Arsip Tag: Luthfi – Yasin

Pilgub Jateng Memanas, Partai Demokrat Ancam Ganti DPC yang Tidak Menangkan Luthfi-Yasin

Lingkar.co – Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah mulai memanas, Partai Demokrat mengancam DPC yng tidak menangkan Pasangan Calon (Paslon) nomor 02, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen (Luthfi-Yasin).

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah, Rinto Subekti menyatakan pihaknya tidak main-main mendukung Luthfi-Yasin untuk menang menjadi Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah. Baginya, paslon 02 adalah harga diri Partai Demokrat.

“Maka Ahmad Luthfi-Taj Yasin wajib menang. Tidak ada alasan untuk angkanya kecil. Jika ada Ketua DPC, para anggota DPRD, di wilayahnya pasangan ini kalah, saya berjanji akan mengevaluasi, bahkan akan saya ganti posisinya dengan yang lain,”kata Rinto saat Deklarasi dan konsolidasi pemenangan, di hotel Premiere Santika, Semarang, Minggu, (6/10/2024).

Di hadapan Ahmad Luthfi-Taj Yasin yang hadir, Rinto berjanji partainya siap memenangkan paslon no urut 2.

“Bagi kami Pak Luthfi-Gus Yasin adalah harga diri Partai Demokrar. Kita semua tidk ada yang berdiam diri. Semua wajib kerja serius untuk memenangkanya. Harus menang. Ini wajib,” tandasnya.

Rinto bersama jajaran pengurus dan kader di Jawa Tengah sudah berikrar, tidak ada satupun wilayah di 35 kabupaten/kota yang sampai kalah.

“Sekali lagi saya berjanji, kalau sampai ada DPC di Jawa Tengah ini paslon kita kalah, saya evaluasi Ketua DPCnya termasuk DPRD nya. Saya akan ganti. Ini tidak main-main,” kata Rinto.

Menurut Rinto, Partai Demokrat wajib memenangkan Luthfi-Yasin karena Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah memilih dan memutuskan memberi rekomendasi kepada pasangan ini. Paslon Luthfi-Yasin harus diamankan.

Selain itu, Rinto dan Partai Demokrat juga sudah capek Jawa Tengah dipimpin partai lain. Sudah saatnya ganti gubernur supaya Jateng lebih maju lagi.

Ketua DPD Partai Demokrat Jateng, Rinto Subekti (kanan) dan Calon Gubernur nomor 02, Ahmad Luthfi saat Deklarasi dan konsolidasi pemenangan, di hotel Premiere Santika, Semarang, Minggu, 6 Oktober 2024.
Ketua DPD Partai Demokrat Jateng, Rinto Subekti (kanan) dan Calon Gubernur nomor 02, Ahmad Luthfi saat Deklarasi dan konsolidasi pemenangan, di hotel Premiere Santika, Semarang, Minggu, 6 Oktober 2024. Foto: dokumentasi

“Kita sudah capek Jateng dikelola pihak sebelah. Sudah saatnya ganti. Supaya Jateng lebih maju lagi,” harapnya.

Dia juga meminta Paslon Urut 02 Luthfi-Yasin tidak usah khawatir karena kader Demokrat sudah pasang baliho bersama Ahmad Luthfi -Taj Yasin sejak lama.

“Insya Allah mulai tanggal 20 Oktober saya akan memimpin apel Ranting se-Jateng. Saya akan pimpin DPD Partai Demokrat Jateng road show untuk memenangkan Pak Ahmad Luthfi-Gus Yasin,” tegasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Luthfi-Yasin Paket Lengkap Pilgub Jateng, Gus Yasin Tersipu Malu Dipuji Ganteng Oleh Relawan Jelita

Lingkar.co – Kumpulan aktivis perempuan muda yang manamakan diri Relawan Jaringan Perempuan Nahdliyin Pendukung Luthfi-Taj Yasin (Relawan Jelita) menyebut pasangan calon (Paslon) Gubernur nomor urut 02, Ahmad Luthfi-Taj Yasin (Luthfi-Yasin) merupakan paket lengkap.

“Gus Yasin ini paket lengkap ibu-ibu. Pak Luthfi polisi yang kebetulan santri, sedangkan Gus Yasin santri tulen putra Mbah Maimoen. Mantep bukaaan?” Dijawab kompak “Yeeessss.Okeeeh!” oleh para wanita muda ini.

Koordinator Relawan Jelita Jateng, Atatin Malihah mengatakan itu saat Gus Yasin menghadiri taaruf (perkenalan) visi-misi di hadapan relawan yang pada umumnya Fatayat NU (wanita muda) se-Semarang Raya, di Hotel C3 Ungaran, Minggu 6 Oktober 2024.

Atatin bahkan menyanjungnya suami Ning Nawal Nur Arafah itu dengan menyebut Gus Yasin paket lengkap karena ganteng dan religius. “Gus Yasin ini paket lengkap, rohaninya sae dan pria yang ganteng,” ujarnya.

“Kenapa kalian suka Gus Yasin?” tanya Atatin. Pertanyaan itu dijawab spontan, “Ganteeeengg,” oleh para hadirin yang semuanya wanita muda. Seisi ruangan pun ger-geran.

Gus Yasin yang duduk di depan pun senyum tersipu-sipu. Sampai panitia mengatakan, “Yang punya pasangan jangan melupakan pasanganya lho yaaa.”

Atatin melanjutkan pidatonya. Dia berharap, semoga Allah ijabah (mengabulkan) paslon Luthfi-Yasin menang dan memimpin Jawa Tengah. Baginya lahir batin insya Allah Lugas (Luthfi-Yasin) menang.

“Saya ulang kenapa seneng Gus Yasin? “Ganteeeng?” Kenapa pilih no 2? “Santun dan santri guru kita semua,” jawab para Jelita lagi.

Dijelaskan, Gus Yasin paket komplit. Tidak saja pengalaman di parlemen tapi juga pernah jadi wakil gubernu Jateng. Tentu dia pengalaman dan memahami tugas-tugas di Jawa Tengah.

Sedangkan Ahmad Luthfi pernah menjadi Ketua Cabang PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) di Surabaya, pernah kuah di IAIN. Pernah empat tahun mondok di Kediri. Pernah 4 tahun menjabat Kapolda Jateng. Untuk Gus Yasin sudah tidak asing lagi. Santri yang birokrat.

“Ini duet saling menyempurnakan. Pak Luthfi penyayang. Sama putra putrinya kelihatan penyayang. Kepada keluarga penyayang apa lagi sama masyarakat,” katanya.

Gus Yasin salut dengan Relawan Jelita Jawa Tengah. “Kalian luar biasa. Di tangan jenengan semua nanti kita mendengar tanggal 27 November kita menang,” ucapnya disambut yees para hadirin.

Dia menjelaskan sudah sepakat Ahmad Luthfi untuk bersama-mengabdi Jawa Tengah.

“Kami sudah ijin kepada masyarakat dan tokoh-tokoh. Kalau ada kesempatan kembali ke Jawa Tengah, akan lebih manfaat untuk pesantren Jawa Tengah dan masyarakat semuanya. Mohon dukungannya,” pinta Gus Yasin. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Yoyok-Joss Siap Menangkan Luthfi-Yasin di Pilgub Jateng 2024

Lingkar.co – Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Semarang Nomor Urut 2, Yoyok Sukawi-Joko Santoso (Yoyok-Joss) menghadiri Rapat Konsolidasi Partai Demokrat untuk menangkan Ahmad Luthfi-Taj Yasin di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng.

Acara ini digelar di Hotel Santika Kota Semarang, Minggu (6/10/2024). Kegiatan itu dihadiri juga Ketua DPD Partai Demokrat Jateng, Rinto Subekti, Sekretaris DPD Partai Demokrat Jateng, Kartika Sukawati, mantan Gubernur Jateng, Bibit Waluyo dan jajaran Partai Demokrat lainnya.

Usai kegiatan, Calon Wali Kota Semarang, Yoyok Sukawi mengaku jika Demokrat sudah siap untuk berjuang dan memanaskan mesin partai di Pilkada 2024. Selain Luthfi-Taj Yasin, Partai Demokrat juga siap memenangkan Paslon lainnya yang maju di Pilkada 2024.

“Partai Demokrat yang saat ini gantian dipanasin mesinnya. Jadi untuk Jateng semuanya sudah dipanasin, utamanya Kota Semarang tadi sudah dikonsolidasikan bahkan Pak Ketua tadi pesan khusus untuk Kota Semarang supaya lebih keras, lebih semangat lagi bekerja,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan konsolidasi ini, Paslon yang diusung Partai Demokrat baik di Pigub Jateng dan Pilwakot Semarang bisa menang. Lebih lanjut, Yoyok memastikan jika menang nanti, pemerintahan yang dipimpin nanti akan sejalan dengan sistem dari Presiden terpilih yakni Prabowo Subianto.

Hal ini juga akan selaras juga dengan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin. Oleh karena itu, semangat kolaborasi ini harus diwujudkan dengan kemenangan di Pilkada Serentak 2024.

“Ada semangat kolaborasi antara kota dengan provinsi. Kalau dilihat juga visi-misinya mirip ya, kita punya tema perjuangan yang sama linier dengan visi-misi serta program Pak Prabowo,” terangnya.

Senada, Calon Wakil Wali Kota Semarang, Joko Santoso mengatakan, selain semangat kolaborasi, di dalam visi-misi yang sudah selaras juga ada sistem berkelanjutan. Oleh karena itu, sistem pemerintahan antara kota dengan provinsi nanti akan mudah dijalankan ketika Ahmad Luthfi-Taj Yasin dan Yoyok-Joss terpilih di Pilkada Serentak 2024.

“Jadi yang jelas pada visi kita ada kata berkelanjutan. Itu maksudnya antara gubernur dan wali kota itu senapas. Kita juga sama nomornya, sama partainya, dan sama pendukungnya,” tandasnya.

Sementara itu, Calon Gubernur Jateng Nomor Urut 2, Ahmad Luthfi mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas dukungan ini. Dirinya mendoakan agar para Paslon yang diusung Demokrat menang sehingga pemerintahannya bisa sejalan juga dengan pemerintah pusat.

“Secara kolaboratif kepanjangan kita juga. Kami siap bergerak bersama,” kata Luthfi dalam sambutannya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Pesantren Obah, Salah’ Satu Program Unggulan Gus Yasin di Jateng

Lingkar.co – Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menjelaskan program Pesantren Obah. Salah satu dari 8 program unggulan dalam visi-misi yang disusun jika dirinya bersama Ahmad Luthfi terpilih dalam Pilgub Jawa Tengah 2024.

“Sesuai namanya, Pesantren Obah itu bagaimana membuat pesantren terus didorong untuk bergerak maju dan berkembang dari segala sisi, karena pesantren benteng akhlak termasuk ekonomi,” kata Taj Yasin di hadapan para kyai dan pengurus pondok pesantren se-Kabupaten Semarang, Jumat (27/9/2024), di Ponpes Darussalam Sempon Kalirejo, Kabupaten Semarang.

Ia melanjutkan, Pesanten Obah adalah program yang sebenarnya sudah dijalankan selama lima tahun menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018-2023. Namun perlu dilanjutkan karena masih ada beberapa program yang belum tuntas dan ditambahi program yang baru.

“Program Pesantren Obah ini banyak. Seperti pemberian insentif guru agama belum semua genap dapat bentuan. Masih ada sekitar 40 persen guru agama belum dapat insentif harus kita lanjutkan lagi,” tegasnya.

Juga program tahfizh yang sudah berjalan lima tahun lalu. Ada ponpes tahfizh yang setiap tahun atau dua tahunan melakukan wisuda, di Pesantren Obah juga ada anggarannya.

“Pesantren Obah ingin meningkatkan lembaga pesantren yang sudah dinaungi pendidikan formal seperti SMA Aliyah, SMK Ponpes Salaf, Madrasah Takmiriyah untuk distandarisasi kompetensinya dengan ijazah dapat diakui. Sehingga lulusannya bisa diterima di dunia kerja secara luas. Sebab ada beberapa keluhan santri mau daftar Kepala Desa / Perangkat Desa tidak bisa karena terkendala ijasahnya belum standar kompetensi. Di Pesantren Obah akan kita dorong supaya ada solusi,” paparnya

Pasangan Calon Gubernur Jawa Tenfah Ahmad Luthfi ini menambahkan, antar pesantren kedepan perlu diperkuat dan dilindungi. Termasuk Pesantren Ma’had Ali kedepan santrinya harus bisa lanjut kuliah S2 dengan beasiswa.

“Kami di Provinsi Jawa Tengah akan memberikan pelatihan soft skill para santri. Tidak berhenti sampai pelatihan, tetapi berkelanjutan sampai santri dapat Sertifikat Kompetensi.”

Ia lanjut menerangkan, para santri juga akan dilatih untuk keterampilan menjadi juru sembelih halal atau “Kang Jalal” alias tukang jagal halal. Sehingga santri juga akan bisa bekerja di perusahaan pemotongan ayam dan sapi secara halal. Sehingga menghilangkan keresahan masyarakat soal keraguan pemotongan hewan Halalan Thayyiban.

Taj Yasin juga akan meningkatkan sarana prasrana pesantren agar bisa berkembang dengan fasilitas yang mumpuni. Dia mengakui Perda Ponpes di tingkat Provinsi sudah disahkan tetapi sampai saat ini belum dijalankan. Butuh Pergub, ini juga akan didorong.

“Tinggal membuat Pergubnya. Kalau kita dipercaya umat, nanti akan segera kita buat Pergub atas Perda Pesantren sehingga semua program Pesantren Obah bisa dieksekusi semua untuk santri dan pesantren,”tutupnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Kampanye Hari Pertama, Ahmad Luthfi Cek Harga Pangan di Pasar Tradisional Semarang

Lingkar.co – Hari pertama masa kampanye, Calon Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi blusukan di sejumlah pasar tradisional di Kota Semarang. Ia pun berbincang dengan para pedagang untuk mengecek stabilitas harga sebenarnya bahan pangan.

Mantan Kapolda Jawa Tengah itu memulai dari Pasar Bulu yang berada di pusat Kota Semarang dan di Pasar Mangkang yang berada di bagian barat kota Semarang berbatasan dengan kabupaten Kendal.

Menyusuri lorong-lorong pasar, ia bertemu serta tanya jawab dengan para pedagang cabai, ayam, sayur, daging, tahu hingga baju. Mereka menyalami calon gubernur nomor urut 02 itu sekaligus menyampaikan aspirasi.

Luthfi memiliki alasan sendiri dirinya memilih pasar tradisional menjadi tempat pertama yang disambangi. Menurutnya, pasar memiliki peran ganda, yakni sebagai pusat pereknomian sekaligus pusat interaksi sosial bagi masyarakat. Maka kondisi riel perekonomian dan sosial di masyarakat bisa dilihat dari aktivitas pasar.

“Ibu-ibu usai bangun tidur ada yang langsung ke pasar untuk memenuhi kebutuhan keluarganya setiap hari. Ada interaksi di pasar, perekonomian dan sosial yang sesungguhnya akan terlihat,” kata Ahmad Luthfi, Rabu (25/9/2024).

Saat blusukan, diketahui harga-harga bahan pangan relatif stabil. Harga cabai keriting Rp 30 ribu/kg, cabai setan Rp 35 ribu/kg, bawang merah Rp 25 ribu/kg, bawang putih Rp 40 ribu/kg, ayam potong Rp 32 ribu/kg.

Stabilitas harga disebutnya menjadi modal utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sudah menjadi tugas pemerintah untuk menjaga harga pangan, pasokan dan distribusi hingga ke tingkat konsumen.

Namun ia mengakui ada sejumlah persoalan yang juga disampaikan oleh para pedagang kepadanya. Yakni menurunnya jumlah pembeli yang datang ke pasar tradisional. Bahkan pada jam-jam tertentu, pasar sudah menjadi sepi sehingga pedagang mesti menutup lapak lebih awal.

Salah satu pedagang tahu di Pasar Bulu, Suparti mengatakan jumlah pembeli yang datang menurun drastis dalam beberapa tahun terakhir. Padahal harga tahu yang ia jual tak ada kenaikan. “Sekarang sepi, pendapatan sehari kisaran Rp 100 ribu. Kalau dulu masih bisa dapat Rp 200-an ribu seharinya,” kata Suparti.

Keluhan soal masuknya daging sapi impor di pasar tradisional juga membuat sebagian pedagang kesulitan menjual daging sapi lokal. Harga daging sapi impor dijual lebih murah dari lokal.

Hal yang sama diungkapkan oleh Edy pedagang cabai di pasar Mangkang. Sedikitnya pengunjung yang datang membuat jumlah pendapatan juga berkurang. Ia berharap agar Ahmad Luthfi memiliki solusi untuk meningkatkan jumlah pengunjung ke pasar tradisional saat menjabat sebagai Gubernur Jateng nantinya.

Menanggapi permintaan itu, Ahmad Luthfi menyampaikan penurunan jumlah pengunjung bisa disebabkan sejumlah faktor. Mulai dari persaingan dengan pasar online hingga minimnya inovasi. Maka ia menekankan perlunya dibentuk klaster pedagang disesuailan dengan jenis dagangan yang sama. Masing-masing anggota klaster akan mendapatkan pelatihan bagaimana berinovasi dalam berdagang. Termasuk, bersaing di pasar online.

Kemudian ia juga menyoroti penataan pasar tradisional. “Pedagang dan pembeli harus dibuat mudah dan nyaman di pasar. Lansia kalau di lantai dua atau lantai tiga kan susah. Maka memang harus ada evaluasi dan penataan,” kata Luthfi.

Usai blusukan di pasar tradisional, Ahmad Luthfi dan rombongan mampir sarapan di warung pecel kelas UMKM di Kota Semarang. (*)

Penulis: Bojes
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Pilgub Jateng 2024: Adu Kuat Kombinasi Nasionalis-Agamis Lawan Mesin Satu Warna

Lingkar.co – Pengamat politik dari UIN Walisongo Semarang, M. Kholidul Adib mengatakan, pasangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen (Luthfi-Yasin) yang diusung oleh Koalisi Indonesia Maju tambah Partai Nasdem, PKS, PKB dan PPP (KIM Plus) adalah pasangan ideal, dalam artian representasi nasionalis-agamis.

“Luthfi-Yasin diusung KIM plus adalah kombinasi Nasionalis-Agamis. Demikian juga dengan partai-partai yang tergabung dalam poros KIM Plus yang mengusung Ahmad Luthfi – Taj Yasin juga menunjukkan warna yang beraneka ragam,” kata Adib kepada lingkar.co pada Selasa (17/9/2024).

“Partai-partai KIM Plus juga sudah mulai memanaskan mesin politiknya, selain juga mengandalkan gerakan relawan yang semakin gencar,” sambungnya.

Ia pun menilai kolaborasi gerakan partai dan relawan dari barisan KIM plus akan menjadi kekuatan dahsyat bagi Luthfi-Yasin. “Sementara faktor logistik tentu kedua paslon memiliki logistik yang memadai walau kita tidak tahu berapa besar logistik yang sudah disiapkan,” ujarnya.

Selain itu, Adib juga tidak memungkiri Paslon Luthfi-Yasin unggul di atas kertas karena lebih besar dukungan pada sisi elektoral. Namun demikian ia mengingatkan Luthfi-Yasin tidak boleh lengah atau terlalu percaya diri, sebab kalau sampai lengah atau terlalu percaya diri justru lemah dalam perkembangannya.

“Kandidat yang didukung oleh banyak partai tapi kalau mesin politiknya tidak bekerja ya akan stagnan,” ucapnya.

“Andika-Hendi dan pendukungnya bisa membuat gerakan yang lebih dahsyat sehingga tidak menutup kemungkinan bisa mengejutkan semua pihak dengan menjadi pemenang Pilgub Jateng 2024,” tandasnya.

Sedangkan Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi mengandalkan kerja mesin satu warna yaitu PDI Perjuangan yang menang dalam Pileg di Jateng sebagai partai politik pengusung. Meski begitu, Adib juga memperhatikan bahwa Andika-Hendi merupakan pasangan sesama kader PDIP atau sama-sama dari kalangan nasionalis. Oleh karena itu, harus bisa masuk ke kalangan santri untuk bisa menang.

Beda Hasil Survei Pilgub Jateng, Andika-Hendi :Ya itu Hasil Survei Mereka

Lingkar.co – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Jenderal TNI (Purn.) Andika M Perkasa dan Hendrar Prihadi alias Hendi memberikan tanggapan terkait adanya beda hasil survei Pilgub Jateng dari salah satu lembaga survei yang mengunggulkan pasangan calon Luthfi – Yasin.

Andika menegaskan dirinya bersama Hendi lebih memilih fokus menjalankan strategi yang telah disusun oleh tim pemenangan. Hal tersebut disampaikan saat Andika bersama Hendi menghadiri kegiatan Rapat Kerja Cabang Khusus di Kabupaten Purworejo, Rabu (11/9/2024).

Andika sendri menegaskan bahwa dirinya bersama Hendi akan terus mengevaluasi pergerakan yang telah dijalankan.

Mantan Panglima TNI itu pun menegaskan masih ada cukup waktu untuk terus meningkatkan elektabilitasnya bersama Hendi.

“Ya itu hasil survei mereka. Kami pun akan terus berusaha. Pasti kalau ada kekurangan – kekurangan ya harus dievaluasi, yang terpenting kan kita masih punya waktu untuk memperbaiki,” respon Andika santai.

Adapun salah satu lembaga survei bernama Kanigoro Network merilis hasil survei yang mengunggulkan pasangan Luthfi – Yasin dengan elektabilitas sebesar 45,2 persen, sedangkan Andika – Hendi ada di angka 37,7 persen. Kanigoro Network sendiri sebelumnya tidak masuk dalam daftar 81 lembaga survei yang terdaftar di KPU untuk Pemilu 2024.

Paslon Cagub-cawagub Jateng, Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi saat diwawancarai wartawan seusai menghadiri kegiatan Rapat Kerja Cabang Khusus di Kabupaten Purworejo, Rabu (11/9/2024). Foto: dokumentasi
Paslon Cagub-cawagub Jateng, Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi saat diwawancarai wartawan seusai menghadiri kegiatan Rapat Kerja Cabang Khusus di Kabupaten Purworejo, Rabu (11/9/2024). Foto: dokumentasi

Hasil yang dirilis Kanigoro Network tersebut pun belakangan menuai sorotan karena berbeda dengan hasil survei Pilgub Jateng yang dirilis oleh Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) yang mengunggulkan pasangan Andika – Hendi dengan elektabilitas 64,8 persen, sedangkan Luthfi – Yasin ada di angka 31,4 persen.

Lebih lanjut, Andika sendiri menekankan optimismenya bersama Hendi untuk memenangkan konstestasi Pilgub Jateng 2024. “Ya harus optimis, kita akan berusaha memberikan yang terbaik, baik itu visi, misi, maupun program,” tegasnya.

Sedangkan terkait upaya pemenangan di Kabupaten Purworejo, Andika mengaku menyerahkan sepenuhnnya pada struktur PDI Perjuangan di Purworejo.

“Ya upaya pemenangan di Purworejo sendiri akan dipimpin langusng oleh Ketua DPC nya. Karena mereka sudah membuktikan adanya peningkatan suara juga (di Pemilur 2024,” ungkapnya. (*)

Penulis: Bojes
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Beda Hasil Lembaga Survei Pilgub Jateng, Ahmad Luthfi: Saya Belum Lihat

Lingkar.co – Calon Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menanggapi pertanyaan tentang perbedaan hasil lembaga survei untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah.

Ada yang menunjukkan angka tinggi untuk pasangan Luthfi-Yasin dan sebaliknya mengunggulkan Andika – Hendi. Terkait hal itu, Luthfi mengaku belum pernah melihat hasil survei tersebut.

“Saya belum pernah lihat survei,” ujar Luthfi usai mengunjungi Pasar Talun di Kabupaten Magelang, Rabu (11/9/2024).

Menurut Luthfi, survei hanyalah penunjang, dan yang lebih penting adalah kerja keras di lapangan.

“Yang penting itu kerja, kerja, kerja,” tegasnya.

Luthfi menegaskan bahwa tim pemenangannya berkomitmen penuh untuk bekerja sesuai dengan prinsip demokrasi dan tetap menjaga jarak dari institusi mana pun.

Terkait banyaknya purnawirawan TNI dan Polri yang bergabung dalam tim pemenangannya bersama Taj Yasin. Apakah ini bagian dari strategi khusus atau ada kaitannya dengan instansi mereka sebelumnya?

Mantan Kapolda Jateng ini menegaskan bahwa tidak ada strategi khusus di balik kehadiran sejumlah mantan jenderal dan purnawirawan TNI-Polri di tim pemenangannya.

Calon Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dalam sebuah kesempatan di Magelang. Foto: dokumentasi

“Tidak ada kaitannya dengan kedinasan. Kita semua bekerja untuk menampung aspirasi rakyat,” katanya.

Luthfi menekankan bahwa tim pemenangan Luthfi-Yasin terdiri dari berbagai elemen masyarakat yang fokus bekerja untuk rakyat.

“Masalah tim sukses itu kan biar mereka yang bekerja, tetapi tidak ada kaitannya dengan instansi. Prinsipnya, demokrasi ini kan dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat,” jelasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Editor : Kharen Puja Risma

Nafa Urbach dan Annisa Bahar Ikut Suksesi Luthfi – Gus Yasin, Ini Susunan Tim Pemenangan di Pilgub Jateng,

Lingkar.co – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen telah melakukan deklarasi dan menyusun tim untuk suksesi di Pilgub Jateng. Terdapat beberapa artis beken dan fenomenal di masanya seperti pedangdut Anissa Bahar serta penyanyi pop sekaligus pesinetron Nafa Urbach.

Struktur tim pemenangan Luthfi – Yasin pun telah resmi dirilis pada Minggu (8/9/2024). Dalam struktur tersebut terdapat banyak nama dari berbagai latar belakang seperti politisi, pengusaha, tokoh lintas agama, dan artis.

Berikut struktur tim pemenangan Luthfi – Gus Yasin di Pilgub Jateng:

DEWAN PEMBINA

  1. KH. Munif Zuhri
  2. KH. Achmad Chalwani Nawawi
  3. Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M.
  4. KH. Subhan Ma’mun
  5. Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Sutarman, S.I.K
  6. KH. Zuhrul Anam
  7. Letnan Jenderal TNI (Purn.) H. Bibit Waluyo
  8. KH. Chamami, M.Si
  9. Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Ari Dono Sukmanto, S.H.
  10. KH. Sholahudin Shodaqoh
  11. Letnan Jenderal TNI (Purn.) Bakti Agus Fadjari, S.IP., M.Si.
  12. KH. Shodiq Hamzah
  13. Mayjend TNI (Purn) Toto Nugroho
  14. Prof. Sri Puryono
  15. Sugiono
  16. Prasetyo Hadi
  17. Pdt. Bambang Mulyono

DEWAN PENGARAH

Ketua : Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA

Anggota :

  1. KH. Muhammad Yusuf Chudlori
  2. Ir. Panggah Susanto, M.M.
  3. Rinto Subekti, SE, MM
  4. Sunarmin, S.E., M.M.
  5. Antonius Yogo Prabowo
  6. Lestari Moerdijat
  7. H. Masruhan Samsurie
  8. H. Muhammad Afif, Lc.
  9. H. Ahmadi, A.Md.
  10. H. Sukirman SS, MS
  11. Angga Andre Hendrawan
  12. Rahayu Senjayawati
  13. Aulia Hakim, S.H
  14. Dr(c). Bambang Anto Wibowo, SH., MH
  15. Bagas Ardhianto Saputra
  16. Suyono, S.I.P.
  17. Ir. Wachid Nurmiyanto

DEWAN PENASEHAT

Ketua : Kukrit Suryo Wicaksono, MBA

Anggota :

  1. Letjend. TNI (Purn) Nugroho Widyotomo
  1. H. Abdul Wachid
  2. Juliyatmono, MM
  3. KH. Ahmad Badawi Basyir
  4. Drs. Fadholi
  5. H.M. Hendri Wicaksono S.Pd, MT.
  6. H. Rif’an S.Ag. MM.
  7. KH. Abdul Karim Ahmad
  8. KH M Said Almasyhad
  9. KH. Muhammad Chamzah Hasan
  10. Ny. Nadhiraly Hb. (Watucongol)

DEWAN PAKAR/ KONSULTAN PASANGAN CALON

Ketua : Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd

Anggota :

1. Ir. Setyo Wisnu Broto, M.M.

  1. Dra. Hj. Eva Yuliana
  2. Dr. M. Iqbal Wibisono, S.H., M.Hum.
  3. Rohmat Marzuki, S.Hut
  4. H Zainudin Zein
  5. Amelia Anggraini
  6. Vicky Prasetyo
  7. Rudy Prasetya

KETUA : Letnan Jenderal TNI (Purn.) AM Putranto, S.Sos

WK. KETUA 1 : Heri Pudyatmoko

WK. KETUA 2 : Agus Riyanto

WK. KETUA 3 : H. Syarif Abdillah

WK. KETUA 4 : Mohammad Saleh, ST, M.En.

WK. KETUA 5 : Hj. Kartina Sukawati, S.E., M.M., M.H.

WK. KETUA 6 : M. Ngainirrichadl, S.HI

WK. KETUA 7 : Wahyudin Noor Aly

WK. KETUA 8 : Hadi Santoso, S.T., M.T.

WK. KETUA 9 : Andre Pablo

WK. KETUA 10 : Fris Dwi Yulianto S.Pi, MH.

WK. KETUA 11 : Prianto A. Suryono

WK. KETUA 12 : H. Eddi Widodo, SE

WK. KETUA 13 : H Moh Sokhib

WK. KETUA 14 : H. Yogyo Susaptoyono

WK. KETUA 15 : H Fuad Hidayat

Dapat Tambahan PKB dan PKS di Pilgub Jateng, Sudaryono Ingatkan Ini Kepada Relawan 02

Lingkar.co – Koalisi Indonesia Maju (KIM) mendapatkan dukungan tambahan dari Partai Kebangkitan Bangsa PKB dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pemilihan Gubernur Pilgub Jawa Tengah.

Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono mengingatkan agar relawan 02 yang mendukung Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) bersatu. Ia tekankan agar relawan 02 dan relawan dari PKB dan PKS, harus bersatu dan terorganisir dengan baik.

Ia menyampaikan hal itu saat menghadiri deklarasi tim pemenangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin di Majapahit Convention (MAC) Ballroom, Semarang, Sabtu (7/9/2024).

“Ini adalah kesempatan besar, dan kita harus menang,” tandasnya.

Menurutnya, tantangan saat ini adalah mengulang dan memperluas dukungan untuk pasangan Luthfi-Yasin. Sebab ia memperhatikan sebaran suara 02 yang merata di Jawa Tengah, kecuali di Boyolali dan Wonogiri,

“Kita tinggal mengulang saja untuk meratakan suara dukungan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin,” jelasnya.

Namun, Sudaryono menekankan bahwa dalam upaya ini, semua pendukung harus tetap menjaga sikap santun dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi yang damai.

Ia mengingatkan seluruh pendukung untuk selalu mengedepankan semangat persatuan dan kerjasama dalam proses demokrasi ini.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa memenangkan hati rakyat dengan cara-cara yang baik dan elegan,” tambahnya.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh ribuan simpatisan, relawan, dan perwakilan 15 partai politik pengusung ini, Sudaryono juga menegaskan instruksi langsung dari presiden terpilih Prabowo untuk memenangkan pasangan Luthfi-Yasin dalam Pilkada Jateng 2024.

“Pesan Pak Prabowo jelas, tidak ada jalan lain, harus kita menangkan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kehadiran seluruh ‘pasukan’ di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memastikan kemenangan pasangan ini. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat