Gus Rozin Mengaku Rindu Suasana NU yang Independen

Inti berita

Lingkar.co - Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin mengaku merindukan suasana Nahdlatul Ulama (NU)…

Gus Rozin Mengaku Rindu Suasana NU yang Independen
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, KH. Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) saat menghadiri pembukaan Muktamar Ilmu Pengetahuan (MIP) IV di UIN Sunan Kudus pada Jumat (26/6/2026) kemarin.

Lingkar.co - Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin mengaku merindukan suasana Nahdlatul Ulama (NU) mengaku merindukan suasana Nahdlatul Ulama (NU) yang independen.

Independen yang ia maksud yakni organisasi yang bebas berpikir dan menentukan arah geraknya secara mandiri tanpa dibayangi rasa cemas maupun kepentingan tertentu. 

“Saya mengenang pesan Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam salah satu forum muktamar. Saat itu, Gus Dur mengingatkan agar NU tidak merasa bangga hanya karena dekat dengan penguasa, meskipun pada saat menyampaikan pesan tersebut dirinya sedang menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.

Gus Rozin, sapaan akrabnya, mengatakan hal itu dalam pembukaan Muktamar Ilmu Pengetahuan (MIP) IV yang diselenggarakan oleh Lakpesdam PWNU Jawa Tengah bekerja sama dengan UIN Sunan Kudus pada Jumat (26/6/2026) kemarin. 

Maka dari itu ia menilai, penyelenggaraan MIP IV memiliki arti strategis lantaran berlangsung setelah acara Munas dan Konbes di Kediri serta menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tahun 2026. 

Karena itu, ia berharap semangat yang lahir dari forum ilmu pengetahuan menjadi inspirasi bagi penyelenggaraan muktamar organisasi.

"Muktamar yang akan datang adalah muktamar damai sebagaimana muktamar pagi ini," tuturnya.

Selain itu, Gus Rozin bilang, yang harus dimenangkan pada Muktamar NU bukanlah persaingan antarkelompok atau kandidat ketua, melainkan kejernihan berpikir dan kebeningan hati ketika berbicara tentang masa depan Nahdlatul Ulama. 

Sementara, Rektor UIN Sunan Kudus, Prof. Dr H. Abdurrahman Kasdi, menyampaikan terima kasih karena memilih UIN Sunan Kudus sebagai tuan rumah. Menurut dia, hal itu juga memiliki makna filosofis. 

 Menurut Abdurrahman, MIP IV merupakan kelanjutan tradisi intelektual yang telah dibangun sejak 2023 sebagai ikhtiar memperkuat sanad keilmuan di lingkungan Nahdlatul Ulama, terutama pada lingkup keluarga besar NU di Jawa Tengah.

Menurutnya, forum tersebut tidak boleh berhenti sebagai ruang diskusi akademik, tetapi harus mampu melahirkan gagasan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Ilmu pengetahuan harus menghadirkan kemaslahatan. Karena itu, sains, teknologi, humaniora, dan ilmu-ilmu keagamaan harus berjalan secara terpadu agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan pijakan nilai, terutama nilai keagamaan," ujarnya. (*)

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu