Arsip Tag: mundur

FX Hadi Rudyatmo Ajukan Surat Pengunduran Diri sebagai Plt Ketua DPD PDIP Jawa Tengah

Lingkar.co – Sebuah surat pengunduran diri FX Hadi Rudyatmo dari jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah beredar di kalangan internal partai dan publik.

Surat pengunduran diri tersebut bertanggal Surakarta, 12 Desember 2025, dan ditujukan langsung kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Dalam surat itu, kader senior PDIP yang akrab disapa Rudy Kumis mencantumkan identitas lengkap, mulai dari tempat dan tanggal lahir, alamat domisili di Kota Surakarta, hingga nomor Kartu Tanda Anggota (KTA) PDI Perjuangan.

FX Hadi Rudyatmo juga menuliskan kapasitasnya sebagai Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah. Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Megawati Soekarnoputri atas kepercayaan dan kesempatan yang telah diberikan kepadanya beserta keluarga. Selain itu, Rudy turut menyampaikan permohonan maaf karena merasa belum mampu membalas kepercayaan yang telah diberikan Ketua Umum.

Dalam surat tersebut, mantan Wali Kota Surakarta itu menyatakan dirinya menilai tidak mampu menjalankan tugas sebagai Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah dalam situasi dan kondisi saat ini. Keputusan untuk mengundurkan diri, menurut Rudy, diambil demi menjaga soliditas dan kekompakan organisasi agar roda partai tetap berjalan dengan baik.

Rudy secara resmi menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jawa Tengah terhitung mulai 17 Desember 2025. Dengan pengunduran diri tersebut, ia menegaskan kembali berstatus sebagai anggota biasa PDI Perjuangan.

Dalam surat yang sama, Rudy juga memaparkan rekam jejak panjangnya di PDI Perjuangan sejak bergabung pada tahun 1977. Ia menyebut pernah mengemban berbagai posisi struktural, mulai dari Bankordes, Sekretaris Komdes, Ketua Komdes, Sekretaris Komcat, Ketua PAC PROMEG, hingga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta selama lima periode hingga tahun 2025.

Meski melepas jabatan struktural di tingkat provinsi, Rudy menegaskan tetap setia sebagai kader PDI Perjuangan. Ia menyatakan komitmennya untuk tetap loyal, taat, dan patuh kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri serta siap berjuang memenangkan PDI Perjuangan pada Pemilu 2029. (*)

Penulis: Husni Muso

Keras! Politikus PKB Sebut Menhut Raja Juli Gagal, Lebih Baik Mundur

Lingkar.co – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Usman Husin melayangkan pernyataan keras kepada Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni agar mundur dari jabatannya imbas tragedi banjir dan Longsor di Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Aceh.

Ia tak segan menilai sang menteri gagal menjalankan tugas, tidak konsisten dalam kebijakan, serta menerbitkan sejumlah izin yang dianggap bermasalah dan tidak sesuai rekomendasi daerah.

“Kalau pak menteri tidak mampu mengurus Kehutanan dengan benar, lebih baik mundur. Ini bukan soal pribadi, tapi soal asa depan hutan kita. Pak Menteri terlihat tidak memahami persoalan Kehutanan secara utuh,” ucap Usman dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR dengan Menteri Kehutanan di Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Kepada Raja Juli, Usman menyebut persoalan Kehutanan tidak dapat diselesaikan hanya melalui retorika atau menyalahkan pemerintah sebelumnya. Menurut dia kerusakan hutan yang terjadi saat ini merupakan tanggung jawab penuh pejabat yang sedang menjabat.

“Berapa tahun dibutuhkan untuk menanam ulang hutan yang sudah habis? Pohon dengan diameter dua meter tidak bisa tumbuh kembali dalam waktu singkat. Itu tanggung jawab menteri saat ini. Jangan lempar ke pemerintah dahulu,” kata Usman.

Dia menyoroti pernyataan menteri yang Mengutip ayat dan hadis, namun tidak selaras dengan kebijakan yang diambil.

Usman menyebut pada Oktober lalu, Raja Juli mengeluhkan izin pengelolaan hutan di Tapanuli Selatan. Di sisi lain, Bupati juga berharap agar izin tersebut tidak dikeluarkan. Namun, pada 20 November izin justru dikeluarkan Raja Juli.

“Ternyata 20 November izinnya keluar. Sehingga apa yang disampaikan pak menteri, tidak sejalan semua. Jadi seolah-olah kita ini bisa diakalin semua,” ucap Usman.

Usai rapat, Raja Juli menilai bahwa posisinya saat ini sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden. oleh karena itu dia mengaku siap di evaluasi.

Raja Juli menambahkan kritik masyarakat kepada dirinya dalam tragedi banjir dan Longsor di Sumatra dan Aceh akan menjadi aspirasi baginya. Saat ini, dia mengaku hanya ingin bekerja dan menyerahkan sisanya kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Saya yakin ya namanya kekuasaan itu milik Allah. dan itu hak prerogatif Presiden. Jadi saya siap di evaluasi,” Kata Raja Juli di Kompleks Parlemen, Senayan.

Meski begitu, ia mengaku tidak pernah menerbitkan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) penebangan baru selama menjabat. Ia mengaku justru menerbitkan PBPH untuk restorasi ekosistem.

“Saya sudah katakan, saya setahun jadi menteri ini, saya tidak menerbitkan PBPH penebangan satu pun yang baru ya. yang justru saya terbitkan adalah PBPH untuk jasa lingkungan atau RE, Restorasi Ekosistem,” Jelas Raja Juli.

Penulis : Putri Septina

Airlangga Umumkan Mundur dari Ketum Golkar, Ada Apa?

Lingkar.co – Airlangga Hartarto resmi mengumumkan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar di Jakarta, Minggu (11/8/2024).

Airlangga menjelaskan alasan dia mundur karena ingin menjaga keutuhan Partai Golkar dan memastikan stabilitas selama transisi pemerintahan dari Presiden RI Joko Widodo ke Presiden Terpilih Prabowo Subianto.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, serta atas petunjuk Tuhan Yang Maha Besar, maka dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai ketua umum DPP Partai Golkar,” kata Airlangga dalam sebuah video yang disiarkan DPP Golkar, seperti yang ditulis di Antara.

Airlangga melanjutkan pengunduran dirinya sebagai ketua umum Golkar terhitung sejak Sabtu (10/8) malam.

“Selanjutnya, sebagai partai besar yang matang dan dewasa, DPP Partai Golkar akan segera menyiapkan mekanisme organisasi sesuai dengan ketentuan AD/ART organisasi yang berlaku,” kata Airlangga.

Airlangga melanjutkan proses selanjutnya yang berjalan di internal Golkar, termasuk terkait dengan penunjukan pelaksana tugas (plt.) ketua umum dan persiapan menggelar musyawarah nasional luar biasa (munaslub) bakal berlangsung damai, tertib, dan tetap menjunjung tinggi muruah Partai Golkar.

Dalam siaran yang sama, Airlangga mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Joko Widodo, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Wakil Presiden Terpilih Gibran Rakabuming Raka. Kemudian, dia juga berterima kasih kepada sejumlah senior Golkar, di antaranya Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Luhut Binsar Pandjaitan, Akbar Tanjung, Agung Laksono, dan Muhammad Hatta.

“Kepada jajaran pengurus DPP Partai Golkar, serta kepada seluruh pimpinan partai kita di tingkat provinsi, kota dan kabupaten, saya percaya dapat terus menjaga soliditas dan kesinambungan Partai Golkar ini,” kata Airlangga.

“Hanya rasa terima kasih yang dalam yang bisa saya haturkan dalam saat seperti ini,” sambung dia.

Dalam pengujung pengumumannya itu, Airlangga menutup dengan satu bait Hymne Partai Golkar.

“Hiduplah Golongan Karya! Semoga Tuhan selalu melindunginya,” kata dia. (*)

Airlangga Hartarto Diisukan Mundur dari Ketum Golkar, Benarkah?

Lingkar.co – Airlangga Hartarto diisukan mundur dari jabatannya sebagai ketua umum Partai Golkar pada Sabtu (10/8/2024) malam. Namun saat dimintai keterangan, petinggi Partai Golkar meminta publik menunggu pernyataan resmi partai terkait kabar tersebut.

“Kita tunggu ya resminya,” kata Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Golkar Dito Ariotedjo, dikutip dari Antara, Minggu (11/8/2024).

Dito memperkirakan jika benar Airlangga mundur, itu kemungkinan karena ingin fokus di pemerintahan.

“Mungkin karena akan fokus di pemerintahan dan tantangan ke depan terkait ekonomi nasional dan global semakin banyak dan kompleks,” kata Dito.

Airlangga Hartarto, yang saat ini menjabat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI itu telah menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar sejak 2019, dan jabatannya akan berakhir pada 2024.

Airlangga pun dalam beberapa kesempatan telah mengumumkan niatnya kembali mencalonkan diri sebagai ketua umum dalam Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar pada Desember 2024.

Namun, jika dia mundur dari jabatannya, maka Partai Golkar dapat menggelar musyawarah nasional luar biasa, yang dapat digelar mendahului jadwal munas.

Sejauh ini, belum ada petinggi Golkar yang membenarkan mundurnya Airlangga. (*)

Dua Pimpinan OIKN Mundur, Dewan: Harus Jadi Bahan Evaluasi Bersama

Lingkar.co – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono dan Wakil Kepala OIKN Dhony Rahajoe memutuskan mundur dari jabatannya.

Mundurnya Kepala dan Wakil Kepala OIKN itu diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno di Istana Kepresidenan Jakarta, seperti yang dikutip dari Antara, Senin (3/6/2024).

Menindaklanjuti hal itu, telah terbit Keputusan Presiden (Keppres) yang mengangkat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono sebagai Pelaksana Tugas Kepala Otorita IKN dan Wakil Menteri ATR Raja Juli Antoni sebagai Pelaksana Tugas Wakil Kepala Otorita IKN.

Sementara itu, Anggota DPR RI Daniel Johan mengemukakan mundurnya Bambang Susantono dari jabatan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) perlu dijadikan momen bagi seluruh pihak untuk duduk bersama guna mengevaluasi target-target pembangunan IKN.

Menurutnya, banyak orang yang menilai target-target pembangunan IKN tersebut cukup tinggi sehingga Kepala OIKN cukup berat menanggung beban tersebut.

“Kadang-kadang di luar bayangan kita, seperti mengejar target-target untuk sampai 17-an (upacara 17 Agustus 2024, red). Target-target pembangunan infrastruktur,” kata Daniel.

Walaupun banyak yang belum yakin, dia mengatakan kegiatan Upacara Hari Kemerdekaan RI bisa saja tetap digelar pada 17 Agustus 2024 di IKN karena upacara itu digelar hanya sebatas berkumpul.

Namun, hal yang perlu dibahas adalah terkait kesiapan pemindahan ibu kota dan kesiapan IKN untuk menjadi ibu kota yang baru bagi Republik Indonesia.

“Ini menjadi catatan penting sekaligus bagi semua yang terlibat benar-benar menilai kembali target-target yang relevan dan sesuai dengan kemampuan itu seperti apa,” kata dia. (*)

Mahfud MD Mundur dari Kabinet Jokowi, Instana: Tunjukkan Tata Krama yang Baik

Lingkar.co – Mahfud MD mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Menko Polhukam pada Rabu (31/1/2024). Mahfud memutuskan mundur dari kabinet pimpinan Presiden Joko Widodo berkaitan kontestasi Pilpres 2024, di mana Mahfud MD merupakan calon wakil presiden nomor urut 3 mendampingi calon presiden Ganjar Pranowo.

Dalam pernyataannya, Mahfud mengatakan bahwa surat pengunduran diri akan disampaikan secara langsung begitu dirinya mendapat jadwal bertemu dengan Presiden Jokowi. Mahfud memperkirakan surat pengunduran diri itu akan diserahkan pada Kamis (1/2). 

“Dan surat ini akan disampaikan begitu saya mendapat jadwal ketemu dengan Presiden (Jokowi), tetapi saya bawa terus karena memang surat ini begitu saya diberi waktu langsung saya sampaikan,” katanya, seperti yang ditulis Antara, Rabu (31/1/2024).

Mahfud juga menyebut pengunduran dirinya dari jabatan Menko Polhukam telah disepakati capres Ganjar Pranowo serta seluruh partai politik yang mengusung pasangan Ganjar-Mahfud.

Menanggapi hal itu, Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana menyebut Mahfud MD menunjukkan tata krama ketimuran yang baik terkait dengan rencananya mundur dari jabatan menteri.

“Kita hormati dari apa yang menjadi langkah Pak Menko Polhukam, beliau sangat luar biasa bisa mengikuti tata krama yang sebenarnya sangat bagus sekali. Jadi, tidak begitu saja dengan menyampaikan surat, tetapi beliau ingin menyampaikan langsung kepada Presiden. Ini sebuah tata krama ketimuran yang memang harus kita jaga dan kita hormati,” kata Ari.

Ia mengatakan bahwa Mahfud MD ditunjuk sebagai menteri secara terhormat oleh Presiden Joko Widodo, kemudian yang bersangkutan mundur dari jabatan itu dengan hormat pula.

“Itu saya kira sebuah hal yang perlu kita hargai dan hormati,” ujar Ari.

Terkait dengan pengganti Mahfud MD, Ari mengatakan bahwa pihak Istana belum ingin berbicara soal sosok pengganti karena Mahfud belum menyampaikan surat kepada Presiden.

“Pak Menko saja belum menyampaikan suratnya, sudah berpikir soal pengganti. Kami belum membicarakan soal pengganti karena beliau sendiri baru akan menyampaikan rencana akan diterima oleh Bapak Presiden,” kata Ari. (*)

Jurgen Klopp Akan Mundur dari Liverpool, Ini Alasannya

Lingkar.co – Jurgen Klopp memutuskan akan mundur sebagai pelatih Liverpool di akhir musim 2023/2024.

“Jurgen Klopp mengumumkan keputusannya untuk mundur sebagai pelatih Liverpool di akhir musim, ia sudah memberitahukan keputusannya itu kepada pemilik klub,” kata Liverpool seperti yang ditulis Antara, Jumat (26/1/2024).

Klopp masih akan melatih The Reds hingga akhir musim 2023/24 sebelum mengakhiri masa jabatan manajerialnya selama delapan setengah tahun yang gemilang bersama klub Marseyside tersebut. 

Pelatih berusia 56 tahun itu berhasil mempersembahkan enam trofi untuk Liverpool sejak gabung dari Borussia Dortmund pada 2015, termasuk Liga Champions 2019 dan mengakhiri puasa liga domestik selama 30 tahun saat juara Liga Premier Inggris pada 2020.

“Saya sangat menyukai segala hal tentang klub ini, saya menyukai segala hal tentang kota ini, saya menyukai segala hal tentang suporter kami, saya menyukai tim, saya menyukai staf. Saya suka semuanya. Namun, keputusan saya tetap mengambil keputusan ini menunjukkan kepada Anda bahwa saya yakin itulah keputusan yang harus saya ambil,” katanya. 

Kontrak Klopp bersama Liverpool baru akan berakhir Juni 2026. Namun, pelatih asal Jerman itu mengaku ‘kehabisan tenaga’ untuk terus melatih Liverpool. 

“Bagaimana saya mengatakannya, kehabisan energi. Saya tidak punya masalah sekarang, tentu saja, saya sudah tahu bahwa saya harus mengumumkannya suatu saat nanti, tapi saya baik-baik saja saat ini. Saya tahu saya tidak dapat melakukan pekerjaan itu lagi dan lagi dan lagi dan lagi,” ucap Klopp. 

Klopp mengatakan sengaja mengumumkan kepergian dari Liverpool di tengah musim ini agar manajemen The Reds memiliki waktu untuk melakukan transaksi atau pergantian pelatih dengan baik. 

“Saya sudah memberi tahu klub sejak November lalu. Saya harus menjelaskan sedikit bahwa mungkin dari luar pekerjaan saya terlihat berada di pinggir lapangan dan dalam sesi latihan, hal-hal seperti ini. Tetapi sebagian besar hal terjadi di sekitar hal-hal semacam ini. Itu berarti ketika musim berjalan dan Anda sudah merencanakan musim berikutnya,” ujar Klopp. 

“Saat kami duduk membicarakan tentang calon pemain baru, pemusatan latihan musim panas berikutnya, dan apakah kami bisa pergi ke mana pun, muncul pemikiran, ‘Saya tidak yakin saya bisa di sini lagi’ dan saya sendiri terkejut dengan hal itu. Saya jelas mulai memikirkan [untuk pergi],” kata Klopp. 

Liverpool juga akan ditinggal asisten pelatih, Pepijn Lijnders dan Peter Krawietz, serta pelatih pengembangan elit Vitor Matos.

Presiden Fenway Sports Group, pemilik Liverpool, Mike Gordon mengucapkan rasa terima atas apa yang telah Klopp lakukan kepada klub. 

“Saya ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada Jurgen atas semua yang telah dan terus ia lakukan untuk Liverpool. Terima kasih Jurgen. Bila waktu tiba, you will never walk alone,” kata Mike Gordon. (*)

Mahfud MD Ngaku Sudah Sejak Lama Berencana Mundur dari Kabinet Jokowi

Lingkar.co – Calon Wakil Presiden RI Mahfud MD mengaku sudah sejak lama berencana mengundurkan diri dari jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

“Saya merencanakan mengundurkan diri sebenarnya sudah lama ketika akan mulai debat pertama,” kata Mahfud MD usai acara diskusi Tabrak Prof di Semarang, dilansir dari Antara, Selasa malam (23/1/2024).

Menurutnya, kalau sudah tidak menjadi menteri, maka bisa lebih leluasa untuk membuka dan membaca data-data karena sudah tidak berada di pemerintahan.

Namun, kata dia, ada beberapa hal yang kemudian dipertimbangkannya, yakni etika kepada Presiden RI Joko Widodo yang telah mengangkatnya sebagai Menko Polhukam.

“Saya dahulu diangkat oleh beliau dengan sangat terhormat, dengan penuh kepercayaan kepada beliau sebagai presiden rakyat,” katanya.

Mahfud melanjutkan, “Dan saya harus mempersiapkan diri dengan baik-baik karena saya akan bersama calon presiden rakyat yang lain, namanya Pak Ganjar Pranowo.”

Pertimbangan kedua, kata dia, selama menjadi cawapres tidak pernah sedikit pun menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye.

“Sebagai menteri yang menjadi calon, saya tidak sedikit pun menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye,” ujarnya.

Selain itu, Mahfud juga tidak meminta protokoler lebih dari yang sudah diberikan pemerintah sebagai cawapres saat melaksanakan kegiatan kampanye.

“Saya juga tidak minta protokoler yang lebih dari yang diberikan oleh Pemerintah sehingga saya tidak minta penjemputan, didampingi pejabat, atau apa pun, kecuali yang melekat secara hukum kepada saya,” tuturnya.

Pada acara tersebut, Mahfud mendapatkan pertanyaan dari hadirin mengenai tanggapannya atas saran dari pasangannya, Calon Presiden RI Ganjar Pranowo agar Mahfud mundur dari menteri untuk menghindari konflik kepentingan.

Mahfud menjawab bahwa dirinya akan mengundurkan diri sebagai Menko Polhukam menunggu waktu dan momentum yang tepat, serta akan dilakukan dengan baik-baik.

“Menunggu timing (mundur sebagai Menko Polhukam). Dengan rasa hormat kepada Presiden Jokowi, jadi tidak akan menyinggung siapa-siapa,” katanya.

Sebelumnya, KPU RI telah menetapkan peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024, yakni pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD nomor urut 3.

KPU juga telah menetapkan masa kampanye mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, kemudian jadwal pemungutan suara pada tanggal 14 Februari 2024. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Satu Caleg di Pati Mundur, Ini Alasannya

Lingkar.co – Satu calon legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Pati terpaksa harus mundur. Padahal, waktu pencoblosan Pemilu 2024 tinggal sebentar lagi.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Khusnul Imanuddin mengatakan hingga kini sudah ada satu caleg yang mundur. Ia terpaksa harus mundur karena dinilai Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebagai caleg.

“Dia TMS karena ada indikasi rangkap jabatan yang dilarang oleh negara. Makanya sesuai undang-undang harus mundur,” katanya saat ditemui di kantornya, Rabu (17/1/2024).

Pihaknya mengetahui bahwa yang bersangkutan TMS dari aduan masyarakat. Namun, Khusnul enggan menyebutkan nama partainya, karena ingin tetap menjaga kondisivitas di masyarakat.

Ia mengungkapakan, meski sudah mundur namun nama caleg tersebut masih ada di surat suara. Hal ini mengingat dia mundur setelah penetapan Daftar Calon Tetap (DCT).

“Namanya tetap ada di surat suara. Kita nggak mungkin mengganti lagi namanya, karena surat suara sudah dicetak dan sudah didropping,” ujarnya.

Dalam surat suara, lanjutnya, nama caleg itu akan dicoret. Kemudian, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) akan mengumumkannya.

“KPPS akan mengumumkan dengan dua cara. Pertama cara lisan, memungumumkan di TPS bahwa caleg yang bersangkutan tidak memenuhi syarat. Namanya dan partainya akan ditempel di papan pengumuman yang ada di setiap TPS,” jelasnya.

Namun ketika masih ada yang mencoblosnya suaranya dinyatakan tetap sah. Akan tetapi, suaranya masuk ke suara partai. (*)

Penulis: Miftahus Salam

Pelatih Jan Saragih Mundur dari Persipa

Lingkar.co – Jan Saragih memutuskan untuk mengundurkan diri dari kursi pelatih Persipa Pati. Hal ini buntut hasil minor yang didapat Persipa dalam dua laga awal babak playoff degradasi Liga 2.

Kabar berhentinya Jan Saragih ini disampaikan langsung oleh CEO Persipa Pati Joni Kurnianto, Senin (15/1). Ia mengungkapkan Jan Saragih memutuskan keluar karena tidak mempu membawa klub yang berjuluk Laskar Saridin ini dalam performa baik.

Terakhir, Persipa dihajar Persiba Balikpapan dalam laga tandang dengan skor 3-0 pada Jumat (12/1/2024). Laga sebelumnya Persipa hanya mampu memperoleh hasil imbang saat menjamu Sulut United.

Joni mengatakan kursi pelatih Persipa Pati saat ini dipegang asisten pelatih. Ia berharap dengan pergantian pelatih ini mampu merubah skema permainan Persipa, sehingga bisa meraih kemenangan.

“Semoga nanti lawan Persijap di Boyolali pemain bisa segera pulih dan meraih kemenangan. Kita harus ambil point,” harap Joni, Senin (15/1).

Atas rentetan hasil negatif ini, tim yang bermarkas di Stadion Joyokusumo ini kini terdampar di posisi terakhir. Sehingga, Persipa terancam kembali ke Liga 3.

Joni pun meminta maaf kepada seluruh masyarakat, terkhusus kepada para suporter yang tergabung dalam Patifosi. Dirinya berharap di sisa pertandingan para suporter tetap memenuhi stadion untuk memberikan dukungan dan semangat kepada para punggawa Laskar Saridin.

“Kita masih punya keyakinan kita bisa bertahan di liga 2. Nanti jika main di home mohon dukungan dan semangat teman-teman (Patifosi),” imbuhnya. (*)

Penulis: Miftahus Salam