Penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, masih berlanjut hingga Minggu (4/10/2026). Selain pemadaman, petugas juga melakukan pendinginan untuk mencegah titik api kembali muncul.
Sejumlah instansi ikut terlibat dalam penanganan tersebut. Salah satunya Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang yang memberikan dukungan suplai air untuk kebutuhan pemadaman.
Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Adi Setiawan, mengatakan kerja sama antarinstansi menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan kondisi darurat di TPA Jatibarang.
Menurutnya, dukungan PDAM tidak hanya berkaitan dengan penyediaan air, tetapi juga menjadi bagian dari sinergi bersama berbagai unsur yang terlibat dalam proses penanganan kebakaran.
Suplai Air Dukung Pemadaman dan Pendinginan
Penanganan kebakaran TPA Jatibarang kini dilakukan dengan dua fokus, yakni mengendalikan api sekaligus mencegah munculnya kembali titik api melalui proses pendinginan.
Adi mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Tirta Moedal untuk memberikan dukungan ketika terjadi kondisi darurat di Kota Semarang.
“Sinergi antara pemerintah, petugas, aparat, serta berbagai unsur terkait menjadi kekuatan bersama dalam merespons kondisi darurat secara cepat, aman, dan terkoordinasi,” katanya, Minggu (4/10/2026).
Adi yang akrab disapa Wawan juga turun langsung ke lokasi saat mendampingi Wali Kota Semarang Agustina. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan imbauan Wali Kota agar masyarakat yang tidak memiliki kepentingan tidak mendekati area kebakaran.
Area TPA Jatibarang yang terdampak kebakaran dinilai masih memiliki risiko bagi masyarakat. Selain kondisi lokasi yang berbahaya, paparan asap juga berpotensi mengganggu kesehatan dan keselamatan.
Karena itu, masyarakat diminta memberikan ruang kepada petugas untuk melakukan penanganan. Aktivitas warga yang tidak berkepentingan di sekitar lokasi juga diharapkan tidak menghambat proses pemadaman maupun pendinginan.
Warga Diminta Pantau Informasi dari Posko
Wali Kota Agustina, menurut Wawan, juga meminta masyarakat mempercayakan proses penanganan kepada petugas yang telah ditunjuk.
“Tadi Bu Wali juga berpesan masyarakat bisa mengakses perkembangan kondisi melalui posko informasi yang telah disediakan di luar area lokasi kejadian,” katanya.
Imbauan tersebut menjadi penting mengingat proses penanganan kebakaran masih berlangsung. Masyarakat diharapkan tidak mencari informasi dengan mendatangi langsung area terdampak.
Kepala Humas PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Charisma Mayangsari, mengatakan sinergi yang dilakukan berbagai pihak diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan kebakaran sekaligus mengurangi dampaknya terhadap masyarakat.
Kebakaran TPA Jatibarang sendiri terjadi pada Rabu (30/9/2026). Laporan diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Semarang sekitar pukul 18.00 WIB.
Sekitar 10 menit setelah laporan diterima, petugas tiba di lokasi. Saat itu, api diketahui membakar area Zona 1, Zona 2, dan Zona 3 dengan luasan sementara sekitar 10 hektare.
Penanganan kemudian dilakukan secara bersama-sama oleh berbagai unsur. Dukungan suplai air dari PDAM Tirta Moedal menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga kebutuhan air selama proses pemadaman dan pendinginan berlangsung. ***