Mageri Segoro, DLH Semarang Tanam 10.000 Pohon untuk Selamatkan Pesisir

Kepala DLH Kota Semarang, Arwita Mawarti tanam pohon cemara dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2025. (dok Alan Henry)
Kepala DLH Kota Semarang, Arwita Mawarti tanam pohon cemara dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2025. (dok Alan Henry)
ADVERTISEMENT
Top Article Ad 728x90

Lingkar.co - Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang lakukan penanaman 10.000 pohon mangrove dan pohon cemara laut dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2025, juga gelar aksi bersih - bersih sampah di Pantai Tirang Semarang, pada Kamis (5/6/2025).

Kepala DLH Kota Semarang, Arwita Mawarti menyampaikan, program Mageri Segoro merupakan program prioritas Povinsi Jawa Tengah untuk perbaikan kualitas lingkungan terutama di Kabupaten Kota yang ada di wilayah pesisir.

"Kota Semarang merupakan salah satu dari wilayah yang berada di pesisir dan tentunya banyak masalah di wilayah pesisir, salah satunya mungkin karena abrasi arus laut yang cukup tinggi sehingga kita sudah kehilangan beberapa kilometer garis pantai," katanya.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

Dalam menidaklanjuti permasalahan yang ada, melalui pogram Mageri Segoro, pihaknya turut serta melakukan penanaman 10.000 pohon mangrove dan cemara laut yang dilakukan di tiga kecamatan, enam kelurahan.

"Harapannya dengan kita melakukan penanaman bibit pohon ini, kita bisa mencegah abrasi di wilayah pesisir dan juga memperbaiki kualitas lingkungan di wilayah pesisir," harapnya.

Arwita menambahkan, dalam kegiatan ini, pihaknya melibatkan sejumlah perusahaan dan akademisi, untuk turut berperan dalam kepedulian lingkungan, kususnya di wilayah pesisir Kota Semarang.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280
DLH Kota Semarang besama volunteer dari perusahaan dan akademisi tanam 10.000 pohon di Pantai Tirang Semarang. (dok Alan Henry)

Sementara itu, Kasno selaku volunteer dari Komunitas Semarang Mangrove menjelaskan, Pohon Cemara dan Mangrove memiliki manfaat yang sama dalam pencegangan abrasi.

"Kalau cemara laut ini hidupnya di tanah timbul yang tidak ada genangannya. Termasuk ada ada waru laut, ada ketepeng dan sebagainya. Kalau yang dibilang jenis bakau itu yang tumbuhan hidupnya dipasang surut air laut, banyak jenisnya," bebernya.

Kasno berharap, melalui penanaman ini, ia berharap, hutan yang berada diwilayah pesisir pantai Semarang, kususnya Pantai Utara bisa Kembali seperti dulu.

ADVERTISEMENT
In Paragraph Ad 336x280

"Kedepan tidaknya dua jenis tumbuhan ini, seperti pohon kelapa juga bisa ditanam, selain buat penyerapan air laut, buahnya dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar," imbuhnya. (Adv)

ADVERTISEMENT
In Article Ad 336x280

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu