Arsip Tag: Doa bersama

Malam Pergantian Tahun Tanpa Pesta Kembang Api, Pemkab Kendal Ajak Doa Bersama dan Galang Donasi untuk Sumatra dan Aceh

Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten Kendal tidak menggelar pesta kembang api pada malam pergantian tahun. Perayaan Tahun Baru 2026 akan diisi dengan doa bersama dan hiburan sederhana yang dirangkai dengan penggalangan dana bagi korban bencana alam di Sumatra dan Aceh.

Malam pergantian tahun di Kabupaten Kendal tahun ini berlangsung lebih khidmat. Jika sebelumnya identik dengan kemeriahan kembang api dan hiburan besar, Pemkab Kendal memutuskan untuk meniadakan seluruh aktivitas penyalaan kembang api.

Kebijakan tersebut merupakan bentuk kepatuhan terhadap imbauan Kapolri melalui Kapolres Kendal, sekaligus sebagai wujud empati dan solidaritas kepada masyarakat di Aceh dan Sumatra yang tengah terdampak bencana alam.

Sebagai pengganti pesta kembang api, Pemerintah Kabupaten Kendal menggelar doa bersama yang dilaksanakan di dua lokasi. Lokasi pertama berada di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, yang diikuti oleh Bupati Kendal, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta masyarakat.

Kedua, doa bersama bakal digelar di Stadion Utama Kendal bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Bupati Kendal, dan masyarakat umum. Kegiatan di stadion tersebut dirangkai dengan penggalangan dana bagi korban bencana di Aceh dan Sumatra, serta diiringi hiburan musik dangdut.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Kendal, Achmad Ircham Chalid, menyampaikan bahwa meskipun tanpa pesta kembang api, masyarakat tetap dapat merayakan malam pergantian tahun dengan kegiatan yang lebih bermakna.

“Untuk malam pergantian tahun tetap ada kegiatan doa bersama dan penggalangan dana bagi korban bencana alam di Aceh dan Sumatra. Namun, sesuai arahan Kapolres dan Kapolri, pesta kembang api ditiadakan. Bahkan hingga saat ini seluruh objek wisata di Kendal juga tidak mengajukan izin pesta kembang api,” ujar Ircham. Senin (29/12/25) saat meninjau lokasi di stadion utama.

Ia berharap semua pihak dapat memahami kondisi saat ini. Masyarakat diharapkan tetap dapat merayakan malam Tahun Baru dengan aman, tertib, dan penuh makna, dengan mengisi pergantian tahun melalui doa bersama dan kepedulian terhadap sesama.

Perayaan sederhana ini diharapkan menjadi momentum refleksi dan solidaritas, tanpa mengurangi kebersamaan dan kegembiraan dalam menyambut Tahun Baru. (*)

Penulis: Yoedhi W

Prihatin Situasi Sosial Politik Saat Ini, Masjid Agung Semarang Gelar Doa Bersama

Lingkar.co – Ratusan umat Islam mengikuti doa bersama untuk mendoakan Indonesia, termasuk Kota Semarang di Masjid Agung Semarang (MAS) atau akrab juga disebut dengan Masjid Kauman Semarang, Senin (1/9/2025).

Ketua Takmir MAS KH Hanif Ismail menyatakan kegiatan doa bersama di Masjid Agung Semarang merupakan bentuk keprihatinan terhadap fenomena sosial dan politik saat ini, yakni kericuhan dan tindakan anarkis yang terjadi dalam menyampaikan aspirasi.

“Kami tidak ingin masyarakat Semarang menjadi resah, menjadi gelisah. Bahkan, mungkin kalau itu sampai terjadi di Kota Semarang, kita semuanya yang akan sedih,” katanya.

Yang rugi, kata dia, bukan hanya pemerintah, tetapi masyarakat juga akan rugi kalau kedamaian terusik dan situasi menjadi tidak teratur, apalagi fasilitas-fasilitas umum justru dirusak.

“Kami berharap Semarang tetap damai, Semarang Amin tetap aman, nyaman gitu ya. Kami tidak ingin masyarakat Semarang diadu domba,” katanya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi inisiasi dari berbagai pihak untuk terus menyuarakan perdamaian, termasuk melalui doa bersama.

“Kami tentu atas nama pemerintah Kota Semarang mengucapkan banyak terima kasih kepada organisasi Islam, organisasi masyarakat, dan lain sebagainya yang sore hari ini mengadakan doa bersama,” katanya.

Sebagai umat beragama, kata dia, meyakini bahwa segala persoalan yang terjadi di dunia ini tidak lepas dari kehendak sang maha pencipta, Allah SWT.

“Kita harus kembali kepada Tuhan, kepada Allah SWT, dan kita berdoa bersama-sama dengan beberapa tokoh agama. Dengan kebersamaan ini, kami ingin meyakinkan kepada seluruh masyarakat Kota Semarang bahwa kita tetap dalam keadaan baik-baik saja,” katanya.

Turut hadir dalam kesempatan itu, sejumlah perwakilan ormas Islam, seperti NU, Muhammadiyah, dan LDII, anggota DPRD Kota Semarang Syahrul Qirom, dan Ketua Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB) Jumai.

Kegiatan diawali dengan pembacaan shalawat dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW bersamaan dengan masuknya bulan kelahirannya, Robiul Awal.

Kemudian, pembacaan doa bersama untuk Indonesia, khususnya Semarang, dilanjutkan dengan pembacaan Deklarasi Komponen Masyarakat Kota Semarang.Ada beberapa poin dalam deklarasi itu, di antaranya mengajak seluruh komponen masyarakat menjaga situasi kondusif, mengimbau untuk menyalurkan aspirasi dengan cara santun, dan menolak segala bentuk provokasi, kekerasan, maupun tindakan anarkis.

Aksi Damai dan Doa Bersama di Pati, Masyarakat Kompak Jaga Kondusivitas

Lingkar.co – Sejumlah elemen masyarakat Pati menggelar aksi damai dengan doa bersama di halaman Pendopo Kabupaten Pati, Minggu (31/8/2025) malam. Hadir dalam kegiatan ini mahasiswa, aparat kepolisian, TNI, pengemudi ojek online (ojol), serta warga Pati. Anggota DPRD Pati, Danu Ikhsan, juga turut hadir.

Doa bersama ini digelar untuk merespons gejolak massa yang terjadi belakangan, sekaligus mendoakan para korban yang meninggal dunia, termasuk almarhum pengemudi ojol, Affan Kurniawan. Selain itu, doa juga dipanjatkan bagi masyarakat Pati yang tengah melakukan aksi di Jakarta agar senantiasa diberi kelancaran dan keselamatan.

Anggota DPRD Pati, Danu Ikhsan, menegaskan kegiatan tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada korban sekaligus pengingat pentingnya menjaga kondusivitas di daerah.

“Aksi malam hari ini adalah untuk mengenang almarhum Affan Kurniawan serta menciptakan suasana damai khususnya di Kabupaten Pati. Juga untuk mengenang seluruh massa aksi yang telah mendahului kita,” ujarnya.

Danu juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi.

“Jangan mudah terprovokasi dengan berita hoaks yang beredar di media sosial maupun media lainnya,” imbaunya.

Perwakilan komunitas ojol Pati, Warsito, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak.

“Semoga kondisi Pati tetap aman dan damai. Kami juga mendoakan saudara-saudara yang berangkat ke Jakarta agar diberi keselamatan dalam perjalanan hingga kembali ke Pati,” tutur Warsito.

Senada, Kasat Intelkam Polresta Pati, AKP Moch. Yusuf, mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di dunia maya.

“Harapan kami, semua elemen masyarakat di Pati bisa bersama-sama menjaga keamanan. Jangan mudah terprovokasi ketika melihat berita di medsos. Sebaiknya ditanyakan dulu, diklarifikasi, apakah benar atau tidak. Kami juga mendoakan warga Pati yang berangkat ke Jakarta agar selamat dalam perjalanan pergi maupun pulang,” tegasnya.

Aksi damai tersebut ditutup dengan tabur bunga sebagai simbol penghormatan, sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk menjaga suasana aman dan kondusif di Kabupaten Pati. (*)

Jaringan Kiai Semarang Tidak Asal Dukung Paslon Pilwalkot, GPN Sebut Joko Joss Kembangkan NU di Semarang Utara

Lingkar.co , Jaringan Kiai Semarang dari para kiai sepuh, kiai muda, gus, da’i atau mubaligh kota Semarang telah menyatakan dukungan terhadap pasangan calon nomor urut 02 Yoyok Sukawi dan Joko Santoso (Yoyok-Joss) untuk menangkan Pilwalkot Semarang.

Sekretaris Gerakan Pemuda Nahdliyin (GPN) Kota Semarang, Dimas Bagus Pamungkas menyebut dukungan tersebut bukan asal dukungan, namun berdasarkan pertimbangan yang matang.

“Dukungan dari kiai sepuh itu tidak asal mendukung, tapi melihat manfaat dan jasa Mas Joko Joss yang terbukti komitmen mengembangkan Nahdlatul Ulama di Semarang Utara,” katanya saat kegiatan Doa Bersama Untuk Kemenangan Luthfi-Yasin di Desa Tinjomoyo, Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, Jumat (22/11/2024).

Dimas mengungkapkan, dirinya mendapatkan informasi tersebut dari salah satu wakil ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang masa khidmat (periode) 2016-2021.

“Jadi ada banyak sekali rapat atau sekedar diskusi di rumah Mas Joko Santoso, rapat dan diskusi seputar mengembangkan organisasi NU yang dilakukan para pengurus MWCNU (Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama) Kecamatan Semarang Utara,” ungkapnya.

GPN Kota Semarang berfoto bersama seusai Doa Bersama Untuk Kemenangan Luthfi-Yasin di Desa Tinjomoyo, Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, Jumat (22/11/2024) malam.
GPN Kota Semarang berfoto bersama seusai Doa Bersama Untuk Kemenangan Luthfi-Yasin di Desa Tinjomoyo, Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, Jumat (22/11/2024) malam. Foto: istimewa

Dari forum tersebut, kata Dimas, banyak gagasan yang menghasilkan kepengurusan kelurahan terbentuk kembali. “Jadi, kalau hari ini kita kembali punya banyak ranting NU di Semarang Utara itu awalnya dari situ, diskusi dan rapat di rumah Mas Joko,” urainya.

Untuk itu, dirinya meminta agar semua warga NU Semarang memantapkan hati memilih pemimpin yang didukung oleh para kiai. “Bismillah, nderek dawuh kiai, milih Yoyok-Joss di Pilwalkot Semarang, dan Luthfi-Yasin di Pilgub Jateng,” tegasnya.

“Kepemimpinan yang baik itu kalau pemimpin bisa dekat dengan ulama, para kiai. Kalau manut kiai, insya Allah hidup kita berkah,” imbuhnya.

Bukan Basis Santri, Doa Bersama GPN Ikhtiar Yakinkan Masyarakat Pilih Luthfi-Yasin di Pilgub Jateng

Lingkar.co , Sekretaris Gerakan Pemuda Nahdliyin (GPN) Kota Semarang, Dimas Bagus Pamungkas mengungkapkan bahwa dia bersama merupakan bagian dari ikhtiar meyakinkan masyarakat untuk memilih pasangan calon Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen (Luthfi-Yasin) pada masa coblosan 27 November nanti.

Meski memiliki tradisi keislaman yang sama, namun ada daerah yang tidak dekat dengan kalangan pesantren atau bukan basis santri.

“Di daerah ini punya tradisi keislaman model Nahdlatul Ulama (NU), tapi bukan basis santri. Jadi memang kita harus tahu persis bagaimana cara meyakinkan saudara kita ini untuk memilih Gus Yasin,” kata dia seusai kegiatan Doa Bersama Untuk Kemenangan Luthfi-Yasin di Desa Tinjomoyo, Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, Jumat (22/11/2024) malam.

Selain itu, dirinya juga mengakui bahwa daerah tersebut bukan dari basis partai pengusung Paslon 02 Luthfi-Yasin dan Yoyok-Joss dalam Pilkada serentak.

Meski demikian, dirinya tetap optimis karena secara organisasi, NU semakin kuat di Semarang. “Alhamdulillah di sini ada beberapa kader yang aktif di Banom NU, tentunya mereka kita harapkan bisa diandalkan untuk kemenangan Luthfi-Yasin di TPS sekitar sini,” ujarnya.

Kepada para relawan, ia mengingatkan bahwa menghadapi perbedaan yang ada di masyarakat butuh ketenangan dan ketelatenan. “Harapannya agar kader yang ada di sini mulai terbiasa ngemong masyarakat yang beda-beda ini, karena ini modal awal untuk mendapatkan simpati dan suara pemilih,” ujarnya.

Doa Bersama Untuk Kemenangan Luthfi-Yasin di Desa Tinjomoyo, Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, Jumat (22/11/2024) malam.
Doa Bersama Untuk Kemenangan Luthfi-Yasin di Desa Tinjomoyo, Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang, Jumat (22/11/2024) malam. Foto: istimewa

Dirinya juga mengingatkan bahwa pasangan calon 02 merupakan calon pemimpin yang mendapatkan dukungan lebih banyak kiai (ulama) dari kontestan Paslon 01. “Mengikuti yang lebih banyak kiai itu penting, insya Allah berkah, selamat dunia akhirat,” tuturnya.

Bahkan, kata Dimas, masyarakat yang beruntung adalah yang memiliki pemimpin seorang kiai seperti Gus Yasin, atau dekat dan dapat dukungan banyak orang alim atau ulama seperti Yoyok-Joss.

“Kepemimpinan yang baik itu kalau pemimpin bisa dekat dengan ulama, para kiai. Kalau manut kiai, insya Allah hidup kita berkah,” imbuhnya.

Pengasuh Ponpes Ash Shodiqiyah Nyatakan Dukung Paslon Yoyok-Joss di Pilkada Serentak

Lingkar.co – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang nomor urut dua Yoyok Sukawi-Joko Santoso alias Joko Joss berkesempatan sowan ke kediaman Kiai Shodiq Hamzah Usman selaku pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ash Shodiqiyah, Sawah Besar Timur, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Kamis (21/11/2024) pagi.

Dalam kesempatan itu, Kiai Shodiq memberikan restu dan dukungan penuh terhadap Yoyok-Joss yang dikenal dengan slogan Bocahe Dewe tersebut di pemilihan wali kota dan wakil wali kota (Pilwakot) Semarang 2024.

Kedatangan Yoyok Sukawi dan Joko Santoso disambut secara langsung oleh Kiai Shodiq, dan segenap pengasuh Ponpes Ash Shodiqiyah. Termasuk ratusan pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Semarang yang menggelar istighotsah untuk kemenangan Luthfi-Yasin di Pilgub Jateng

“Alhamdulillah ini datang Mas Yoyok dan Mas Joko, calon Wali Kota, dan Wakil Wali Kota Semarang,” kata Kiai Shodiq.

Paslon yang diusung Koalisi Semarang Maju Bermartabat itu juga didampingi belasan kiai, di antaranya KH Said Al Masyhad, KH Khamad Maksum Turmudzi, Habib Jafar Mussawa, KH Abdurrohim Al Muhsin, Kiai Darsmo Rubai.

Dan, Kiai Choirul Amin, Kiai Syahid Al Bahaiqi, Kiai Sukri Ghazali, Kiai Muhdi sulaiman, Kiai Aminuddin, Kiai Habib Husain Toha, Kiai Nurul A’ala, Kiai Ali Imron, Kiai Anang Purnomo, Kiai Sa’dullah Assodiqi.

KH Shodiq Hamzah Ustman saat memberikan pesan dan dukungan untuk Paslon 02 Yoyok-Joss. Foto: istimewa

“Mas Yoyok dan Mas Joko itu Bocahe Dewe, sudah pada tahu semua sekarang ya. Insya-Allah bersama NU diberi kelancaran,” kata Kiai Shodiq, di hadapan ratusan jemaah serta Muslimat NU Kota Semarang.

Salah satu kiai sepuh NU tersebut menyatakan, bahwa restu yang diberikannya itu menjadi keseriusan mendukung Yoyok-Joss memimpin Kota Semarang lima tahun ke depan.

Doa Bersama Saat Hujan Deras, Gerakan Pemuda Nahdliyin: Semoga Isyarat Banjir Suara Luthfi-Yasin di Pilgub Jateng

Lingkar.co – Gerakan Pemuda Nahdliyin (GPN) Kota Semarang menggelar doa bersama untuk kemenangan Paslon 02 Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen (Luthfi-Yasin) di Pilgub Jateng 2024

Doa yang sama juga ditujukan agar Yoyok Sukawi dan Joko Santoso (Yoyok-Joss) menang di Pilwalkot Semarang yang digelar bersamaan dengan Pilgub Jateng.

Doa bersama dilakukan pada Selasa (19/11/2024) di rumah salah satu relawan GPN, Kelurahan Tambakrejo Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Sebelum itu, para relawan menikmati suguhan timnas Indonesia yang menang 2-0 atas arab Saudi.

“Acara kali ini kita kemas dengan nonton bareng atau nobar timnas Indonesia lawan Arab Saudi,” kata Ketua panitia kegiatan, Dimas Bagus Pamungkas.

Namun, kondisi cuaca yang tidak cerah menjadikan suasana menjadi berbeda. Beruntung panitia sudah melakukan antisipasi terhadap kemungkinan tersebut sehingga hujan lebat tidak mengganggu jalannya kegiatan..

“Ini melanjutkan agenda kita kemarin, bedanya hari ini kondisinya hujan deras, tapi alhamdulilah tetap lancar sesuai rencana, semoga derasnya air hujan ini jadi isyarat bahwa Luthfi-Yasin banjir suara, menang di Pilgub Jateng,” ujarnya.

“Semoga Mas Yoyok dan Mas Joko juga ikut dapat berkah dari Gus Yasin, dapat suara yang lebih banyak dari Paslon 01, Yoyok-Joss menang Pilwalkot Semarang,” imbuhnya.

Sebagaimana sebelumnya, doa bersama menghadirkan tokoh agama setempat. Kali ini dipimpin oleh KH. Muhammad Badrun, bersama KH Syukri Ghozali, dan Kiai Nurhadi.

Dalam kesempatan itu, Kiai Syukri Ghazali mengingatkan agar para pemuda memegang teguh ajaran para ulama. Yakni; pemuda hari ini adalah pemimpin di mas mendatang.

“Pemuda harus punya visi dan misi yang jelas, punya prinsip yang teguh. Dalam politik ini jangan mudah tergiur oleh iming-iming dari tim sukses, tetap fokus pada pilihan Luthfi-Yasin dan Yoyok-Joss,” pesannya.

GPN Kota Semarang berfoto bersama seusai Nobar dan Doa Bersama Untuk Kemenangan Luthfi-Yasin di kelurahan Kaligawe, Gayamsari, Kota Semarang. Foto: istimewa
GPN Kota Semarang berfoto bersama seusai Nobar dan Doa Bersama Untuk Kemenangan Luthfi-Yasin di kelurahan Kaligawe, Gayamsari, Kota Semarang. Foto: istimewa

Sementara, Kiai Nurhadi mengingatkan bahwa pilihan politik bagi umat Islam adalah yang memiliki keberpihakan terhadap umat Islam. Ia menyebut Yoyok-Joss berkomitmen untuk mewujudkan Perda Pesantren, dan Luthfi-Yasin punya program Pesantren Obah.

“Program itu bukan berarti mengabaikan kepentingan umum, akan tetapi ada perhatian tambahan terhadap pendidikan pesantren, karena agama menjadi landasan hidup, semua yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan nanti di akhirat,” tuturnya.

Dengan pemahaman agama yang baik dan benar, kata dia, kehidupan masyarakat akan lebih baik karena pada dasarnya agama Islam mengatur agar umat manusia memiliki kesadaran untuk melakukan keseimbangan antara dunia dan akhirat. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

GPN Gelar Doa Bersama di Sejumlah Titik, Imbangi Usaha Menangkan Pilgub Luthfi-Yasin di Semarang

Lingkar.co – Gerakan Pemuda Nahdliyin (GPN) Kota Semarang menggelar doa bersama di sejumlah titik untuk memenangkan Pasangan Cagub-cawagub Jateng Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen (Luthfi-Yasin) di kota Semarang. Selain itu, kegiatan juga ditujukan untuk mendorong kemenangan Yoyok-Joss di Pilwalkot Semarang.

Senin (18/11/2024) malam, GPN menggelar doa bersama untuk kemenangan Luthfi-Yasin di Basecamp Ngaji Happy Kelurahan Mangkang Kulon, Tugu, Kota Semarang. Sebelumnya, para relawan menggelar kegiatan yang sama di Ponpes Dzauqal Furqon Rowosari Tembalang.

“Malam ini kegiatan kedua, doa bersama untuk kemenangan Luthfi-Yasin di Pilgub Jateng, semoga menang merata di semua kecamatan,” kata ketua panitia kegiatan, Dimas Bagus Pamungkas.

Ia melanjutkan, semua relawan dari 16 kecamatan di kota Semarang telah bergerak melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Selain itu, juga meminta agar Pilkada berjalan sinergi dan damai

“Kita sudah deklarasi mendukung Yoyok-Joss di Pilwalkot Semarang, untuk Pilgub Jateng ini menyesuaikan dengan paslon 02. Sosialisasi satu peket,” ujarnya.

Dirinya berharap usaha dan doa bersama yang telah dilakukan bisa menjaga suara untuk memenangkan pasangan Yoyok-Joss dan Luthfi-Yasin di Pilkada 2024 yang digelar secara serentak.

“Semoga suara Pak Luthfi dan Gus Yasin menang di kota Semarang, dan Yoyok-Joss juga menang,” imbuhnya.

Koordinator GPN Ranting Kecamatan Tugu, Kiai Helmy Faishal mengatakan, setiap koordinator tim relawan tingkat kelurahan sudah bergerak sinergi dengan relawan lain seperti Komunitas Peci Ireng, Jaringan Santri Semarang dan para kiai setempat.

“Ada banyak relawan yang bisa kita jalin untuk berbagi tugas atau bagi lokasi, ini biar lebih efektif dan efisien,” urainya.

Ia mengaku, para kiai dan santri ingin Luthfi-Yasin menang di Pilgub Jateng, dan Yoyok-Joss menang di Pilwalkot Semarang. “Semoga doa bersama ini memperlancar ikhtiar yang sudah dan masih terus dilakukan untuk menjaga suara kemenangan Paslon 02 Jateng dan Kota Semarang,” tutupnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Ulama Semarang Prihatin Jika PDIP Menang di Pilwalkot dan Pilgub Jateng, Serukan Jangan Sampai Suara Nahdliyin Pecah

Lingkar.co – Salah satu sesepuh NU Tembalang, KH Syahid Baihaqi agar para kiai memantapkan hati masyarakat memilih paslon 02. Ia mengaku prihatin jika PDIP kembali menang di Pilwalkot Semarang dan Pilgub Jateng.

Ia menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan doa bersama untuk kemenangan Luthfi-Yasin yang digelar Gerakan Pemuda Nahdliyin (GPN) Kota Semarang di Ponpes Dzauqal Furqon, Krasak, Rowosari, Tembalang, Kota Semarang pada Minggu (17/11/2024) malam.

Ketua MWCNU Kecamatan Tembalang ini lantas mengungkapkan, dirinya bersama sejumlah kiai sowan ke KH Ahmad Haris Shodaqoh beberapa hari lalu untuk berkeluh kesah dengan perkembangan politik di Pilwalkot Semarang dan Pilgub Jateng.

Ia mengaku keluhan para kiai terhadap perkembangan politik dalam media sosial yang banyak menyudutkan Calon Wali Kota Semarang Yoyok Sukawi dan Calon Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan informasi yang tidak jelas kebenarannya.

Selain itu, dampak silaturahmi KH Umar Wahid Hasyim (Gus Umar) yang diframing seolah para kiai mendukung Paslon 01 Andika-Hendi sehingga perkembangan lembaga survei yang mulai mengunggulkan Paslon 01.

Oleh karena itu dirinya mewanti-wanti agar para kiai dan pemuda NU bisa menjadi penentu dalam memenangkan paslon 02 Luthfi-Yasin di Pilgub Jateng dan Yoyok-Joss di Pilwalkot Semarang.

KH Syahid Baihaqi sambutan doa bersama untuk kemenangan Luthfi-Yasin yang digelar Gerakan Pemuda Nahdliyin (GPN) Kota Semarang di Ponpes Dzauqal Furqon, Krasak, Rowosari, Tembalang, Kota Semarang pada Minggu (17/11/2024) malam.
KH Syahid Baihaqi saat sambutan doa bersama untuk kemenangan Luthfi-Yasin yang digelar Gerakan Pemuda Nahdliyin (GPN) Kota Semarang di Ponpes Dzauqal Furqon, Krasak, Rowosari, Tembalang, Kota Semarang pada Minggu (17/11/2024) malam. Foto: Rifqi/Lingkar.co

“Jangan sampai kita terpecah, suara warga NU harus kita kawal memilih 02, jangan sampai Semarang dan Jawa Tengah ini kembali dikuasai oleh merah (PDIP),” tegasnya.

Ia tegaskan, paslon 02 Kota Semarang Yoyok-Joss memiliki komitmen untuk mengesahkan Perda Pesantren, dan dekat dengan ulama.

Demikian pula paslon 02 Luthfi-Yasin memiliki program Pesantren Obah yang akan mendukung kemandirian pesantren.

Kedua program itu tidak didapatkan pada Paslon 01 Kota Semarang, Agustina-Iswar dan Paslon 01 Jawa Tengah Andika-Hendi.

“Semarang dan Jawa Tengah ini akan menjadi keprihatinan kita semua jika kita kalah,” tuturnya.

Pemuda Nahdliyin Gelar Doa Bersama Untuk Kemenangan Luthfi-Yasin dan Yoyok-Joss

Lingkar.co – Gerakan Pemuda Nahdliyin (GPN) Kota Semarang menggelar doa bersama untuk kemenangan Luthfi-Yasin di Pilgub Jateng 2024 dan Yoyok-Joss di Pilwalkot Semarang.

Kegiatan pada Minggu (17/11/2024) malam ini dilakukan di Ponpes Dzauqal Furqon, Krasak, Rowosari, Tembalang, Kota Semarang.

Ketua panitia kegiatan, Dimas Bagus Pamungkas menuturkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memenangkan pasangan calon Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen (Luthfi-Yasin) di Pilgub Jateng, juga Yoyok Sukawi dan Joko Santoso (Yoyok-Joss) di Pilwalkot Semarang.

“Kita dukung satu paket nomor 02 di Pilgub Jateng dan Pilwalkot Semarang, tapi deklarasi secara resmi hanya Yoyok-Joss karena Paslon Jateng jadwalnya sudah padat,” ungkapnya.

Ia menerangkan, kegiatan doa bersama akan dilaksanakan di beberapa kecamatan dengan harapan perolehan suara paslon 02 merata di ibu kota Jawa Tengah.

“Insya Allah kita adakan di beberapa titik dengan harapan perolehan suara Luthfi-Yasin dan Yoyok-Joss bisa merata di kota Semarang, menang total,” tegasnya.

Doa bersama dipimpin oleh salah satu kiai sepuh di NU Semarang, KH Ali Nurkhan. Membuka doa bersama, KH Ali Nurkhan menyampaikan bahwa kehidupan masyarakat akan menjadi lebih baik jika memiliki pemimpin yang satu akidah, menganut Islam dengan paham ahlussunah wal jamaah.

Ia tekankan hal itu bukan hanya pemimpin kota dan provinsi saja, namun merata hingga di tingkat RT. “Kalau bisa semua posisi dari RT, RW itu ditempati oleh orang yang ahlussunah wal jamaah,” tuturnya.

Menurut dia, tidak ada calon wakil gubernur yang paling hebat kecuali Gus Yasin. Sebab Taj Yasin Maimoen yang tidak lain putra mendiang KH Maimoen Zubair merupakan pemimpin yang sesuai bagi masyarakat, utamanya dari kalangan pesantren.

Doa bersama untuk kemenangan Luthfi-Yasin yang digelar Gerakan Pemuda Nahdliyin (GPN) Kota Semarang di Ponpes Dzauqal Furqon, Krasak, Rowosari, Tembalang, Kota Semarang pada Minggu (17/11/2024) malam.
Doa bersama untuk kemenangan Luthfi-Yasin yang digelar Gerakan Pemuda Nahdliyin (GPN) Kota Semarang di Ponpes Dzauqal Furqon, Krasak, Rowosari, Tembalang, Kota Semarang pada Minggu (17/11/2024) malam. Foto: Rifqi/Lingkar.co

Ia jelaskan, Nabi Muhammad SAW bahwa umat yang beruntung adalah memiliki pemimpin yang mencintai rakyatnya, demikian pula sebaliknya rakyat yang mencintai pemimpin. Juga pemimpin dan rakyat yang saling mendoakan.

“Mudah-mudahan Pak Luthfi dan Gus Yasin menjadi gubenur dan wakil gubernur, dan Mas Yoyok dan Mas Joko menjadi wali kota dan wakil wali kota Semarang,” tutupnya.

Hadir dalam kesempatan itu sejumlah kiai yang dikenal masyarakat tidak suka berpolitik, antara lain; KH Masnun Rosyid AH, KH Nurhadi, KH Masykur Iskandar, tuan rumah sekaligus pengasuh Ponpes KH Ichsan Turmudi AH, dan sebagainya.