Sebanyak 580 jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Babussalam NU Temanggung telah kembali ke Tanah Air dengan selamat. Namun ada satu jemaah yang wafat di Tanah Suci.
Seluruh jemaah diberangkatkan dalam tiga kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 19, 20, dan 21 melalui Embarkasi Yogyakarta dengan keberangkatan dari Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
Pembimbing Ibadah Haji KBIHU Babussalam, Nur Makhsun menjelaskan pendampingan dilakukan oleh enam pembimbing yang terbagi dalam tiga kloter, masing-masing didampingi dua pembimbing.
"Alhamdulillah, secara umum pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan dengan lancar. Meskipun ada satu jemaah yang wafat di Tanah Suci, seluruh proses pendampingan dan pelaksanaan ibadah dapat berlangsung dengan baik," ujar Makhsun, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sistem pembinaan yang telah diterapkan KBIHU Babussalam. Ia menyebut program manasik dilaksanakan secara bertahap selama satu tahun, dilanjutkan dengan pendalaman materi selama tiga bulan di sejumlah wilayah di Kabupaten Temanggung.
Untuk menunjang kualitas pembelajaran, pihaknya menyediakan dua aula besar sebagai pusat pelaksanaan manasik praktik yang dilengkapi miniatur Ka'bah, lintasan sa'i (Mas'a), dan miniatur Jamarat.
"Fasilitas tersebut menjadi sarana bagi calon jemaah untuk memahami tata cara ibadah haji secara lebih komprehensif sebelum berangkat ke Tanah Suci," urainya.
Sebagai salah satu KBIHU dengan jumlah peserta bimbingan terbesar di Kabupaten Temanggung, KBIHU Babussalam terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan agar setiap jemaah memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan dalam melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji.
Memasuki persiapan musim haji 1448 H/2027 M, KBIHU Babussalam telah membuka pendaftaran bimbingan manasik. Proses pembelajaran bagi Calon Haji (Calhaj) akan dibagi ke dalam beberapa kelas untuk meningkatkan efektivitas pembinaan.
"Saat ini, KBIHU Babussalam didukung sekitar 25 pembimbing haji bersertifikat yang siap memberikan pendampingan kepada para calon jemaah," tegasnya.
Ia menegaskan, KBIHU Babussalam berkomitmen tetap sejalan dengan cita-cita para pendirinya di lingkungan PCNU Temanggung, yakni memberikan bimbingan terbaik agar jemaah dapat menunaikan ibadah haji sesuai tuntunan syariat serta meraih predikat haji mabrur.
"Kami ingin memastikan setiap calon jemaah memperoleh bekal yang memadai, baik dari sisi fikih ibadah maupun kesiapan menghadapi dinamika penyelenggaraan haji yang terus berkembang," katanya.
Ia menambahkan, materi manasik untuk musim haji 2027 akan disesuaikan dengan berbagai regulasi terbaru dari Pemerintah Arab Saudi dan Kementerian Haji dan Umrah, termasuk kebijakan mengenai murur, tanazul, pembayaran dam, serta ketentuan teknis lainnya.
"Kebijakan-kebijakan baru tersebut akan kami masukkan dalam materi pembinaan sehingga calon jemaah memiliki pemahaman yang utuh dan siap melaksanakan ibadah haji sesuai regulasi yang berlaku," ujarnya.
Menutup keterangannya, Nur Makhsun memohon doa agar seluruh jemaah, khususnya kloter 21 yang saat itu bersiap kembali ke Tanah Air dari Bandara Madinah, diberikan keselamatan, kesehatan, kemudahan, dan kelancaran hingga tiba di Indonesia
"Semoga seluruh jemaah menjadi haji yang mabrur dan seluruh proses kepulangan berjalan dengan lancar," pungkasnya. (*).