Ida Modiste Semarang, Berdayakan Penyandang Disabilitas Rancang Busana

Hidayah Ratna Febriani, berfoto dengan pegawai dan busana rancangannya, di Butik Ida Modiste, Kamis (12/8/2021). FOTO: Dinda Rahmasari Tunggal Sukma/Lingkar.co
Hidayah Ratna Febriani, berfoto dengan pegawai dan busana rancangannya, di Butik Ida Modiste, Kamis (12/8/2021). FOTO: Dinda Rahmasari Tunggal Sukma/Lingkar.co
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

SEMARANG, Lingkar.co - Siang itu, Hidayah Ratna Febriani, berbincang dengan pegawainya perihal baju pesanan istri Wali Kota Semarang di “Ida Modiste”.

Butik yang tersebut berada di Jalan Medoho Barat No.61, Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Semarang, Jateng.

Ida, sapaan akrabnya, adalah seorang desainer busana, sekaligus pemilik “Ida Modiste”.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Dengan hanya menggunakan kursi roda, Ida, terus berkarya dan mengukir prestasi dalam dunia fashion.

Ida harus menggunakan kursi roda sejak usia 3 tahun karena mengidap Polio. Namun baginya, keterbatasan fisik bukan penghambat untuk terus berkarya.

Ia pun menunjukkan deretan foto yang terpampang dalam ruang kerjanya. Ida bercerita busana rancangannya banyak dipakai orang-orang ternama.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Sebut saja, istri orang nomor satu di Jateng, beberapa kali memakai busana rancangan Ida, yang berlabel “Ida Modiste”.

“Saya lulusan SMEA Manajemen Pemasaran. Tidak ada kaitannya ya dengan fashion? Tapi saya dipaksa orang tua untuk punya keterampilan,” ujarnya, Kamis (13/8/2021).
Saat ini, butik Ida Modiste memperkerjakan 13 pegawai. Dua diantaranya penyandang disabilitas, tuna grahita dan tuna rungu.

Pada awal mereka bergabung, kata Ida, merupakan masa penyesuaian yang penuh liku baginya dan pegawai lainnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Namun, tingginya toleransi dan kesabaran membuahkan hasil yang manis. Meski memiliki keterbatasan, Ida percaya ada potensi besar pada kedua pegawainya itu.

“Ratna (penyandang tuna rungu) sudah bekerja dengan saya selama 5 tahun. Saya cuma punya dia untuk finishing dan bagus sekali pekerjaannya,” tuturnya.

Baca Juga:
PPKM Darurat, Kasus Covid-19 di Kabupaten Jepara Menurun

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

MENDAPAT PERHATIAN PEMKOT

Seiring berjalannya waktu, banyak perubahan yang ia rasakan. Termasuk perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, yang semakin peduli dengan keberadaan UKM penyandang disabilitas.

“Dinas-dinas terkait memberikan ruang untuk saya dan teman-teman turut berpartisipasi dalam pameran fashion,” ujar Ida, yang mengalami pahit manisnya kehidupan sejak 1996.

Tentunya, kata dia, hal itu sangat bermanfaat untuk mengenalkan produknya kepada masyarakat luas.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Bahkan, Ida mengungkapkan, Pemkot Semarang memfasilitasi sejumlah modelnya untuk peragaan busana dan sesi foto.

“Dulu saya berjuang sendiri. Sekarang saya merasakan Pemerintah sangat sangat peduli dengan UKM,” ujarnya.

Ia pun mendorong para penyandang disabilitas untuk tidak patah semangat dalam keterbatasan.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

“Dengan cara kita fokus punya keterampilan jadi bisa untuk masa depan kita, mandiri secara finansial,” pungkasnya. *

Penulis : Dinda Rahmasari Tunggal Sukma

Editor : M. Rain Daling

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280
ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu