Arsip Tag: bukan

Hadiri Pengajian Maulid Nabi di Kudus, Gus Yasin: Nuwun Sewu, Niki Bukan Kampanye

Lingkar.co – Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen menghadiri pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Baiturrohim Dukuh Tumang Wetan, Krajan, Papringan, Kec. Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Kamis (26/9/2024) malam.

Meski sudah masuk masa kampanye, namun dirinya menyatakan kehadirannya untuk mengaji, bukan untuk kampanye. “Nuwun sewu ini bukan kegiatan kampanye. Tetapi ngaji sekaligus silaturahim untuk saling mempererat kerukunan kita semua. Ayo saling berangkulan supaya adem ayem,” kata Gus Yasin.

Putra Ulama Kharismatik K.H Maimoen Zubair itu hadir memberikan mauizhah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Mbah Buyut Sanem.

Pada kesempatan itu, ia pun mengajak masyarakat meneladani kepemimpinan Rasulullah sekaligus menyambut pilkada dengan semangat perdamaian dan kerukunan.

Dirinya juga mengajak masyarakat untuk tidak memfitnah serta menyebar berita hoax. Selain menjerumuskan, menurutnya, perilaku tersebut juga menimbulkan potensi permusuhan antar sesama.

“Dalam kesempatan yang baik ini saya mengajak jangan mudah ikut-ikutan menyebar informasi hoax, meresahkan dan perbuatan dosa,” imbuh Wakil Gubernur Jateng 2018-2023 itu.

Malam yang sama, Gus Yasin juga menghadiri sekaligus memberikan mauizhah dalam acara peringatan Maulidur Rosul dan Haul Sesepuh, di Masjid Jami’ Al Aqsho Sukosono, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara.

“Kalau kita memperingati kelahiran Nabi, maka kita harus mengingat ketokohan Nabi. Nabi Muhammad SAW merupakan contoh teladan seorang pemimpin yang terbaik untuk kita semua,” kata Cawagub berusia 41 tahun ini.

Keteladanan Rosululloh itu, kata Taj Yasin, salah satunya selalu menebarkan kasih sayang dan kerukunan. “Dalam bahasa agama rahmatan lil ‘alamin,” tutupnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Terima Semua Paslon Pilkada, Kiai Hanief Ismail Tegaskan NU Bukan Partai Politik

Lingkar.co – Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang, KH Hanief Ismail mendengarkan bahwa Nahdlatul Ulama bukan sebuah partai politik. Oleh karena itu, NU menerima semua pasangan calon yang maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

“Kami sengaja mengundang semua pasangan calon untuk hadir dan silaturahmi dengan pengurus NU, yang kita hadirkan juga sama, semua pengurus MWCNU,” kata Kiai Hanief saat menerima kunjungan dari pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti dan Iswar Aminuddin.

“Jadi yang perlu diperhatikan itu ya Bu Agustin bahwa NU itu bukan partai politik. Kita tidak ambisi untuk memilih yang ini, ” ujarnya melanjutkan

Silaturahmi PCNU Kota Semarang dengan Agustina-Iswar berlangsung dengan meriah di Ponpes Raudlatul Qur’an (PPRQ) An Nasimiyyah, Semarang Barat, Kota Semarang pada Ahad (15/9/2024) pagi.

Kiai Hanif juga menyatakan hal sama saat menerima kunjungan pasangan calon Alamsyah Satyanegara (AS) Sukawijaya alias Yoyok Sukawi dengan Joko Santoso. Kendati demikian, ia mengakui bahwa kegiatan yang terlaksana hari ini lebih meriah daripada kunjungan Yoyok-Joss Sabtu (4/9/2014) kemarin

Pengasuh PPRQ An Nasimiyyah melanjutkan, momen hari ini lebih meriah dengan menggunakan sound system yang berbeda karena malam nanti akan ada kegiatan maulid nabi. “Bukan maksud saya membedakan karena memang kebetulan nanti malam ada maulidan,” ungkapnya.

Ia kembali menegaskan bahwa para pengurus PCNU dan Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dari 16 kecamatan yang hadir bisa menilai sendiri Paslon Calon Kepala Daerah (Cakada) yang tepat untuk NU dan warga kota Semarang. “Yang jelas NU bukan partai, tapi warga NU banyak yang di partai,” terangnya.

Ingatkan Pemilu Bukan Hanya Urusan Dunia, Mahsun: Akan Dipertanggungjawabkan di Akhirat

Lingkar.co – Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Jawa Tengah, H. Muhammad Mahsun mengingatkan pentingnya memilih pemimpin yang sadar bahwa pemilihan umum (Pemilu) bukan sekedar urusan dunia. Namun akan dipertanggungjawabkan di akhirat.

“Kalau ada yang mengatakan pemilu urusan dunyo, itu salah, keliru. Pemilu itu milih pemimpin, ini akan dipertanggungjawabkan di akhirat,” kata Mahsun saat menjadi pembicara selapanan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Tembalang di Kedung Mundu, Tembalang, Kota Semarang, Minggu (7/1/2203)

Calon Legislatif (Caleg) Jawa Tengah dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) daerah pemilihan Jateng I (Kota Semarang) ini lantas menjelaskan fenomena hijrah Nabi Muhammad SAW yang mana saat itu motivasi para sahabat nabi berbeda-beda. Karena itu, Nabi Muhammad meluruskan niat APRA sahabatnya.

“Niat ngaji itu harus lurus untuk mencari ilmu agama, namun perkara ada tambahan bisa berbisnis atau yang lain merupakan tambahan, bukan yang utama,” ujarnya.

Sejalan dengan hal itu dia juga menyampaikan niatnya ikut berkompetisi dalam pemilihan legislatif (Pileg) 14 Februari mendatang bukan karena ambisi pribadi. Hal itu sudah ia lakukan sejak pertama kali menjadi kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan LAZISNU.

Ia lantas mengungkapkan pengalaman dimana warga NU belum berfikir tentang pentingnya punya kompleks makam warga NU. Ia mengaku sudah 3 tahun ini memperjuangkan hal itu. Sebab, makam khusus warga NU akan menjadikan APRA peziarah nyaman. Bahkan makam tersebut akan dibangun bersama di area pesantren.

Sementara, Ketua PAC Muslimat NU Kecamatan Tembalang, Hj. Sofiah Masri berharap pesta demokrasi lima tahunan berjalan dengan lancar tanpa kendala yang berarti

“Semoga pemilu nanti bisa berjalan dengan lancar, damai, tidak ada hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Ada Yel-yel hingga Spanduk ‘Solo Bukan Gibran’, Survei CSIS, Elektabilitas Ganjar-Mahfud Kian Tipis, Pengamat: Menunjukkan PDIP Tanpa Jokowi Seberapa

Lingkar.co – Viralnya video yel-yel ‘Solo Bukan Gibran’ hingga spanduk yang bertebaran di Kota Solo dinilai sebagai kekhawatiran basis masa PDIP.

Menurut Pakar Psikologi Politik Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Moh Abdul Hakim, munculnya yel-yel dan spanduk ‘Solo Bukan Gibran’ di tengah pendukung Ganjar-Mahfud MD sebagai reaksi dan antisipasi.

Terlebih kata dia, hasil survei akhir-akhir ini, elektabilitas Ganjar di Jawa Tengah kian tipis. Hal tersebut terlihat dari survei CSIS periode 13-18 Desember 2023. Di mana tingkat elektabilitas capres-cawapres di Jateng-DIY untuk Anies-Muhaimin 13%, Prabowo-Gibran 36,5% dan Ganjar-Mahfud MD 43,5%. Jadi, sementara ini selisih suara Prabowo-Gibran dengan Ganjar hanya terpaut 7% saja.

“Saya melihat ada kekhawatiran juga. Jateng dan Solo Raya kadangnya banteng. Kalau sampai suaranya didominasi Prabowo ini jadi hal buruk. Tak hanya untuk Ganjar-Mahfud, tetapi untuk PDIP khususnya. Itu warning,” ungkap dia dalam siaran persnya, Kamis (28/12/2023).

Hakim menerangkan, sebab penurunan suara Ganjar-Mahfud di wilayah Jateng karena beberapa hal. Di antaranya karena dampak penyerangan kepada keluarga dan Jokowi. Pasalnya hubungan Jokowi dengan masanya bukan hubungan idiologis, tetapi emosional sehingga tak menurunkan kredibilitas tapi justu menimbulkan simpati.

Selain itu karena posisi Ganjar yang susah, sehingga tak lagi punya efek elektoral yang kuat.

“Serba susah. Mau mengusung perubahan sudah ada Anies, mau melanjutkan (program Jokowi) sudah ada Prabowo,” jelasnya.

Bahkan dia menilai, goyahnya kandang banteng di Jateng karena kuatnya sosok Jokowi di tengah-tengah masyarakat. Sehingga kondisi Ganjar akan tidak diuntungkan jika Jokowi benar-benar mendukung sepenuhnya pasangan Prabowo-Gibran.

“Saya mendengar informasi (Jokowi) masih menginjak rem. Kalau lebih clear dukungannya, Ganjar akan kehilangan suara banyak di Jateng. Saya pikir hulu pertarungan di sana. Akan menunjukkan PDIP tanpa Jokowi seberapa,” jelas dia.

Terpisah, Anggota Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran di Solo, Agus Riyanto menuturkan, pihaknya tidak terprovokasi dengan yel-yel dan spanduk yang bertebaran. Pihaknya menilai munculnya yel-yel ‘Solo Bukan Gibran’ sebagai bentuk kepanikan kubu lawan.

“Bagian dari kepanikan. Tetapi juga warning bagi kawan-kawan yang mendukung Gibran harus berani muncul,” tuturnya.

Justru kata Agus, munculnya yel-yel membuat lecutan bagi relawan Gibran di Solo Raya. Bahkan sehari setelah itu, 1.000 relawan dan simpatisan konsolidasi dengan tema ‘Solo adalah Gibran. Gibran untuk Indonesia’.

“Kita kampanye yang baik saja. Door to to door, kalem, tidak memprovokasi. Kerja-kerja elektoral tetap jalan,” paparnya. (*)

Penulis: Ani Friska
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat

Lantik Korps Alumni KNPI Karesidenan Pati Raya, Hendi: Bukan Menyaingi, Ngumpulke Balung Pisah

Lingkar.co – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Korps Alumni Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Jawa Tengah Dr. H. Hendrar Prihadi, SE, MM melantik Pengurus DPD Korp Alumni KNPI Karesidenan Pati Raya Masa Bakti 2022 – 2025 di Pendopo Pemerintah Kabupaten Grobogan Jumat ( 22/12/2023 ).

Menurut Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, Korps Alumni KNPI ini sebagai salah satu wadah menjalin kembali silaturahmi dan komunikasi para tokoh muda lintas angkatan Alumni KNPI masa lalu.

“Bahwa organisasi Korps Alumni KNPI ini sebagai salah satu wadah untuk menjalin kembali silaturahmi para tokoh muda KNPI masa yang lalu, yang saat ini telah menyebar dan berkiprah di berbagai sektor baik legislatif, eksekutif, yudikatif, pengusaha dan tokoh lainnya” katanya.

Mantan Wali Kota Semarang dua periode ini melanjutkan, Korp Alumni KNPI tidak untuk menyaingi pengurus KNPI yang ada di semua tingkatan tetapi justru ingin mendorong serta melakukan penguatan kepada kepengurusan KNPI yang ada.

“Dalam istilah bahasa Jawa dikenal dengan istilah keinginan Ngumpulke Balung Pisah,” katanya.

Dikatakan, meskipun usia para anggota Korps Alumni KNPI ini sudah tidak muda lagi, namun semangat dalam menggelorakan nilai-nilai Pancasila masih tetap menggelora, sehingga sebagai pengurus DPD Korps Alumni KNPI se Karesidenan Pati Raya harus terus berkomitmen untuk bersinergi bersama komponen bangsa yang lain dalam memajukan masyarakat.

“Korps Alumni KNPI harus terus berupaya dengan sungguh-sungguh, terutama dalam pengembangan wawasan kebangsaan, sehingga seluruh generasi muda mempunyai karakter yang sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia” katanya.

Sementara, Bupati Groboganz Hj. Sri Sumarni, SH, MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa kemajuan teknologi informasi yang berkembang pesat sekarang ini telah membawa dampak positif maupun negatif, sehingga perlu disikapi secara lebih bijaksana.

“Yang positif tentu harus kita terima untuk kemaslahatan, sedangkan yang negatif harus kita hindari, sehingga perlu filter yang cerdas yang mana bisa memberikan manfaat dan mana yang memberikan madhorot,” tandasnya.

Sri Sumarni menyambut baik terbentuknya Korp Alumni KNPI ini sehingga dalam prosesi pelantikan organisasi Korp Alumni KNPI merupakan awal yang baik, sehingga dirinya selalu mengingatkan satu hal, jangan sampai pelantikan sekedar seremonial. Ia menekankan Korp Alumni KNPI ini didirikan sebagai pengikat persatuan bangsa.

“Kami berharap kepada rekan-rekan yang baru saja dilantik untuk bisa mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan serta gotong-royong untuk memperkuat bangsa kita ini ,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat