Golkar Jawab Klaim Cak Imin: Pasti Gabung Koalisi Besar Ketika Semua Partai Punya Visi - Misi Sama

Ketua DPP Partai Golkar, Dave Akbarshah Fikarno. FOTO: Tangkap video
Ketua DPP Partai Golkar, Dave Akbarshah Fikarno. FOTO: Tangkap video
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Partai Golkar, dipastikan bergabung dengan Koalisi Besar, ketika semua partai telah memiliki visi dan misi yang sama.

Kepastian tersebut ditegaskan Ketua DPP Partai Golkar, Dave Akbarshah Fikarno, kepada Lingkar.co, melalui rekaman video, Selasa (18/4/2023).

Pernyataan Dave, sekaligus menanggapi pernyataan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), yang menyebut Golkar telah gabung dengan PKB dan Gerindra.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Dave mengingatkan, bahwa Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto, yang menginisiasikan pembentukan Koalisi Besar.

“Airlangga Hartarto selaku Ketua Umum partai Golkar telah menginisiasi untuk mengajak semua partai-partai bergabung dalam sebuah koalisi besar untuk menghadapi Pemilu yang akan datang,” jelasnya.

Oleh karena itu, Dave mengatakan, Golkar pasti bergabung dengan Koalisi Besar ketika seluruh partai di dalamnya telah punya kesamaan pandangan.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Kepastian Golkar bergabung (Koalisi Besar) sudah pasti, ketika semua partai telah memiliki visi dan misi yang sama,” ucap Dave.

Dia pun menjelaskan, kesamaan visi dan misi itu, terkait dengan keputusan capres-cawapres yang ditentukan secara bersama-sama.

“Segala macam keputusan strategis berkaitan dengan calon presiden yang diputuskan secara bersama-sama,” ucap Dave.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Lalu, konsep-konsep kerja kedepan, pembagian tugas wilayah itu juga diputuskan secara bersama-sama,” sambung Anggota Komisi I DPR RI itu.

Ia pun menyakini, jika semua itu terwujud, Koalisi Besar dapat dipastikan meraih kemenangan mutlak dalam Pilpres 2024.

“Ketika itu semua sudah selesai, maka KIB dan KKIR atau partai-partai lainnya, pasti akan bergabung, bersama-sama untuk kita merenggut kemenangan yang mutlak di Pemilu yang akan datang,” pungkasnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Sebagai informasi, wacana peleburan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR), menjadi Koalisi Besar, terus menguat.

Saat ini, KIB terdiri dari Partai Golkar, PAN dan PPP. Sedangkan KKIR, ada Gerindra dan PKB.

Bahkan, PDIP juga tengah berkonsolidasi dan menjalin komunikasi politik membentuk Koalisi Besar.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Pernyataan Cak Imin

Sebelumnya, Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), menyebut bahwa Golkar telah bergabung dalam koalisi PKB-Gerindra.

"Koalisi tambahan PKB-Gerindra ini yang baru fix Golkar. Moga-Moga tidak berubah," ucapnya, kepada wartawan di kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Selasa (18/4/2023).

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Ia pun berharap, partai-partai lainnya, terutama di KIB juga akan menyusul bergabung dalam Koalisi Besar.

“Nanti akan disusul PAN mungkin, PPP, dan yang lain," ucap Cak Imin.

Koalisi Besar Siapkan RPJP

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Pada kesempatan lain, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, mengatakan dalam jangka pendek Koalisi Besar akan menyiapkan Rancangan Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2025-2045 untuk Indonesia.

Menurut Airlangga, RPJP akan dimasukkan pemerintah ke DPR untuk dibahas bersama-sama.

Mengutip dari keterangan tertulisnya, Kamis (13/4/2023), RPJP merupakan rencana pembangunan yang akan sesuai dengan visi kenegaraan.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Visi inilah kata Airlangga, yang penting dibahas bersama lima partai politik di parlemen yang tergabung dalam Koalisi Besar.

Kelima partai itu, yakni, Golkar, Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

“Dalam jangka pendek kita akan memersiapkan yang namanya RPJP sesuai visi kenegaraan. Tentu visi ini menjadi penting dibahas juga oleh koalisi besar,” ucap Airlangga.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Karena ini akan masih ke DPR dan dibahas di masa sidang ini sampai September, diharapkan pada capres nanti bisa mengacu RPJP yang baru,” pungkasnya.***

Penulis: M. Rain Daling

Editor: M. Rain Daling

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280
ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu