya baru 20 tapi kejadiannya sudah nyaris 50," ungkapnya.
Rata-rata petugas Damkar menangani dua hingga tiga kejadian setiap hari.
Evakuasi Ular Capai 1.700 Laporan
Selain kebakaran, Damkar Kota Semarang juga menangani berbagai kejadian nonkebakaran yang terus meningkat, terutama evakuasi ular.
"Penanganan non kebakaran, misal evakuasi ular terus meningkat. Sampai hari ini saja sudah 1.700 laporan," jelas Ade.
Pada 2026, Damkar juga mendapat tambahan tiga unit kendaraan baru, yakni mobil rescue, mobil pemadam berkapasitas 800 liter, dan mobil sosialisasi.
Untuk menjaga kesiapan armada yang masih beroperasi, petugas melakukan pemeriksaan rutin setiap pergantian shift.
"Ketika ganti shift ada pengecekan armada. Wiper-nya jalan tidak, hazard-nya jalan tidak, sirine jalan tidak, pompa jalan tidak. Jadi dari situ perawatan rutin kami lakukan terus-menerus," pungkasnya. ***