Jelang Musim Penghujan, Gus Yasin Minta SGN Berkontribusi Dalam Penanggulangan Bencana

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen bersama Bupati Tegal, Timh2/Lingkar.co
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen bersama Bupati Tegal, Timh2/Lingkar.co
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

TEGAL,Lingkar.co - Menjelang musim penghujan pada akhir tahun 2021, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta kepada Santri Gayeng Nusantara (SGN) untuk ikut berkontribusi melakukan penanggulangan bencana.

Hal itu, terucap saat menghadiri Pelantikan Pengurus Santri Gayeng Nusantara Kabupaten Tegal, Kota Tegal dan Kabupaten Brebes di Pendopo Kabupaten Tegal, Minggu (24/10/2021).

Baca Juga : Kepada Kepala Daerah, Gubernur Sumut: Jangan Ragu dan Takut Realisasikan Anggaran!

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Gus Yasin, sapaan akrabnya, meminta kepada SGN agar bisa berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat provinsi maupun kabupaten/ kota.

"Mereka harus siap, berkoordinasi dengan BPBD, baik BPBD kabupaten/kota, maupun provinsi untuk menanggulangi dan menginformasikan bencana-bencana tersebut, juga gerakan sosialnya," terangnya.

Terlebih, saat ini, intensitas hujan sudah mulai tinggi dan BMKG sudah menginformasikan adanya ancaman La Nina.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Ketika nanti di Bulan November, ketika intensitas turun hujan banyak, itu tidak menutup kemungkinan ada longsor. Hal itu, perlu diantisipasi oleh semua elemen masyarakat maupun santri," tuturnya.

Panglima Santri Gayeng itu, juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tegal dalam menggerakkan pondok pesantren untuk menginovasi pembuatan biopori atau lubang resapan.

Hal itu, mengingatkan kepada ayahnya, KH Maimoen Zubair yang pada tahun 1999, KH Maimoen Zubair banyak membuat lubang resapan di sekitar pondok pesantren di Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Saya senang dengan Ibu Bupati Tegal yang menginisiasi Kabupaten Tegal untuk terhindar dari (penumpukan) sampah. Beliau juga mendorong para santri untuk memilah sampahnya, yang organik dan anorganik. Juga membuat resapan-resapan (biopori)," bebernya.

Tidak hanya itu, bahkan Pemkab Tegal juga membantu warga pondok pesantren untuk memproduksi kompos.

Penulis : Rezanda Akbar D.
Editor : Muhammad Nurseha

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280
ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu