Iklan

Gibran Melakukan Kunjungan Korban Keracunan MBG dan Minta Dituntaskan

Inti berita

Wapres Gibran melakukan kunjungan korban keracunan MBG di Kabupaten Batang dan meminta agar dilakukan prioritas empat hal sebagai bentuk tanggungjawab.

Foto: Kunjungan Wapres

Wakil Presiden Gibran Rakabuming meminta investigasi dugaan keracunan setelah konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, segera dituntaskan secara transparan.

Gibran juga meminta hasil pemeriksaan penyebab kejadian tersebut disampaikan secara transparan kepada masyarakat. Permintaan itu disampaikan saat ia bertolak ke Batang untuk memastikan penanganan para korban berjalan optimal.

“Penyebab kejadian masih dalam proses pemeriksaan, tapi investigasi harus segera dituntaskan dan penyampaian hasil investigasi harus secara transparan, sehingga dapat menjadi pembelajaran bersama,” kata Gibran dalam keterangan, dikutip dari Antara, Senin (28/9/2026).

Wapres Gibran melakukan kunjungan korban keracunan MBG

Kasus dugaan keracunan tersebut sebelumnya membuat ratusan penerima manfaat MBG mendapat perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Data Pemkab Batang pada 24 September mencatat 276 korban dan kondisi mereka mulai membaik.

Gibran Ingin Prioritaskan Penanganan Korban

Dalam kunjungannya ke Batang, Gibran menekankan empat hal utama, yakni penanganan kesehatan korban, kepastian bagi keluarga, percepatan investigasi, serta penguatan pengawasan keamanan pangan.

Menurut Gibran, pemerintah harus memastikan seluruh pasien yang masih menjalani perawatan mendapatkan pelayanan medis hingga pulih. Korban yang sudah diperbolehkan pulang tetapi kembali mengalami keluhan juga harus tetap memperoleh akses pemeriksaan dan penanganan medis lanjutan.

Pemerintah juga memastikan biaya pengobatan korban tidak membebani keluarga. Mekanisme pembiayaan diminta berjalan dengan baik yang akan ditanggung oleh Pemkab Kabupaten Batang di seluruh fasilitas kesehatan yang menangani korban di Batang.

SPPG Bawang Dihentikan Sementara

Sejalan dengan proses investigasi, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batang Bawang.

BGN juga mencopot kepala SPPG tersebut setelah menemukan dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP). Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri seluruh tahapan, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, pemorsian hingga distribusi makanan.

BGN menegaskan temuan awal terkait ketidakpatuhan SOP belum menjadi kesimpulan akhir mengenai penyebab kejadian. Karena itu, hasil investigasi tetap menjadi dasar untuk menentukan penyebab dugaan keracunan tersebut.

Gibran Minta Pengawasan Keamanan Pangan Diperkuat

Selain mengusut penyebab kejadian, Gibran meminta evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, terutama terkait keamanan pangan. Evaluasi mencakup pemenuhan standar higiene, waktu pengolahan makanan, proses penyimpanan, distribusi, hingga pengawasan langsung di lapangan.

“Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh, standar keamanan pangan harus dipastikan, dan setiap temuan harus segera diperbaiki. Kita ingin program prioritas Presiden ini memberikan manfaat sebesar-besarnya dengan keamanan dan kualitas makanan sebagai prioritas,” jelas wapres.

Sebelumnya, BGN juga menegur pengelola SPPG Bawang dan menekankan bahwa pengawasan MBG tidak hanya menjadi tanggung jawab BGN, tetapi juga pemerintah daerah, TNI, dan Polri sesuai kewenangan masing-masing.

Gibran berharap hasil investigasi dan evaluasi menjadi dasar untuk memperbaiki pelaksanaan program sekaligus memperkuat pengawasan keamanan pangan. Dengan demikian, program MBG dapat terus memberikan manfaat kepada masyarakat dengan tetap mengutamakan kesehatan dan kualitas makanan.

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu