Kondisi sejumlah ruas jalan di Desa Bulak Baru, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara. Kerusakan jalan dinilai perlu segera ditangani karena menjadi akses penting bagi aktivitas masyarakat, sentra produksi garam, hingga kawasan wisata Pantai Bulak Baru.
Bupati Jepara Witiarso Utomo memastikan ruas jalan kabupaten di wilayah tersebut akan masuk dalam rencana pembangunan tahun anggaran 2027.
“Pemkab Jepara akan menuntaskan perbaikan ruas jalan kabupaten. Kami targetkan masuk dalam program pembangunan pada tahun anggaran 2027. Sedangkan ruas jalan sepanjang 172 meter yang mengalami rusak berat akan ditangani oleh pemerintah desa,” kata Witiarso saat kegiatan Ngolah Pikir (Ngopi) Bareng Petinggi Desa Bulak Baru, kemarin.
Witiarso menargetkan seluruh ruas jalan di Desa Bulak Baru dapat dalam kondisi lebih baik pada tahun depan. Menurutnya, pembenahan infrastruktur menjadi kebutuhan penting karena desa tersebut memiliki potensi ekonomi dan wisata.
Jalan Rusak Hambat Akses Garam dan Wisata
Bulak Baru merupakan salah satu wilayah penghasil garam masyarakat. Selain itu, desa tersebut memiliki Pantai Bulak Baru yang menjadi salah satu destinasi wisata.
“Di sini ada banyak penghasil garam dan juga wisata Pantai Bulak Baru,” ujarnya.
Ia berharap perbaikan jalan nantinya tidak hanya meningkatkan kenyamanan mobilitas warga, tetapi juga memperlancar aktivitas ekonomi. Jalan yang lebih baik dinilai dapat mendukung distribusi hasil produksi garam sekaligus mempermudah akses menuju kawasan wisata.
Sementara itu, Petinggi Desa Bulak Baru Purwoko memaparkan kondisi sejumlah ruas jalan di wilayahnya. Berdasarkan data pemerintah desa, terdapat jalan desa sepanjang 2.147 meter, jalan kabupaten sekitar 821 meter, dan jalan provinsi sepanjang 1,27 kilometer.
Dari total jalan desa tersebut, sepanjang 1.211 meter berada dalam kondisi baik. Kemudian 764 meter dalam kondisi kurang baik dan 172 meter mengalami kerusakan berat.
Sedangkan pada jalan kabupaten, sekitar 410 meter berada dalam kondisi kurang baik dan 311 meter mengalami kerusakan berat. Adapun jalan provinsi sepanjang 1,27 kilometer disebut masih dalam kondisi baik.
Purwoko berharap ruas jalan yang mengalami kerusakan berat dapat segera ditangani. Sebab, kondisi tersebut berpengaruh terhadap akses dan mobilitas masyarakat.
“Kami berharap segera dilakukan penanganan khususnya badan jalan yang rusak berat,” ujarnya.