Iklan

Karfuan Coffee, Dari Penasaran Jadi Cuan Puluhan Juta

Inti berita

Rasa penasaran terhadap espresso cair membawa Ari Purwanto (25) menemukan jalan untuk mewujudkan cita-citanya menjadi pengusaha. Dari usaha yang awalnya…

Karfuan Coffee, Dari Penasaran Jadi Cuan Puluhan Juta
Proses pembuatan produk Karfuan Coffee. (dok Alan Henry)

Rasa penasaran terhadap espresso cair membawa Ari Purwanto (25) menemukan jalan untuk mewujudkan cita-citanya menjadi pengusaha. Dari usaha yang awalnya mengandalkan penjualan organik, Karfuan Coffee kini mampu mencatat omzet lebih dari Rp40 juta per bulan melalui marketplace Shopee.

Pria asal Grobogan yang kini tinggal di Semarang tersebut mulai merintis Karfuan Coffee pada 2023. Perjalanan bisnisnya tidak langsung menghasilkan penjualan besar. Ari harus melewati masa awal dengan mengandalkan pembeli organik dan memutar kembali keuntungan untuk mengembangkan usahanya.

Titik perubahan mulai terlihat ketika Ari serius memanfaatkan marketplace, terutama Shopee. Dari berbagai jalur penjualan yang dimiliki, transaksi melalui platform tersebut kini menjadi penyumbang omzet terbesar bagi Karfuan Coffee.

“Kalau dari semua jalur penjualan, Shopee memang yang paling tinggi,” ujar Ari saat ditemui di kediamannya sekitar Krobokan, Semarang Barat, Rabu (20/8/2026).

Berawal dari Pengalaman di Dunia Digital

Sebelum membangun Karfuan Coffee, Ari datang ke Semarang pada 2019 untuk bekerja di sebuah toko retail. Setelah sekitar dua tahun, ia kemudian berpindah ke bidang marketing toko online.

Pengalaman tersebut membuat Ari semakin akrab dengan dunia digital dan marketplace. Ketika bekerja di sebuah brand yang bergerak di bidang alat kopi, ketertarikannya terhadap bisnis kopi pun semakin kuat.

Kebiasaan mengamati kompetitor melalui internet akhirnya mempertemukan Ari dengan produk espresso cair. Ia melihat adanya peluang untuk membangun usaha sendiri.

“Saya melihat ada peluang untuk membuka usaha sendiri karena memang cita-cita saya ingin menjadi pengusaha,” katanya.

Espresso cair kemudian menjadi produk utama Karfuan Coffee. Produk tersebut dibuat dari kopi fresh yang diolah menjadi konsentrat sehingga konsumen dapat menikmati dan membuat minuman kopi dengan lebih praktis di rumah.

Namun, proses menghasilkan produk tersebut tidak sederhana. Ari menggunakan sejumlah jenis kopi, mulai dari Robusta Temanggung, Robusta Prau, House Blend Aceh Gayo hingga House Blend Special.

Untuk mendapatkan rasa yang sesuai, Ari harus melakukan berbagai percobaan. Racikan tidak langsung ditemukan dalam satu atau dua kali pengujian.

“Mungkin sekitar 10 kali sampai akhirnya mendapatkan hasil yang benar-benar sesuai,” ujarnya.

Setelah menemukan resep yang dianggap tepat, Ari menghadapi tantangan berikutnya, yakni menjaga konsistensi rasa. Menurutnya, takaran dan kualitas biji kopi menjadi dua faktor yang harus dipertahankan.

Untuk proses roasting, Ari saat ini masih bekerja sama dengan pihak lain. Kerja sama secara berkelanjutan dilakukan untuk menjaga konsistensi kualitas biji kopi. Ke depan, ia memiliki keinginan untuk melakukan proses roasting secara mandiri.

Strategi Marketplace Dongkrak Penjualan

Pada masa awal merintis usaha, Ari belum langsung mengandalkan iklan. Keterbatasan jumlah produk membuat penjualan organik menjadi tumpuan utama.

Selama sekitar satu setengah tahun, keuntungan usaha juga tidak langsung dinikmati. Ari mengaku tidak mengambil gaji dari bisnis tersebut. Uang yang diperoleh kembali diputar untuk membeli peralatan, meningkatkan kapasitas produksi, serta menambah produk.

Perkembangan penjualan mulai terasa sekitar pertengahan 2025. Ari kemudian meningkatkan anggaran iklan secara bertahap melalui fitur GMV Max dengan target ROAS di Shopee.

Menurut Ari, strategi tersebut membantu memperluas jangkauan produk. Meski demikian, ia tidak hanya mengandalkan iklan untuk menarik pembeli.

Foto produk, judul, deskripsi hingga video juga terus diperbaiki. Langkah tersebut dilakukan agar calon konsumen tidak hanya melihat produk, tetapi juga tertarik dan memiliki kepercayaan untuk melakukan transaksi.

Strategi tersebut perlahan memberikan hasil. Saat ini, Karfuan Coffee rata-rata mencatat sekitar 25 transaksi setiap hari.

Pasarnya juga mulai meluas. Konsumen Karfuan Coffee tidak hanya berasal dari Pulau Jawa, tetapi telah menjangkau sejumlah wilayah lain seperti Sumatera, Bali hingga Kalimantan.

Meski penjualan meningkat, bisnis kopi fresh memiliki tantangan tersendiri. Espresso yang diproduksi Ari harus segera dikirim. Produk dibuat pada hari yang sama dan maksimal dikirim keesokan harinya.

Karena itu, Ari tidak dapat menyimpan stok terlalu banyak. Penyimpanan dalam waktu lama berisiko membuat produk tidak lagi layak untuk dikirim kepada konsumen.

Untuk memperluas pilihan konsumen, Karfuan Coffee kini tidak hanya menjual espresso cair. Ari juga menyediakan gula aren dari Limbangan, Kendal, serta sirup dan berbagai produk pendukung lainnya.

Ke depan, Ari ingin menjadikan Karfuan Coffee sebagai tempat yang menyediakan kebutuhan konsumen untuk membuat kopi di rumah.

“Tujuannya memang membuat semuanya lebih simpel. Misalnya orang ingin ngopi di rumah, tetapi malas membuatnya sendiri, namun tetap ingin minum kopi yang benar-benar terasa kopinya,” ujarnya.

Saat ini, Karfuan Coffee telah memiliki tiga karyawan. Ari juga mulai membangun jaringan reseller di sejumlah daerah, termasuk Salatiga dan Temanggung.

Perjalanan tersebut menunjukkan bagaimana usaha yang berawal dari rasa penasaran terhadap espresso cair dapat berkembang melalui konsistensi produk dan pemanfaatan marketplace.

Di tengah persaingan bisnis kopi, Ari memilih menjaga kualitas rasa sekaligus memperluas akses produk agar dapat menjangkau lebih banyak konsumen.

Sementara itu, Atribusi Head of Corporate Affairs Shopee Indonesia, Satrya Pinandita menyatakan jika pihaknya percaya bahwa UMKM dan produk lokal memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

"Sejalan dengan hal tersebut, Shopee terus berupaya menghadirkan berbagai inovasiprogram, dan fitur yang dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan, baik di pasar lokal maupun global," ungkapnya.

Melalui berbagai inisiatif dan program UMKM seperti Kampus UMKM Shopee dan Program Ekspor Shopee, pihaknya ingin membuka lebih banyak akses, peluang, dan dukungan bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing produk lokal serta menjangkau pasar yang lebih luas.

"Ke depan, kami akan terus memperkuat komitmen tersebut melalui kolaborasi dengan berbagai pihak guna mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia," pungkasnya. ***

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu