ADVERTISEMENT
Iklan Header 1200x120

Lewat Kopi Jariks, Pelaku Usaha Pariwisata di Kota Semarang Terlindungi oleh Hukum

Disbudpar Kota Semarang bersama PHRI Jawa Tengah, Asita, dan DPD Puteri Jawa Tengah lakukan penandatanaganan MoU, uaoaya meningkatkan sektor pariwisata di Kota Semarang/Foto: Alan Henry
Disbudpar Kota Semarang bersama PHRI Jawa Tengah, Asita, dan DPD Puteri Jawa Tengah lakukan penandatanaganan MoU, uaoaya meningkatkan sektor pariwisata di Kota Semarang/Foto: Alan Henry
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang menggagas program kolaborasi pariwisata jejaring Kota Semarang (Kopi Jariks).

Progran tersebut diawali dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Disbudpar dengan asosiasi pariwisata di Kota Semarang

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Wing Wiyarso mengatakan, penandatanganan ini salah satu upaya meningkatkan jejaring kerjasama, sinergitas, dan kolaborasi antara pemkot dan asosiasi pariwisata.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Ketika ada program kebijakan pemkot, mereka akan suport dengan adanya MoU ini," ujar Wing di Hotel Grasia, Rabu (10/5).

Lanjutnya, dengan penandatanaganan ini pelaku usaha akan mimiliki kenyamanan dalam berusaha karena adanya perlindungan hukum.

"Tujuannya adalah meningkatkan wisatawan datang ke Semarang, membuat Semarang semakin nyaman, wisatawan betah sehingga dianggap rumah kedua bagi mereka," bebernya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Kepala Bidang Industri Pariwisaya, Yudha Bhakti Diliawan menambahkan, Kopi Jarik merupakan grand desain untuk memajukan pariwisata Kota Semarang.

Penandatangan ini adalah awal kolaborasi. Selanjutnya, akan ada program-program dalam rangka meningkatkan pariwisata.

"Mungkin dengan PHRI, kombinasi penggerak ekonomi kreatif dengan membuka booth di Hotel," ucap Yudi.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Bersama Asita, lanjut dia, bisa membuat paket wisata dengan harga terjangkau sehingga tidak membebani biro asosiasi wisata.

Sedangkan dengan DPD Puteri Jawa Tengah, pemkot bisa berkolabori dalam hal pemberian promo wisata.

"Jadi, kita jual wisata Kota Semarang," ucapnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Asisten Administrasi Umum Setda Kota Semarang, Masdiana Safitri mengatakan mengapresiasi upaya yang dilakukan Disbudpar dalam meningkatkan sektor wisata.

Di sisi lain juga meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Semarang.

"Pariwisata sangat kompleks dan luas mulai dari infrastruktur, wisata, handicraft. Pajak tertinggi di sektor pariwisata. Tidsk hanya retribusi tapi juga pajak hotel resto dan lain-lain," paparnya. 

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Penulis : Alan Henry

Editor : Kharen Puja Risma

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu