Arsip Tag: oleh

Luthfi-Yasin Paket Lengkap Pilgub Jateng, Gus Yasin Tersipu Malu Dipuji Ganteng Oleh Relawan Jelita

Lingkar.co – Kumpulan aktivis perempuan muda yang manamakan diri Relawan Jaringan Perempuan Nahdliyin Pendukung Luthfi-Taj Yasin (Relawan Jelita) menyebut pasangan calon (Paslon) Gubernur nomor urut 02, Ahmad Luthfi-Taj Yasin (Luthfi-Yasin) merupakan paket lengkap.

“Gus Yasin ini paket lengkap ibu-ibu. Pak Luthfi polisi yang kebetulan santri, sedangkan Gus Yasin santri tulen putra Mbah Maimoen. Mantep bukaaan?” Dijawab kompak “Yeeessss.Okeeeh!” oleh para wanita muda ini.

Koordinator Relawan Jelita Jateng, Atatin Malihah mengatakan itu saat Gus Yasin menghadiri taaruf (perkenalan) visi-misi di hadapan relawan yang pada umumnya Fatayat NU (wanita muda) se-Semarang Raya, di Hotel C3 Ungaran, Minggu 6 Oktober 2024.

Atatin bahkan menyanjungnya suami Ning Nawal Nur Arafah itu dengan menyebut Gus Yasin paket lengkap karena ganteng dan religius. “Gus Yasin ini paket lengkap, rohaninya sae dan pria yang ganteng,” ujarnya.

“Kenapa kalian suka Gus Yasin?” tanya Atatin. Pertanyaan itu dijawab spontan, “Ganteeeengg,” oleh para hadirin yang semuanya wanita muda. Seisi ruangan pun ger-geran.

Gus Yasin yang duduk di depan pun senyum tersipu-sipu. Sampai panitia mengatakan, “Yang punya pasangan jangan melupakan pasanganya lho yaaa.”

Atatin melanjutkan pidatonya. Dia berharap, semoga Allah ijabah (mengabulkan) paslon Luthfi-Yasin menang dan memimpin Jawa Tengah. Baginya lahir batin insya Allah Lugas (Luthfi-Yasin) menang.

“Saya ulang kenapa seneng Gus Yasin? “Ganteeeng?” Kenapa pilih no 2? “Santun dan santri guru kita semua,” jawab para Jelita lagi.

Dijelaskan, Gus Yasin paket komplit. Tidak saja pengalaman di parlemen tapi juga pernah jadi wakil gubernu Jateng. Tentu dia pengalaman dan memahami tugas-tugas di Jawa Tengah.

Sedangkan Ahmad Luthfi pernah menjadi Ketua Cabang PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) di Surabaya, pernah kuah di IAIN. Pernah empat tahun mondok di Kediri. Pernah 4 tahun menjabat Kapolda Jateng. Untuk Gus Yasin sudah tidak asing lagi. Santri yang birokrat.

“Ini duet saling menyempurnakan. Pak Luthfi penyayang. Sama putra putrinya kelihatan penyayang. Kepada keluarga penyayang apa lagi sama masyarakat,” katanya.

Gus Yasin salut dengan Relawan Jelita Jawa Tengah. “Kalian luar biasa. Di tangan jenengan semua nanti kita mendengar tanggal 27 November kita menang,” ucapnya disambut yees para hadirin.

Dia menjelaskan sudah sepakat Ahmad Luthfi untuk bersama-mengabdi Jawa Tengah.

“Kami sudah ijin kepada masyarakat dan tokoh-tokoh. Kalau ada kesempatan kembali ke Jawa Tengah, akan lebih manfaat untuk pesantren Jawa Tengah dan masyarakat semuanya. Mohon dukungannya,” pinta Gus Yasin. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Lewat Kopi Jariks, Pelaku Usaha Pariwisata di Kota Semarang Terlindungi oleh Hukum

Lingkar.co – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang menggagas program kolaborasi pariwisata jejaring Kota Semarang (Kopi Jariks).

Progran tersebut diawali dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Disbudpar dengan asosiasi pariwisata di Kota Semarang

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Wing Wiyarso mengatakan, penandatanganan ini salah satu upaya meningkatkan jejaring kerjasama, sinergitas, dan kolaborasi antara pemkot dan asosiasi pariwisata.

“Ketika ada program kebijakan pemkot, mereka akan suport dengan adanya MoU ini,” ujar Wing di Hotel Grasia, Rabu (10/5).

Lanjutnya, dengan penandatanaganan ini pelaku usaha akan mimiliki kenyamanan dalam berusaha karena adanya perlindungan hukum.

“Tujuannya adalah meningkatkan wisatawan datang ke Semarang, membuat Semarang semakin nyaman, wisatawan betah sehingga dianggap rumah kedua bagi mereka,” bebernya.

Kepala Bidang Industri Pariwisaya, Yudha Bhakti Diliawan menambahkan, Kopi Jarik merupakan grand desain untuk memajukan pariwisata Kota Semarang.

Penandatangan ini adalah awal kolaborasi. Selanjutnya, akan ada program-program dalam rangka meningkatkan pariwisata.

“Mungkin dengan PHRI, kombinasi penggerak ekonomi kreatif dengan membuka booth di Hotel,” ucap Yudi.

Bersama Asita, lanjut dia, bisa membuat paket wisata dengan harga terjangkau sehingga tidak membebani biro asosiasi wisata.

Sedangkan dengan DPD Puteri Jawa Tengah, pemkot bisa berkolabori dalam hal pemberian promo wisata.

“Jadi, kita jual wisata Kota Semarang,” ucapnya.

Asisten Administrasi Umum Setda Kota Semarang, Masdiana Safitri mengatakan mengapresiasi upaya yang dilakukan Disbudpar dalam meningkatkan sektor wisata.

Di sisi lain juga meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Semarang.

“Pariwisata sangat kompleks dan luas mulai dari infrastruktur, wisata, handicraft. Pajak tertinggi di sektor pariwisata. Tidsk hanya retribusi tapi juga pajak hotel resto dan lain-lain,” paparnya. 

Penulis : Alan Henry

Editor : Kharen Puja Risma