Arsip Tag: Hj. Istighfaroh

Dukung Misi Kemanusiaan NU Peduli Jateng ke Aceh, Fatayat NU Kota Semarang Titip Rp32 Juta

Lingkar.co – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kota Semarang menitipkan bantuan kemanusiaan yang dihimpun dari anggotanya untuk Aceh senilai Rp32 juta.

Bantuan tersebut secara simbolis diberikan kepada tim NU Peduli Jateng yang diwakili oleh Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jateng, Muhammad Mahsun pada penutupan ‘Apel Pelepasan Relawan NU Peduli Jateng ke Aceh’ yang dilaksanakan di halaman kantor PWNU Jateng, Jl. dr. Cipto 180, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026) sore.

Ketua PC Fatayat NU Kota Semarang, Hj. Istighfaroh bersyukur karena kegiatan donasi yang dilakukan untuk dua peristiwa secara beruntun tetap berjalan dengan lancar.

“Kami cuma bisa nitip sedikit ini untuk saudara kita di Aceh, semoga kegiatan pemulihan pascabencana berjalan dengan lancar dan bermanfaat untuk mereka,” ujarnya.

“Galang donasi berdekatan waktunya, pertama kemarin waktu ada banjir kita salurkan bantuan ke posko NU Peduli Kota Semarang untuk wilayah Tambakrejo, Kaligawe, Gayamsari, terus menyusul ada musibah di Sumatra dan Aceh, kita galang donasi lagi, alhamdulilah lancar,” paparnya.

Ia menegaskan, tidak ada target atau ketentuan donasi. Namun, hanya menerima bantuan berupa uang karena pengalokasian lebih fleksibel untuk menyelesaikan kebutuhan.

“Untuk Aceh kita hanya menerima bantuan berupa uang seikhlasnya, tidak menerima berupa barang. Kan ada dari masyarakat yang mengumpulkan donasi pakaian,” ungkapnya.

Sebab, lanjutnya, donasi berupa pakaian membutuhkan waktu relatif lebih lama untuk melakukan penyortiran hingga pengemasan.

“Kita kira masih layak, tapi ternyata dianggap tidak layak. Kan beda orang, beda selera, apalagi orang Aceh yang tidak pernah ketemu dan tidak kita pahami karakternya,” jelasnya

Ia menilai, musibah yang menimpa masyarakat Aceh bukan sebatas mempererat persatuan dan persaudaraan, juga merupakan pengingat pentingnya menjaga lingkungan.

Ketua NU Peduli Jateng, KH Mandzhur Labib saat menyampaikan laporan kegiatan aksi kemanusiaan untuk Aceh di halaman kantor PWNU Jawa Tengah, Jl. dr. Cipto 180, Kota Semarang. Foto: Rifqi
Ketua NU Peduli Jateng, KH Mandzhur Labib saat menyampaikan laporan kegiatan aksi kemanusiaan untuk Aceh di halaman kantor PWNU Jawa Tengah, Jl. dr. Cipto 180, Kota Semarang. Foto: Rifqi/Lingkar.co

“Kita sudah mulai melakukan pemetaan wilayah untuk bank sampah, dari yang terkecil ini juga merupakan aksi nyata mencegah bencana,” katanya.

Baginya, pegiat Fatayat NU merupakan wanita pilihan. Bukan hanya menjadi ibu, tapi juga aktif berorganisasi.

“Ibu-ibu Fatayat memang luar biasa, kegiatan yang kita lakukan juga banyak, mulai dari ngaji rutin sampai kegiatan sosial,” tutupnya.

Sementara, Ketua NU Peduli Jateng, KH Mandzhur Labib menyatakan, pihaknya telah melakukan peninjauan dan pendataan seperlunya sehingga hasil asesmen bisa menjadi acuan pelaksanaan kegiatan pascabencana.

Bantuan yang dibawa, kata dia, sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat penyintas bencana di Aceh.

Rais Syuriah PWNU Jateng, KH Ubaidillah Shadaqah mengapresiasi kepedulian warga NU, termasuk Fatayat NU sehingga hari ini bisa memberangkatkan relawan dan bantuan logistik untuk tahap pertama. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Istighfaroh Dorong Pemberdayaan Kader Fatayat NU Kota Semarang dengan Urban Farming dan Bank Sampah

Lingkar.co – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Semarang mendorong perempuan, khusus kadernya untuk menguatkan kegiatan pertanian perkotaan (Urban Farming) dan mengelola sampah atau Bank Sampah.

Hal itu mulai dirintis dalam skala besar dalam Pertemuan Rutin Triwulan PC Fatayat NU Kota Semarang di aula Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Ahad (4/1/2026) pagi

Ketua PC Fatayat NU Kota Semarang, Hj. Istighfaroh menuturkan, pertemuan rutin kali ini mengangkat tema Fatayat NU Eco-Agriculture: Transformasi Petani Milenial dengan Zero Waste. Tema ini diharapkan dapat meningkatkan para ibu muda dalam hal keterampilan pertanian dengan lahan terbatas.

“Alhamdulillah jadi mulai sekarang memang kita sebagai seorang ibu harus peduli terhadap lingkungan itu harus ditekankan lagi dan ditekankan lagi,” tandasnya dalam jumpa pers kegiatan.

Ia menjelaskan, setiap kader Fatayat yang tak lain ibu muda memiliki tugas untuk memilah sampah, dan mengelola sampah, serta memperkuat gerakan pertanian perkotaan

“Petani milenial itu kan tidak harus kotor-kotor di dalam lumpur ya, bertani di rumah dengan menggunakan barang-barang bekas yang ada di rumah seperti galon bekas air minum, dan sebagainya,” ujarnya.

“Kedepannya akan ada beberapa titik di kecamatan yang merupakan basis percontohan, sekarang sudah mulai ada di RW 6 Kelurahan Meteseh,” ungkapnya.

Istighfaroh menilai, pertanian perkotaan tidak sebatas mengurangi volume sampah sampai ke Tempat Pengolahan Sampah (TPS) kecamatan maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Lebih dari itu juga memiliki nilai ekonomis, mulai dari mengurangi anggaran belanja memasak hingga menghasilkan produk yang memiliki nilai jual.

Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin saat jumpa pers kegiatan Pertemuan Rutin Triwulan PC Fatayat NU Kota Semarang di halaman kantor Kecamatan Tembalang, Semarang, Jawa Tengah. Foto: Rifqi/Lingkar.co
Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin saat jumpa pers kegiatan Pertemuan Rutin Triwulan PC Fatayat NU Kota Semarang, Ahad (4/1/2026) di halaman kantor Kecamatan Tembalang, Semarang, Jawa Tengah. Foto: Rifqi/Lingkar.co

“Paling tidak nanti bisa petik cabe atau sayuran sendiri untuk masak,” ujarnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengapresiasi tema yang diangkat oleh Fatayat NU dalam meningkatkan peran kader membantu pembangunan kota Semarang.

“Sangat menarik apa yang dilakukan Fatayat karena pertemuan hari ini pendidikan tentang tema persoalan lingkungan di Kota Semarang,” katanya kepada wartawan.

“Kita paham bersama bahwa persoalan sampah ini kan sudah menjadi persoalan nasional yang mana Kota Semarang juga serius mengurusi itu,” sambungnya

Ia mengakui, bahwa produksi sampah semakin banyak setiap hari. Menurut dia, hal itu bisa berdampak buruk pada beberapa hal jika tidak dikelola dengan baik dan benar.

Dari UMKM Hingga Bank Sampah, Wakil Wali Kota Semarang Apresiasi Pemberdayaan Kader Fatayat NU

Lingkar.co – Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin mengapresiasi pemberdayaan perempuan yang dilakukan oleh Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Semarang yang menggerakkan perekonomian kader dari pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Beragam produk UMKM dari kader Fatayat NU juga kerap dipasarkan dalam berbagai kegiatan, baik di internal NU maupun pemerintah. Termasuk pada momen Pertemuan Rutin Triwulan di aula Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Ahad (4/1/2026).

Dalam kesempatan itu, iswar juga membeli beberapa produk UMKM yang dipamerkan di depan aula.

“Ini kan perlu ada pemberdayaan ya, masyarakatnya itu harus diberdayakan, harus ada aktivitas ekonomi dan sahabat Fatayat sudah banyak melakukan itu,” kata Iswar saat jumpa pers.

Pada pertemuan itu, Fatayat membahas tentang pengolahan sampah, dan penguatan ekosistem urban farming. Iswar menilai, Fatayat NU merupakan salah satu mitra strategis pemerintah daerah dalam berbagai program, termasuk perekonomian dan lingkungan hidup.

“Jadi pemerintah kota kan sangat konsen (pengolahan sampah dan urban farming),” ujarnya.

Ia bilang para ibu rumah tangga yang ada di PKK maupun Fatayat sangat penting dalam menyukseskan program pemerintah karena bergerak dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga.

“Jadi ibu-ibu sangat tepat sasaran sekali kalau membawa aksi-aksi perubahan di lapangan,” tuturnya.

Fokus Program 2026

Sementara, ketua PC Fatayat NU Kota Semarang, Hj. Istighfaroh menuturkan tema tersebut diangkat untuk mendorong para kader dalam meminimalisir sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah (TPS) dan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Secara teknis, kelompok Fatayat di tingkat RT maupun RW bisa membuat Bank Sampah, mengolah sampah organik menjadi pupuk atau kompos, dan memanfaatkan galon bekas atu plastik bekas sebagai media tanam pertanian perkotaan atau urban farming.

Pemilihan tema Eco-Agriculture Transformasi Petani Milenial dengan Zero Waste diharapkan meningkatkan kreativitas dan keterampilan kader dalam program urban farming.

Mlaku Bareng, Iswar Ajak Warga Semarang Membangun Jiwa dan Raga Menuju Semarang Semakin Hebat

Lingkar.co – Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin mengajak masyarakat kota Semarang untuk membangun jiwa dan raga yang sehat dengan hubungan antarsesama yang harmonis menuju Kota Semarang semakin hebat.

“Mlaku bareng, Semarang kita ingin bangun kota dari ekonomi, sosial, budaya dan infrastruktur. Tentu awal-awal yang kita akan bangun adalah raga, alam jiwa warga masyarakat,” kata Iswar saat mengikuti Mlaku Bareng Pemkot Semarang dari halaman balaikota Semarang, Ahad (28/9/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif dengan PKK Kota Semarang, PC Fatayat NU Kota Semarang, dan Ikatan Alumni Undip (Ika Undip), serta didukung oleh Luwak White Coffee.

Menurut Iswar, pembangunan yang baik dimulai dari membangun masyarakat yang sehat secara raga dan jiwa. Sebab, jiwa yang rusak akan mudah menerima hasutan dan terbawa pada perilaku negatif yang merugikan semua pihak.

“Kalau hanya raga, jiwanya rusak juga gampang untuk dipecah-belah. Tapi kalau jiwa dan raga seimbang, insya Allah Semarang akan menjadi kota yang sempurna dan damai,” tuturnya.

Ketua TP PKK Kota Semarang, Listyati Purnama Rusdiana menambahkan, masyarakat Semarang seperti miniatur Indonesia, berbeda-beda tapi tetap bisa berdampingan dengan damai, kompak, guyup, dan rukun.

Ia menyebut PKK Kota Semarang bisa bergandengan dengan sesama organisasi perempuan dalam mendukung pembangunan, “Ya, alhamdulillah kita ini supporting system dari Pemerintah Kota Semarang, PKK Kota Semarang baik-baik, sehat jasmani, rohani,” ujarnya.

“Dengan mlaku bareng hari ini, lebih menyehatkan dan lebih positif ya untuk menikmati ini atau mendukung Pemerintah Kota Semarang semakin hebat,” ungkapnya.

Senada, Ketua PC Fatayat NU Kota Semarang, Nyai. Hj. Istighfaroh mengatakan, organisasi yang ia pimpin siap mendukung iklim pembangunan yang menyejahterakan masyarakat, “Kita semua ikut turun menciptakan kota yang damai, harmonis dan semakin hebat,” ucapnya. (*)

Percepat Turunkan Angka Stunting, Fatayat NU Jateng Gandeng Unicef dan Tanoto Foundation Adakan Orientasi Pelayanan Konseling PMBA di Semarang

Lingkar.co – Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Tengah menggandeng Unicef untuk membantu pemerintah mempercepat menurunkan angka stunting. Sebagai langkah awal, Fatayat NU melakukan peningkatan kapasitas kader melalui orientasi layanan konseling Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) di aula Kecamatan Semarang Selatan Kota Semarang, Minggu (6/7/2025) pagi.

Pengurus PW Fatayat NU Jateng, Umi Hanik selaku manager program kerja sama dengan Unicef dan Tanoto Foundation mengatakan kegiatan tersebut merupakan orientasi pertama di kota Semarang. Ia mengapresiasi Kota Semarang yang berhasil dalam memobilisasi massa untuk percepatan program pemerintah. Kata dia, hal itulah yang melandasi dipilihnya Fatayat NU Kota Semarang untuk menyukseskan program percepatan penurunan angka stunting.

Ia bilang, Fatayat NU sebagai organisasi perempuan yang ada sampai di tingkat grassroot sehingga bisa optimal dalam mencegah stunting, obesitas dan sebagainya. “Obesitas ini juga harus mendapat perhatian karena pola makan anak sudah tidak terkontrol karena anak sudah mulai banyak mengonsumsi gula, dan makanan-makanan yang instan,” ujarnya.

Dengan semakin meningkatnya kompetensi kader Fatayat NU dalam pencegahan stunting, dirinya berharap organisasi ini bisa ikut mewujudkan Indonesia Emas

Kasi Perekonomian dan Kesejahteraan Sosial Kecamatan Semarang Selatan, Endah Bekti Sri Mulyani mengingatkan pentingnya pemberian asi eksklusif pada 1000 hari pertama kelahiran bayi sebagai langkah awal mencegah stunting.

Ia mengaku stunting merupakan persoalan kesehatan yang rumit. Bahkan di kecamatan Semarang Selatan juga meningkat. “Kebetulan di Semarang Selatan stunting ini meningkat sekitar 120an. Semoga kegiatan ini bisa meningkatkan kapasitas sehingga bisa membantu menurunkan stunting,” harapnya.

Ketua PC Fatayat NU Kota Semarang, Hj. Istighfaroh menuturkan pihaknya mendapatkan dukungan dari PW Fatayat NU Jawa Tengah untuk menggelar orientasi bagi kader agar memiliki kompetensi yang lebih dalam mencegah stunting sehingga target Pemerintah Kota Semarang Zero Stunting bisa tercapai.

Menurut Bu nyai Ponpes Al Asror Gunungpati ini pencegahan stunting dilakukan dengan pendampingan ibu hamil dan ibu yang memiliki bayi dua tahun (Baduta). Dengan demikian pemberian asi eksklusif bisa berjalan dengan maksimal. Katanya, Fatayat NU di Semarang sudah mulai memiliki struktur kepengurusan hingga RW dan majelis taklim cukup efektif dalam pendampingan program untuk anak, terlebih anggota Fatayat pada umumnya ibu muda atau pasutri baru.

“Mereka ini nantinya akan bekerja sama dengan posyandu melakukan pendampingan terhadap ibu hamil dan yang memiliki baduta agar memberikan asi ekslusif dan makanan pendamping yang bergizi,” jelasnya.

Ia melanjutkan, pihaknya telah beberapa kali melakukan program PMBA dan program Gerakan Intervensi Anak dan Remaja (GIAN). Selain itu pihaknya juga telah memiliki satgas kesehatan yang nantinya akan mendapatkan bimbingan dari Dinas Kesehatan Kota Semarang. “Kami dari Fatayat NU Kota Semarang punya satgas kesehatan di tiap kecamatan, sesuai permintaan dari Dinkes ada satu di setiap kecamatan, nantinya juga akan mendapatkan pelatihan,” katanya.

Pada kegiatan ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Dr. dr. Mochamad Abdul Hakam, Sp.PD hadir sebagai narasumber. (*)

Fatayat NU Kota Semarang Lantik 5 Lembaga

Lingkar.co – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Semarang menggelar pelantikan 5 lembaga di rumah dinas Wali Kota Semarang, Minggu (2/2/2025) pagi. Pelantikan dilakukan secara langsung oleh Ketua PC Fatayat NU Kota Semarang, Nyai Hj Istighfaroh.

Semua lembaga mendapatkan SK kepengurusan tertanggal 27 Rajab 1446/27 Januari 2025 yang ditandatangani oleh Ketua dan sekretaris PC Fatayat NU Kota Semarang Hj. Istighfaroh dan Masdaliyatul Lukluiyah.

Adapun 5 lembaga yang dilantik antara lain; Ikatan Hafizhah Fatayat Nahdlatul Ulama (IHFNU), Forum Daiyah Fatayat NU (Fordaf NU), Lembaga Konsultan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A), Koperasi Yasmin, Satuan Petugas Kesehatan (Satgas Kesehatan), Adapun Garda Fatayat (Garfa) telah dilantik pada tahun lalu.

Istighfaroh dalam sambutan menyampaikan semua lembaga Fatayat telah lengkap berjumlah 6 lembaga. Alhamdulillah, semua telah terbentuk di kota Semarang, untuk Garfa telah dilantik pada tahun lalu,” ucapnya.

Ia berharap semua lembaga bisa berdakwah melalui sesuai dengan tujuan terbentuknya lembaga. Ia juga berpesan agar semua lembaga bersinergi dalam menjalankan amanah dengan baik supaya mencapai kemaslahatan (kebaikan);bagi umat.

Dirinya juga berharap agar Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tetap bersama Fatayat NU dalam meningkatkan pelayanan masyarakat di bidang sosial, kesehatan dan sebagainya.

Ketua PC Fatayat NU Kota Semarang, Nyai Hj Istighfaroh saat menyampaikan sambutan Upgrading seusai pelantikan lembaga di rumah dinas Wali Kota Semarang. Foto: Rifqi/Lingkar.co
Ketua PC Fatayat NU Kota Semarang, Nyai Hj Istighfaroh saat menyampaikan sambutan Upgrading seusai pelantikan lembaga di rumah dinas Wali Kota Semarang. Foto: Rifqi/Lingkar.co

Ia juga menyebut jumlah pengurus Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU di kota Semarang meningkat hampir di 177 kelurahan. Alhamdulillah sudah terbentuk ranting sebanyak 146 kelurahan, kurang sekitar 30an, saya harap pada periode ini saya bisa terus syaa genjot membentuk ranting,” ujarnya.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kota Semarang KH Anasom mengapresiasi pelantikan lembaga Fatayat NU Kota Semarang. Menurutnya, Fatayat NU membutuhkan lembaga agar agar kerja yang spesifik

“Lembaga ini dibutuhkan agar kerja organisasi lebih luas dan jelas sesuai dengan targetnya,” katanya.

Ia juga berpesan agar lembaga yang telah dilantik segera bergerak memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat kota Semarang, khususnya warga NU.

“Setelah pelantikan ini langsung membentuk program kerja dan langsung kerja, jangan sampai setelah raker malah selesai karena raker kan kadang Ra Kerjo (Tidak bekerja),” candanya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Dukung Jalan Sehat Harlah Fatayat NU ke-74, Wali Kota Semarang Beri Doorprize Umroh

Lingkar.co – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mendukung kegiatan Jalan Sehat dalam rangka Hari Ulang Tahun (Harlah) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) ke-74 Kota Semarang dengan memberikan hadiah umroh untuk 1 orang sebagai doorprize peserta jalan sehat yang beruntung.

Selain Wali Kota, ada juga sedang motor matic Honda Beat dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Iswar Aminudin, 1 buah kulkas 2 pintu dari Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah, Hj. Tazkiyatul Muthmainnah, dan 1 buah mesin cuci dari Sekretaris Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kota Semarang, H. Dipa Yustia Pasha.

“Kami ucapkan terima kasih kepada ibu Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu, Bu wali Kota yang telah memberikan hadiah umroh untuk 1 orang dalam kegiatan ini,” kata Ketua Panitia Harlah Fatayat NU, Aniqotunnafi’ah, SPd, MAk disela kegiatan yang digelar di Lapangan Garnisun, Semarang Selatan, Kota Semarang, Kamis (23/5/2024) pagi.

“Kemudian juga ada Honda Beat dari Pak Sekda, Pak Iswar dan kulkas dari Mbak Iin, Ketua Fatayat NU Jateng, juga 1 mesin cuci dari Mas Dipa, serta dari para donatur yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu, matur nuwun semuanya,” sambungnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan ada sekitar dua ribu kader Fatayat dari seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC) 16 Kecamatan di Kota Semarang yang mengikuti senam bersama dan jalan sehat.

Dijelaskan, rute jalan sehat menempuh jarak sekitar 1 kilometer, dimulai dari Lapangan Garnisun, melalui Jalan Dr Soetomo, Museum Mandala Bakti Tugu Muda, Pasar Bulu, dan kembali lagi ke Lapangan Garnisun.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kota Semarang, Hj. Istighfaroh Mamnuhin, M.Pd, menyebutkan bahwa kegiatan jalan sehat dan senam bersama ini adalah puncak perayaan Harlah Fatayat NU ke-74, diikuti oleh kader dari 16 Pimpinan Anak Cabang (PAC) di Kota Semarang.

“Selain jalan sehat dan bazar murah, ada juga pameran UMKM dari Fatayat di kecamatan se-Kota Semarang,” tandasnya.

Bu nyai pengasuh PP Al Asror Gunungpati ini lanjut menjelaskan bahwa Harlah Fatayat NU sebenarnya diperingati pada 24 April setiap tahun, namun karena bertepatan dengan Idul Fitri, sehingga perayaan diundur hingga 23 Mei.

“Kegiatan diadakan Mei karena April bertepatan dengan Idul Fitri, dan banyak pengurus yang merupakan tokoh masyarakat, sehingga kegiatan diundur,” jelasnya.

Istighfaroh melanjutkan, dirinya mengapresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang atas dukungan yang diberikan selama ini. “Dukungan Pemkot Semarang terhadap Fatayat NU ini bagus, dan semakin bagus dalam bersinergi. Alhamdulillah tadi Pemkot bersedia memfasilitasi pendirian Pimpinan Ranting di Semarang Selatan,” ungkapnya.

Disinggung mengenai arah dukungan kader Fatayat untuk calon Wali Kota Semarang dalam Pilkada serentak November mendatang, Istighfaroh menegaskan bahwa Fatayat bersikap netral. Namun demikian, pihaknya berharap Wali Kota yang nantinya memimpin kota Semarang adalah sosok yang berpihak kepada perempuan.

“Secara organisasi, kami netral. Kami menginginkan Wali Kota yang terbaik, yang peduli pada perempuan, memperluas wawasan, dan memberantas kekerasan serta KDRT,” tandasnya.

Komitmen Mbak Ita

Ketua PW dan PC Fatimah NU Kota Semarang saat melepas peserta Jalan Sehat di lapangan Garnisun, Kalisari, Semarang Selatan. Foto: Rifqi/Lingkar.co

Sementara, wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyatakan komitmen dalam mendukung gerakan perempuan di kota Semarang agar lebih baik dan terbebas dari kekerasan dan sebagainya.

Sekitar dua ribu kader Fatayat NU Kota Semarang mengikuti kegiatan jalan sehat dan senam bersama untuk memperingati hari ulang tahun (Harlah) Fatayat NU ke-74. Acara tersebut berlangsung di Lapangan Garnisun, Jalan Dr Soetomo, Kota Semarang, pada Kamis pagi (23/5/2024).

Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Semarang Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu, Ketua PW Fatayat NU Jateng yang juga anggota DPRD Jateng Hj. Tazkiyyatul Muthmainnah, M.Kes serta perwakilan dari Forkopimda Kota Semarang.

“Hadiah doorprize utama berupa Umroh dari Wali Kota Semarang, sepeda motor dari Bapak Sekda, kulkas dari Ketua PW Fatayat Jawa Tengah, serta berbagai hadiah lainnya seperti mesin cuci dari para donatur,” terangnya.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, yang akrab disapa Mbak Ita, menyampaikan bahwa kader Fatayat Kota Semarang adalah perempuan-perempuan hebat yang diharapkan dapat mendorong keluarga menjadi sakinah, mawadah, warahmah.

“Saya mengucapkan selamat Harlah Fatayat NU Kota Semarang yang ke-74. Perempuan Fatayat ini diharapkan menjadi contoh bagi perempuan di Kota Semarang. Kami akan terus berkolaborasi, apalagi saya sebagai wali kota perempuan memahami kebutuhan perempuan,” ujarnya.

Mbak Ita juga menyoroti kontribusi Fatayat NU dalam kemajuan Kota Semarang, seperti adanya balai latihan kerja untuk meningkatkan keterampilan para kader.

“Fatayat bisa bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja untuk mendukung kegiatan balai latihan kerja, membuat pertanian perkotaan, menangani stunting, dan mengatasi kemiskinan. Jika perempuan sejahtera, keluarga juga akan sejahtera,” tuturnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Kecam Serangan Israel, Fatayat NU Kota Semarang Ajak Syukur Kebebasan Berserikat di Indonesia

Jateng, Lingkar.co – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Semarang mengecam tindakan zionis Israel terhadap Palestina. Di lain sisi, Fatayat NU juga mengajak masyarakat bersyukur atas kebebasan berserikat di Indonesia.

“Kami, Fatayat NU Kota Semarang mengecam tindakan militer Israel terhadap Palestina,” kata ketua PC Fatayat NU Kota Semarang, Hj. Istighfaroh Mamnuhin

Ia mengatakan hal itu seusai aksi solidaritas Peduli Palestina. Kegiatan dimulai dengan orasi politik dari Ketua PC Fatayat NU Kota Semarang dan Jawa Tengah di halaman kantor Kecamatan Mijen, dan dilanjut dengan long march, dan doa bersama untuk kebebasan Palestina, Minggu (3/12/2023).

“Setiap hari kita tidak hanya disuguhi berita serangan tentara Israel terhadap Palestina di televisi, tapi berbagai aksi kekejaman tentara Israel juga tersebar luas di media sosial,” sambungnya.

Ia menilai, peperangan yang berlangsung secara turun temurun di Gaza sangat merugikan umat Islam Palestina.

“Perang ini sangat merugikan umat Islam di Palestina, tentunya kita semua sadar bahwa kemerdekaan dan kebebasan sebagai negara yang merdeka ini sangat penting. Sebab bangsa yang merdeka bisa menjalankan ibadah dan berbagai aktivitas dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Ia melanjutkan, ada banyak perempuan yang kehilangan suaminya, kehilangan anaknya. Juga sebaliknya, anak telantar karena orang tuanya gugur saat terjadi serangan militer dari tentara Israel.

Kondisi tersebut, lanjutnya, berbanding terbalik dengan umat Islam negara lain, khususnya di Indonesia.

“Kita bisa menjalankan ibadah dan berbagai aktivitas dengan aman dan damai di negara yang merdeka,” tuturnya.

Oleh karena itu, di lain sisi ia juga mengajak seluruh umat Islam, khususnya di Indonesia untuk bersyukur atas kebebasan dan kemerdekaan Indonesia.

“Kepada para kader Fatayat, mari kita manfaatkan waktu ini untuk beribadah dengan khusyu, belajar di organisasi ini dengan tekun agar diri dan organisasi kita ini terus berkembang karena Fatayat NU ini wadah kita untuk berjuang,” ajaknya.

Donasi Kemanusiaan

Bu Nyai pengasuh Pesantren Al Asror, Gunungpati ini lanjut menerangkan, Fatayat telah melakukan aksi solidaritas peduli Palestina berupa penggalangan dana dan telah disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU).

“Total hasil donasi ada 60 juta, disalurkan lewat BAZNAS Kota Semarang 10 juta, dan Lazisnu Kota Semarang 50 juta,” urainya.

Selain donasi kemanusiaan, pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi kepada semua kader untuk membaca qunut nazilah dan doa tolak balak agar muslim Palestina diberikan kebebasan dan keamanan sebagai warga negara yang merdeka

Dalam kesempatan itu, perwakilan dari Camat Mijen juga hadir dan memberikan sambutan. Dalam sambutannya, pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kondusifitas yang ada, terutama di masa kampanye.

Pemerintah juga mengingatkan agar warga kota Semarang menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) yang digelar pada 14 Februari 2024 mendatang. (*)

Penulis: Ani Friska

Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

.

Kalahkan Petahana, Hj. Istighfaroh Siap Berdayakan Kader Fatayat NU Kota Semarang

SEMARANG, Lingkar.co – Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Gunungpati, Nyai Hj. Istighfaroh Mamnuhin terpilih sebagai Ketua Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kota Semarang masa khidmah 2022-2027.

Istighfaroh berhasil mengalahkan calon petahana Luluk Idzharotun dalam Konferensi Cabang (Konfercab) yang di gelar di Gedung Moch Ihsan Balaikota Semarang, Minggu, (19/6/2022).

Baca Juga :
Seorang Ibu di Purworejo Di tuntut Serba Bisa

Tidak tanggung-tanggung, Nyai Hj. Istighfaroh Mamnuhin berhasil unggul atas ketua demisioner Luluk Idzharotun dalam dua tahap sekaligus.

Pada tahap pengajuan bakal calon, Istighfaroh Mamnuhin meraih 63 suara. Kemudian di susul Luluk Idzharotun dengan 43, dan Luluk Mazda yang hanya meraih 1 suara.

Pada tahap ini satu suara sah tapi dianggap tidak jelas sehingga panitia mencatat sebagaimana adanya dalam kertas suara, yakni Bu Is, tidak masuk dalam perolehan suara Istighfaroh.

Dengan hasil tersebut, praktis hanya terdapat dua nama yang maju dalam tahap pemilihan, yakni Luluk Idzharotun dan Istighfaroh.

Pada tahap ini, perolehan suara Luluk Idzharotun menjadi 50 suara dan sebaliknya suara Istighfaroh mengalami sedikit kemerosotan jadi 58 suara.

“Atas amanah ini saya akan berusaha untuk lebih fokus di kaderisasi. Pemetaan kebutuhan kader sampai dengan distribusi kader dengan potensi kader yang ada di Fatayat NU Kota Semarang,” kata Istighfaroh saat dikonfirmasi lingkar.co, Senin (20/6/2022) pagi.

Menurutnya, setiap individu memiliki potensi yang berbeda, demikian pula potensi dalam struktur kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC), dan Pimpinan Ranting (PR) Fatayat NU.

“Karena potensi sumberdaya manusia dan lingkungan masing-masing PAC bahkan ranting berbeda-beda,” ujarnya.

Oleh sebab itu, bu nyai Pesantren Al-Asror Gunungpati ini akan berusaha menempatkan kader sesuai potensinya di berbagai bidang yang ada.

“Nantinya program kita lebih ke pemberdayaan kader Fatayat NU di semua lini,” ungkapnya.

Organisasi Lebih Baik dengan Pemimpin Baru yang Visioner

Sementara, salah satu PAC Fatayat yang mengusung menyatakan ingin adanya gerakan organisasi yang lebih baik dengan pemimpin baru yang lebih visioner.

“Melalui Konfercab ini semua PAC dan PR se-Kota Semarang di harapkan mampu belajar bagaimana berorganisasi yang baik. Serta mampu mewujudkan kaderisasi Fatayat yang solid,” kata Ketua PAC Fatayat NU Tembalang, Aniqotun Nafi’ah.

Aniqotun pun berharap gelaran demokrasi internal tersebut benar-benar memberikan penyegaran dan pergerakan yang lebih baik.

“Dengan terpilihnya ketua baru kami harap kaderisasi bisa berjalan, selain itu kami juga butuh figur yang bs menbawa Fatayat NU ke depan lebih baik. Karena hasil evaluasi dari PAC Tembalang terhadap kinerja Fatayat Cabang periode kemarin belum maksimal,” ujarnya.

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat