ADVERTISEMENT
Iklan Header 1200x120

Masuk Musim Hujan, Dinas Kesehatan Kendal Temukan 30 Kasus DBD, 4 Meninggal Dunia

Masuk Musim Hujan, Dinas Kesehatan Kendal Temukan 30 Kasus DBD, 4 Meninggal Dunia
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Memasuki musim hujan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal telah menemukan 30 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Bahkan, pada bulan November ini 4 orang meninggal dunia karena DBD.

Menurut catatan Dinas Kesehatan Kendal, 26 pasien dari 30 orang yang menderita DBD masih dirawat di rumah sakit, sedangkan 4 pasien meninggal dunia. Rata-rata pasien ini masih anak-anak.

"Kalau awal Desember ini, ada satu pasien dirawat akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kendal, Bambang Setyawan.saat dikonfirmasi, Kamis (7/12/2023)

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Bambang menjelaskan, tren kasus DBD pada tahun 2023 selalu naik turun dalam setiap bulan. Bahkan, menurutnya, penyakit ini tidak mengenal musim.

Menyikapi hal itu, pihaknya secara aktif melakukan pencegahan melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Pemerintah melakukan komunikasi aktif ke setiap Puskesmas untuk menggerakkan PSN 3M plus dan melakukan fogging.

"Upaya itu agar kasus tidak semakin menyebar. Karena DBD ini tidak mengenal musim," jelasnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Sejalan dengan hal itu, menurut Bambang, keterlibatan setiap Puskesmas untuk menyadarkan masyarakat terkait DBD cukup efektif. Selain itu, pihaknya juga terbuka menerima laporan masyarakat apabila terdapat pasien terkena DBD.

"Jika ada laporan dari masyarakat yang terkena DBD, petugas Puskesmas segera melakukan Penelitian Epidemologi (PE) dan hasilnya dikirim ke Dinkes. Jadi langsung ditangani," lanjutnya.

Bambang mengimbau, agar masyarakat sedini mungkin melakukan pencegahan DBD. Seperti menguras dan menutup penampungan air. Kemudian membuang genangan air dan pohon lapuk di lingkungan rumah.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Intinya harus sadar. Jika ada genangan air harus segera dibuang. Karena itu sarang pembiakan jentik nyamuk," tandasnya. (*)

Penulis: Wahyudi
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu