Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pendidikan memastikan seluruh siswa dan guru SD Negeri Sendangmulyo 3 selamat setelah sebuah pohon dari area Tempat Pemakaman Umum (TPU) di sebelah sekolah tumbang dan menimpa ruang kelas 1A, Senin (27/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan, mengatakan insiden terjadi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung usai jam istirahat. Berkat respons cepat pihak sekolah, seluruh siswa dan guru berhasil dievakuasi ke lokasi yang aman sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka.
"Kejadian pohon dari area TPU di sebelah sekolah menimpa ruang kelas 1A SD Negeri Sendangmulyo 3. Pihak sekolah segera mengevakuasi seluruh siswa dan guru ke lokasi yang aman sesuai prosedur. Proses evakuasi berjalan tertib dengan mengutamakan keselamatan seluruh warga sekolah. Kondisi guru dan semua siswa dalam keadaan selamat dan sehat. Tidak ada korban jiwa maupun luka," ujar Ahsan.
Disdik Lakukan Asesmen dan Koordinasi Perbaikan
Usai menerima laporan, Dinas Pendidikan Kota Semarang langsung berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) untuk membersihkan batang, dahan, dan ranting pohon yang menimpa bangunan sekolah.
Selain penanganan di lokasi, Disdik juga melakukan asesmen lapangan dan pendataan tingkat kerusakan sebagai dasar penyusunan langkah perbaikan.
Ahsan menegaskan, hasil asesmen tersebut akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) serta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah guna mempercepat penanganan bangunan yang mengalami kerusakan berat.
Pembelajaran Tetap Berjalan dengan Sistem Shift
Meski salah satu ruang kelas mengalami kerusakan, Dinas Pendidikan memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan melakukan penyesuaian.
Sekolah menerapkan sistem pembelajaran bergantian (shift) menggunakan ruang kelas yang masih aman agar hak belajar peserta didik tetap terpenuhi.
"Saat ini kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan dengan penyesuaian menggunakan ruang yang aman atau skema pembelajaran sistem shift dengan kelas 2. Kelas 1A masuk pukul 07.00 sampai 10.00 WIB, kemudian ruang kelas digunakan oleh kelas 2," jelas Ahsan.
Ia menambahkan, percepatan perbaikan ruang kelas menjadi prioritas agar proses pembelajaran dapat kembali berlangsung normal. Pemerintah Kota Semarang juga memastikan seluruh siswa tetap memperoleh layanan pendidikan yang aman dan nyaman selama masa penanganan berlangsung. ***