Iklan

Kasus Keracunan MBG Kembali Terjadi Lagi di Kecamatan Bawang, Batang

Inti berita

Sejumlah ratusan orang menjadi korban keracunan MBG termasuk anak-anak dan orang tuanya, jumlah ini terus bertambah dan menjadi perhatian pemerintah setempat.

Foto: Keracunan MBG

Satu per satu warga di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, tumbang setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Keluhan mual dan pusing menyebar dari rumah-rumah warga hingga fasilitas kesehatan di Kecamatan Bawang.

Dalam sehari, jumlah warga yang diduga mengalami keracunan melonjak menjadi 276 orang. Situasi ini semakin mengkhawatirkan karena makanan tersebut berasal dari satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang setiap hari melayani sekitar 2.700 penerima manfaat.

Keracunan MBG terjadi di kecamatan Bawang, Batang. korban mencapai ratusan

Anak-anak mengonsumsi makanan tersebut di sekolah sekitar pukul 11.00 WIB. Beberapa jam kemudian, keluhan gangguan kesehatan secara massal mulai muncul. Sebagian makanan yang tersisa bahkan sempat dibawa pulang oleh siswa dan disantap orang tua mereka. Mereka pun ikut mengalami keluhan mual dan pusing.

Pemerintah Kabupaten Batang akhirnya menghentikan sementara distribusi MBG dari SPPG milik Yayasan Bela Sejahtera Batang tersebut. Sampel makanan kini diperiksa di laboratorium untuk mencari tahu penyebab gangguan kesehatan yang dialami siswa dan warga.

Menu yang dibagikan pada Selasa (22/9/2026) berupa nasi, telur bolognaise, mix sayur, tahu mendoan, dan buah anggur. Telur sempat disebut dalam keterangan warga sebagai salah satu makanan yang dikonsumsi. Meski demikian, Pemkab Batang belum menyatakan telur maupun menu tertentu sebagai penyebabnya.

Namun, hingga pemeriksaan selesai, pemerintah belum menunjuk telur, sayuran, lauk, maupun menu tertentu sebagai sumber gangguan kesehatan. Wakil Bupati Batang Suyono menegaskan pemerintah tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar dan meminta warga prihatin atas kejadian ini.

"Yang penting kita prihatin bersama. Semoga kejadian ini kejadian yang terakhir," ujar Wabup Suyono saat berada di RSUD Batang, dikutip Kamis (24/9/2026).

Korban Terus Bertambah

Jumlah korban dalam kasus ini menjadi perhatian karena data terus berubah dan bertambah seiring proses penanganan medis. Sebelumnya, Pemkab Batang mencatat 87 warga mengalami keluhan kesehatan. Angka itu kemudian melonjak menjadi 276 orang berdasarkan pembaruan data yang disampaikan Wabup Suyono pada Rabu (23/9/2026).

Sebelumnya, data sementara mencatat 73 warga berasal dari Desa Pasusukan dan 14 warga dari Desa Bawang. Namun, sebaran korban terus diverifikasi pemerintah seiring bertambahnya laporan warga yang mengalami keluhan gangguan kesehatan serupa.

Puluhan korban harus mendapatkan penanganan di berbagai fasilitas kesehatan. Enam orang sempat dirujuk ke Rumah Sakit Baitus Syifa Limpung. Sebanyak 24 orang dirujuk ke RSUD Limpung dan dua orang mendapat penanganan di Puskesmas Subah.

Dalam perkembangan terbaru, sekitar 19 korban tercatat mendapatkan perawatan di RSUD Kalisari Batang. Korban yang datang ke fasilitas kesehatan mengalami keluhan mual dan pusing.

Pemkab Batang masih memantau kondisi para korban sekaligus mengantisipasi kemungkinan bertambahnya warga yang membutuhkan penanganan medis. Jika kapasitas rumah sakit penuh, Suyono menyarankan pasien dapat diarahkan ke puskesmas terdekat yang memiliki fasilitas rawat inap.

"Kalau di Batang semua penuh, tinggal nanti lari ke Puskesmas yang rawat inap," tukas Suyono.

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu