Iklan

SPPG Libur, Harga Telur di Kudus Anjlok

Inti berita

Lingkar.co – Harga telur ayam ras di tingkat peternak di Kabupaten Kudus mengalami penurunan tajam dalam beberapa pekan terakhir. Berkurangnya permintaan dari…

SPPG Libur, Harga Telur di Kudus Anjlok
Harga telur di Kudus anjlok. Foto: Istimewa

Harga telur ayam ras di tingkat peternak di Kabupaten Kudus mengalami penurunan tajam dalam beberapa pekan terakhir. Berkurangnya permintaan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama masa libur sekolah menjadi salah satu penyebab harga telur tertekan.

Peternak ayam petelur di Kudus, Jiman, mengatakan harga telur yang sebelumnya mencapai Rp26.000 per kilogram kini hanya laku sekitar Rp20.000 per kilogram.

Menurut dia, selama ini sebagian hasil produksinya diserap oleh sejumlah SPPG untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, saat sekolah libur, aktivitas SPPG ikut berhenti sehingga permintaan telur turun drastis.

Akibatnya, ribuan butir telur yang biasanya terserap setiap hari membanjiri pasar. Kondisi tersebut membuat pasokan lebih besar dibandingkan permintaan sehingga harga telur terus menurun.

Meski demikian, Jiman mengaku masih memilih mempertahankan usahanya sambil menunggu harga kembali membaik. Ia mengaku pernah mengalami kondisi serupa beberapa tahun lalu hingga akhirnya terpaksa menjual seluruh ayam petelurnya untuk mengurangi kerugian.

"Agar usaha tetap menguntungkan, harga telur idealnya berada di kisaran Rp22 ribu hingga Rp23 ribu per kilogram. Sementara dengan populasi lebih dari 4.000 ekor ayam petelur, biaya pakan yang harus dikeluarkan hampir Rp3 juta setiap hari, belum termasuk vitamin dan upah dua orang pekerja," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Sonhaji, membenarkan harga telur ayam ras memang mengalami penurunan.

"Dari semula mencapai Rp26 ribu per kilogram pada 24 Juni 2026, kini turun menjadi sekitar Rp23 ribu hingga Rp24 ribu per kilogram di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Kudus," ujarnya.

Menurut Sonhaji, pemerintah berharap penurunan harga tersebut hanya bersifat sementara.

"Kami berharap kondisi ini hanya sementara dan harga telur kembali stabil seiring dimulainya kembali aktivitas sekolah serta meningkatnya permintaan dari SPPG," katanya. (*)

Berita terkait

Baca juga

Rekomendasi untuk kamu