Lingkar.co - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah kabar yang menyebut dirinya akan dicopot atau mengundurkan diri dari jabatan yang saat ini diembannya. Ia memastikan informasi yang beredar mengenai pergantian posisi Menteri Keuangan tidak sesuai dengan fakta.
"Enggak benar lah," kata Purbaya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (4/6/2026).
Sebelumnya, beredar informasi yang menyebutkan Purbaya akan digantikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Dalam skenario yang beredar tersebut, Purbaya disebut akan berpindah tugas ke Bank Indonesia.
Dokumen yang diterima Warta Ekonomi mengungkap sejumlah narasi yang bersumber dari pihak yang diklaim dekat dengan Purbaya. Dalam dokumen itu disebutkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dinilai meningkatkan kerentanan bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dokumen tersebut juga memuat klaim bahwa Purbaya menyampaikan kekecewaan terhadap Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo terkait penanganan stabilitas nilai tukar rupiah.
Sumber yang dikutip dalam dokumen itu menyatakan Purbaya menilai kebijakan intervensi pasar yang dilakukan Bank Indonesia terlalu konservatif. Bahkan, ia disebut pernah mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto agar Thomas Djiwandono ditunjuk sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Namun, menurut sumber tersebut, usulan itu tidak diambil karena dikhawatirkan menimbulkan respons negatif dari pelaku pasar mengingat Thomas memiliki hubungan keluarga dengan Presiden Prabowo.
Dokumen yang sama juga menyebutkan bahwa Purbaya memanfaatkan kewenangannya untuk berkomunikasi dengan sejumlah lembaga pemeringkat internasional guna mendorong perbaikan penilaian risiko Indonesia. Langkah itu disebut dilakukan setelah adanya revisi prospek Indonesia dari stabil menjadi negatif.
Sebagai kepala satuan tugas deregulasi atau debottlenecking task force, Purbaya disebut ingin mempercepat masuknya investasi asing ke Indonesia tanpa terlalu bergantung pada kebijakan Bank Indonesia, yang menurut sumber tersebut belum menunjukkan hasil yang memuaskan.
Di sisi lain, sumber dari lingkungan Bank Indonesia mengungkapkan bahwa opsi kenaikan suku bunga telah beberapa kali menjadi pembahasan dalam rapat Dewan Gubernur.
Perry Warjiyo juga disebut sempat memberikan sinyal informal mengenai kemungkinan kebijakan tersebut dalam rapat dengar pendapat bersama DPR.
Meski demikian, sejumlah pimpinan DPR dikabarkan berulang kali mengingatkan Bank Indonesia agar tidak menerapkan kebijakan yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi. Menurut mereka, kenaikan suku bunga dapat menekan penyaluran kredit kepada sektor usaha.
Sementara itu, Bank Indonesia meyakini telah menjalankan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas pasar keuangan. Setelah mendapat sorotan terkait pelemahan rupiah, bank sentral disebut melakukan berbagai upaya, termasuk membeli obligasi pemerintah yang dilepas investor asing dan memperketat transaksi pembelian dolar AS.
Sumber lain juga menyebutkan bahwa ketidaksepahaman mengenai kebijakan fiskal menjadi salah satu faktor yang memicu ketegangan. Perry dikabarkan tidak mendukung usulan pelebaran defisit anggaran yang sempat mengemuka pada Februari dan Maret.
Bersama sejumlah ekonom, Perry disebut berpandangan bahwa peningkatan defisit fiskal bukan merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi tekanan anggaran pemerintah.
Penulis: Putri Septina