Rekaman kamera pengawas atau CCTV disebut menjadi kunci untuk melihat secara utuh rangkaian keributan yang terjadi di Jalan Veteran, Kota Semarang, pada 1 Agustus 2026.
Dari penelusuran rekaman tersebut, kuasa hukum Nathan, Zaenal Abidin Petir SH, menyebut terdapat seorang anggota TNI yang lebih dahulu menjadi korban pengeroyokan dalam peristiwa tersebut.
Zaenal mengatakan, rekaman CCTV memperlihatkan situasi sebelum Nathan terlibat dalam upaya melerai keributan. Dalam rekaman itu, menurut dia, terlihat seorang anggota TNI berada di tengah kerumunan dan mengalami pengeroyokan.
“Ini anggota TNI. Awalnya ada anggota TNI dikeroyok,” kata Zaenal saat menjelaskan isi rekaman CCTV.
Ia menyebut sejumlah orang terlihat berada di lokasi ketika keributan berlangsung. Dari rekaman tersebut, Zaenal kemudian menjelaskan posisi beberapa orang yang terlibat, termasuk Maher dan Nathan.
Menurut dia, kondisi awal yang terlihat dalam CCTV berupa cekcok mulut yang kemudian berkembang menjadi kontak fisik. Situasi semakin memanas ketika anggota TNI tersebut dikeroyok.
Nathan, lanjut Zaenal, baru mengambil tindakan setelah melihat anggota TNI menjadi sasaran pemukulan. Nathan disebut berusaha memisahkan korban dari kerumunan agar pengeroyokan tidak berlanjut.
“Nathan melihat perkelahian dan pemukulan yang sangat brutal terhadap anggota TNI, kemudian langsung melerai,” ujarnya.
Zaenal menjelaskan, upaya Nathan dilakukan dengan menarik dan menjauhkan anggota TNI dari orang-orang yang mengerumuninya. Namun dalam proses tersebut, terjadi kontak fisik antara Nathan dan Maher.
Menurut penjelasan Zaenal berdasarkan rekaman CCTV, Nathan tidak terlihat melakukan pemukulan terhadap Maher. Nathan justru disebut berusaha menahan Maher agar tidak kembali menyerang orang lain.
“Dia pegang Maher supaya tidak melakukan penganiayaan terhadap orang lain,” kata Zaenal.
Maher Disebut Melakukan Pemukulan Berulang
Zaenal juga menguraikan bagian lain dari rekaman CCTV yang menurutnya menunjukkan Maher melakukan pemukulan berulang kali.
Ia menyebut Maher terlihat melakukan pukulan sebanyak beberapa kali terhadap orang yang berada di lokasi. Berdasarkan penghitungan yang dilakukan saat melihat rekaman, Zaenal memperkirakan terdapat sekitar tujuh pukulan.
“Maher pukul satu, dua, tiga, empat, lima, enam, diperkirakan tujuh kali. Nathan tidak pukul,” ujarnya.
Zaenal menilai bagian tersebut penting karena menunjukkan bahwa peristiwa tidak dapat dilihat hanya dari adegan ketika Nathan dan Maher terlibat kontak fisik. Menurut dia, terdapat rangkaian kejadian sebelumnya yang perlu diperhatikan.
Ia juga menjelaskan adanya perbedaan informasi yang sebelumnya diterimanya dari pihak yang disebut sebagai teman Maher.
Sebelumnya, menurut Zaenal, ia mendapat informasi bahwa Maher sempat pingsan dalam kejadian tersebut. Namun setelah melihat rekaman CCTV, ia menemukan bahwa setelah terjatuh, Maher masih terlihat melakukan tindakan fisik.
“Ketika saya melihat video itu, saya kaget. Setelah jatuh masih memukul orang, memukul Nathan dan memukul orang lain,” katanya.
Nathan Disebut Berusaha Menghentikan Keributan
Zaenal menegaskan bahwa tindakan Nathan dalam rekaman CCTV menurutnya lebih menunjukkan upaya menghentikan keributan. Nathan disebut beberapa kali berusaha memisahkan pihak-pihak yang terlibat dan menahan Maher agar tidak kembali menyerang orang lain.
Dalam penjelasan Zaenal, Nathan berada di lokasi ketika keributan berlangsung dan kemudian mengambil tindakan setelah melihat anggota TNI dikeroyok.
Ia juga menyebut situasi kembali memanas setelah beberapa orang berdatangan ke lokasi. Dalam rekaman yang dijelaskan Zaenal, terlihat pula dua anggota TNI lainnya bersama seorang pria yang disebut Pak Heria datang dan mengumpulkan orang-orang di sekitar lokasi.
Rangkaian tersebut, menurut Zaenal, memperlihatkan bahwa peristiwa di Jalan Veteran tidak berdiri sebagai satu kejadian singkat antara Nathan dan Maher.
Ada rangkaian cekcok, pengeroyokan terhadap anggota TNI, upaya Nathan melerai, kontak fisik dengan Maher, hingga kedatangan sejumlah orang ke lokasi.
Karena itu, Zaenal meminta rekaman CCTV dilihat secara menyeluruh dan tidak hanya mengambil satu bagian adegan untuk menggambarkan keseluruhan peristiwa.
Menurut dia, rekaman tersebut penting untuk mengetahui secara lebih jelas siapa yang melakukan tindakan fisik, siapa yang menjadi korban, serta bagaimana posisi masing-masing orang sepanjang keributan berlangsung.
“Ini yang terjadi,” tegas Zaenal.