Arsip Tag: Pemuda

Serukan Kedamaian, OKP Lintas Iman Jawa Tengah Sampaikan Pernyataan Sikap

Lingkar.co – Organisasi Kepemudaan atau Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Lintas Iman Jawa Tengah menyerukan pesan kedamaian. Pesan itu tertuang dalam pernyataan sikap yang dideklarasikan setelah doa lintas agama di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Minggu malam, 31 Agustus 2025.

Pernyataan sikap tersebut disampaikan untuk menyikapi perkembangan dinamika sosial politik yang terjadi akhir-akhir ini, baik di wilayah Provinsi Jawa Tengah maupun secara nasional. Pernyataan sikap OKP Lintas Agama Jawa Tengah tersebut berisi tujuh poin penting. Berikut naskah lengkap pernyataan sikap tersebut.

Kami OKP Lintas Iman Jawa Tengah dengan penuh rasa tanggung jawab moral, kebangsaan, dan kemanusian, menyampaikan sikap sebagai berikut:

  1. Menyampaikan Duka Cita.
    Kami turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka akibat peristiwa yang terjadi belakangan ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan dan para korban mendapatkan kedamaian sisi Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Menyerukan Ketenangan dan Kebijaksanaan.
    Kami mengimbau masyarakat Jawa Tengah, khususnya pemuda lintas iman, agar tetap tenang, menahan diri, serta tidak terprovokasi oleh ajakan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang beredar melalui media sosial, pesan berantai, atau berita yang belum jelas kebenarannya. Kandis damai adalah modal utama menjaga kehidupan bersama.
  3. Mengingatkan Bahaya Benturan Adu Domba.
    Kami menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap segala bentuk upaya adu domba antaragama, antarsuku, maupun antargolongan, serta benturan antara mayarakat dan aparat keamanan. Aspirasi dan pendapat hendaknya disampaikan dalam bingkai kebenaran, kasih, dan keadilan. Perbedaan adalah bagian dari demokrasi, tetapi jangan sampai diperalat untuk merusak persatuan dna kesatuan masyarakat Jawa Tengah.
  4. Menolak Kekerasan dan Anarkisme
    Kami menolak dengan tegas segala bentuk aksi anarkisme, perusakan fasilitas umum, maupun tindakan kekerasan yang mencederai ajaran agama dan nilai luhur bangsa. Hak menyampaikan pendapat dijamin oleh konstitusi, namun harus diwujudkan dengan cara damai, bermartabat, dan beradab demi menjaga kehormatan rakyat dan bangsa.
  5. Mengajak Pemimpin dan Aparat Bertindak Adil dan Bijaksana.
    Kami mengimbau seluruh pemimpin eksekutif, legislatif yudikatif, serta aparat keamanan untuk mendengar aspirasi rakyat dengan hati yang bijaksana dan penuh welas asih. Kepemimpinan tidak boleh digunakan untuk kepentingan kelompok semata, melainkan harus berpihak pada rakyat kecil yang lemah dan terpinggirkan. Kami mendesak aparat penegak hukum bertindak profesional, transparan, dan tidak bertindak berlebihan serta mengedepankan dialog serta mediasi dalam menangani situasi yang berkembang.
  6. Memperkuat Persatuan dan Solidaritas Lintas Iman
    Kami mengajak seluruh pemuda lintas iman di Jawa Tengah untuk memperkokoh persatuan, toleransi, dan solidaritas. Hanya dengan kebersamaan tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan, kita dapat menjaga Jawa Tengah tetap rukun, tenteram, dan harmonis dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kami berharap peristiwa ini menjadi cermin bagi para pemimpin bangsa untuk melakukan evaluasi dan refleksi bersama, agar mampu menjalankan kepemimpinan yang adil, tulus, dan mengutamakan kesejahteraan rakyat. Dengan kepemimpinan yang berbelarasa dan berkeadilan, masyarakat akan merasakan hadirnya negara yang mengayomi, melindungi, serta menghadirkan kedamaian.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan. Semoga Allah SWT ‘senantiasa melindungi dan membimbing kita semua, serta menjaga Jawa Tengah tetap aman, rukun, dan damai dami keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Mari bersama kita komitmen untuk menjaga dan mengamankan Jawa Tengah demi persatuan, keadilan, dan kemanusiaan,” kata perwakilan OKP Lintas Agama Jawa Tengah menutup deklarasi damai dan pernyataan sikap.

Adapun sebelum Deklarasi Damai dan Pernyataan Sikap OKP Lintas Agama lebih dulu digelar doa bersama. Ketua GP Ansor Jawa Tengah, Muchammad Shidqon Prabowo, mengatakan, doa bersama lintas iman yang dilakukan di Wisma Perdamaian bukan hanya simbol kebersamaan melainkan wujud nyata komitmen kita menjaga persatuan dan kesatuan republik ini.

“Sebagai kader pemuda di Jawa Tengah, kami meyakini menjaga Indonesia adalah bagian dari ibadah dan pengabdian. Maka kita kuatkan persaudaraan lintas agama, saling merangkul dalam kebersamaan dns terus bekerja sama dalam tegaknya persatuan dan kesatuan serta kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (*)

Antisipasi Konflik Konfercab, Ansor Kota Semarang Tidak Tambah Ranting

Lingkar.co – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Semarang, Abdur Rahman menyatakan tidak akan menerima tambahan kepengurusan Pimpinan Ranting (PR) baru pada tahun 2025.

“Kita maksimalkan saja ranting yang ada, karena kalau menambah ranting baru nanti bisa menjadi masalah saat konfercab,” kata Abdur Rahman saat membuka Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) II GP Ansor Kota Semarang di hotel Metro Park View, Semarang Tengah, Kota Semarang, Minggu (15/12/2024).

Ia mengungkapkan, Surat Keputusan (SK) kepengurusan PC GP Ansor Kota Semarang akan habis pada 2026, dengan demikian diperkirakan menjelang akhir tahun sudah bersiap menggelar agenda Konferensi Cabang (Konfercab) GP Ansor Kota Semarang.

“Untuk pengajuan ranting baru kita batasi sebelum Agustus, tapi untuk pengajuan pergantian kepengurusan ranting lama tidak apa-apa,” ujarnya.

Selain itu, dirinya juga meminta koordinator wilayah (Korwil) lebih diintensifkan. Semua kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) harus dikoordinasikan dengan Korwil, terutama yang berkaitan dengan kaderisasi.

Terkait pengembangan organisasi, ia meminta agar PAC dan PR yang ada mulai menyasar segmen generasi milenial. “Perkembangan organisasi ini jangan hanya menyasar anak dari pengurus NU, tapi juga anak pejabat dan generasi milenial,” pesannya.

Sebab, kata dia, peran Ansor di masyarakat sangat penting, demikian pula peran masyarakat di NU. “Jadi nanti tidak ada generasi milenial yang mendadak jadi pengurus NU, tapi sudah pernah berperan di Ansor, kita bisa meneruskan pola berorganisasi yang runut,” jelasnya.

SK Caretaker Ansor Jawa Tengah Habis, PC Se-Jateng Desak Segera Konferwil

Lingkar.co – Surat Keputusan (SK) Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang menyatakan caretaker (Pengambilan alihan kepemimpinan) Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah telah habis masa berlakunya pada Jumat (6/12/2024).

Menyikapi hal itu, Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor se-Jawa Tengah mendesak agar PP GP Ansor segera menggelar konferensi wilayah (Konferwil) Ansor Jateng. Hal itu ditegaskan dengan terbentuknya Forum Silaturahmi PC GP Ansor se-Jawa Tengah pada hari ini, Sabtu (7/12/2024).

Ketua Forum Silaturahmi PC GP Ansor se-Jawa Tengah, Abdur Rahman menuturkan bahwa terbentuknya Forum tersebut merupakan inisiatif para kader untuk mencarikan solusi agar Konferwil Ansor Jateng bisa segera terlaksana.

“Dari temen-temen membentuk forum silaturahmi ini ya dalam rangka menjembatani mencarikan solusi, atau bahkan menjadi mediator antara pimpinan pusat dengan temen-temen PAC,” ujarnya seusai kegiatan.

Ia mengingatkan, kader GP Ansor di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) memandang Konferwil Ansor Jateng sangat penting karena untuk keberlangsungan organisasi, terutama di tingkat kecamatan yang butuh legalisasi dari tingkat provinsi.

Unggahan GP Ansor Jawa Tengah di akun Instagram. Foto: Instagram

“Temen-temen berharap itu secepat mungkin karena SK PAC itu hampir mau habis semua. Sedangkan kalau tidak ada pimpinan wilayah tidak ada yang bisa membuat SK PAC karena kewenangan membuat SK PAC itu pimpinan wilayah,” jelasnya.

Bahkan, kata dia, dalam forum yang dihadiri oleh hampir semua ketua PC GP Ansor kabupaten/kota menyatakan khawatir Ansor Jateng menjadi fakum dan mengakibatkan adanya mosi tidak percaya terhadap PP GP Ansor.

“Kalau tidak segera melakukan Konferwil, temen-temen di bawah, saya khawatir takutnya ada mosi tidak percaya kepada pimpinan pusat,” urainya.

Budiyanto Ajak Pilih Kader Terbaik Alumni KNPI Untuk Provinsi Jawa Tengah

Lingkar.co – Ketua Dewan Pakar Korps Alumni KNPI Jawa Tengah, Dr. Drs. Budiyanto, SH, MHum menegaskan untuk memilih kader terbaik dari alumni DPD KNPI Jawa Tengah untuk memimpin provinsi.

Saat orasi deklarasi dukungan kepada paslon 01 Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi (Andika-Hendi) di hotel Santika Premiere pada Minggu (17/11/2024), Ia menyebut Hendi merupakan kader terbaik KNPI Jawa Tengah saat ini.

“Memilih pemimpin harus memiliki track record yang jelas. Saudara kita ini, Hendi memiliki track record kepemimpinan yang jelas,,” katanya

Menurutnya banyak tokoh yang dulu aktif di organisasi kepemudaan, termasuk Heni yang saat ini diajukan sebagai calon wakil gubernur Jawa Tengah. Ia mewanti-wanti agar para tokoh muda, termasuk Hendi tetap berjuang dalam jalur yang diharapkan para pendiri bangsa Indonesia. “Kalau nanti Mas Hendi jadi pemimpin, saya minta jangan sampai keluar dari tujuan founding fathers Indonesia,” tegasnya.

Dirinya lantas mengingatkan bahwa setiap persoalan membutuhkan orang yang tepat untuk mengatasinya. Sejalan dengan hal itu, dirinya menyatakan bahwa Hendrar Prihadi merupakan orang yang tepat untuk memimpin Jawa Tengah. “Semua urusan itu harus diserahkan kepada ahlinya,” tandasnya.

“Saya hanya ingin berpesan agar warga Jawa Tengah yang sudah memiliki hak pilih bersama-sama datang ke TPS untuk nyoblos nomer satu. Mudah-mudahan ikhtiar kita ini diridhai dan diijabah oleh Allah SWT,” tutupnya.

Sebagai informasi, Komite Nasional Pemuda Indonesia merupakan organisasi yang menjadi perhimpunan semua organisasi kepemudaan. Mereka yang dulu berperan aktif di KNPI terbukti mampu menjadi tokoh daerah dan nasional. Secara umum para mantan pengurus KNPI di Jawa Tengah dalam beberapa tahun ini tergabung dalam Korps Alumni KNPI Jawa Tengah.

Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah, Hendrar Prihadi saat jumpa pers seusai deklarasi dukungan Andika-Hendi yang digelar oleh Korps Alumni KNPI Jawa Tengah di hotel Santika Premiere pada Minggu (17/11/2024). Foto: Rifqi/Lingkar.co

Sementara, Hendrar Prihadi sebagai calon wakil gubernur yang didukung oleh Korps Alumni KNPI Jawa Tengah menuturkan, dirinya mengapresiasi semangat para sesepuh kepemudaan.

Ia memuji Budiyanto yang selalu memberikan motivasi dan dukungan kepada para juniornya. “Mas Budiyanto ini luar biasa sekali, selalu memberikan motivasi kepada adik-adiknya,” tuturnya.

Hendi mengakui, Korps Alumni KNPI sebagai perhimpunan pergerakan generasi muda diwarnai oleh kader dari berbagai organisasi kepemudaan, baik milik organisasi kemasyarakatan (Ormas) besar seperti NU, Muhamadiyah, Pemuda Pancasila dan sebagainya. Bahkan juga organisasi kepemudaan dari partai politik.

Meski telah menjadi alumni, namun masih tetap bertahan dalam kekompakan. Ia juga terkejut karena perbedaan yang ada di KNPI tetap bersatu meski telah alumni. Bahkan dalam konteks Pilgub juga demikian. “Wah yang datang ini dari berbagai warna, tapi inilah alumni KNPI, seperti taman bunga karena beraneka ragam,” ungkapnya.

Relawan Jateng Muda Siap Door to Door Menangkan Paslon Lutfhi-Yasin di Pilgub Jawa Tengah

Lingkar.co – Kelompok Milenial Kota Semarang yang tergabung dalam Relawan Jateng Muda menyatakan siap memenangkan pasangan calon (Paslon) nomor 02 Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen (Luthfi-Yasin) dalam Pilgub Jateng 2024.

Koordinator pusat Relawan Jateng Muda, Agus Mulyono Herlambang mengatakan pentingnya generasi muda bergabung dalam barisan relawan. Sebab, kata dia pemuda harus memiliki wawasan dan sadar politik, terutama untuk mengajak masyarakat menggunakan hak pilih untuk memenangkan Luthfi-Yasin.

“Relawan memiliki tanggung jawab besar untuk menyampaikan program unggulan Ahmad Lutfi dan Taj Yasin secara langsung kepada masyarakat melalui metode door to door yang efektif dalam menjangkau pemilih,” katanya dalam Deklarasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) ini yang digelar di Kopi Nuri, Kota Semarang, pada Kamis (14/11/2024) petang.

Agus Mulyono meminta agar para relawan menyampaikan kepada masyarakat bahwa Luthfi-Yasin adalah pemimpin yang berkomitmen untuk kesejahteraan rakyat Jawa Tengah. Ia menyebut fokus kerja kepemimpinan pada stabilitas harga, peningkatan lapangan kerja, dan program pemberdayaan pemuda.

“Pak Luthfi dan Gus Yasin membawa visi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Beliau berdua dikenal sebagai pemimpin yang pro-rakyat dan siap menciptakan perubahan positif untuk kemajuan dan kemakmuran Jawa Tengah,” ujarnya.

Relawan Jateng Muda Kota Semarang berfoto bersama seusai Deklarasi Bimbingan Teknis (Bimtek) di Kopi Nuri, Kota Semarang, pada Kamis (14/11/2024) petang.
Relawan Jateng Muda Kota Semarang berfoto bersama seusai Deklarasi Bimbingan Teknis (Bimtek) di Kopi Nuri, Kota Semarang, pada Kamis (14/11/2024) petang.

Senada, narasumber Bimtek Pemenangan, M Busro Asmuni, mengingatkan agar setiap relawan memahami betul visi-misi dan program yang diusung oleh Paslon 02 Luthfi-Yasin agar dapat melakukan sosialisasi dengan baik.

Ia bilang, sosialisasi menitikberatkan pada isu-isu yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, seperti stabilitas harga kebutuhan pokok dan ketersediaan lapangan kerja.

“Selama kegiatan door to door, relawan harus berusaha menjalin hubungan personal yang baik dengan pemilih, mendengarkan aspirasi, serta menjawab pertanyaan calon pemilih terkait pasangan calon,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa pemuda sangat menentukan arah politik bangsa Indonesia. “Pemuda adalah kunci untuk membawa perubahan. Pemuda adalah motor penggerak yang mampu membawa visi segar dan aspirasi nyata untuk masa depan,” tandasnya.

Yoyok Sukawi Libatkan Pemuda Dalam Pembangunan Daerah

Lingkar.co – Calon Wali Kota Semarang, Yoyok Sukawi menyatakan peran pemuda penting bagi pembangunan daerah. Maka dari itu, dia melibatkan anak-anak muda untuk berdiskusi tentang permasalahan yang ada di Kota Semarang.

Diskusi bersama kawula muda itu bertajuk “Rembuk Yok”, sebuah ruang yang digagas Yok Bisa Community untuk saling bertukar pikiran membahas segala persoalan Kota Semarang dari perspektif generasi muda.

Dalam diskusi tersebut, Yoyok menerima beragam aspirasi yang disampaikan anak muda. Meteka menyampaikan persoalan yang jamak dihadapi anak-anak muda Kota Semarang. Tentu, masalah itu juga dialami mayoritas warga Ibu Kota Jateng.

“Bagus banget tadi ada 11 pertanyaan. Saya catat ada dua sampai tiga aspirasi disampaikan oleh anak-anak muda untuk perbaikan, pelayanan di Kota Semarang ke depan,” kata Yoyok saat menghadiri Rembuk Yok di Kafe Atap Langit Kota Semarang, Minggu (3/11/2024).

Yoyok mengatakan, pertanyaan yang dilontarkan belasan pemuda-pemudi itu kritis. Dia menilai pertanyaan yang kritis tersebut sebagai hal wajar, sesuai semangatnya untuk pembangunan Kota Semarang.

“Semuanya kritis, memang anak-anak muda ini terkenal begitu, punya pandangan kritis terhadap perbaikan Kota Semarang,” kata CEO PSIS ini.

Politikus Partai Demokrat tersebut menyatakan, akan mendorong acara diskusi-diskusi seperti ini agar sering dilakukan. Selain memiliki tujuan yang baik, juga untuk belanja masalah bagi seorang pemimpin. Termasuk ruang dialog antar-generasi.

“Ini momentum kami Yoyok-Joss untuk belanja masalah, justru kami senang dalam satu tempat muncul banyak permasalahan yang disampaikan, syukur-syukur dibahas soal solusinya juga,” kata Mantan Anggota Komisi X DPR RI tersebut.

Dari pandangan anak muda yang mengikuti diskusi tersebut, Yoyok dinilai cakap dan aktif memberikan tanggapan. Hal itu sesuai harapan Generasi Milenial maupun Gen Z yang hadir.

“Mas Yoyok selaku calon pemimpin kita, Alhamdulillah responsnya bagus, semoga ini bisa berlanjut terus,” kata Anwar Rosyidin, Koordinator Sukarelawan Yok Bisa.

Sekitar 50 persen pemilik suara di Kota Semarang adalah usia produktif, 17 hingga 30 tahun. Menurutnya, kelompok anak muda tak bisa dikesampingkan begitu saja, apalagi hanya menjadi objek politik.

“Tidak bisa dipungkiri warga Kota Semarang yang memiliki hak pilih di Pemilu, di atas 50 persen adalah anak muda, usia-usia 17 tahun sampai 30 tahunan. Hal ini jangan sampai anak muda hanya menjadi objek politik, kalau bisa jadi subjek,” katanya.

Anwar menyatakan Yoyok Sukawi yang berpasangan dengan Joko Santoso alias Joss itu punya perhatian kepada anak muda. Kriteria itu telah dilihatnya saat diskusi bersama, yaitu menjadi pendengar yang baik, berkomunikasi dengan empati, memahami perubahan, hingga mampu memberikan motivasi generasi di bawahnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat

Makin Menguat, Giliran Anak-anak Muda Kota Semarang Siap Menangkan Yoyok-Joss di Pilwalkot Semarang

Lingkar.co – Puluhan anak muda di Kota Semarang menyatakan dukungan untuk pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor urut 02, Yoyok Sukawi-Joko Santoso (Yoyok-Joss) pada Pilwalkot Semarang 2024.

Deklarasi ini diinisiasi oleh DPC Penentu Arah Kota Semarang di Kedai Kopi Borjuis, Jalan Kapten Piere Tendean, Sekayu, Rabu (16/10/2024) malam. Deklarasi ini dihadiri langsung oleh Yoyok Sukawi-Joko Santoso.

Ketua DPC Penentu Arah Kota Semarang, Fatkhurohman menyatakan, dirinya bersama anak-anak muda lainnya menyatakan sikap secara tegas dan bulat mendukung penuh Yoyok Sukawi sebagai calon Wali Kota dan Joko Santoso sebagai calon Wakil Wali Kota Semarang.

“Deklarasi ini kami nyatakan berdasarkan pertimbangan yang matang terhadap rekam jejak, integritas, serta visi-misi yang diusung oleh pasangan Bapak Yoyok Sukawi dan Bapak Joko Santoso,” ujarnya saat memimpin deklarasi diikuti puluhan anak-anak muda lainnya.

Pihaknya percaya kedua figur ini memiliki kapasitas mumpuni dalam memimpin Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, Yoyok-Joss diyakini memiliki komitmen membawa perubahan nyata dan mampu menjadikan Kota Semarang lebih adil dan sejahtera bagi warganya.

Dalam kesempatan itu, puluhan generasi Z di Kota Semarang juga telah menyepakati beberapa poin penting. Pertama yakni siap mendukung dan memenangkan pasangan Yoyok Sukawi-Joko Santoso di Pilwalkot Semarang 2024.

“Poin kedua kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Semarang untuk bersatu dan bersama-sama memberikan suara serta kepercayaan kepada pasangan nomor urut 2,” kata Fatkhurohman.

DPC Penentu Arah Kota Semarang juga berkomitmen mengawal pelaksanaan Pilwalkot 2024 dengan penuh kedamaian, kejujuran, dan menjunjung sportivitas agar terwujud pesta demokrasi yang aman dan demokratis.

“Kami siap mengawal jalannya Pilkada agar berlangsung dengan penuh kedamaian, kejujuran, dan sportivitas. Pilkada Kota Semarang 2024 kami harapkan berlangsung dengan aman dan demokratis,” beber Fatkhurohman.

Setelah deklarasi dukungan, Joko Santoso dan Ketua DPC Penentu Arah Semarang menandatangani naskah deklarasi dan nota kesepakatan kedua belah pihak. Joko kemudian mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan anak-anak muda.

Senior PP Jawa Tengah Tegaskan Instruksi Pusat, Kader Pemuda Pancasila Wajib Pilih Yoyok-Joss di Pilwalkot Semarang

Lingkar.co – Wakil Ketua 1 MPO Pemuda Pancasila Jawa Tengah, Sri Wijatmiko menegaskan instruksi dari Majelis Pimpinan Nasional (MPN), dan Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Tengah wajib memilih kader PP yang mau dalam Pilkada serentak 2024.

Oleh karena itu, kader Pemuda Pancasila Semarang Utara menyatakan dukungan kepada pasangan calon nomor urut 02, AS Sukawijaya atau Yoyok Sukawi dan Joko Santoso (Yoyok-Joss) sebagai calon wali kota dan wakil wali Kota Semarang. Deklarasi dukungan berlangsung di Markas Cafe, Semarang Utara pada Kamis, 3 Oktober 2024.

“MPW Pemuda Pancasila Jawa Tengah telah mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) yang dihadiri oleh seluruh pengurus dan ketua MPC Pemuda Pancasila se-Jawa Tengah di Kendal,” jelasnya.

“Dalam Rakor tersebut, diputuskan bahwa Pemuda Pancasila Jawa Tengah mendukung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Ahmad Luthfi-Taj Yasin. Kemudian untuk daerah kabupaten kota apabila ada anggota atau kader Pemuda Pancasila mencalonkan diri menjadi kepala daerah, hukumnya wajib untuk didukung sepenuhnya,” tambahnya.

Sehingga lanjut Wijatmiko, sudah menjadi hal yang wajib bagi kader Pemuda Pancasila di Kota Semarang mendukung Yoyok Sukawi dan Joko Santoso untuk menjadi wali kota dan wakil wali kota Semarang periode 2025-2030.

“Dan itu sesuai instruksi Ketua Umum Pemuda Pancasila di MPN Pusat, jadi arahnya sudah jelas,” tegasnya.

Menurut Sri Wijatmiko, Joko Santoso merupakan salah satu kader terbaik Pemuda Pancasila Kota Semarang yang berhasil membesarkan nama Pemuda Pancasila di Kota Semarang.

“Joko Santoso, yang saat ini mencalonkan diri sebagai calon wakil wali kota mendampingi Yoyok Sukawi, adalah kader terbaik Pemuda Pemuda Pancasila. Oleh karena itu, seluruh kader PP di Kota Semarang wajib mendukung pasangan Yoyok-Joss,” tegasnya.

Sementara itu calon Wakil Wali Kota Semarang, Joko Santoso menyatakan apresiasinya kepada seluruh kader Pemuda Pancasila Semarang Utara atas dukungan yang diberikan.

“Saya merasa terharu dan bangga, karena dalam Pilkada 2024 ini, pasangan Yoyok-Joss didukung oleh 9 partai politik. Dan malam ini ditambah mendapatkan dukungan dari seluruh kader Pemuda Pancasila Semarang Utara,” katanya.

Mantan Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Semarang selama tiga periode ini mengungkapkan, bahwa Semarang Utara adalah basis kuat Pemuda Pancasila.

Sehingga dukungan dari seluruh kader Pemuda Pancasila di Semarang Utara menjadi kekuatan bagi pasangan Yoyok-Joss.

Momen Hari Kebangkitan Nasional, Wali Kota Semarang Ajak Anak Muda Kolaborasi Wujudkan Indonesia Emas 2045

Lingkar.co – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengajak anak muda berkolaborasi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Hal itu disampaikan Mbak Ita sapaan akrabnya saat upacara memperingati momen Hari Kebangkitan Nasional di Balai Kota Semarang, Senin (20/5/2024).

Wali Kota menuturkan, jika saat ini generasi muda Indonesia sudah tidak lagi berjuang merebutkan kemerdekaan bangsa. Akan tetapi bagaimana anak-anak muda mampu ikut serta atau terlibat dalam kemajuan bangsa.

Wali Kota menegaskan bahwa ada banyak cara untuk mewujudkan kondisi di mana bangsa Indonesia bisa melaju pesat. Salah satunya dengan transformasi digital.

Namun saat ini hal-hal yang harus dimaksimalkan penangannya adalah persoalan ketahanan pangan, kemiskinan, dan stunting yang selalu diserukan oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Di Kota Semarang sendiri, Wali Kota menyatakan akan terus berupaya untuk mewujudkan kemandirian pangan dan pertumbuhan ekonomi. Usaha-usaha yang saat ini sudah dan akan terus dilakukan seperti urban farming, dan gerakan pangan murah.

“Anak-anak muda ini akan dibuatkan satu inovasi yang mereka bisa mengimplementasi, makanya kita harapkan di momen Hari Kebangkitan ini generasi muda bisa bangkit lebih baik lagi dan hebat menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Lebih lanjut, ke depan akan ada tantangan dalam menghadapi bonus demografi. Oleh karena itu, diharapkan anak-anak muda sekarang memiliki kompetensi agar bisa berinovasi untuk memajukan Indonesia.

“Persaingan akan lebih banyak dan lebar, karena dengan adanya bonus demografi hingga 60 persen ini, katakanlah satu lapangan pekerjaan diperebutkan sekitar 20-30 persen penduduk usia produktif Indonesia. Maka harapannya, bagaimana memberikan ruang bagi 30 persen penduduk usai produktif itu bisa menjadi entrepreneur dan pengusaha. Dan inilah harus kita lakukan agar bersama menuju Indonesia Emas,” imbuhnya. (ADV)

Prihatin Biaya Politik Mahal, Casytha Ingatkan Peran Pemuda Sebagai Penerus Bangsa

Lingkar.co – Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan bagian dari budaya negara demokrasi, namun pragmatisme yang menghinggapi masyarakat dalam memandang politik menjadikan biaya politik menjadi semakin mahal. Hal itu menjadi keprihatinan tersendiri bagi Casytha Arriwi Kathmandu, SE., M.Fin.

Kendati demikian, Senator muda perwakilan dari Jawa Tengah ini menilai persoalan tersebut menjadi pekerjaan rumah (PR);bagi para pemuda sebagai generasi penerus bangsa.

“Jadi sekarang ini anak-anak muda itu porsinya kan bisa dibilang paling banyak untuk terlibat secara aktif di politik, baik itu sebagai pemilih atau sekaligus sebagai peserta pemilu. Sementara mereka masuk di saat cost politic-nya sangat tinggi, ini menjadi keprihatinan tersendiri bagi kita semua, ya kan,” ucapnya.

Anggota DPD RI asal Sukoharjo ini menyampaikan hal itu seusai kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama DPD KNPI Kota Semarang di Waroeng Kaligarong, Semarang Tengah, Kota Semarang, Minggu (19/5/2024) siang.

“Mungkin dengan aktif berorganisasi ini kita bisa memberikan masukan, mengedukasi kepada masyarakat agar lebih menekankan pada kualitas caleg. Kesadaran ini yang harus dibawa ke anak-anak muda itu untuk lebih memperhatikan kualitas atau kapasitas caleg itu apakah mampu membawa tatanan masyarakat menjadi lebih baik dari apa yang dibawa oleh caleg itu. Dalam hal ini money politics atau yang lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, lingkungan yang pragmatis memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap pola berpikir generasi muda terhadap politik. Di lain sisi, ia juga menilai kebijakan pemerintah ikut memberikan pengaruh yang sama.

“Karena memang desain sistem dari atasnya memang seperti itu. Kebijakannya juga, kalau boleh jujur saya juga salah satu orang yang kurang sepakat dengan adanya BLT, karena BLT itu mengakibatkan masyarakat lebih banyak mengandalkan bantuan. Jadi masyarakat itu ketergantungannya tinggi kepada negara,” paparnya.

Terkait peran pemerintah dalam menangani persoalan sosial dan ekonomi, Casytha mengaku lebih memilih bantuan yang bersifat stimulan agar masyarakat berupaya mandiri. Berbeda dengan BLT yang ia nilai membuat luntur mindset masyarakat untuk giat bekerja karena orientasi berpikirnya bukan bekerja keras, melainkan mendapat uang dengan mudah.

“Kalau saya lebih memilih padat karya. Kita diberi bantuan pekerjaan. Nantinya diakhir pekerjaan akan mendapatkan upah atas pekerjaan itu. Stimulan, ada ujungnya bahwa dia itu mandiri. Jadi jiwa masyarakat untuk bekerja itu masih ada. Tapi kalau BLT kan tidak. Nah, akhirnya membuat mindset seseorang mendapat uang dengan mudah,” urainya.

Isu Lingkungan dan Ketahanan Pangan

Anggota DPD RI Dapil Jateng, Casytha Arriwi Kathmandu, SE., M.Fin.Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama DPD KNPI Kota Semarang di Waroeng Kaligarong, Semarang Tengah, Kota Semarang, Minggu (19/5/2024) siang. Foto: Rifqi/Lingkar.co

Dalam kesempatan itu, Ketua DPD KNPI Jawa Tengah ini juga menjawab pertanyaan ketua DPK KNPI Kecamatan Candisari, Hartono tentang isu lingkungan. Yakni mengolah limbah rumah tangga dan ketahanan pangan berupa budidaya manggot (jenis belatung).

Menurut Hartono, setiap rumah harus bisa menghasilkan sesuatu yang berharga dari limbah rumah tangga. Selain itu, bagi warga yang memiliki lokasi bisa membuat program ketahanan pangan berupa budidaya manggot yang diintegrasikan dengan pembesaran lele, dan ayam petelur.

“Bibit manggot ini setelah menetas makan kotoran ayam, dan nantinya maggot menjadi pakan ayam dan lele, ini polanya membuat rantai makanan, sebagian maggot juga disikluskan agar bertelur kembali. Jadi tidak perlu beli bibit manggot lagi. Ini saya beri nama program Bakti Negeri,” kata Hartono.

Menurut Casytha, gagasan pengolahan limbah rumah tangga dan budidaya maggot yang diintegrasikan dengan lele dan ayam petelur sangat menarik. Meski untuk mencari lokasi yang tepat di perkotaan seperti kota Semarang agak susah. Namun ia yakin masih ada kawasan pertanian atau pedesaan di pinggiran kota Semarang. Selain itu, menurutnya, Pemkot Semarang akan menerima gagasan tersebut.

“Saya yakin itu kalau diajukan ke Pemkot pasti mau. Kan masih ada daerah pedesaan di sini. Pemkot Semarang juga punya lahan yang mungkin bisa digunakan untuk membuat kegiatan itu. Jadi perlu dikomunikasikan dengan baik,” tuturnya. (*)

Penulis: Ahmad Rifqi Hidayat
Editor: Ahmad Rifqi Hidayat