Lingkar.co , Relawan pendukung pasangan calon (Paslon) Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang Yoyok Sukawi dan Joko Santoso (Yoyok-Joss) yang menamakan diri Relawan X-tra J055 tak mau terpancing adanya aksi perusakan baliho beberapa hari lalu. Mereka justru menggelar aksi simpatik dengan membagikan nasi kotak dan es teh di jalan depan posko pemenangan Luthfi-Yasin dan Yoyok-Joss, Jalan Raya Ngaliyan-Boja, Sabtu (12/10)2024) sore.
Ketua Relawan X-tra J055, Maftukin alias Maskin Sadewo mengatakan, demokrasi di era kaum milenial tidak perlu risau dengan persoalan baliho. Sebab, kata dia, berbagai platform media sosial yang ada sudah cukup maksimal untuk kegiatan kampanye pengganti baliho.
“Kita aksi damai saja untuk kampanye. Kalau soal baliho, kan masih banyak media sosial yang bisa dimanfaatkan. Temen-temen relawan ini kan milenial, kalau cuma bikin desain untuk medsos itu banyak yang bisa,” ujarnya santai.
Oleh karena itu, dirinya meminta kepada semua pihak untuk tidak terpancing dengan aksi oknum yang merusak citra demokrasi. “Kita tekankan untuk demokrasi yang sejuk, politik yang ceria karena jangan sampai generasi muda terpengaruh oleh citra buruk oknum, bahaya itu,” ujarnya.
Relawan X-tra J055 berfoto bersama seusai kegiatan sosialisasi pasangan calon Luthfi-Yasin dan Yoyok-Joss
Foto: istimewa
Sejalan dengan hal itu, Maskin berharap agar generasi muda memandang positif dan bertindak dalam masa kampanye. “Jangan sampai anak muda jadi antipati terhadap demokrasi, bisa membahayakan keberlangsungan demokrasi di Indonesia, khususnya di Semarang ini,” jelasnya.
Menurutnya, generasi muda harus memahami bahwa perkembangan pembangunan dan teknologi yang ada tidak lepas dari demokrasi. “Kebijakan yang ada ini kn dari legislatif dan eksekutif, ini berasal dari proses demokrasi, pemilihan umum, termasuk pemilihan wali kota,” paparnya.
Lingkar.co – Pemerintah Kabupaten Rembang bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Rembang menggelar Sarasehan Petani Milenial di Aula Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan), Kamis (22/2/2024).
Kepala Dintanpan Rembang Agus Iwan Haswanto mengatakan selain untuk mendorong milenial dalam menekuni pertanian, sarasehan ini juga untuk menyemarakkan Hari Pers Nasional. Menurutnya peran jurnalis sejauh ini cukup membantu penyebarluasan informasi pertanian di Kabupaten Rembang.
“Kegiatan ini wujud apresiasi kami kepada rekan-rekan awak media. Sejauh ini mereka sangat membantu tugas-tugas kami,” ujarnya.
Agus menjelaskan, petani Milenial merupakan warga berusia 19 hingga 39 tahun yang melakukan usaha pertanian di bidang tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan/atau peternakan, atau melakukan usaha pertanian menggunakan teknologi digital serta penggunaan teknologi modern. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah petani milenial Rembang sebanyak 71.395 orang. Dari jumlah tersebut 89% diantaranya sudah menggunakan teknologi modern.
“Perlu ada komunikasi yang baik dengan adik- adik kita, petani milenial. Yang diharapkan seperti apa, apa yang harus kami lakukan, kami akomodir di sarasehan ini,” terangnya.
Sementara itu, Ketua PWI Rembang, Musyafa menegaskan wartawan memiliki tugas menyampaikan informasi (pertanian) yang akurat, objektif, dan relevan kepada masyarakat. Keberhasilan-keberhasilan petani milenial harus diangkat agar bisa memicu kemunculan keberhasilan yang lain.
Menurut Musa, menulis berita tentang pertanian jauh lebih menenangkan , jika dibandingkan dengan kriminal. Dari psikologi tentunya lebih positif dan membawa manfaat.
“Kita harus ikut memicu munculnya petani-petani milenial baru. Karena kita prihatin di Rembang didominasi petani di atas 50 tahun,” ungkapnya.
Sarasehan Petani Milenial dihadiri puluhan petani milenial dan diisi juga dengan workshop pembuatan pupuk organik genderuwo. (*)
Lingkar.co – Bupati Blora, Arief Rohman menunjukkan komitmen untuk melestarikan seni dan budaya melalui berbagai cara. Dari ajang pencarian bakat sampai menggandeng Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten bersama Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Blora menggelar ajang pencarian bakat Sinden Idol dengan kategori pelajar SD/MI dan SMP/MTs.
Satu per satu dari 10 peserta pilihan tampil saat pementasan wayang kulit milenial di Pendopo Kabupaten Blora, Jumat (27/10/2023) malam. Mereka bahkan turut serta membawa pendukung yang otomatis memeriahkan acara.
Nampak pula, Bupati tidak canggung berada diantara supporter, ikut memberikan dukungan dan motivasi kepada peserta sinden idol Blora 2023.
“Bakat anak-anak kita ini luar biasa. Saya sampaikan apresiasi dan terima kasih untuk Kominfo, panitia, dan bea cukai yang telah mendukung kegiatan ini. Malam hari ini kita tampilkan 10 peserta Sinden Idol ya,” ucapnya.
Ia sempat terkejut dengan bakat nyinden para pelajar Blora. Karena itu orang nomor satu di Blora ini berharap bisa bertemu dan tampil bersama sinden muda yang tengah kondang, yakni Niken Salindri pada bulan terakhir tahun 2023.
“Ini ternyata anak-anak Blora banyak bakat-bakat terpendam. Saya senang sekali dengan adanya kegiatan ini. Nanti kita jumpa lagi di tanggal 7 Desember yang ada Niken Salindri,” kata Bupati.
Selain menggelar ajang pencarian bakat sinden, bahkan Bupati juga ingin ada kontestasi dalang cilik. ia berharap melalui even-even tersebut bisa mewadahi dan melatih bakat anak-anak Blora khususnya di bidang seni dan budaya.
Tidak hanya itu, ia bahkan menyebut Pemkab Blora saat ini telah menggandeng Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta untuk melestarikan budaya dalam jenjang pendidikan formal.
“Insya Allah ISI Solo akan buka cabang di Blora. Hal itu sebagai bentuk komitmen kita, bahwa Blora ini kaya akan kebudayaan dan kesenian. Biar anak-anak Blora kuliah di ISI tidak perlu jauh-jauh ke Solo,” harapnya.
Sementara, Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Blora, H. Soekarno mengapresiasi banyaknya talenta muda yang ikut ikut menyukseskan wayang kulit milenial. Ia tidak bisa menutupi kegembiraan melihat sinden cilik, sinden muda hingga para nayaga (penabuh gamelan) yang rata-rata diisi oleh kalangan muda.
Dia menyampaikan apresiasinya kepada Pemkab Blora yang telah memberikan wadah bagi potensi-potensi sinden muda dari Blora. “Matur nuwun sampun diparingi wadah ingkang sae kados mekaten (Terima kasih sudah diberikan sarana yang sedemikian baik ini -red),” tuturnya.
Oleh karena itu, Soekarno ingin agar nantinya semakin banyak sinden muda bertalenta di Blora seperti halnya sinden muda Niken Salindri.
“Mugi-mugi 5 tahun ke depan kalau para dalang mencari sinden tidak kesulitan lagi. Alhamdulillah semoga muncul Niken Salindry – Niken Salindry lain dari Blora,” doanya.
Seleksi Sinden Idol
Bupati Blora Arief Rohman saat bersama para pendukung Sinden Idol Blora 2023 dalam pementasan wayang kulit milenial di Pendopo Kabupaten. Foto: dokumentasi
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Blora Pratikto Nugroho memerinci, terdapat 94 peserta dari kalangan pelajar yang telah mendaftar Sinden Idol ini. Dari jumlah tersebut kemudian dilakukan seleksi.
“Ini menjadi potensi dari Blora. Sehingga terpilihlah dari 94 peserta menjadi 32 peserta, dan pada pagelaran hari ini sudah tampil anak-anak dari SD dan SMP sebanyak 10 orang,” terang Pratikto.
Nantinya 32 peserta tersebut akan dibagi menjadi 3 pementasan. Hingga puncaknya pada tanggal 7 Desember 2023 akan ada pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah.
Selain itu, pihaknya juga ingin kesenian wayang bisa dicintai dan digemari oleh generasi muda. Salah satunya dengan adanya pementasan wayang dan Sinden Idol dari para pelajar SD dan SMP ini.
“Bagaimana ada tantangan dari Pak Karno (Ketua Pepadi) supaya wayang bisa ditonton tidak hanya orang sepuh saja, tapi juga dari kalangan muda.”
Tak hanya itu, dirinya mengatakan pementasan wayang kali ini memiliki keunikan tersendiri dengan mengusung konsep ‘Wayang Gaul’.
“Konsep kami karena ini memang kami kemas karena wayang agar dicintai anak muda. Kalau pagelaran wayang malam ini wayang gaul, karena kelirnya juga diganti videowall, panjak-panjak (pemain gamelan)nya juga anak muda,”ujarnya.
Menurut Praktikto, masyarakat sangat antusias terhadap Sinden Idol. Ia menilai hal tersebut tampak dari partisipasi masyarakat yang sudah memberikan dukungan kepada peserta idola melalui vote.
“Ini datanya, yang sudah nge-vote sinden idolanya sudah 10 ribu orang lebih,” pungkasnya. (*)
Lingkar.co – Calon Legislatif (Caleg) DPR RI dari PDIP, drg. Rahajeng Widyaswari Tjahjo Kumolo mengajak generasi milenial untuk tidak apatis terhadap politik. Bahkan dirinya juga tidak memaksa para pemuda memilihnya dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 14 Februari 2024 mendatang.
“Menurut saya sekedar itu lebih baik daripada dia tidak melakukan apa-apa. Kalau ikut kan setidaknya mata dan telinga sudah terbuka. Minimal untuk salah satu partai atau calon. Ya dia sudah punya referensi, “kata Mbak Ajeng, sapaan akrabnya, seusai Ngobras bersama kawula muda di hotel Siliwangi, Kota Semarang, Sabtu (21/10/2023).
Ia mengatakan hal itu saat ditanya wartawan terkait kebebasan memilih bagi warga yang telah terdaftar sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
“Nah, saya harap dari situ dia bisa berkembang. Dia bisa menentukan pilihannya. Jadi dia tidak kosong (Golput),” sambungnya.
Ia katakan, dalam sosialisasi diri tidak membatasi segmentasi pemilih, naik dari segi usia maupun latar belakang agama.
“Walaupun saya muslim, saya tidak membatasi. Jadi saya juga sosialisasi ke yang non muslim. Untuk profesi juga saya tidak membatasi jenis pekerjaan. Intinya saya sosialisasi ke semua lapisan masyarakat,” tegasnya.
Terkait proses menyerap aspirasi masyarakat, ia menyatakan lebih suka turun langsung ke lokasi daripada mendengarkan informasi atau laporan.
“Saya lebih suka itu mendengarkan aspirasi itu langsung, tidak melalui perwakilan-perwakilan. Makanya setiap saya ke dapil itu sebisa mungkin saya selalu berkeliling dari komunitas satu ke komunitas yang lain. Jadi tidak ada katanya-katanya,” terangnya. Ia menyebut sudah blusukan di berbagai tempat dalam Daerah Pemilihan (Dapil) Jateng 1, bahkan sampai di lereng pegunungan yang sangat jauh dari pusat kota seperti Desa Plantungan, Kendal, “Kalau di pasar Semarang ya kemarin di Pasar Peterongan,” ucapnya.
Memperhatikan perolehan suara pada Pemilu 2019 lalu, putri politisi senior, Tjahjo Kumolo ini menargetkan 100.000 suara dalam Pileg mendatang, “Ya realistis paling aman 100.000 suara,” ujarnya.
Sebagai informasi, Ngobras berlangsung dengan berbagai macam topik kekinian, dari persoalan stunting, bullying dan politik. Bahkan, ada peserta yang curhat sejak kecil selalu menjadi korban bullying kawan bermain dan sekolah. (*)
Lingkar.co – Pemilihan umum merupakan tradisi negara demokrasi. Karenanya, partisipasi pemilih sangat menentukan arah dan masa depan bangsa. Jangan golput!
Pesan itu disampaikan Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Blora, Alfian Aulia Tsani. Ia meminta generasi Milenial dan Generasi Z untuk ikut menentukan arah bangsa melalui pemilu.
“Masyarakat maupun generasi milenial sama sekali jangan melakukan golput (golongan putih) alias tidak memilih pada pergelaran Pemilu 2024 mendatang, karena hal tersebut bukanlah solusi dan juga bukan sebuah pilihan,” ujar Alfian melalui keterangan tertulisnya Senin (02/10/2023)
Padahal, menurutnya, milenial maupun masyarakat dalam sebuah negara yang menganut sistem demokrasi memang telah diberikan hak yang luas untuk bisa ikut menentukan bagaimana nasib bangsa ke depannya dengan menentukan para pemimpin sesuai dengan apa yang mereka inginkan.
“Dampak dari ketika masyarakat itu melakukan golput, sebenarnya merugikan mereka sendiri. Dan, Indonesia merupakan salah satu negara yang menganut sistem pemerintahan yang demokratis,” ucapnya.
Maka dari itu, dirinya berpesan kepada para pemuda agar mereka tidak sampai apatis bahkan melakukan golput dalam Pemilu 2024.
Ia, juga berpesan kepada para milenial untuk terus menghasilkan karya dan apabila ada pihak yang ingin atau tertarik berpolitik supaya tidak takut.
“Dengan mengikuti pemilu 2024 dan menggunakan hak suara yang mereka miliki, berarti sebenarnya sudah merupakan bentuk kontribusi awal untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tuturnya.
“Dan, juga tidak bisa dipungkiri bahwa pada akhirnya, para pemuda tersebut adalah mereka yang menjadi generasi penerus bangsa,” tegasnya.
Tak hanya itu, Alfian juga menegaskan, apabila para milenial ini ingin mengambil peran pembangunan dan menjadi bagian besar di NKRI, maka mereka memang harus bisa menjadi seorang agen penerus pembangunan bangsa.
“Justru apabila misalnya para pemuda tersebut melakukan golput, apalagi sebenarnya mereka sudah masuk ke dalam kategori pemilih pemuda dan seharusnya sudah memiliki hak suara namun tidak digunakan, maka tindakan tersebut tentunya merupakan hal yang salah dan tidak seharusnya dilakukan. Dan, sama sekali tidak pantas apabila terdapat seorang milenial yang dirinya malah berbangga diri ketika melakukan golput,” terangnya.
Bukan hanya itu, dirinya juga mengingatkan, melakukan golput berarti sama halnya tidak peduli ketika melihatq kesengsaraan rakyat yang sedang terjadi. Pemuda yang golput, juga terkesan sama sekali tidak ingin melakukan perubahan.
“Sekali lagi, melakukan golput pada pergelaran Pemilu 2024 mendatang sama sekali bukanlah sebuah pilihan. Terlebih, bagi para generasi milenial atau pemuda, yang mana justru bagaimana nasib dan masa depan bangsa ini ke depannya berada dan ditentukan oleh tangan serta suara mereka. Sehingga memang golput bukanlah solusi,” paparnya.
“Jadi saya tegaskan bahwasanya jiwa muda yang sejati seharusnya merupakan jiwa pemimpin, yang sama sekali tidak akan tinggal diam saja ketika melihat rakyat dalam kondisi dan keadaan yang susah serta tidak akan tinggal diam ketika melihat negeri ini ambruk,” tandasnya.
“Maka dari itu, satu-satunya pilihan terbaik yang bisa dilakukan oleh para pemuda adalah dengan ikut berkontribusi nyata menjadi bagian dari berlakunya demokrasi di Indonesia dengan cara tak golput,” pungkasnya. (*)
Penulis: Lilik Yuliantoro Editor: Ahmad Rifqi Hidayat
Lingkar.co – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Laskar Muda Hanura (LASMURA) Ali Abdul Rohman berharap didapuknya Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan menjadi pemantik generasi milenial dan Gen Z aktif dalam politik.
Menenggapi peristiwa politik tersebut, Ali mengatakan setelah selesai dunia kampus masuk di partai politik (Parpol) memang keputusan yang tepat.
Menurutnya, hal itu sebagaimana pesan Ketum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO).
“Momen yang tepat terlibat dalam dunia politik, mengingat sebentar lagi perhelatan pemilu digelar,” ucap Ali menegaskan pesan OSO di Jakarta, Rabu (27/9/2023)
Terlebih Ali, berharap, Kaesang bisa menjadi pemantik untuk kaum Milenial dan Gen Z untuk ikut berpatisipasi aktif di dunia politik, mengingat bonus demografi sekarang mayoritas data pemilih berdasarkan rilis Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) adalah generasi Milenial dan Gen Z.
“Sebagaimana disampaikan Ketum OSO di berbagai kesempatan bahwa hari ini Milenial dan Gen Z-lah yang menjadi kunci, dan Milenial & Gen Z sekarang sudah pintar-pintar,” terangnya.
Pria asal Kota Wali Demak Jawa Tengah itu menambahkan, iklim Pemilu di Indonesia akan menjadi lebih baik dengan peran aktif generasi muda.
“Kalau Milenial dan Gen Z ada yang menggerakkan, nantinya akan menjadi bagus untuk iklim Pemilu dan politik di negara yang kita cintai ini,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui, Putra Bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep ditetapkan sebagai Ketum DPP PSI menggantikan Giring ‘Nidji’ Ganesha dalam acara Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) PSI di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Senin (25/9/2023).
Sementara Jokowi menilai Kaesang sudah memperhitungkan risiko dari keputusannya tersebut karena iklim dalam keluarga mengajarkan untuk mandiri dan siap bertanggung jawab atas segala keputusan.
“Soal Kaesang (jadi Ketum PSI) tanyakan ke PSI dan Kaesang. Kaesang minta doa restu orang tua, saya restui,” kata Jokowi (*)
Lingkar.co – Masyarakat pada umumnya lebih senang dengan hiburan atau kesenian yang menghibur atau yang sedang tren, sehingga kesenian yang ideologis lambat lain tersisih dari ruang publik.
Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Semarang menggelar Konser Budaya sebagai wujud kepedulian terhadap kesenian yang terpinggirkan oleh zaman.
“Kegiatan semacam ini merupakan kepedulian NU terhadap buday yang mulai tergerus zaman,” ujar Ketua Panitia Konser Budaya Lesbumi, Choirul Awaludin seusai kegiatan di Silayur Park, Ngaliyan, Kota Semarang, Sabtu (26/8/2023) malam.
Ia katakan, pagelaran seni tersebut dilaksanakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke 78 Republik Indonesia.
Dia menyebut, ada pertunjukan musik, musikalisasi puisi, drama monolog dan teater yang menuangkan ide kreatif dan wacana kritis.
‘Tentunya kami berharap ide-ide yang tertuang melalui kesenian ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi tersendiri untuk kota Semarang yang lebih baik,” urainya.
Sementara, Ketua Lesbumi NU Kota Semarang, H. Sukat Abdul Muiz, M.Pd mengatakan, Lesbumi sebagai lembaga NU kurang populer di masyarakat. Padahal, Lesbumi didirikan oleh Asrul Sani dan Usmar Ismail pada 28 Maret 1962.
“Kalau mendengar kata Lesbumi, masyarakat merasa agak asing ya, padahal organisasi ini lahir pada tahun 1962,” ungkapnya.
Ia lantas menjelaskan, Lesbumi merupakan strategi dakwah NU dalam menjaga rakyat Indonesia dari paham yang menyimpang melalui budaya.
“Jadi bukan hanya ngurusi rebana, qasidah saja. Tapi kesenian dan budaya secara luas. Ada seni rupa, seni musik, teater, dan sebagainya,” urainya.
Lesbumi, kata Muiz, merangkai dari kalangan ulama, seniman, dan umara (pemimpin) yang bersatu membina masyarakat melalui budaya yang baik.
“Salah satu targetnya, membina akhlak putra bangsa melalui kesenian, membina budaya yang tidak lepas dari akhlakul karimah,” pungkasnya. (*)
Lingkar.co – DPC Gerindra Kota Semarang, ingin memaksimalkan potensi kaum milenial sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) di Pemilu 2024.
Hal tersebut diungkapkan Ketua DPC Gerindra Kota Semarang, Joko Santoso, usai mendaftarkan 50 bacaleg di KPU setempat, Sabtu (13/5/2023).
Ia pun mengungkapkan alasan partainya merekrut bacaleg potensial dari kaum muda. Karena menurutnya, Pemilu 2024 adalah pemilunya kaum milenial.
“Kaum milenial adalah kaum yang melek IT, jadi tentu kaum milenial ini kita rekrut,” ucap Joko.
Joko menilai, kaum milenial bisa menaikkan citra Partai Gerindra melalui media sosial (medsos).
“Bagaimana caranya menaikkan citra Partai Gerindra lewat medsos, adik-adik milenial ini cukup luar biasa bermain di medsos,” ucapnya.
Lanjut, Joko mengatakan, partainya mendaftarkan 50 bacaleg, dengan kuota perempuan sesuai dengan yang ditentukan oleh KPU.
“Bacaleg berjumlah 50 orang diantaranya 33 laki laki dan 17 perempuan, ini sesuai dengan PKPU, kuota perempuan 30 persen sudah kita penuhi,” jelasnya.
Ia mengatakan, kaum milenial menjadi motivasi Gerindra Kota Semarang untuk regenerasi, dari 50 bacaleg ada 15 nama yang berusia kurang dari 30 tahun.
“Ini menjadi motivasi, Partai Gerindra Kota Semarang ada regenerasi,” ucap Joko.
Target di Pemilu 2024
Merujuk pada komposisi bacaleg, Joko mengatakan, partainya menargetkan pada Pemilu 2024 dapat meraih 12 kursi DPRD Kota Semarang.
“Incumbent semuanya ikut berpartisipasi dalam Pemilu 2024, dan ada unsur dari sayap partai semuanya terwakili, dari eksternal mapun internal,” jelasnya.
Joko menyakini, potensi bacaleg yang unggul di Pemilu 2024 ada di dapil 2, 3 dan 4, serta memaksimalkan dapil 5 dan 6.
“Dapil unggulan tentu yang berjumlah kursi yang paling banyak, dapil 2, 3 dan 4 kita akan all out,” tegasnya.
“Tidak memungkinkan di dapil 5 dan 6 juga kita akan memaksimalkan,” sambung Joko.
Dia mengatakan, partainya telah menyiapkan strategi kemenangan, salah satunya proses rekrutmen bacaleg yang petarung.
“Dengan bacaleg petarung kita akan bisa memaksimalkan apa yang menjadi target dari yang dibebankan kepada DPC Gerinda Kota Semarang,” jelasnya.
Tampak pimpinan DPC Gerindra Kota Semarang, diiringi sejumlah pendukungnya saat datang ke KPU Kota Semarang.
Ada pula arak-arakan dari para ojek online dan juga odong-odong.
“Kita bawa odong-odong dan para ojek online, kita diperintahkan oleh partai, kita adalah petugas rakyat,” ucap Joko.
Ia menyebut, partainya memaksimalkan setiap potebsi dari keunggulan yang ada dalam masyarakat, baik itu seni buaya maupun UMKM.
“Maka dari itu kita memaksimalkan, apa yang menjadi potensi keunggulan masyarakat yang bisa kita tonjolkan untuk kita angkat, baik itu seni budaya,” jelasnya.
“Kita maksimalkan juga UMKM yang ada di Kota Semarang kita angkat,” pungkasnya.***
Lingkar.co – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Djoko Nugroho bikin heboh publik saat melakukan pendaftaran Bakal Calon legislatif (BaCaleg) di KPU wilayah setempat.
Bagaimana tidak, pasalnya ketua DPC partai besutan Prabowo Subianto tersebut kini dinahkodai oleh Mantan Bupati Blora Dua periode, yakni Djoko Nugroho.
Tentunya kehadirannya bakal membuat lawan-lawanya di pemilu mendatang mengolah strategi yang matang untuk bersama-sama bertarung mendulang suara mutlak. Karena selama ini mantan orang nomor satu tersebut sangat dikenal dengan loyalitas, totalitas dan all out.
Hal itu terlihat dari pantauan Lingkar.Co dilokasi KPU Blora, pada Sabtu (13/05/2023) siang.
Bahkan, nampak ratusan simpatisan Partai Berlambang Garuda ini, yang berasal dari 5 dapil ikut mendampingi Djoko Nugroho untuk melakukan proses pendaftaran BaCaleg yang akan bertarung di pemilu 2024 mendatang.
Tak itu pula, iringan tarian tradisional Barongan menambah riuhnya suasana dan akhirnya menyedot perhatian masyarakat yang sedang melintas.
Saat konpres, Djoko Nugroho mengatakan bahwa sampai hari ini Partai Gerindra menjadi partai ke Lima yang mendaftarkan Bacaleg ke KPU Blora.
“Dan alhamdulillah semua berkas lengkap dan diterima di KPU Blora,” ucap Pak Kokok sapaan Djoko Nugroho dengan di amiinin simpatisan secara serentak.
Menurutnya, dalam pesta demokrasi kali ini Partai Gerindra Blora ada nuansa baru, dengan banyak Bacaleg dari kalangan anak muda
“Kali ini, Partai Gerindra membawa 90 persen Bacaleg muda-muda. Saya ucapkan terimakasih kepada DPC Kabupaten Blora yang telah bekerja keras dalam rangka mempersiapkan pendaftaran ini,” Ungkapnya.
“Untuk target, kami tidak muluk-muluk Satu dapil Satu kursi. Maka dari itu, saya mohon do’a, restu dan dukungannya,” tandasnya.