Iklan

226 Pengurus MES Jateng Dilantik, Ekonomi Syariah Dibidik Jadi Kekuatan Baru

Inti berita

Sebanyak 226 pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah periode 2026–2030 resmi dilantik di Padma Hotel Semarang, Jumat (2/10/2026). Kepengurusan…

Pelantikan MES Jawa Tengah. (dok Alan Henry)

Sebanyak 226 pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah periode 2026–2030 resmi dilantik di Padma Hotel Semarang, Jumat (2/10/2026). Kepengurusan baru tersebut membawa agenda memperluas peran ekonomi syariah dari sektor keuangan hingga UMKM, pesantren, industri halal dan pasar ekspor.

Ketua Umum MES Jawa Tengah, Rezza Arief Budy Artha, mengatakan pelantikan bukan sekadar pergantian atau pengesahan kepengurusan. Momentum tersebut menjadi awal untuk menggerakkan program yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Menurut Rezza, potensi ekonomi syariah di Jawa Tengah cukup luas jika dikembangkan melalui kerja bersama lintas sektor. Karena itu, MES Jateng akan menempatkan kolaborasi sebagai salah satu pendekatan utama selama periode kepengurusan 2026–2030.

“Kami ingin MES Jawa Tengah tidak hanya hadir sebagai organisasi, tetapi menjadi rumah bersama bagi seluruh pihak yang ingin membangun ekonomi yang berkeadilan, produktif dan memberikan manfaat,” ujar Rezza.

UMKM hingga Koperasi Ekspor Jadi Perhatian

MES Jateng menyiapkan sejumlah agenda yang menyasar sektor ekonomi masyarakat. Program tersebut mencakup penguatan koperasi dan UMKM, ekonomi pesantren, industri halal, pariwisata dan ekonomi kreatif, hingga pengelolaan dana sosial Islam.

Pendekatan yang digunakan adalah pentahelix dengan mempertemukan dunia usaha, pemerintah, akademisi, komunitas, ulama dan media.

Rezza menilai pengembangan ekonomi syariah membutuhkan dukungan dari berbagai unsur. Kebijakan pemerintah, inovasi pelaku usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan masyarakat hingga penyebaran informasi harus berjalan secara beriringan.

“Ekonomi syariah bukan hanya tentang transaksi keuangan. Di dalamnya ada pemberdayaan, keadilan, kemandirian, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan bagaimana masyarakat bisa memiliki kesempatan untuk tumbuh,” katanya.

Salah satu program yang tengah disiapkan yakni Koperasi Ekspor. Program tersebut diarahkan untuk membuka akses produk Jawa Tengah menuju pasar internasional dan ditargetkan mulai mendorong ekspor ke kawasan Timur Tengah pada November 2026.

Menurut Rezza, pengembangan pasar ekspor juga menjadi upaya mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya bergantung pada pasar lokal.

“Produk-produk kita memiliki potensi untuk menembus pasar yang lebih luas. Tantangannya adalah bagaimana kualitas produk, legalitas, sertifikasi halal, kemasan, kapasitas produksi dan akses pasarnya kita siapkan bersama,” tuturnya.

Selain sektor usaha, MES Jateng menaruh perhatian pada pesantren sebagai salah satu ruang pengembangan ekonomi masyarakat. Pesantren dinilai tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga memiliki potensi untuk mengembangkan pemberdayaan ekonomi.

Program Santri Weekend disiapkan untuk memberikan keterampilan dan wawasan kepada generasi muda pesantren. Ada pula Sunrise IT for Santri yang diarahkan untuk mengenalkan teknologi digital serta kecerdasan artifisial atau AI.

Rezza mengatakan perkembangan teknologi harus dapat diakses generasi muda pesantren. Kemampuan tersebut diharapkan dapat berjalan bersama nilai-nilai yang selama ini menjadi bagian dari pendidikan pesantren.

“Santri harus mempunyai kesempatan yang sama untuk mengenal teknologi, termasuk AI. Kita ingin nilai-nilai yang kuat dari pesantren berjalan beriringan dengan kemampuan teknologi, kreativitas dan kewirausahaan,” jelasnya.

Industri Halal dan Teknologi Jadi Bagian Ekosistem

Penguatan industri halal juga menjadi bagian dari agenda MES Jawa Tengah. Menurut Rezza, besarnya basis UMKM, industri, pesantren dan komunitas di Jawa Tengah membuka ruang pengembangan ekosistem produk halal.

Ia menilai sertifikasi halal tidak semata berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan konsumen Muslim. Standar tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas, keamanan dan kepercayaan terhadap sebuah produk.

“Ketika sebuah produk memenuhi standar halal dan memiliki kualitas yang baik, sesungguhnya pasarnya menjadi semakin luas. Ini bukan hanya berbicara mengenai pasar umat Islam, tetapi juga tentang kualitas, keamanan dan kepercayaan konsumen,” ujarnya.

Berbagai program tersebut sekaligus diarahkan untuk mendorong lahirnya generasi yang mampu menciptakan peluang ekonomi. MES Jateng ingin pengembangan sumber daya manusia tidak berhenti pada kemampuan menjadi pencari kerja, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk menjadi pencipta lapangan pekerjaan.

Rezza menekankan pentingnya kerja lintas sektor dalam menjalankan agenda tersebut. Menurutnya, pemerintah, dunia usaha, akademisi, pesantren maupun masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah tidak bisa sendiri, pengusaha tidak bisa sendiri, akademisi tidak bisa sendiri, pesantren tidak bisa sendiri. Semuanya harus bertemu dan bekerja bersama,” ungkap Rezza.

Ia meminta jajaran pengurus MES Jateng menjadikan periode baru tersebut sebagai kesempatan untuk menjalankan program secara terukur. Dampak kepada masyarakat, kata dia, harus menjadi salah satu ukuran dalam melihat keberhasilan organisasi.

“Ukuran keberhasilan MES bukan seberapa banyak kegiatan yang kita lakukan, tetapi seberapa banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari apa yang kita kerjakan,” tegasnya.

Pelantikan 226 pengurus tersebut menjadi awal perjalanan MES Jawa Tengah periode 2026–2030. Agenda organisasi kini diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah melalui berbagai sektor, mulai dari UMKM, koperasi dan pesantren hingga industri halal, teknologi serta akses pasar internasional.

Rezza menutup dengan pesan agar seluruh jajaran MES Jawa Tengah membangun ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan angka, tetapi juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kita ingin membangun ekonomi yang tumbuh bersama. Bukan hanya besar secara angka, tetapi juga memberikan kebermanfaatan dan membuka kesempatan bagi lebih banyak masyarakat untuk maju,” pungkasnya. ***

Bagikan artikel ini

Sebarkan ke teman atau simpan tautannya.

Dapatkan notifikasi di perangkat Anda setiap ada berita baru di Ekonomi.

Komentar

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu