Iklan

Kronologi Versi Keluarga, Siswa MTs di Pati Alami Patah Jari Usai Diduga Jadi Korban Bullying

Inti berita

Keluarga siswa berinisial A yang mengalami patah jari usai diduga menjadi korban perundungan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Islam Wangunrejo, Kecamatan…

Kronologi Versi Keluarga, Siswa MTs di Pati Alami Patah Jari Usai Diduga Jadi Korban Bullying
Korban yang dirawat di rumah sakit. Foto: Istimewa.

Keluarga siswa berinisial A yang mengalami patah jari usai diduga menjadi korban perundungan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Islam Wangunrejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, mengungkap kronologi kejadian berdasarkan keterangan korban dan saksi.

Kakak sepupu korban, Sahlatina, mengatakan peristiwa itu terjadi saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin (27/7/2026). Menurutnya, A yang saat itu merupakan siswa kelas VII diduga dianiaya oleh tiga siswa kelas IX.

"D tiba-tiba menyerang dengan dua temannya mengeroyok A. Sempat diselamatkan teman lainnya, tetapi tiga orang (termasuk D) masih ngejar dan memukuli A di dalam kelas. D meninjau kepala belakang A paling keras," ungkap kakak sepupu A, Sabtu (1/8/2026) malam.

Sahlatina menuturkan korban beberapa kali menerima pukulan menggunakan tangan kosong maupun benda tumpul. Setelah itu, korban disebut dibawa ke kamar mandi sekolah.

"Diseret ke kamar mandi, pintu ditutup. Lalu minta maaf, sudah dimaafkan. Habis itu adik saya mau keluar. Pas di kamar mandi adik saya dijotos lagi, dipukul pakai penggaris," ujar Sahlatina.

Menurutnya, para pelaku juga menyiram korban menggunakan air dari ember serta menghalangi korban keluar dari kamar mandi. Karena merasa terdesak, korban memilih memanjat pagar besi untuk menyelamatkan diri.

"Jalan satu-satunya naik pagar, pagarnya besi. Manjat posisinya di atas, adik saya disiram air pelaku dari ember, udah manjat masih disiram. Tangan adik saya kejepit pagar, adik saya setengah sadar mau pingsan, adik saya jatuh," bebernya.

Akibat kejadian tersebut, jari tangan kiri korban mengalami patah. Setelah itu korban berusaha mencari pertolongan ke guru.

"Tangannya patah waktu itu mati rasa, sehabis satu menit merasa sakit, adik saya menjerit. Jarinya putus di lokasi satu jari, yang satunya retak. Adik saya pas minta tolong ke kantor malah dimarahi guru Pak Fathoni," jelasnya.

Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Keluarga Sehat Hospital (KSH). Namun, keluarga menduga ada upaya menghilangkan barang bukti berupa potongan jari korban.

"Bu Dian (salah satu guru) takut ketika keluarga tahu jarinya patah bilang sama Pak Shofi'i (kepala madrasah), agar jarinya disuruh kubur aja. Dikuburlah jarinya saat adik saya dibawa ke KSH," ucapnya.

Sahlatina mengatakan korban baru berani menceritakan seluruh kejadian setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

"Di KSH jam 5 baru berani bilang. Sebelumnya takut di mobil, karena pelaku meminta jangan bilang-bilang," katanya.

Setelah mengetahui kronologi tersebut, keluarga meminta potongan jari korban diambil kembali dan melaporkan kasus itu ke kepolisian usai memperoleh visum dari rumah sakit.

"Lapor polisi di jam 9 atau setengah 10 di hari Senin, karena kami rembukan dulu soalnya pelaku di bawah umur. Ndak mungkin damai, kami meminta surat visum ke pihak KSH, kemudian melapor ke polsek dan polres," paparnya.

Keluarga korban menegaskan tidak akan menempuh jalur damai dan berharap proses hukum tetap berjalan. Hingga kini, menurut Sahlatina, belum ada permintaan maaf dari pihak sekolah maupun keluarga terduga pelaku.

"Saya cuma minta keadilan, pelaku diproses hukum tinggal nunggu sidangnya. Keluarga D (pelaku) sempat ke sekolahan memediasi, tapi pihak kami langsung ke polres," ujarnya.

Ia juga menyebut salah satu terduga pelaku diduga kerap melakukan perundungan terhadap siswa lain. Menurutnya, persoalan serupa selama ini lebih banyak diselesaikan secara internal oleh pihak sekolah.

"Tiga orang ini kayak gangster cari muka, jotosi, mengeroyok, sudah bolak-balik melakukan. Kalau ada masalah di sekolah pihak guru meminta agar selesai di sekolah saja," pungkasnya.

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu