Lingkar.co - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga menilai kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi wadah hiburan dan kebersamaan warga, tetapi juga berpotensi mendorong geliat ekonomi di tingkat lokal.
Menurut Lamhot, besarnya minat masyarakat terhadap ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut dapat menjadi peluang untuk menggerakkan berbagai aktivitas usaha, terutama yang dijalankan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Piala Dunia bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang bagaimana sebuah momentum besar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Ada peluang ekonomi yang bisa tumbuh ketika masyarakat berkumpul dan beraktivitas bersama," kata Lamhot dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Pernyataan itu disampaikan menyusul penyelenggaraan nobar pertandingan Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Tanjung Verde yang digelar Relawan Lamhot Sinaga (Relasi) di RM Sederhana, Pagururan, Sumatera Utara, Selasa (16/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan warga yang antusias menyaksikan jalannya pertandingan.
Lamhot mengatakan kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam jumlah besar umumnya mampu menciptakan dampak ekonomi yang meluas. Mulai dari meningkatnya penjualan makanan dan minuman, pemasaran produk lokal, hingga berkembangnya sektor ekonomi kreatif di sekitar lokasi kegiatan.
"UMKM menjadi salah satu sektor yang bisa merasakan manfaat dari momentum seperti ini. Perputaran ekonomi tidak hanya terjadi di pusat kegiatan, tetapi juga dapat menyebar ke lingkungan sekitar," ujarnya.
Politikus Partai Golkar itu menambahkan, sejumlah pengalaman dari penyelenggaraan kegiatan olahraga internasional menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat dapat membuka peluang usaha baru apabila dikelola secara optimal oleh komunitas setempat.
Ia juga memberikan apresiasi kepada TVRI sebagai lembaga penyiaran publik yang menghadirkan siaran Piala Dunia sehingga masyarakat di berbagai wilayah dapat menikmati pertandingan secara lebih mudah dan merata.
Menurut Lamhot, kehadiran tayangan olahraga berskala internasional tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga memperkuat interaksi sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat.
"Olahraga memiliki kemampuan menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Karena itu, momentum seperti Piala Dunia sebaiknya tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi juga menjadi kesempatan menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi," kata dia.
Lamhot berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat. Dengan demikian, momentum olahraga dapat menjadi sarana untuk mendorong kreativitas sekaligus memperkuat ekonomi berbasis komunitas.
"Ketika masyarakat bergerak, ekonomi lokal ikut bergerak. Inilah nilai tambah dari sebuah momentum besar seperti Piala Dunia," ujar Lamhot.