Ruwatan Sedekah Bumi, Harapkan Keramat Para Wali Tanah Jawa Berikan Keselamatan Pengguna Jalan Silayur

Warga Gelar Sedekah Bumi, Harapkan Keramat Para Wali Tanah Jawa Berikan Keselamatan Pengguna Jalan Silayur
Suasana doa bersama 'Sedekah Bumi' yang digelar warga RW 04 Silayur Lawas Duwet Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang Jawa Tengah, Sabtu (16/5/2026) sore. Foto: Rifqi/Lingkar.co
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Para wali di tanah Jawa, terutama Syekh Subakir yang dimakamkan di gunung Tidar Magelang diyakini sebagai tokoh yang berjasa tidak hanya dalam penyebaran agama Islam. Namun lebih dari itu juga memberikan keselamatan dan kemakmuran bagi masyarakat.

Hal itulah yang menjadi landasan warga RW 04 Silayur Lawas Duwet Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang Jawa Tengah menggelar sedekah bumi dan wayangan sebagai ikhtiar meminimalisir dan mengakhiri serentetan kejadian kecelakaan di tanjakan Silayur.

Sedekah Bumi berupa doa bersama (Tahlil). Nampak beberapa tumpeng, berbagai macam buah dan aneka makanan anak yang disusun menjadi gunungan di tengah masyarakat yang berdoa bersama.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Tradisi tersebut sudah lama tidak dilakukan oleh warga, hingga kejadian kecelakaan sering terjadi di tanjakan Silayur yang kemudian viral disebut dengan nama tanjakan tengkorak. Ruwatan baru kembali digelar pada sore ini, Sabtu (16/5/2026) dengan sedekah bumi dan nanti malam menggelar wayang kulit dengan lakon Wahyu Ketentreman

Ketua RW 04 Silayur Lawas Duwet, Arsondi menuturkan tradisi ruwatan dimulai dari era Mbah Kromo pada tahun 1960an. Ruwatan dilakukan pada bulan Apit atau Dzulqa'dah dalam penanggalan Hijriyah.

"Mbah Kromo saat itu menjadi Kepala Dukuh Silayur sampai tahun 1975 (karena wafat) dan dilanjutkan oleh Mbah Nasir sampai wafatnya di tahun 1980," jelasnya seusai sedekah bumi.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Sementara, Sekretaris Camat (Sekcam) Ngaliyan, Soegiman mengapresiasi langkah warga Silayur Lawas Duwet yang berinisiatif kembali menyelenggarakan ruwatan.

"Terima kasih para warga yang telah mengadakan ruwatan Silayur. Kita sangat antusias, menyambut positif usaha masyarakat nguri-uri (melestarikan) budaya," ujarnya.

Ia berharap ruwatan menjadi awal yang baik bagi lmasyarakat bersama pemerintah dalam melestarikan budaya untuk diwariskan kepada generasi mendatang.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Harapannya, bisa memberikan keselamatan secara keseluruhan kepada masyarakat pengguna jalan, dan khususnya warga Silayur," pungkasnya. (*)

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu