Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-Kanak Indonesia (GOPTKI) Kota Semarang, Hj. Listyati Purnama Rusdiana atau Lies Iswar Aminuddin mengajak para orang tua untuk menjadikan anak melek digital sejak usia dini.
Sebab, menurut dia, anak-anak generasi saat ini hidup dalam era digital. Mereka tumbuh harus bertransformasi, harus punya kecakapan mengenai digital agar menjadi harapan sebagai generasi yang siap menghadapi Indonesia Emas 2045.
Lies menyampaikan hal itu disela kegiatan Parenting dan Pengenalan Coding dalam rangka Peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang digelar DPC GOPTKI Kota Semarang di Perpustakaan Wilayah Jawa Tengah, Kamis (23/7/2026).
Parenting Tumbuh Kembang Anak dilakukan bekerja sama dengan Milo sedangkan Pengenalan dan Lomba Coding untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) berkolaborasi dengan Rumah Edukasi
"Mungkin kalau TK/PAUD ini kita perkenalan ya istilahnya, perkenalan dan memang harus anak-anak dibiasakan karena memang ini eranya usia mereka adalah era yang digital," ujarnya.
"Sehingga memang sebagai orang tua sebenarnya tidak perlu melarang, tetapi memang harus selalu mendampingi mengawal dan salah satunya mendampingi mengawal dengan mengenalkan coding itu bagi anak-anak," imbuhnya.
Istri Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin ini menjelaskan, materi coding yang disampaikan sudah dikemas sesuai dengan kebutuhan anak-anak TK, yakni berbentuk robot atau Coding Robotik.
"Jadi tentunya levelnya tidak seberat mungkin anak-anak TK gitu ya dan kebanyakan kalau di kita saat ini kan kebanyakan narasumber kita selalu teori-teori, tapi alhamdulillah hari ini kan ada praktek-praktek nyata," jelasnya.
Sementara, Direktur Utama Rumah Edukasi, Mulia Anton Mandiro, menjelaskan proses pengenalan coding memiliki beberapa tahapan dari PAUD hingga Lansia. Praktek paling sederhana melalui coding robotik, yakni mengenalkan pada pola pemrograman.
Coding tanpa komputer (unplugged) biasa diterapkan untuk anak PAUD dan TK serta lansia, sedangkan untuk pengenalan coding dengan komputer untuk anak SD kelas 4, namun bisa diterapkan lebih awal jika ada dukungan keluarga.
"Coding itu kalau mau belajar dengan cepat harus mulai dari praktek. Jadi anak-anak itu ngerti, kalau hanya teori-teori kan agak sulit dipahami," ungkapnya.
Menurutnya, pengenalan pembelajaran coding bagi anak usia dini bertujuan untuk melatih otak bisa berpikir secara sistematis, dan nyata.
"Jadi coding sama komputer itu bisa berupa kartu-kartu, mana kiri, mana maju, kasih lampu, kasih suara gitu ya. Jadi anak-anak itu bisa paham," urainya.
Coding tanpa komputer mengenalkan anak tentang pola komputasi untuk melakukan pemrograman sederhana seperti maju ke depan tiga langkah dengan tanda panah, warna merah untuk berhenti dan sebagainya.
"Robotnya nanti bisa memindai terus jalan. Nah ini juga sebagai salah satu cara supaya anak-anak bisa berpikir kritis, analitis gitu," paparnya.
Pada kesempatan pagi ini, kata dia, terbukti anak usia dini memahami dan mampu mempraktikkan pada sesi pengenalan dan latihan, kemudian dilanjutkan dengan sesi lomba.
"Terbukti ternyata anak-anaknya itu sebagian besar itu bisa.Jadi harus kita mulai sejak usia dini, jadi kalau sejak dini dimulai, nanti begitu besar anak-anak ini pasti menjadi anak-anak generasi emas Indonesia yang kita inginkan, yang bisa menyelesaikan masalah," terangnya.
Ia menekankan bahwa coding arahnya lebih untuk bermain mengenal sistem, pengenalan pola berpikir diajarkan sejak dini kepada anak-anak.
"Jadi ini salah satu cara pembelajaran komputasional yang sederhana bagi anak-anak usia dini," tandasnya. (*)