DPRD Pati: Tradisi Tong-tek Telah Tergeser Alarm Hp

Inti berita

PATI, Lingkar.co – Wakil Ketua II DPRD Pati, H. Hardi mengimbau masyarakat tidak membuat gaduh saat sahur dengan bermain tong-tek. Terlebih di beberapa desa, masih ada sejumlah pemuda yang melakukan tong-tek dengan membawa sound system dan memutar lagu dangdut cukup kencang.

DPRD Pati: Tradisi Tong-tek Telah Tergeser Alarm Hp
Belasan anak-anak diamankan Polsek Winong saat tong-tek tahun 2021 silam. (Istimewa/Lingkarjateng.id)
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

PATI, Lingkar.co – Wakil Ketua II DPRD Pati, H. Hardi mengimbau masyarakat tidak membuat gaduh saat sahur dengan bermain tong-tek. Terlebih di beberapa desa, masih ada sejumlah pemuda yang melakukan tong-trek dengan membawa sound system dan memutar lagu dangdut cukup kencang.

H. Hardi menilai, tradisi membangunkan orang sahur menggunakan tong-tek itu hanya ada di beberapa desa saja. Dahulu, tong-tek identik dengan alat musik dari bambu. Namun seiring berjalannya waktu, tong-tek masyarakat kenal sebagai kegiatan membangunkan sahur menggunakan beragam alat yang mengeluarkan suara berisik tak beraturan.

Hingga saat ini, kegiatan itu masih sering anak-anak kecil lakukan di kampung-kampung. Tujuannya sebagai media hiburan saja.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

DPRD Pati Luruskan Kesalahpahaman tentang Larangan Takbir Keliling

Tong-tek ini sudah jarang banget. Anak-anak juga sudah orang tuanya larang untuk jangan main tong-tek. Kalau yang pakai alat musik itu hanya di beberapa tempat. Kebanyakan hanya anak-anak kecil untuk penggembira saja,” ungkapnya.

Bukan tanpa sebab politisi dari fraksi Gerindra ini menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan tong-tek. Ia menilai tradisi tersebut sudah tergantikan teknologi, seperti alarm pada HP untuk membangunkan sahur.

Dukung Program Pemerintah, DPRD Pati Imbau Warga Vaksin Dosis Ketiga sebelum Mudik

“Tradisi ini hampir hilang karena sudah digantikan oleh HP (alarm). Kalau dulu tong-tek untuk membangunkan orang sahur, tapi kalau sekarang kan ada alarm,” paparnya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Dirinya pun berpesan kepada masyarakat, khususnya para pemuda desa untuk tidak melakukan tong-tek tersebut. Ia khawatir hal tersebut dapat menimbulkan kebisingan yang mengganggu ketenteraman masyarakat. “Harapan kami, tidak perlulah melakukan tong-tek. Hal itu untuk menjaga keamanan dan ketertiban,” pungkasnya. (Lingkar Network | Lingkar.co)

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu