Arsip Tag: Malaysia

Hadiri Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar, Gubernur Kaltara Tawarkan Peluang Investasi di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Lingkar.co – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal Arifin Paliwang mempromosikan berbagai peluang investasi di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia saat menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) ke-XXVI di Ballroom Hotel Claro, Makassar, Kamis (26/3/2026).

Dalam forum bertema ‘Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh’, Zainal mengajak para investor melihat Kaltara sebagai wilayah strategis yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Ia menegaskan pentingnya filosofi siri’ na pacce sebagai pondasi dasar dalam membangun ekonomi dan kepemimpinan.

“Nilai keberanian, kejujuran, kerja keras dan menjaga kehormatan dikenal dalam falsafah siri’ na pacce, menjadi fondasi yang membentuk cara kita dalam melihat kehidupan, memimpin dan mengambil keputusan,” kata Zainal.

Zainal memaparkan sejumlah sektor unggulan yang terbuka untuk investasi, di antaranya hilirisasi produk pertanian dan perkebunan seperti pengolahan selai nanas dari Krayan, serta ekspor bubuk tanaman keraton yang memiliki nilai jual tinggi di pasar dunia.

Di sektor perikanan dan kelautan, potensi rumput laut mencapai 857.797 ton per tahun, ditambah komoditas unggulan seperti udang windu, bandeng, dan kepiting bakau.

Selain itu, industri sarang burung walet di Kabupaten Tana Tidung juga memiliki peluang besar, meski masih membutuhkan investasi untuk pengolahan agar nilai jual meningkat.

Di sektor peternakan ayam dan kebutuhan telur di Kaltara masih jauh lebih tinggi dibanding produksi, sehingga membuka peluang investasi baru.

Zainal juga menyoroti potensi pengembangan pariwisata lintas negara yang menghubungkan Kaltara dengan Sabah (Malaysia), Tawi-Tawi (Filipina), dan Brunei Darussalam.

Ia menambahkan, posisi geografis Kaltara sangat strategis karena berada di jalur pelayaran internasional yang menghubungkan berbagai negara di Asia hingga Australia.

Ia menambahkan, posisi geografis Kaltara sangat strategis karena berbatasan langsung dengan Malaysia dan berada pada jalur pelayaran Archipelagic Sea Lanes (ASLs) yang menghubungkan perdagangan ke Hongkong, China, Jepang, Korea, hingga Australia.

“Keberhasilan tidak datang dari kenyamanan, tetapi dari keberanian menghadapi tantangan. Ketangguhan adalah hasil dari proses panjang yang membutuhkan kerja keras dan integritas,” tegasnya.

Melalui forum ini, Zainal berharap para saudagar dapat melihat langsung peluang tersebut dan ikut berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan demi mewujudkan visi Kaltara yang Maju, Makmur dan Berkelanjutan. (*)

Potensi Kerja Sama Pariwisata Indonesia dengan Malaysia Saling Menguntungkan

Lingkar.co – Malaysia semakin serius menggarap pasar wisatawan Indonesia. Melalui Malaysian Association of Tour & Travel Agents (MATTA), pelaku industri pariwisata Malaysia melakukan langkah proaktif dengan menggelar roadshow promosi destinasi wisata ke sejumlah kota besar di Indonesia, salah satunya Semarang, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan promosi bertajuk MATTA Travel Exchange (MTAX) ini mempertemukan langsung pelaku industri pariwisata Malaysia dengan agen perjalanan, pelaku usaha wisata, dan pemangku kepentingan pariwisata di Jawa Tengah.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Disporapar Jawa Tengah, Aria Chandra Destianto, menyambut baik langkah tersebut. Menurutnya, kegiatan ini membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan antara pelaku pariwisata Indonesia dan Malaysia.

“Kami menyambut baik kegiatan seperti ini karena mempertemukan langsung para stakeholder, supplier, dan pelaku usaha pariwisata. Ini memudahkan untuk berkreasi membuat paket wisata yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan wisatawan,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama promosi lintas negara ini bisa berlangsung berkelanjutan dan memberi dampak positif bagi peningkatan kunjungan wisata ke Jawa Tengah maupun ke Malaysia.

Hal senada disampaikan Alex Gunarto, Ketua BDPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Jawa Tengah atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia Jawa Tengah. Alex menilai kegiatan ini memiliki nilai strategis karena karakter kebutuhan wisatawan Indonesia dan Malaysia relatif serupa.

“Indonesia dan Malaysia itu pasar yang sangat dekat, baik secara budaya maupun preferensi wisata. Sebelum pandemi, destinasi Malaysia sangat diminati wisatawan Indonesia karena akses penerbangan langsung. Sekarang penerbangan langsung kembali dibuka, ini momentum yang sangat bagus,” jelasnya.

Alex menambahkan, pelaku industri kini bisa menyusun paket wisata yang lebih kompetitif dan terjangkau dengan adanya penerbangan langsung serta kerja sama antarpelaku usaha.

“Kami bisa membuat paket yang lebih menarik, lebih murah, dan sesuai kebutuhan pasar. Bukan hanya menjual Malaysia ke Indonesia, tapi juga sebaliknya menjual Jawa Tengah ke pasar Malaysia,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan MATTA dan Selangor Tourism menyatakan komitmennya untuk terus mempromosikan destinasi-destinasi unggulan Malaysia seperti Kuala Lumpur, Selangor, Batu Caves, dan Masjid Biru, serta kuliner khas seperti nasi lemak yang telah lama menjadi daya tarik bagi wisatawan Indonesia.

Mereka juga membuka peluang untuk melakukan sales mission balasan ke Jawa Tengah guna mempromosikan destinasi wisata Semarang dan wilayah lain di Jawa Tengah kepada pasar Malaysia.

“Ke depan kami ingin gantian mempromosikan Jawa Tengah di Malaysia. Potensinya sangat besar, apalagi sekarang konektivitas penerbangan sudah semakin baik,” ujar salah satu perwakilan travel Malaysia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta ekosistem promosi pariwisata dua arah yang saling menguntungkan, mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan, serta menggerakkan perekonomian sektor pariwisata di kedua negara. (*)

Penulis: Husni Muso

Penerbangan Perdana Malaysia-Semarang Besok, Tiket Sudah Habis

Lingkar.co – Penerbangan internasional perdana Bandara A Yani yang diinisiasi Gubernur Ahmad Luthfi membuahkan hasil. Penerbangan perdana maskapai Air Asia rute Kuala Lumpur (Malaysia) – Semarang dan sebaliknya yang dijadwalkan pada Jumat, 5 September 2025. Menariknya, tiket sudah terjual habis alias full penumpang.

Pesawat akan lebih dahulu menempuh rute Kuala Lumpur – Semarang dan tiba di Bandara A Yani pukul 10.35 WIB. Okupansi pesawat 100 persen atau 180 penumpang. Selanjutnya, pesawat akan membawa penumpang dari Semarang ke Kuala Lumpur pada pukul 11.15 WIB. Hingga Kamis sore, 4 September 2025, jumlah penumpang 171 orang.

“Untuk penerbangan perdana, jumlah penumpang bagus. Animo masyarakat tinggi. Untuk lima hari ke depan, okupansi sudah di atas 90 persen,” kata Corporate Communication Manager Indonesia AirAsia, Ageng Wibowo, Kamis, 4 September 2025.

Untuk tarif, dari Semarang – Kuala Lumpur Rp 799.000. Adapun tarif rute sebaliknya, Kuala Lumpur – Semarang, adalah RM 199 atau sekitar Rp 773.000, jika kurs pada hari ini Rp 3.884 untuk satu ringgit Malaysia.

General Manager Angkasa Pura Cabang Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Fajar Purwawidada, mengatakan, pihaknya siap menyambut penerbangan internasional perdana tersebut. Persiapan yang telah dilakukan di antaranya adalah memastikan fasilitas seperti lift, eskalator, AC, kebersihan toilet, tempat ibadah, kelengkapan tenant UMKM. PIhaknya juga menyiapkan lounge concordia internasional.

Angkasa Pura juga bekerja sama dengan Kantor Imigrasi, karantina dan bea cukai dalam pelayanan penumpang. “Kami melakukan dua simulasi, operasional dan inaugural flight,” ujarnya.

Dijelaskan, setelah penerbangan internasional Semarang – Kuala Lumpur di pagi dan siang akan ditambah sore hari. Rencananya akan menggandeng maskapai Malindo dan harapannya bisa direalisasikan pada Oktober atau November 2025. Rute menuju China dan Jeddah juga menjadi incaran dan saat ini memiliki peluang besar.

Pembukaan penerbangan internasional perdana di Bandara A Yani rute Semarang – Kuala Lumpur ini tak bisa lepas dari peran Gubernur Ahmad Luthfi. Sebelum menjabat, ia telah menetapkan hal itu sebagai salah satu janji politiknya. Begitu dilantik, ia bersama wakilnya Taj Yasin Maimoen berkoordinasi dengan kementerian hingga Airnav Cabang Semarang.

Menurut Ahmad Luthfi, status internasional Bandara A Yani menjadi keharusan. Hal itu menjadi pintu gerbang wisatawan yang berujung pada pertumbuhan ekonomi Jateng lebih baik lagi.

Saat penerbangan AirAsia perdana rute Semarang-Kuala Lumpur terlaksana, maka salah satu janji politik Gubernur Ahmad Luthfi telah terpenuhi. (*)

Beri Kesempatan Belajar dan Berjejaring, Muhammadiyah Kendal Kirim Puluhan Siswa IMP ke Malaysia

Lingkar.co – Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Kendal mengirim 25 peserta International Mobility Program (IMP) untuk belajar mengembangkan diri dan berjejaring di Malaysia. Pelepasan dilakukan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Surya Gemilang, Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Selasa (3/6/2025). Pelepasan dilakukan bersamaan dengan kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang mengangkat tema ‘Kearifan Lokal dan Budaya Nusantara‘.

Dalam rangkaian kegiatan P5 tersebut, juga digelar bazar kuliner tradisional hasil kreasi para siswa SLB Surya Gemilang, yang menambah semarak suasana dan memperlihatkan keterampilan luar biasa dari para siswa berkebutuhan khusus.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kendal, Muntoha mewakili Bupati Kendal mengalungkan ID card resmi kepada seluruh peserta sebagai tanda dimulainya program internasional tersebut.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Muntoha, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyampaikan bahwa tema P5 merupakan upaya untuk menanamkan karakter kepada peserta didik melalui seni dan budaya Nusantara. “Karya seni dan budaya Nusantara memberi kesempatan kepada seluruh peserta didik agar memiliki pengetahuan sebagai salah satu proses penguatan karakter,” ujarnya.

Lebih jauh, Bupati menyebutkan bahwa P5 dapat menjadi wahana pembelajaran berbagai isu penting seperti anti perundungan, anti radikalisme, kesehatan mental, budaya, hingga perubahan iklim dan kewirausahaan. “Peserta didik bisa melakukan aksi nyata untuk menjawab isu-isu tersebut sesuai tahapan belajar mereka,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Muntoha juga mengapresiasi kreativitas siswa SLB Surya Gemilang yang telah berhasil memproduksi batik. Ia bahkan mengenakan salah satu baju batik karya siswa saat acara berlangsung.

“Baju yang saya pakai ini adalah karya anak-anak SLB Surya Gemilang. Ke depan, insya Allah, seluruh pegawai di lingkungan rumah sakit Muhammadiyah di Kendal akan memakai batik ini,” ucapnya yang langsung disambut tepuk tangan para undangan.

Bupati Kendal juga memberikan apresiasi khusus kepada para siswa SLB. Menurut Bupati, setiap anak memiliki kelebihan yang belum tentu sama, termasuk siswa SLB Surya Gemilang. “Mereka memiliki kelebihan yang belum tentu dimiliki oleh orang lain. Kami berterima kasih kepada orang tua yang telah mempercayakan anak-anaknya belajar di SLB ini,” katanya.

Mengenai keberangkatan peserta IMP ke Malaysia yang dijadwalkan pada 9–14 Juni 2025, Bupati menyatakan bahwa program ini merupakan kesempatan berharga yang dapat memperkaya wawasan global para peserta.

“Program ini bukan hanya tentang belajar di luar negeri, tetapi juga tentang mengembangkan wawasan global tentang budaya, sistem pendidikan, dan berbagai aspek kehidupan di negara lain,” ucapnya.

Ia berharap peserta mampu membangun jaringan internasional serta memahami isu-isu global dan cara negara lain menghadapinya.

Sementara, Ketua PD Muhammadiyah Kendal, KH. Ikhsan Intizam, menekankan pentingnya kekompakan dan kebersamaan dalam memajukan pendidikan. “Dengan ukhuwah (persaudaraan) yang kuat, sekolah-sekolah Muhammadiyah di Limbangan akan mampu berprestasi dan berkembang bersama,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi pemerintah dan masyarakat yang mendukung penggunaan batik karya SLB Surya Gemilang. Dirinya juga mendorong sekitar 11.000 siswa di lingkungan Muhammadiyah untuk mengenakan seragam batik buatan SLB tersebut.

Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PD Muhammadiyah Kendal, Inu Indarto, menambahkan bahwa IMP mencakup kegiatan science and technology competition, workshop, dan cultural exchange yang akan memperkaya pengalaman belajar siswa dan guru.

“Para peserta yang terpilih adalah generasi cerdas, berbakat, dan berdedikasi. Mereka menjadi duta bagi daerah dan bangsa dalam kancah global,” pungkasnya. (*)

Penulis: Wahyudi

Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Diduga Lakukan Ilegal Fishing, KKP Tangkap 2 Kapal Asing Berbendera Malaysia

Lingkar.co – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Kapal Pengawas (KP) Hiu 16 berhasil menangkap dua Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Malaysia di perairan teritorial Indonesia, Selat Malaka, yang juga merupakan bagian dari Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 571. Dua kapal tersebut diduga kuat tengah melakukan kegiatan penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing)

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pung Nugroho Saksono (Ipunk) mengonfirmasi atas penangkapan kedua kapal Malaysia tersebut. “KP Hiu 16 di bawah kendali Stasiun PSDKP Belawan benar telah menangkap dua kapal ikan ilegal, berbendera Malaysia,” ungkapnya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (31/5/2025).

Ia mengungkapkan,berdasarkan laporan yang diterima, kedua kapal tersebut ditangkap di perairan teritorial Indonesia, Selat Malaka. Saat dilakukan pemeriksaan oleh KP. Hiu 16, kedua kapal tidak memiliki dokumen perizinan dari Pemerintah Indonesia.

Kedua kapal juga menggunakan trawl yang masuk kategori alat tangkap yang dilarang beroperasi di WPPNRI, dan tentu sangat merugikan Indonesia.

“Kami hitung potensi kerugian negara dari aspek ekonomi yang dapat diselamatkan sebesar Rp.19,9 miliar. Selain itu, ada yang menarik dari kasus ini, seluruh awak kapal Warga Negara Indonesia (WNI), sementara kapalnya berbendera Malaysia,” imbuhnya..

Ditengarai awak kapal WNI ini bekerja di Malaysia tidak mengikuti prosedur atau ilegal dengan motivasi gaji yang tinggi. “Informasi dari ABK mereka membayar kepada oknum sejumlah 1 sampai 2 juta rupiah untuk menyebrang dari Tanjung Balai Asahan ke Malaysia secara ilegal,” bebernya.

Kemudian untuk gaji di kapal Malaysia, sekelas ABK sekitar Rp5 juta per bulan dan Nahkoda Rp10 juta per bulan. “Kedua kapal selanjutnya diproses penyidikan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan Stasiun PSDKP Belawan,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengendalian Operasi Armada, Saiful Umam menjelaskan identitas kapal yang ditangkap dengan nama KM. SLFA 5210 (43,34 GT) dengan muatan sektiar 300 kg Ikan campur dan diawaki oleh empat orang WNI. Sedangkan, satu kapal lainnya dengan nama KM. SLFA 4584 (27,16 GT) dengan awak kapal tiga orang WNI, dan bermuatan sekitar 150 kg ikan campur. awak kapal tiga orang WNI, dan bermuatan sekitar 150 kg ikan campur.

Kepala Stasiun PSDKP Belawan, M, Syamsu Rokman mengungkapkan untuk proses penyidikan, kedua kapal tersebut dapat dikenakan ketentuan Undang-Undang Perikanan sebagaimana telah diubah terakhir kali dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang, dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan pidana denda paling banyak Rp1,5 miliar.

Penangkapan kedua kapal Malaysia ini menambah deretan kapal ikan asing (KIA) yang berhasil ditangkap oleh armada kapal pengawas KKP sepanjang 2025. Sejak Januari hingga Mei 2025, KKP berhasil menangkap 13 KIA, yang terdiri 5 KIA Filipina, 3 KIA Malaysia, 4 Vietnam, dan 1 China.

Sebelumnya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan komitmennya menjaga sumber daya perikanan di laut yuridiksi Indonesia. Penguatan patroli langsung dengan armada pengawas terus dilakukan, didukung oleh teknologi pemantauan berbasis satelit. (*)

Maimunah, Pekerja Migran Perawat Lansia di Malaysia Menangis Ingin Pulang ke Indonesia

Lingkar.co – Maimunah menangis ingin pulang ke Indonesia. Ia adalah pekerja migran asal Surabaya yang bekerja sebagai perawat lansia (caregiver) di Malaysia selama dua tahun terakhir. Saat bertemu dengan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding, ia terharu. Maimunah tak kuasa menahan air mata saat menceritakan kondisinya.

“Kenapa kok nangis? Sudah lama enggak balik? Sudah berapa tahun enggak balik?” tanya Menteri Karding dengan nada empati.

Ia mengaku terpaksa harus berhenti bekerja karena menderita diabetes dan kini menjalani perawatan di shelter Atnaker Kuala Lumpur.”Ini berhenti kerja karena sakit, sakit gula (diabetes),” jelasnya kepada Karding.

Maimunah mengatakan, selama berada di shelter, ia mendapatkan perawatan medis serta kebutuhan sehari-hari yang memadai. “Iya, makan pun oke,” jawabnya ketika ditanya soal pelayanan medis.

Menteri Karding menegaskan bahwa negara hadir untuk melindungi pekerja migran seperti Maimunah. Ia berjanji akan mengupayakan pemulangan Maimunah agar bisa kembali berkumpul dengan keluarga di Tanah Air.

“Ibu sehat ya. Nanti, insyaallah diurus. Karena kalau stres, tambah sakit nanti. Di sini dibuat senang, walaupun sakit,” ucap Karding menenangkan.

Ia juga menandaskan, keberadaan dirinya sebagai Menteri P2MI dan peran Atnaker adalah untuk melindungi dan mengurus pekerja migran Indonesia.

“Saya jadi menteri, ini jadi Atnaker memang salah satunya ngurus ibu, ngelindungin ibu. Jadi pikirannya enggak usah aneh-aneh. Tenang saja, pasti dibantu ya. Sehat ya, banyak berdoa, jaga kesehatan,” ujar Karding.

Melansir dari laman resmi BP2MI pada Minggu (25/5/2025). Menteri P2MI, Abdul Kadir Karding melakukan kunjungan kerja ke kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Karding meninjau fasilitas shelter pekerja migran Indonesia dan menyempatkan diri untuk berdialog langsung dengan beberapa penghuni, Maimunah salah satunya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Tingkatkan Budidaya Kerang, Tunjang Keberhasilan Budidaya Lobster

Lingkar.co – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan percontohan budidaya lobster di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam. Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi dengan pembudidaya kerang sebagai penyedia pakan alami lobster. Walhasil, kesuksesan budidaya lobster ditunjang dengan keberhasilan budidaya kerang.

“Pemilihan Batam sebagai lokasi pengembangan modeling ini bukanlah kebetulan. Batam memiliki potensi besar sebagai sumber pakan alami, yang merupakan salah satu faktor kunci dalam keberhasilan budidaya lobster,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu dalam siaran resmi KKP di Jakarta yang dilansir pada hari Selasa, (20/5/2025).

Kerja sama dalam mendukung pakan alami lobster juga diimbangi KKP dengan memberikan bantuan sarana dan prasarana berupa Keramba Jaring Apung (KJA). Dengan demikian, produksi kerang hijau pun meningkat 5 sampai 6 kali lipat.

Menurut dia, hasil panen kerang selalu bagus, baik kerang hijau, maupun kerang kupang yang dulu sering dibuang. Kerang kupang merupakan jenis kerang yang tidak dikonsumsi manusia, namun memiliki kandungan nutrien tinggi dan sangat potensial sebagai pakan alami bagi lobster. Selain kerang kupang, menurut Tebe, kerang cokelat juga potensial untuk dijadikan sebagai pakan lobster.

“Upaya ini merupakan bagian dari strategi besar KKP untuk mendorong efisiensi dan keberlanjutan dalam budidaya lobster nasional. Dengan memanfaatkan potensi lokal seperti kerang kupang maupun kerang coklat,” lanjut Tebe.

Senada, Plt. Kepala Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, Ipong Adi Guna juga menyebut Batam Kepulauan Riau merupakan lokasi strategis untuk pengembangan budidaya lobster. Selain dekat dengan Singapura dan Malaysia sebagai pasar, perairan Batam kaya nutrien. Selama tujuh bulan masa pemeliharaan lobster di lokasi modeling, ketersediaan kerang untuk pakan selalu terpenuhi

“Alhamdulillah hasil panen kerangnya selalu bagus. Bantuan yang telah diberikan berupa KJA masing-masing berukuran 4 lubang KJA dengan luas 3 x 3 meter. Media pemeliharaan kerang berupa tali yang dibentang sebanyak 250 tali kerang per unit KJA, dikelola oleh 3 kelompok pembudidaya kerang,” jelas Ipong.

Peningkatan produksi kerang dan pendapatan pembudidaya dirasakan oleh Rusli, salah satu pembudidaya kerang dari Tanjung Uma. mengakui adanya peningkatan produksi setelah mendapat bantuan sarana budidaya dari KKP. “Hasil panen kerang hijau kami meningkat sampai enam kali lipat dibanding sebelumnya. Jauh hari,” ujarnya.

Sebagai informasi, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono telah menetapkan lobster sebagai salah satu komoditas unggulan ekspor hasil perikanan. Untuk meningkatkan produksi lobster di Indonesia, KKP kemudian membangun program modeling di Batam. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Indonesia Jadi Penyumbang Wisatawan Terbesar Kedua di Malaysia, Tahun 2025 Diharapkan Meningkat

Lingkar.co – Direktur Tourism Malaysia Hairi Mohd Yaksan berharap program promosi pariwisata Malaysia di Semarang bisa meningkatkan jumlah kunjungan dari Indonesia yang pada tahun 2024 menjadi negara penyumbang wisatawan terbanyak kedua bagi Malaysia.

“Jadi Jawa Tengah ini adalah pasaran yang berpotensi besar untuk mendapat daripada pelawat dari Indonesia ke Malaysia,” kata dia dalam jumpa pers disela launching Malaysia Tourism Showcase (MATAS) di Merapi Ballroom Novotel Semarang, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (8/5/2025) pagi

Ia menilai, keputusan Menteri Perhubungan yang mengembalikan status bandara internasional Semarang memberikan peluang yang baik bagi industri pariwisata internasional, khususnya ke Malaysia.

“Jadi kami berharap akan kembali seperti semula sebelum (pandemi) Covid, dimana yang sebelum ini daripada Semarang ini ada tourism tujuh kali seminggu,” tuturnya.

Baca juga: Wujudkan Semarang Bersih, Agustina Wali kota Semarang Luncurkan Program Zero Waste

Sejalan dengan hal itu, ia juga berharap maskapai penerbangan segera menyambut baik dengan membuka jadwal penerbangan internasional di bandara Ahmad Yani Semarang. Ia pun menargetkan jumlah 4,3 juta pengunjung asal Indonesia.

“Target untuk tahun 2025 ini kami menyasarkan seramai 4,3 juta pelancong daripada Indonesia. Dengan bantuan promosi-promosi yang begini dengan rekan-rekan asosiasi dari ASITA, kami yakin akan bisa mencapai target,” ucapnya.

Ia lanjut menerangkan, angka kunjungan dari Indonesia di Malaysia meliputi kepentingan berlibur, berobat maupun untuk berbelanja. Kata dia, promosi ditargetkan dengan memperkenalkan potensi di luar destinasi wisata yang sudah populer, terutama di sebelah Utara Malaysia seperti Negeri Perak dan Pulau Pinang.

Ia juga menyebut adanya hiburan keluarga dengan tema air seperti Water Park, Lego Land dan sebagainya. Destinasi selanjutnya adalah kunjungan untuk berobat karena Indonesia lebih dekat dan lebih terjangkau. Ketiga, ia menyebut pusat perbelanjaan Malaysia lebih menarik dan lebih murah. Serta destinasi wisata kuliner yang khas.

Launching Malaysia Tourism Showcase (MATAS) di Merapi Ballroom Novotel Semarang, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (8/5/2025). Foto: Rifqi/Lingkar.co
Launching Malaysia Tourism Showcase (MATAS) di Merapi Ballroom Novotel Semarang, Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (8/5/2025). Foto: Rifqi/Lingkar.co

Kebijakan Pemerintah

Muhammad Rodhi selaku perwakilan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Jawa Tengah menambahkan, isu lemahnya ekonomi dan efisiensi anggaran tidak berpengaruh pada industri pariwisata.

“Terkait isu-isu dari pemerintah terkait efisiensi saya kira tidak berpengaruh ya (terhadap kunjungan). Itu kan yang terpengaruh track record-nya di pemerintahan, tapi untuk masyarakat umum itu masih aman,” ujarnya.

Negeri Jiran Malaysia, Kembali Berlakukan Penguncian Nasional

KUALA LUMPUR, MALAYSIA, Lingkar.co – Pemerintah Negara Malaysia pada Senin (10/5), memberlakukan kembali penguncian nasional baru.


Kebijakan tersebut pemerintah nyatakan usai mendapati adanya lonjakan kasus virus Covid-19, serta munculnya varian baru kasus menular Covid-19.


Baca juga:
Ustadz Teuku Zulkarnain Wafat di Pekanbaru


Selain itu, Pemerintah Malaysia juga tengah berniat untuk menguji sistem kesehatan yang ada di Negeri Jiran tersebut.


Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mengatakan semua perjalanan antar negara bagian dan antar distrik telah pemerintah larang, begitu juga dengan pertemuan sosial.

Muhyiddin mengatakan, bahwa Institusi pendidikan akan pemerintah tutup, namun dalam hal ini sektor ekonomi akan terus berlanjut, kata Muhyiddin, tanpa merinci lebih lanjut.


Baca juga:
PP Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri Jatuh Pada Kamis 13 Mei 2021


“Malaysia menghadapi gelombang ketiga COVID-19 yang dapat memicu krisis nasional,” ujar Muhyiddin.


Pihaknya mengungkapkan bahwa kebijakan penguncian nasional ini akan berlangsung hingga 7 Juni 2021 mendatang.


PM Muhyiddin juga mengatakan penguncian diperlukan karena adanya varian virus corona baru dengan tingkat infeksi yang lebih tinggi dan kendala yang berkembang pada sistem kesehatan masyarakat.


Baca juga:
Ridwan Kamil Dorong Pengelolaan Sampah di Jawa Barat Berbasis Digital


Malaysia telah mencatat lonjakan infeksi Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir, dengan laporan 3.807 kasus baru pada Senin (10/5).


“Secara total, negara Asia Tenggara itu telah mencatat 444.484 kasus dan 1.700 kematian,” pungkas Muhyiddin. (ara/luh)

Rakyat Malaysia Berkabung, Lampu Merah Putih Menyala di Sejumlah Gedung

KUALA LUMPUR, Lingkar.co – Untuk menghormati musibah kapal selam KRI Nanggala-402 beserta kru di Perairan Bali, lampu merah putih menyala di sejumlah gedung di Malaysia, Senin (26/4) malam.

Salah seorang warga Subang Jaya, Negara Bagian Selangor, Misykat Rahman mengunggah informasi tersebut melalui Forum Skyscrapercity Indonesia dalam akun Facebook.

“Seluruh rakyat Malaysia berkabung mengenang gugurnya prajurit Nanggala-402. Sang Saka merah putih di nyalakan di seluruh negeri sebagai tanda duka cita hilangnya ksatria berani dari alam dunia ini,” tulisnya.

Baca juga:
Panglima TNI: Seluruh Awak Kapal KRI Nanggala-402 Gugur

Raja kami, pemimpin kami, rakyat kami, semua bersedih atas kepergian para syahid kru Kapal Selam KRI Nanggala-402.

“Moga roh mereka di cucuri rahmat dan ridho Tuhan. Ya Allah pilihkan kami untuk menjadi syahid yang seterusnya,” harapnya.

Sementara itu, selain Misykat Rahman, akun Bolasepak Malaysia juga mengunggah momen haru tersebut dari Johor, Malaysia.

Baca juga:
Presiden Beri Kenaikan Pangkat 53 Prajurit Gugur KRI Nanggala-402

“Lampu merah dan putih di nyalakan sebagai tanda penghormatan kepada kapal selam KRI Nanggala bersama 53 kru yang di temui pecah dan tenggelam di Perairan Bali. Takziah kepada rakyat Indonesia atas tragedi ini,” katanya.

Selain kedua akun di atas, hal yang sama terkait lampu merah putih menyala juga di sampaikan oleh akun Johor Southern Tigers pada Selasa dini hari.

“Kami seluruh keluarga Kelab Bolasepak Johor Darul Ta’zim (JDT) mengucapkan salam takziah kepada keluarga mangsa (korban) kapal selam tentera Indonesia, KRI Nanggala 402 yang ditemui pecah di dasar laut di perairan Bali beserta kesemua 53 kru disahkan telah meninggal dunia,” postingnya. (ara/luh)

Baca juga:
Dorong Industri Perhotelan Kembangkan Produk UKM