PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang mencatat sebanyak 183 tumbler milik pelanggan tertinggal di dalam kereta maupun area stasiun selama periode Januari hingga Juni 2026. Jumlah tersebut menjadikan tumbler sebagai barang yang paling sering tertinggal sepanjang Semester I 2026.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan meningkatnya jumlah tumbler yang tertinggal sejalan dengan semakin banyaknya masyarakat yang membawa botol minum pribadi saat bepergian menggunakan kereta api.
"Barang yang paling banyak tertinggal selama semester pertama tahun ini adalah tumbler. Hal ini sejalan dengan semakin banyaknya pelanggan yang membawa botol minum pribadi sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan ramah lingkungan. Meski demikian, kami mengimbau pelanggan untuk lebih teliti dan meluangkan waktu sejenak sebelum turun dari kereta guna memastikan tidak ada barang yang tertinggal," ujar Luqman.
Lebih dari 1.200 Barang Tertinggal Selama Semester I 2026
Selain tumbler, KAI Daop 4 Semarang juga mencatat berbagai barang lain yang tertinggal oleh pelanggan. Di antaranya tas sebanyak 160 buah, telepon seluler (handphone) 80 unit, aksesori 74 buah, serta 25 paket makanan.
Tak hanya itu, petugas juga menemukan berbagai barang pribadi lainnya seperti jaket, topi, bantal, dompet, charger, dokumen, jam tangan, hingga barang berharga lainnya.
"Secara keseluruhan, nilai estimasi dari 1.289 barang tertinggal tersebut mencapai sekitar Rp820.336.000," tambah Luqman.
KAI Gunakan Sistem Lost and Found
Luqman menjelaskan, seluruh barang yang ditemukan petugas akan langsung diamankan melalui sistem Lost and Found KAI. Setiap barang didata secara rinci, disimpan dengan baik, dan akan dikembalikan kepada pemilik setelah melalui proses verifikasi.
"Kami memiliki prosedur penanganan barang temuan yang dilakukan secara profesional dan terdokumentasi. Begitu ada laporan kehilangan maupun barang ditemukan oleh petugas, informasi tersebut langsung dicatat dalam sistem sehingga memudahkan proses pencarian dan pengembalian kepada pemiliknya," jelasnya.
KAI Daop 4 Semarang juga mengimbau pelanggan yang kehilangan barang untuk segera melapor kepada petugas stasiun, Polsuska, kondektur, maupun petugas Customer Service agar proses penelusuran dapat segera dilakukan.
Penumpang Diimbau Lebih Teliti
Sebagai langkah pencegahan, pelanggan diminta membiasakan memeriksa kembali barang bawaan saat berada di ruang tunggu stasiun maupun sebelum turun dari kereta. Barang seperti ponsel, dompet, tas, charger, tumbler, hingga barang berharga lainnya perlu dipastikan tidak tertinggal.
"Meskipun barang bawaan merupakan tanggung jawab masing-masing pelanggan, KAI tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan membantu mengamankan serta mengembalikan barang-barang yang tertinggal kepada pemiliknya. Kami juga mengimbau pelanggan untuk selalu memeriksa kembali barang bawaannya sebelum meninggalkan stasiun maupun kereta api," kata Luqman.
Ia menambahkan KAI berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, termasuk dalam menjaga keamanan barang temuan milik pelanggan.
"KAI berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, termasuk dalam menjaga keamanan barang temuan milik pelanggan. Namun, kami juga mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap barang bawaannya agar perjalanan tetap nyaman, aman, dan menyenangkan," tutup Luqman. ***